Puck! | Episode 2–3 (end)

Puck!.E02.END.mkv_20160120_060949.961_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_061038.532_thumb

Pal Bong menatap teman-temannya dengan sedih. Dia kemudian teringat pada pertemuannya dengan Pak Im waktu itu. Saat Pak Im memintanya untuk tidak datang latihan, agar tim kekurangan orang dan bisa dibubarkan.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_061011.186_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_061014.839_thumb

[Kilas balik]

Pal Bong bertanya pada Pak Im, bagaimana jika tim tidak menyerah meskipun kekurangan orang.

“Bagaimana jika pemain yang tersisa tidak menyerah. Tim mungkin tidak akan bubar.”

“Pal Bong. Itu karena kau masih terlalu muda untuk mengetahui jalan kehidupan. Kau tahu, manusia tidak sekuat itu. Manusia itu lemah. Mereka akan menyerah. Ada situasi dimana mereka akan melakukannya.”

[Kilas balik selesai]

Puck!.E02.END.mkv_20160120_061109.945_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_061131.380_thumb

Pal Bong sedih, karena ternyata tim tidak menyerah. Dan sekarangpun mereka tetap tak menyerah meski dalam kesulitan. Pal Bong menangis, mungkin dia menyesal. Menyesal telah keluar dari tim, dan merasa malu karena ternyata teman-temannya tidak menyerah dengan begitu mudah.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_061149.290_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_061153.472_thumb

Babak kedua selesai. Tim yang kelelahan dan kesakitan karena didorong lawan beristirahat dia ruang ganti. Bahkan luka Joon Man juga kembali mengeluarkan darah.

“Kalian semua.. telah bekerja dengan baik.” Ujar Pelatih Heo dengan sedih. “Gyung Pil dan Hwan Seok, kalian berdua melakukan permainan hebat bersama. Kyung Chul, pertahananmu luar biasa. Noori, Seok Won, Joon Man-ssi, kalian juga. Aku.. aku minta maaf. Karena tidak bisa menyerah begitu saja. Maafkan aku.”

Puck!.E02.END.mkv_20160120_061216.870_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_061205.168_thumb

Pelatih Heo menangis. Dia sepertinya merasa bersalah melihat anggota timnya bermain mati-matian dan harus terluka karena dia sejak awal tidak mau menyerah dan membubarkan tim itu. Gyung Pil bilang pada Pelatih Heo bahwa mereka akan bermain sampai akhir.

“Jika aku hendak menyerah seperti ini, aku tidak akan pernah datang.” Tambah Joon Man.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_061223.334_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_062050.868_thumb

Kemudian pintu dibuka. Sang Soo masuk bersama anak buahnya dan Pak Im. Sang Soo menyuruh anak buahnya untuk membawa Joon Man keluar. Joo Man meminta mereka untuk menunggu. Tapi Sang Soo bilang kalau dia telah memperingatkan Joon Man.

Joon Man pun pasrah untuk dibawa. Tapi anggota tim menarik Joon Man dan mendorong anak buah Sang Soo. Gyung Pil berteriak bahwa Joon Man adalah salah satu pemain mereka.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_062056.765_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_062102.741_thumb

“Dia juga anjingku.” Ujar Sang Soo. Karena anjing kecil ini, kalian semua mau mati? Huh?”

Sang Soo kembali menyuruh anak buahnya untuk membawa Joon Man. Dan usaha ini juga kembali mendapat perlawanan dari anggota tim. Tapi anak buah Sang Soo yang kasar berhasil mendorong mereka.

“Hyungnim!” Joon Man berteriak.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_062119.911_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_062129.188_thumb

Joon Man kemudian maju ke hadapan Sang Soo dan berlutut. Sang Soo bertanya apa yang Joon Man lakukan itu.

“Aku mohon. Biarkan aku menyelesaikan pertandingan. Tolong.” Ujar Joon Man.

“Apa alasanmu melakukan ini?” tanya Sang Soo heran. “Kau tahu kau akan mati, jadi kenapa kau melakukannya?”

“Karena aku ingin hidup.”

“Apa?” Sang Soo menyangsikan pendengarannya.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_062225.128_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_062255.630_thumb

“Aku merasa hidup. Aku hidup seperti sampah tapi paling tidak saat aku bermain hoki, aku merasa aku hidup seperti manusia. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku masih bernafas. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku masih hidup.”

