Puck! | Episode 2 - 1

Puck.E02.END.mkv_20160117_160352.766[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_154726.577[2]

Kereta melaju semakin mendekat. Joon Man berusaha mengambil kunci dengan kakinya. Beruntung Joon Man bisa mengambil kunci itu, dan Gyung Pil membuka borgol tepat pada waktunya. Mereka bergulingan keluar dari rel tepat beberapa detik sebelum kereta mendekat.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154749.091[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_154755.802[2]

Joon Man tertawa lega, dia pikir dia akan mati. Joon Man kemudian melihat celana Gyung Pil basah dan bertanya apakah Gyung Pil buang air kecil di celana? Gyung Pil menutupinya dan dengan gagap menjelaskan bahwa itu hanya keringat.

Joon Man tertawa dan berjanji akan merahasiakan hal itu. tapi Gyung Pil berkeras kalau itu adalah keringat.

Mereka kemudian duduk di peron stasiun.

“Kau melakukan ini karena kau mengkhawatirkanku?” Gyung Pil masih kesal karena dia hampir saja mati.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154805.425[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_154811.455[1]

Joon Man bilang kalau dia tahu mereka pasti akan selamat. Gyung Pil kesal bagaimana Joon Man bisa yakin tentang hal semacam itu. Joon Man setuju, jika saja kakinya lebih pendek beberapa sentimeter, mungkin mereka sudah mati.

“Kita selamat. Bukan aku yang bilang, tapi selama kau hidup tanpa menyerah, sesuatu akan berjalan dengan baik.”

Gyung Pil bertanya apakah Joon Man mengatakan hal itu untuk membuatnya kembali ke tim? Joon Man mengelak, dia tidak bermaksud demikian. Meskipun sebenarnya kita tahu, Joon Man memang ingin membuat Gyung Pil kembali.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_154833.846Puck.E02.END.mkv_20160117_154848.198

Tim yang bersiap latihan tampak lesu. Mereka kekurangan orang lagi karena Gyung Pil tidak ada. Setelah beberapa lama menunggu, tim mulai membuka atribut seragam. Tapi Joon Man malah mengencangkan tali sepatunya.

Salah seorang pemain berkata bahwa mereka kekurangan orang, jadi mereka tidak bisa ikut bertanding. Noori mempertegas, itu artinya mereka tidak punya alasan lagi untuk latihan.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154859.493Puck.E02.END.mkv_20160117_154922.084[1]

Kemudian pintu terbuka, Gyung Pil masuk. “Kita belum terlambat kan?”

Melihat kedatangan Gyung Pil anggota tim kembali semangat dan mengenakan seragam kembali. Hwan Seo mendekati Gyung Pil untuk meminta maaf atas sikapnya sebelumnya. Dia sudah mendengar dari Pelatih Heo tentang kesulitan Gyung Pil. Gyung Pil tak masalah. Joon Man tertawa meledek mereka yang seperti sedang syuting drama.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154929.527Puck.E02.END.mkv_20160117_154931.817

Tim kemudian latihan bersama di lapangan. Joon Man kelihatannya sudah semakin terampil berseluncur. Selesai latihan, mereka rebahan di lapangan.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154939.971Puck.E02.END.mkv_20160117_154942.286

“Dalam film, orang-orang seperti kalian biasanya pada akhirnya menang, kan?” tanya Joon Man. “Semua berakhir disana.”

“Aku pikir hyungnim kita terlalu banyak menonton drama.” Ledek seorang pemain.

Sung Sil ikut meledek, dia pikir Joon Man masih belum dewasa. Pemain yang lain bilang bahwa tidak mungkin 5 orang bisa mengalahkan lawan 22 orang. Tapi Noori merasa itu akan sangat hebat jika saja terjadi, dan mereka bisa ada dalam berita.

Puck.E02.END.mkv_20160117_154946.342[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_154949.213[2]

Meskipun keadaan tidak memungkinkan, tapi mereka semua sulit untuk menyerah. Ayah salah seorang pemain adalah seorang sopir taksi yang kesulitan keuangan. Tapi meskipun dia sendiri ingin menyerah, dia tidak bisa mengingat perlengkapan mahal hoki yang dibelikan ayahnya itu.

Seorang pemain yang akan segera lulus juga tidak ingin mengakhiri permainan hokinya dengan cara seperti itu. Ada pula yang merasa malu saat mengalami kekalahan dalam pertandingan dan tidak ingin melakukannya lagi. Tapi ternyata keesokan harinya dia tetap ikut berlatih.

Di saat para pemain sedang mengungkapkan perasaan mereka, Joon Man tiba-tiba berteriak. Ternyata Joon Man hanya ingin berkata kalau dia lapar dan mengajak mereka memesan Jajangmyun.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155004.150Puck.E02.END.mkv_20160117_155026.882[2]

Mereka kemudian makan bersama setelah Pelatih Heo berpidato di depan mereka bahwa dia bersyukur karena mereka bisa kembali melihat harapan ditengah masalah yang sedang mereka hadapi.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155035.805Puck.E02.END.mkv_20160117_155037.254[1]

Joon Man menemui Sang Soo untuk memberikan hasil tagihannya hari itu. Sang Soo mengajak Joon Man untuk makan bersama. Joon Man menolak karena masih banyak tempat yang harus dia datangi dan juga dia harus berlatih hoki.

Sang Soo mengerti dan menyuruh Joon Man pergi. Setelah Joon Man pergi, Sang Soo meminta rekan Joon Man untuk mengawasi Joon Man dan melaporkan apapun yang dilakukan Joon Man.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155047.812[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_155105.539[1]

Joon Man meletakkan plastik belanjaan di samping Yeo Eun yang sedang berkebun. Yeo Eun menatap bingung pada Joon Man. Joon Man menyuruh Yeo Eun untuk memasak dengan belanjaan yang dia bawa itu.

Joon Man berjalan pergi sambil membawa satu plastik hitam, tapi kemudian kembali dan memberikan plastik itu. Yeo Eun mengeluarkan isi plastik itu. Sebuket bunga. Yeo Eun kembali menatap bingung pada Joon Man.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155112.530Puck.E02.END.mkv_20160117_155124.975

“Itu..agar kau bisa membuang bunga itu.” tunjuk Joon Man pada bunga kering yang masih disimoan Yeo Eun.

Yeo Eun tak mengatakan apapun, tapi dia tersenyum sambil mencium bunga itu. Joon Man pun tersenyum karena Yeo Eun tampak menyukai pemberiannya itu. Joon Man kemudian pergi.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155132.024Puck.E02.END.mkv_20160117_155133.500[2]

Adik Dong Jin melihat berita tentang tim hoki di internet. Dia terkejut melihat nama kakaknya di berita itu tapi dengan foto yang berbeda. Dia memperlihatkan berita itu pada kakaknya.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155204.407Puck.E02.END.mkv_20160117_155211.974[2]

Anggota tim keluar bersama dari gedung. Mereka membicarakan lawan mereka berikutnya yang tampaknya sulit untuk dikalahkan. Joon Man mengingatkan anggota yang lain agar hanya memikirkan tentang kemenangan. Joon Man tak ingin anggota tim pesimis.

Mereka kemudian berjalan bersama sambil bercanda. Salju pun turun melengkapi keceriaan mereka.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155216.946[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_155220.736[2]

Joon Man berjalan masuk ke ruang ganti dengan semangat. Tapi anggota tim tampak tidak semangat. Joon Man bertanya apa yang terjadi. Gyung Pil menjelaskan bahwa ibunya Dong Jin menghubungi Pak Im dan mengatakan kalau dia tidak akan diam saja. Mereka sudah tahu kalau Joon Man adalah Dong Jin palsu. Dari berita di internet.

Orang luar sudah tahu kalau tim mereka pecah, dan semuanya akan semakin memburuk jika mereka tahu kalau Joon Man pura-pura jadi orang lain. Persatuan Hoki tidak akan diam saja jika mengetahuinya. Begitu juga dengan ibunya Dong Jin.

Tapi Pelatih Heo bilang masalah utama mereka sekarang adalah Pak Im. Tidak akan ada yang berjalan dengan baik jika Pak Im bertindak. Mereka bingung apa yang harus mereka lakukan.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155227.119[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_155228.370

“Apa yang harus kita lakukan? Tentu saja jika harus menghentikannya.” Ujar Joon Man.

Joon Man juga ikut pusing. Dia lalu meminta Pelatih Heo untuk mengurus orang-orang di dekat Dong Jin dan dia akan mengurus Pak Im. Tapi Sung Sil tidak yakin hal itu akan mudah dilakukan. Mungkin pihak Dong Jin akan mudah diyakinkan, tapi Pak Im tidak mungkin mudah. Joon Man bilang tidak ada cara lain, jadi mereka harus mencobanya.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155230.491[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155232.837

Joon Man menemui Pak Im. Joon Man meminta Pak Im untuk tidak mengganggu tim hoki. Pak Im pura-pura tak mengerti dengan apa yang dikatakan Joon Man, dan masih memanggilnya dengan nama Dong Jon.

“Berhenti bersikap manis. Aku datang kemari setelah mengetahui semuanya.” tegas Joon Man.

“Ah.. Aku masih belum berniat mengatakannya pada siapapun. Sesuatu seperti ini tidak akan bagus untuk sekolah. Persatuan juga tidak akan senang mendengarnya. Tapi, penagih utang Jo Joon Man-ssi. Kenapa kau tidak pergi sekarang juga? Kau sepertinya harus menagih uang dari pelatih. Kau urus sendiri masalah itu.”

Joon Man tertawa. Ternyata Pak Im bahkan sudah memeriksa latar belakangnya. Joon Man bertanya apakah Pak Im akan memberinya uang? Giliran Pak Im yang tertawa. Itu tidak ada hubungannya dengannya.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155245.816[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155247.874[2]

Joon Man menyapu meja Pak Im dengan tangannya. Joon Man kesal. Joon Man menegaskan bahwa keberadaannya di dalam tim bukan karena keinginannya. Dia hanya ingin mendapatkan uangnya, dan itu adalah caranya untuk mendapatkan uang itu. Joon Man tak peduli apa yang akan dilakukan Pak Im.

Pak Im kemudian menawarkan kesepakatan dan menanyakan berapa banyak uang yang harus dia bayar. Joon Man menyebutkan angka 1.8 milyar. Tapi Joon Man tak mau membuat kesepakatan dan pergi dari sana.

Sesaat setelah Joon Man keluar, rekannya masuk menemui Pak Im.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155309.132[2]Puck.E02.END.mkv_20160117_155256.423[2]

Pak Im kemudian bicara dengan Sang Soo. Jika Sang Soo melakukan tugasnya maka dia akan menyiapkan uang itu. Mereka sepertinya membuat sebuah kesepakatan. Pak Im akan memberikan uang (yang dipinjam Pelatih Heo), dan Sang Soo akan membuat Joon Man tidak bisa bermain hoki. Tujuannya jelas, agar Pak Im bisa membubarkan tim itu.

***

Puck.E02.END.mkv_20160117_155313.295Puck.E02.END.mkv_20160117_155315.562[2]

Sung Sil memberikan sebuah flashdisk yang berisi video latihan dan pertandingan mereka untuk Joon Man. Joon Man menolak, dia merasa tidak memerlukan hal itu. Tapi Sung Sil memaksa. Kemudian Joon Man mendapatkan telepon dari Sang Soo.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155328.569[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155334.026[1]

Joon Man pergi ke tempat Sang Soo. Di depan ruangannya dia melihat rekannya yang babak belur. Rekan Joon Man tak mengatakan apapun.

Begitu Joon Man membuka pintu, sebuah benda melayang dan membentur kepalanya. Joon Man meringis kesakitan. Dia kemudian diseret ke depan Sang Soo. Sang Soo mengungkapkan kekesalannya pada Joon Man yang dia anggap sudah melenceng dari tugas.

Sang Soo menginjak bahu kanan Joon Man. Dan kemudian menendang-nendang tubuh Joon Man.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155337.260[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155343.037[2]

[Kilas Balik]

Joon Man babak belur dipukuli Sang Soo. Joon Man rupanya tidak mau menjawab dimana keberadaan istrinya. Sang Soo datang untuk menagih hutang istri Joon Man. Tapi Joon Man diam saja.

“Kau seharusnya merasa tidak adil karena kau bahkan tidak meminjam uang itu.” Sang Soo menampar Joon Man.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155349.194[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155352.788[2]

Joon Man kembali tergeletak di tanah. Dia kemudian melihat istrinya yang baru saja muncul dari jauh. Joon Man menatap istrinya. Mulutnya bergetar seperti ingin bicara, mungkin menyuruh istrinya untuk segera pergi.

Sang Soo melihatnya dan menyuruh anak buahnya untuk mencari istri Joon Man. Joon Man kemudian mencoba bicara pada Sang Soo. Sang Soo menghentikan anak buahnya.

Puck.E02.END.mkv_20160117_155359.197[1]Puck.E02.END.mkv_20160117_155400.832[1]

“Apakah aku harus menjual perahu atau menjual organ tubuhku. Atau aku bisa membunuh seseorang untuk membayarmu. Aku bisa melakukan apapun seperti seekor anjing.” Joon Man berkata dengan terbata.

“Aku sangat menyukai itu. Seperti anjing.” Sang Soo menyeringai.

[Kilas balik selesai]

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Ternyata seperti itulah asal mulanya Joon Man bergabung jadi anak buahnya Sang Soo. Dia ingin melindungi istrinya. Agar istrinya tidak dicari, dia bersedia bekerja pada Sang Soo untuk membayar hutang istrinya itu.

Aku rasa sekarang Joon Man sudah mulai menyukai hoki, bukan terpaksa lagi. Mungkin jiwanya sudah menyatu dengan anggota tim yang lain. Hehe..

Comments

  1. hiiiiiiiiiiiii...ngerinya saya kalo pukul pukulan sampai berdarah darah.....
    tp demii bak Mumu, lanjut yah....hahahha.

    ReplyDelete
  2. D awal d bkin ngakak , , eh, d akhir d bkin sedih , ,

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts