Endless Love | Episode 36

Endless.Love.E36.mp4_20160506_100904.476_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093632.017_thumb

Kwang Chul tidak jadi berangkat. Dia ikut bersama In Ae untuk mencari Esther. Mereka menduga para penculik Esther ingin In Ae mundur sebagai pendukung PM Kim. Kwang Chul menyuruh In Ae untuk segera mundur, karena jika terjadi sesuatu Esther akibat ambisi In Ae, Kwang Chul mungkin tidak akan bisa memaafkan In Ae. In Ae berjanji akan segera mundur.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093643.917_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093655.721_thumb

In Ae pergi menemui Jendral Chun untuk menanyakan tentang penculikan Esther. Karena orang yang paling tidak menyukai In Ae sebagai pendukung PM Kim adalah Jendral Chun. Tapi Jendral Chun mengaku tidak tahu apapun dan menyebut In Ae telah salah paham padanya.

Sambil menangis In Ae berkata bahwa dia tidak ingin mendengar apapun. Dia hanya ingin Esther dikembalikan dengan selamat, dan dia akan mundur dengan syarat Jendral Chun menyerahkan Park Young Tae padanya. In Ae menjanjikan hal itu. Jendral Chun pun berjanji akan mengurusnya.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093704.552_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093706.605_thumb

Jendral Chun lalu menghubungi Young Tae. Dia menanyakan rencana Young Tae untuk membuat PM Kim mundur dari pencalonan dirinya, tapi Young Tae tidak mau memberitahukan hal itu. Jendral Chun marah, dia mengijinkan Young Tae dan anak buahnya menjalankan rencana itu, tapi dia tidak mau ada pertumpahan darah.

Young Tae lalu menghubungi anak buahnya, meminta ketua tim melapor padanya karena ada perubahan rencana.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093725.221_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093713.220_thumb

Sementara itu Kang Chul datang menemui anak buah Young Tae dengan membawa uang sebagai tebusan Esther. Tapi uang yang dibawa Kwang Chul tidak sesuai dengan permintaan mereka. (Kurang paham apakah ini perubahan rencana yang dikatakan Young Tae, atau ini rencana awal karena ketua tim tidak melapor pada Young Tae)

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093740.123_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093743.857_thumb

In Ae dijemput oleh anak buah Jendral Chun yang mengatakan bahwa mereka telah menemukan keberadaan Eshter.

Esther dikembalikan penculiknya di taman bermain. Esther sebenarnya tidak tahu apa-apa, dia tidak merasa diculik. Tak lama kemudian In Ae datang dan segera memeluk Esther. In Ae menangis dan meminta maaf pada Eshter.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093753.587_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093759.300_thumb

Kwang Chul dipukuli karena uangnya tidak sesuai. Kwang Chul bilang kalau dia tidak ingin berkelahi, dia hanya ingin tahu siapa boss mereka. Jika mereka memberitahu, dia akan memberikan sisa uangnya. Tapi Kwang Chul malah mendapat siksaan lagi. Kemudian Pelatih Jo dan Chil Sung datang dan melawan mereka.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093823.805_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093835.147_thumb

Beberapa lama kemudian terdengar suara sirine polisi, mereka kemudian melarikan diri. Pelatih Jo dan Chil Sung membantu Kwang Chul bangun. In Ae dan Esther muncul. Kwang Chul merentangkan tangan. In Ae dan Esther kemudian berlari ke arah Kwang Chul dan memeluknya.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093843.395_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093845.283_thumb

Se Kyung memberitahu PM Kim bahwa In Ae mengundurkan diri karena Esther diculik. PM Kim sadar jika In Ae dipaksa untuk mundur seperti itu, itu sama artinya dengan memaksanya turun dari pencalonan itu. PM Kim kembali bertanya apakah In Ae benar-benar mengundurkan diri? Se Kyung mengiyakan dengan berkata bahwa PM Kim juga tidak akan mau kehilangan putrinya untuk kedua kalinya.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093852.553_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093914.268_thumb

Esok pagi PM Kim menemui In Ae dan menanyakan apa yang akan dilakukan In Ae setelah kejadian kemarin. In Ae bilang bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih penting untuknya selain Esther. In Ae mundur bukan karena janjinya pada Jendral Chun, tapi agar dia dan Esther bisa bertahan di negara yang kejam itu. In Ae tidak mau lagi dimanipulasi oleh kekuasaan.

PM Kim menyatakan penyesalannya atas apa yang terjadi pada Esther. In Ae meminta PM Kim untuk tidak mengungkap ke publik tentang penculikan itu untuk kebaikan Esther sendiri. PM Kim berjanji, lalu menepuk pundak In Ae.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093941.912_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093936.250_thumb

PM Kim kemudian mengadakan konferensi pers tentang pengunduran dirinya sebagai calon Presiden dan mendukung penuh Jendral Chun. PM Kim melakukan ini karena tidak ingin In Ae ataupun Esther terluka lagi. Jendral Chun dan Young Tae tampak puas dengan pengunduran diri itu.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093945.722_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_093947.846_thumb

In Ae memberikan bukti korupsi (sepertinya sih gitu..hehe) yang bisa digunakan untuk menangkap Young Tae pada Jaksa. Itu adalah uang pajak yang digunakan untuk kampanye secara illegal. In Ae meminta Jaksa untuk membantunya. Jaksa mengusulkan untuk membuat tim penyelidik khusus dan menunjuk In Ae untuk mengumpulkan timnya sendiri.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_093958.649_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094002.226_thumb

Akhirnya Jendral Chun menjadi Presiden. Dia berjalan dengan penuh kebanggaan masuk ke ruangannya.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094010.017_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094013.854_thumb

Jendral Chun mengingat percakapannya dengan Kwang Hoon. Kwang Hoon yang marah pada Jendral Chun karena menculik anak In Ae untuk memenangkan pemilihan.

Jendral Chun memang tidak menyebutkan secara langsung, tapi Jendral Chun memerintahkan untuk menggunakan kelemahan In Ae. Jendral Chun tidak merasa bersalah karena dia mengembalikan Esther. Baginya hal itu bukanlah apa-apa, karena untuk naik ke posisi Presiden butuh sekedar dari ambisi. Kwang Hoon tampak masih tak setuju, tapi dia tak bisa membantah lagi.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094030.079_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094051.616_thumb

In Ae dan beberapa orang lainnya dilantik sebagai tim penyelidik khusus, termasuk Chil Sung. Mereka dilantik untuk menyelidiki penyelewengan dana kampanye itu. Di luar gedung kejaksaan Kwang Chul menanti mereka. Kwang Chul begitu antusias melihat piagam penunjukkan In Ae. Kwang Chul tampak sangat bangga pada In Ae.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094111.116_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094117.864_thumb

Penunjukkan In Ae itu sampai di tangan Jendral Chun karena beritanya terpampang di koran. Direktur Jung (baru tahu nama orang ini, hehe…) berkata bahwa In Ae yang menargetkan Young Tae sama artinya dengan menyerang Jendral Chun karena Jendral Chun juga tidak bersih saat kampanye. Jendral Chun mencoba bersikap tenang.

Berbeda dengan Jendral Chun, Park Young Tae begitu marah setelah membaca berita itu.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094129.449_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094137.147_thumb

Park Young Tae menemui Jendral Chun dan meminta pendapat tentang In Ae yang menjadi tim penyelidik khusus. Tapi diluar dugaan, Jendral Chun tidak akan menghalangi In Ae. Park Young Tae terkejut, karena itu artinya Jendral Chun yang sekarang sudah menjadi Presiden juga akan diselidiki. Jendral Chun bilang kalau Young Tae yang akan duluan di selidiki karena namanya tertera di koran, sedangkan dia akan mengurus masalahnya sendiri.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094140.064_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094151.432_thumb

Young Tae semakin terkejut, karena itu artinya Jendral Chun menyerahkan dirinya pada In Ae. Jendral Chun berkata kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa dan menyuruh Young Tae untuk bertanya pada mantan Presiden sebelumnya bagaimana caranya untuk menghindari masalah itu. Jendral Chun kemudian pergi.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094159.952_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094202.063_thumb

Jendral Chun memanggil In Ae ke kantornya. Jendral Chun ingin menepati janjinya waktu itu untuk menyerahkan Young Tae pada In Ae. Jadi Jendral Chun menyuruh In Ae untuk menyelidiki Young Tae. In Ae berterima kasih, dan In Ae memberitahu bahwa dengan menyelidiki Young Tae maka Jendral Chun juga akan ikut terbawa. Tapi Jendral Chun bilang kalau dia akan menggunakan hak istimewa untuk menghindar.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094219.247_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094234.956_thumb

In Ae dan timnya datang ke kantor Young Tae. In Ae menunjukkan surat perintah penangkapan Young Tae untuk keterlibatan Badan Keamanan Nasional dalam kampanye dan penyelewengan uang negara. In Ae meminta Young Tae datang untuk penyelidikan.

Young Tae tak terima dan mengamuk di depan In Ae. Chil Sung dan satu orang rekannya menahan tubuh Young Tae di meja. In Ae lalu memerintahkan timnya untuk mengumpulkan semua bukti-bukti di ruangan In Ae.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094247.150_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094305.447_thumb

Kwang Hoon ditugaskan kembali ke Korea Utara. Sebelum pergi dia menemui Kwang Chul di kantornya. Kwang Chul memberikan jam tangan milik ayah mereka pada Kwang Hoon, dan Kwang Hoon memberikan jam tangannya pada Kwang Chul. Ternyata hubungan yang paling bertahan adalah hubungan darah.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094324.198_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094315.203_thumb

Banyak reporter yang menunggu kedatangan Young Tae di depan kantor kejaksaan. Young Tae berkata pada reporter bahwa dia tidak merasa bersalah karena itulah di datang kesana.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094348.022_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094352.762_thumb

In Ae menginterogasi Young Tae dengan segala bukti yang mengarah padanya. Young Tae tetap tak merasa bersalah, dia bilang bahwa Kepala Badan Keamanan Nasional seperti dirinya tidak akan mudah dirobohkan oleh In Ae. Tapi nyatanya In Ae berhasil memborgol tangan Young Tae dan menahannya untuk menghindari kemungkinan Young Tae melarikan diri.

Young Tae begitu marah dan mengancam In Ae. Tapi In Ae tidak takut. Dia sudah lama mengasah pisau untuk melawan Young Tae, In Ae akan memastikan Young Tae bersalah dan Young Tae yang akan mati lebih dulu.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094358.509_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094409.419_thumb

Min Hyo Rin divonis menderita tumor berbahaya di otaknya. Dia begitu syok mengetahui penyakit yang mengancam hidupnya. Syoknya berlanjut begitu tiba di rumah dan mengetahui bahwa Young Tae di tangkap.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094410.455_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094422.283_thumb

Nyonya Min kesal pada suaminya yang tampak begitu senang melihat Young Tae ditahan. PM Kim tak menyangkal. PM Kim senang karena Young Tae adalah orang yang akan membunuh siapa saja yang ingin Nyonya Min bunuh, termasuk anak PM Kim dan wanita yang di cintai. PM Kim bertanya apakah Se Kyun benar-benar putrinya? Nyonya Min tak menjawab. Se Kyung yang tak sengaja mendengarnya pun menangis.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094425.670_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094432.978_thumb

Nyonya Min mengunjungi Young Tae di tahanan. Nyonya Min meminta Young Tae untuk tidak mempercayai Jendral Chun, karena mantan Presiden akan membantu Young Tae keluar dari sana. Dia meminta Young Tae memberitahu siapa saja orang yang harus dia temui untuk mengeluarkan Young Tae dari sana.

Nyonya Min juga memberitahu kalau dia menderita tumor berbahaya. Young Tae terkejut. Dia berjanji akan membawa Nyonya Min ke ujung dunia untuk menyembuhkannya.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094440.129_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094503.689_thumb

Sepulang dari perayaan ditangkapnya Young Tae bersama tim penyelidik khusus, Kwang Chul dan In Ae mendapatkan kabar buruk dari Jendral Chun bahwa Kwang Hoon mengalami musibah dan memerlukan donor liver. Mereka segera pergi ke RS yang disebutkan Jendral Chun.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094511.398_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094521.880_thumb

Kabar buruk kembali datang. Organ liver Kwang Chul tidak cocok untuk didonorkan pada Kwang Hoon. Kwang Chul terkejut. Apalagi ketika Dokter bilang bahwa penyebab ketidakcocokan itu adalah Kwang Chul dan Kwang Hoon yang tidak memiliki hubungan darah. Kwang Chul dan Kwang Hoon bukan saudara kandung.

Kwang Chul yang syok terdiam di kegelapan lorong rumah sakit. In Ae menyusul dan hanya melihatnya dari jauh.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094528.414_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094530.222_thumb

Nyonya Min melihat PM Kim mengeluarkan senjata dari dalam brankas. Nyonya Min heran melihat PM Kim menyimpan kembali senjata itu ke dalam brankas, kenapa tidak menembakkan senjata itu padanya? PM Kim bilang kalau targetnya adalah Park Young Tae.

“Satu-satunya kesalahan Park Young Tae adalah mencintaiku.” Ujar Nyonya Min.

Karena cintanya itulah Young Tae mampun membunuh wanita yang dicintai PM Kim dan juga putrinya. Dan setelah itu Young Tae tak segan menumpahkan darah untuk Nyonya Min. Nyonya Min menyalahkan PM Kim yang membuat Young Tae menjadi monster. PM Kim tertawa, menertawakan cinta mereka.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094546.837_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094553.638_thumb

Kemudian Nyonya Min dengan sikap jahatnya memberitahu bahwa Se Kyung bukan anak PM Kim, tapi anaknya Young Tae.

“Dia bukan Kim Se Kyung, tapi Park Se Kyung. Putrinya Park Young Tae.”

PM Kim langsung syok dan memegangi dadanya yang terasa sakit. Nyonya Min menatapnya dengan puas.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094600.330_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094602.042_thumb

Akhirnya yang mendonorkan liver untuk Kwang Hoon adalah In Ae. Chil Sung juga diperiksa, tapi organ yang paling cocok adalah organ milik In Ae. Kwang Chul mengantar In Ae ke ruang operasi. Kwang Chul meminta maaf karena In Ae harus menjalani itu. In Ae menenangkan Kwang Chul bahwa dia baik-baik saja.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094610.185_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094618.304_thumb

Di ruang operasi, In Ae menatap Kwang Hoon yang masih tak sadarkan diri. In Ae teringat dengan semua kenangannya bersama Kwang Hoon. Sejak mereka remaja hingga akhirnya Kwang Hoon meninggalkannya. In Ae menangis.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094629.067_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094640.956_thumb

Pelatih Jo memberikan jam tangan Kapten Han yang dipakai Kwang Hoon saat ditembak. Jam tangan yang Kwang Chul berikan sebelum Kwang Hoon berangkat. Berkat jam tangan itu peluru tidak menembus jantung Kwang Hoon. Kwang Chul menangis.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094657.165_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094716.073_thumb

Kwang Chul kembali menangis di depan Kwang Hoon yang masih tak sadarkan diri. Saat Kwang Hoon bangun Kwang Chul langsung bertanya siapa dirinya. Kwang Hoon dengan lemah menjawab bahwa Kwang Chul adalah adiknya. Kwang Hoon mengatakannya beberapa kali. Kwang Chul pun memilih untuk percaya. Kwang Chul berterima kasih karena Kwang Hoon masih tetap hidup.

***

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094817.975_thumb

Beberapa waktu berlalu. Kwang Hoon sudah keluar dari rumah sakit, tapi kakinya menjadi pincang. Dia berjalan menemani Jendral Chun.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094825.931_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094826.926_thumb

Hari itu adalah dari persidangan Young Tae. Min Hye Rin masuk ke ruangan PM Kim dan membuka brankas. Dia menemukan foto-foto dirinya bersama Young Tae. Ternyata selama ini yang mengikuti dan memotret mereka adalah orang suruhan PM Kim.

Endless.Love.E36.mp4_20160506_094843.899_thumbEndless.Love.E36.mp4_20160506_094846.469_thumb

Di pengadilan, semua orang berkumpul. Hakim memberikan kesempatan pada In Ae untuk membacakan pernyataan terakhirnya mengenai kasus Park Young Tae. In Ae berdiri, lalu menatap Young Tae yang balik menatapnya.

***

Bersambung ke episode 37 (end) ~

Comments

Popular Posts