Joon Man menangis. Begitupun para anggota tim yang merasa haru dengan perkataan Joon Man itu. Kemudian Joon Man menundukkan kepalanya semakin dalam di depan Sang Soo.

“Aku akan hidup sebagai anjing setiamu sepanjang sisa hidupku. Hanya untuk satu hari, biarkan aku menjalani hari ini. Tolong kabulkan permohonan ini. Aku mohon hyungnim.” Joon Man semakin menunduk.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_062313.246_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_062315.388_thumb

Pak Im meledek Joon Man yang membuatnya terharu. Sang Soo menegur Pak Im yang bertingkah tahu segalanya tentang Joon Man.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_062402.707_thumb[1]Puck!.E02.END.mkv_20160120_070728.577_thumb

Sang Soo berjongkok, mendekat pada Joon Man. “Apakah ini senilai dengan membahayakan nyawamu?”

“Ya?”

“Tidak peduli apapun yang kau katana, tidak ada pengecualian bagiku saat bicara tentang uang. Jika aku tidak mendapatkan uangku, maka aku akan menerima bayarannya dengan nyawamu. Bukankah ini membahayakan nyawamu?”

Joon Man mengiyakan sambil tersenyum.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_070901.701_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_070912.247_thumb

Intinya, Sang Soo mengijinkan Joon Man bermain asalkan Joon Man membawakan uangnya. Karena baginya yang menjadi masalah adalah jika Joon Man tidak membawakan uang.

Pak Im protes, itu bukanlah kesepakatan mereka. Tapi Sang Soo bilang kalau dia belum mendapatkan uangnya. Jadi dia tidak akan diam saja jika Pak Im ikut campur. Kesepakatannya kan setelah Sang Soo mendapatkan uang, dia harus menghalangi Joon Man bermain.

Sang Soo kemudian pergi dari ruang ganti. Pak Im yang masih tak terima mengejarnya. Joon Man tersenyum.

***

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071112.135_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071113.235_thumb

Babak ketiga. Komentor berkata bahwa meskipun tim UK terus tertinggal tapi mereka masih bermain dengan bagus. Tim Uk dipuji karena tekad mereka yang luar biasa. Komentar sedikit ragu apakah tim UK bisa membuat perubahan dan bermain di babak keempat.

Sang Soo ternyata masuk ke aula dan menyaksikan pertandingan.

Pelatih Heo meminta waktu dan mengumpulkan timnya.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071124.424_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071126.411_thumb

“Apakah aku satu-satunya orang yang berpikir bahwa kita masih bisa memenangkan ini?”

“Tidak.”

“Dengarkan baik-baik. Sekarang stamina kalian sedang rendah, hanya ada satu kesempatan. Jadi strategi utama kali ini adalah Joon Man.”

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071212.346_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071237.409_thumb

Pertandingan dimulai kembali. Stateginya adalah Joon Man berdiri di depan gawang lawan. Strategi namanya adalah screen play. Saat Gyung Pil hendak menembak, Joon Man mendorong pemain lawan yang menghalangi di depan gawang.

Gyung Pil berhasil memasukkan puck dan mencetak angka. Tapi sayang ada seseorang yang menabraknya hingga dia terjatuh dan kesakitan. Anggota tim segera menghampiri Gyung Pil. Wasit juga.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071249.159_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071259.098_thumb

Gyung Pil bilang dia baik-baik saja dan bisa berdiri sendiri. Tapi ternyata Gyung Pil tidak bisa. Anggota tim sudah pasrah. Karena jika Gyung Pil tidak bisa bermain, itu artinya mereka kekurangan orang.

“Ganti dia.” Terdengar seruan seseorang yang memasuki lapangan. Pal Bong. Dia sudah berganti seragam tim.

“Pergi. Aku tidak butuh bantuanmu.” Tolak Gyung Pil.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071300.493_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071311.650_thumb

Pal Bong mengingatkan bahwa mereka tidak bisa meneruskan permainan jika tak ada yang mengganti Gyung Pil. Dengan kesal Gyung Pil menanyakan alasan Pal Bong tiba-tiba masuk, apakah Pal Bong mengasihani mereka?

“Aku juga ingin memilih untuk diriku sendiri kali ini, daripada menyerah.”

Pal Bong mengatakan hal itu dengan yakin. Maka Gyung Pil pun keluar dari permainan dan digantikan oleh Pal Bong.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071314.149_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071317.165_thumb

Permainan kembali dimulai. Tim UK berusaha lebih keras untuk mengejar angka dan melakukan pertahanan agar lawan tak bisa kembali menyerang.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071321.669_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071337.267_thumb

Seok Woo mendorong pemain lawan ke dinding. Aksinya ini dilihat wasit sebagai pelanggaran. Seok Woo dihukum keluar lapangan selama 2 menit. Padahal menurut komentator tindakan Seok Woo itu tidak melebihi batas.

Hwan Seo berkata pada dirinya sendiri bahwa dia harus bertahan. Joon Man juga berteriak, mengingatkan teman-temannya bahwa Seok Woo akan kembali bermain setelah 2 menit, jadi mereka harus bertahan.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071341.296_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071347.099_thumb

Dong Jin di RS masih melihat permainan teman-temannya dan tampak sedih. Adiknya datang dan bertanya kenapa kakaknya seperti itu.

“Aku menyesal tak bisa bersama mereka. Aku merasa bersalah.” Dong Jin menangis.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_071359.183_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_071404.830_thumb

Tim kembali bermain. Saat Pal Bong menggiring, ada pemain lawan yang berusaha menghalanginya. Tapi Pal Bong berhasil melewati rintangan itu dengan melompat. Namun, saat di dekat gawang lawan, seseorang menjegal kakinya. Wasit melihatnya dan Pal Bong mendapat lemparan penalti. Dan Joon Man kembali tergeletak.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072206.836_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072210.891_thumb

Luka Joon Man semakin dalam. Dokter yang memeriksa menyarankan Joon Man untuk tidak meneruskan permainan. Mereka harus mengganti Joon Man. Joon Man menjelaskan bahwa mereka tidak punya pemain pengganti, jadi hanya akan beristirahat sebentar saja.

“Prioritas utama adalah manusia. Bagaimana jika di masa depan kau tidak bisa memegang sendok?” ujar Pelatih Heo.

Meskipun kesakitan, tapi Joon Man tetap memutuskan untuk kembali ke lapangan. Karena Pal Bong akan melakukan lemparan penalti, Joon Man meminta Pal Bong untuk memasukkan puck ke dalam gawang.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072249.716_thumb[1]Puck!.E02.END.mkv_20160120_072224.082_thumb[1]

Tim kembali ke lapangan. Pal Bong bersiap menggiring puck dan memasukkannya ke gawang lawan. Pal Bong kemudian bergerak, namun sayang puck tidak masuk ke dalam gawang. Sampai saat ini kedudukan masih satu sama.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072423.875_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072427.441_thumb

Joon Man melihat anggota tim yang tampak kecewa. Dia lalu berkata pada Pelatih Heo untuk tidak lupa membayar hutangnya, tidak langsung banyak tapi sedikit demi sedikit. Joon Man tersenyum lalu masuk ke lapangan diikuti oleh yang lain.

“Pertandingan belum usai.” Joon Man menyemangati Pal Bong yang kecewa.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072447.311_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072521.001_thumb

Di sisa waktu yang sedikit, Pal Bong mendapat kesempatan memukul puck ke arah gawang lawan. Tapi sayang, puck menghantam tiang dan berbalik. Berbalik ke arah Joon Man. Joon Man memukul puck yang sedang melayang diudara di waktu yang tinggal 1 detik lagi. Ajaib. Puck masuk ke dalam gawang. UK unggul satu angka.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072534.574_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072552.168_thumb

Semua bersorak gembira. Anggota tim berhamburan memeluk Joon Man yang tergeletak di lapangan. Sungguh sangat sulit dipercaya, tim yang hanya beranggotakan 6 orang bisa memenangkan pertandingan itu.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072555.579_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072601.093_thumb

Sang Soo yang menyaksikan momen itu mengajak anak buahnya pergi. Sang Soo berkata bahwa dia tidak bisa mentolerir masalah uang, tapi karena tim hoki itu menang Sang Soo percaya Joon Man akan mendapatkan uangnya meskipun tidak sekaligus.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072605.357_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072610.496_thumb

Pak Im masuk ke lapangan dengan kesal untuk memberikan selamat. Joon Man bilang jika Pak Im datang untuk mengambil kembali uangnya, dia akan memberikannya. Pak Im mencibir kalau itu kabar baik.

“Akan tetapi, sebuah kesalahan jika kalian berpikir aku akan diam saja menyaksikannya. Kalian tahu kan bahwa permainan ini tidak termasuk hitungan? Lihat saja nanti.” Ancam Pak Im.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072613.025_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072621.151_thumb

“Kami tidak perlu mengkhawatirkan itu. Andalah yang harus melihatnya. Aku akan membeberkan apa yang anda katakan padaku ke Alsac Associatuion, Korea Athletic Foundation dan tempat lain yang aku bisa.” Pal Bong balik memberikan peringatan.

“Bahkan uang permainan yang anda ajukan. Mulai sekarang kami akan menguru sendiri tim kami.” Tambah Gyung Pil.

Pak Im tak bisa membalas dan segera pergi dari lapangan.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072632.050_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072633.656_thumb

Tim kembali bersukacita. Joon Man berdiri dan meminta maaf pada Gyung Pil. Gyung Pil tak mengerti maksud permintaan maaf Joon Man. Joon Man bilang itu untuk sikapnya yang terlalu banyak mengeluh. Joon Man kemudian pergi meninggalkan lapang.

“Hyung..” panggil Gyung Pil.

“Ahjussi..” Sung Sil ikut memanggil. “Ahjussi kau mu kemana? Kau harus menyelesaikan salam (pada penonton).

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072649.737_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072651.012_thumb

Joon Man berhenti di pinggir lapang. Dia mendengar penonton mengelu-elukan nama Dong Jin, tapi yang mereka maksud tentu saja Joon Man. Joon Man menoleh dan menatap satu persatu wajah anggota tim. Joon Man juga menatap penonton.

Puck!.E02.END.mkv_20160120_072659.451_thumbPuck!.E02.END.mkv_20160120_072747.608_thumb

Joon Man tak kembali ke lapang. Dia berbalik, lalu berjalan sambil tersenyum.

***

~T A M A T~

Komentar:

Jadi ending-nya bagaimana? Gantung? Tidak juga. Tim tidak jadi dibubarkan karena mereka telah memenangkan pertandingan itu. Syaratnya kan, sekali saja mereka menang maka tim tidak akan dibubarkan.

Lalu hutang Pelatih Heo? Hutang itu tidak jadi dilunasi Pak Im, karena kesepakatan untuk membuat tim bubar tidak berhasil. Tapi Joon Man memberikan kesempatakan Pelatih Heo untuk membayarnya sedikit demi sedikit.

Lalu Joon Man? Apakah kembali menjadi penagih hutang? Sepertinya iya. Sebelumnya kan dia meminta ijin pada Sang Soo untuk satu hari saja. Jadi sepertinya setelah pertandingan itu dia kembali pada Sang Soo. Tapi saya yakin Joon Man tidak sekasar sebelumnya. Karean sekarang dia sudah merasakan ‘hidup’ yang sesungguhnya.

Lalu pelajaran apa yang bisa diambil dari drama ini?

Kita bisa belajar optimis, dan tidak pantang menyerah. Meski keadaan sulit, tapi suatu saat pasti ada secercah harapan atau keajaiban. Habis gelap terbitlah terang.

Selain itu, tidak ada salahnya jika kita memperjuangkan apa yang bisa membuat kita bahagia.

Sekian. Jika ada yang mau menambahkan, silahkan tulis di kolom komentar ya… Terima kasih. ^^

Comments

  1. Hik hik....gak ada yg perlu ditmbain.....bak mumu sdh mewakili.
    Jeongmal kamsaishimnida.....open ending yah..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, tamat sudah. Saya menyetujui komentar Mbak Nur Hasanah. Tulisan Mbak Mumu memang keren! (Sukaa lihat Kwang Soo meski hanya dalam tangkapan gambar di sini.)

      Delete
  2. Fighting !! Ak fansmu, fans Kwang soo jg, hehee

    ReplyDelete
  3. Mba Mumu....fighting, senang melihat Kwang Soo dalam tulisanmu^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts