Lucky Romance | Episode 2 - 1

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_155838.446_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_155907.733_thumb

Bo Nui terbangun di tempat ditidurnya, dan melihat ada seseorang dibalik selimut sedang terbaring disampingnya. Bo Nui tampak bingung. Dia kemudian teringat perkataan peramal yang menyuruhnya tidur dengan seorang pria bershio harimau. Bo Nui juga ingat bahwa tadi dia minum di sebuah kedai dan menunggu seseorang.

[kilas balik]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160058.955_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160112.902_thumb

Bo Nui meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bisa melakukan hal itu, tubuhnya juga akan membusuk setelah dia meninggal nanti. Lagipula dia juga tidak melakukannya untuk jatuh cinta, dan mereka tidak akan bertemu lagi.

Kemudian orang yang ditunggu Bo Nui datang. Seorang sunbar-nya. Setelah Bo Nui memastikan sunbaenya itu lahir di tahun 1986 (bershio harimau), Bo Nui langsung mengajaknya tidur bersama, satu hari saja.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160125.026_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160128.938_thumb

“Bo Nui? Shim Bo Nui?” sunbae itu menyadarkan Bo Nui dari lamunannya. Ternyata itu hanya lamunan Bo Nui, dia belum berani mengatakan keinginannya.

Bo Nui meminta ijin untuk minum segelas lagi sebelum mengatakan apa yang ingin dia katakan sebenarnya. Sunbae itu pun merasa penasaran.

[kilas balik selesai…]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160207.986_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160220.618_thumb

Mengingat hal itu, Bo Nui gugup. Bo Nui memanggil sosok yang ditidur disampingnya. Bo Nui perlahan membuka selimutnya. Dia terkejut. Ternyata itu bukan sunbaenya, melainkan boneka beruang. Bo Nui bingung. Apalagi melihat rumahnya yang berantakan dan ada polis asuransi disana.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160234.175_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160318.912_thumb

Bo Nui kembali mengingat kejadian semalam. Rupanya Bo Nui terus minum karena dia tidak juga bisa mengatakan keinginannya. Lalu Sunbae itu menawarkan asuransi. Bo Nui kemudian berdiri dan berkata ingin mengatakan sesuatu. Tapi belum juga usai perkataannya, Bo Nui tak sadarkan diri.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160322.571_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160348.250_thumb

Bo Nui menyebut dirinya gila, dirinya tidak punya uang tapi dia malah menandatangani polis asuransi.

Ponselnya kemudian berdering. Bo Nui mencari ponselnya. Ponsel itu ada di lemari es! Bo Nui kemudian menjawab telepon itu, dari Dal Nim.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160401.022_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160407.085_thumb

“Kau dimana? Kenapa aku tidak bisa menghubungimu sejak semalam?”

“Aku tidak tahu. Aku tidak ingat apapun.”

Dan Dal Nim pun menebak kalau Bo Nui semalam mabuk. Bo Nui membenarkan, dan memberitahu bahwa saat dia bangun rumahnya berantakan. Dal Nim khawatir, apakah benar-benar tidak terjadi apapun pada Bo Nui?

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160424.097_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160427.033_thumb

Bo Nui ingat kalau semalam dia muntah di depan sebuah tiang. Bo Nui pun yakin kalau tidak terjadi apa-apa.

Benarkah tidak terjadi apa-apa?

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160439.967_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160449.866_thumb

Dirumahnya, Soo Ho menyikat giginya dengan kekuatan penuh. Tapi itu tak membuatnya cukup merasa bersih. Dia terus menyikat giginya dengan menggunakan begitu banyak sikat gigi baru.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160531.315_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160540.642_thumb

Ternyata semalam Bo Nui muntah di bajunya. Dan sekarang Soo Ho bersusah payah memasukkan bajunya yang bau karena muntahan Bo Nui ke dalam plastik.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160606.862_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160626.490_thumb

Dal Nim memberitahu kalau dia akan membayar pekerjaan paruh waktu Bo Nui yang kemarin. Dal Nim meminta Bo Nui mengirimkan nomor rekening dan fotocopy identitasnya. Dal Nim butuh waktu 2 minggu untuk membayar Bo Nui, karena dia harus menjadi anggota dengan peringkat yang lebih tinggi jika ingin membayar Bo Nui empat kali lipat. Tapi Da Nim bilang kalau dia akan mencoba mencarikan dana yang lain dulu sebanyak yang Bo Nui butuhkan.

Bo Nui menolak. Dia juga tahu kondisi Dal Nim. Dengan Dal Nim menawarkannya saja Bo Nui sudah merasa senang dan berterima kasih.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160646.286_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160706.660_thumb

Setelah menutup telepon Dal Nim, pintu rumah Bo Nui diketuk. Bo Nui mengintip, mengetahui identitas orang yang mengetuk pintu, Bo Nui berjinjit, berusaha menghindar, tapi kemudian ponselnya berdering. Bo Nui tak bisa menghindar lagi.

Bo Nui membuka pintu. Ahjumma pemilik rumah. Dengan hati-hati Bo Nui berkata kalau dia masih punya waktu 1 hari untuk membayar sewa. Apakah mungkin ahjumma berubah pikiran? Bo Nui memberitahu kalau uang hasil kerja paruh waktunya akan segera keluar.

Ahjumma itu memberikan kotak makanan. “Maafkan aku soal tempo hari. Jika kau punya adik seperti itu, kau seharusnya bilang lebih awal.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160726.546_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160736.761_thumb

“Oh..Anda mengetahuinya?”

Ahjumma itu bilang bahwa setiap keluarga punya suatu kondisi yang tidak bisa dikatakan. Dan tentang uang sewa, Bo Nui bisa membayarnya pelan-pelan. Bo Nui terkejut sekaligus gembira. Ahjumma mengatakan kalau dia punya hati yang lemah (mudah merasa kasihan).

“Terima kasih, semoga anda diberkahi.” Ujar Bo Nui dengan gembira. “Saya akan berdoa agar anda benar-benar diberkahi.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160746.377_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160806.646_thumb

Ahjumma kemudian permisi pergi dan mengingatkan Bo Nui untuk tidak menyalakan lilin di dalam rumah. Setelah ahjumma pergi, Bo Nyui berterima kasih pada Tuhan karena telah memberinya ruang untuk bernafas. Bo Nui kemudian makan dengan kimchi pemberian ahjumma tadi.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160830.043_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_160857.400_thumb

Gun Wook melakukan pemeriksaan badan. Dengan hasil yang sangat bagus Gun Wook bilang pada Amy bahwa dia tidak membutuhkan pemeriksaan itu. tapi Amy bilang mereka harus melakukan pemeriksaan sebelum Wimbledon yang tinggal kurang dari sebulan lagi.

“Aku tidak akan melakukannya. Berikan aku liburan, 2 bulan saja.” Ujar Gun Wook.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_160904.589_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_161522.894_thumb

Amy keberatan, “Apa yang kau katakan? Pemain tenis apa yang mengambil liburan?”

“Bukankah pemain tenis juga manusia?” kilah Gun Wook.

Tapi ini adalah kejuaraan Wimbledon. Ami bertanya apa yang akan Gun Wook lakukan dengan poin dan peringkatnya? Lagipula asosiasi tidak akan mengijinkannya. Tapi rupanya Gun Wook sudah mengatakan hal itu pada asosiasi dan katanya dia hanya akan mendapatkan 0 poin. Amy terkejut.

“Amy, kau seharusnya menggunakanku sebagai alasan dan beristirahat. Ini karena kau terus bekerja setiap hari seperti mesin, sehingga kau tidak bisa punya kekasih.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_161529.338_thumb[1]Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_161702.575_thumb[1]

Amy kemudian menghentikan Gun Wook yang hendak pergi. Mau kemana lagi? Gun Wook protes, dia selama ini diam di hotel dan baru akan keluar hari ini. Amy kesal dan mengingatkan bahwa waktu itu Gun Wook pernah menelepon tengah malam untuk meminta uang taksi. Dan Gun Wook belum memberitahu apa yang dia lakukan dengan semua uang yang ditukar di bandara.

Gun Wook berkata bahwa dia menggunakannya dengan baik di tempat yang membutuhkannya. Gun Wook kemudian pergi. Gun Wook pergi ke rumah Bo Nui. Dia bahkan mengabaikan telepon dari Amy. Gun Wook kemudian teringat apa yang terjadi di hari itu.

[kilas balik]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_161805.142_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_161819.353_thumb

Setelah Bo Nui pergi, Gun Wook turun ke bahwa dan mengambil sebuah bingkai gambar. Itu adalah gambar yang dibuat oleh adiknya Bo Nui. Setelah melihat gambar itu Gun Wook pun semakin yakin kalau Bo Nui adalah Shim Bo Nui yang dia kenal dulu.

Gun Wook mengangkut kembali barang-barang Bo Nui ke depan pintu rumah Bo Nui. Tak hanya itu, Gun Wook juga membayar uang sewa Bo Nui pada ahjumma dengan mengaku sebagai adiknya Bo Nui. Ahjumma tak menyangka kalau Bo Nui punya adik setampan Gun Wook. (Gun Wook ini ceritanya 2 tahun lebih muda dari Bo Nui)

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_161903.701_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_161919.313_thumb

“Tapi…bisakah Anda merahasiakannya dari Noona bahwa saya membayar uang sewa rumahnya?”

Ahjumma terkejut, dia menebak kalau kelahiran Gun Wook adalah rahasia. Gun Wook membenarkan, dia takut Bo Nui akan terkejut. Ahjumma berjanji tidak akan melewati batas selama uang sewanya dibayar, dan karena Gun Wook orang yang baik. Gun Wook berterimakasih.

[kilas balik selesai..]

(Oh…ternyata ini maksud ahjumma dengan adik Bo Nui tadi.. bukan Bo Ra ternyata yang ahjumma maksud. Tapi Bo Nui mengira ahjumma sedang membicarakan Bo Ra… hihi..)

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_161957.970_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162007.714_thumb

Gun Wook duduk ditangga menunggu Bo Nui. Begitu Bo Nui turun, Gun Wook langsung berdiri dengan gaya di depan pagar sambil memamerkan senyum manisnya. Berharap Bo Nui menyapanya. Tapi nyatanya, Bo Nui hanya melirik sekilas, lalu berjalan pergi begitu saja.

Gun Wook heran sekaligus kesal, “Apa dia tidak mengenaliku?”

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162129.634_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162131.715_thumb

Bo Nui membawa tas besar dan naik ke dalam bis. Dia lalu melihat seorang pria yang sedang duduk di bis sambil memainkan sebuah game yang tak asing. Game yang mirip dengan Genius 2. Bo Nui penasaran, apa gamenya sudah dirilis? Tapi Bo Nui tak menemukannya di play store.

Bo Nui mendekati pria itu dan bertanya dimana dia mengunduh game itu. Tapi pria tadi berbicara bahasa asing yang tak dimengerti Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162224.736_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162228.505_thumb

Di ZeZe Factory, Soo Ho dan tim mengadakan rapat setelah menemukan sesuatu yang mengejutkan mereka. Soo Ho menatap dua layar ponsel yang ada di depannya. Ternyata game yang dilihat Bo Nui tadi di bis memang game Genius 2 yang telah diubah bahasanya. Game itu dirilis di tengah malam tadi di Rusia dan telah mendapatkan 500 ribu pengunduh.

“Genius 2 akan dirilis secara resmi sebuah lagi, apa yang akan kita lakukan?” tanya Dal Nim pada Soo Ho.

Soo Ho lalu menanyakan keberadaan dua orang timnya yang melarikan diri itu. Song Dae Kwon memberitahu bahwa mereka melarikan diri keluar negeri pada hari itu, sepertinya mereka telah merencanakan hal itu sejak lama. Ga Seung Hyun kesal, dia mengusulkan untuk menuntut melalui interpool.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162242.350_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162253.730_thumb

Ryang Ha kemudian masuk ke ruang rapat dan memberitahu Soo Ho kalau Pengacara Park sudah datang. Soo Ho kemudian bicara dengan Pengacara Park dan Ryang Ha. Aku kurang paham dengan apa yang dikatakan Pengacara Park, tapi sepertinya dia mengatakan bahwa sulit bagi Soo Ho untuk mengklaim kembali game itu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162336.995_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162341.070_thumb

Dal Nim memberitahu Soo Ho bahwa press terus menghubungi kantor mereka untuk menanyakan apa yang terjadi. Soo Ho menghela nafas, lalu keluar dari ruanganya dan melihat para karyawannya yang sedang frustasi menangani pertanyaan press.

“Perilisan Genius 2…kita akan menyerah.” Ujar Soo Ho kemudian pada semuanya.

Semuanya terkejut dengan keputusan Soo Ho itu. Soo Ho kemudian menjelaskan bahwa meskipun mereka mengajukan tuntutan, itu akan memakan waktu dan tidak jelas hasilnya. Lebih dari itu, mereka tidak bisa meluncurkan kembali game itu ke pasaran. Dal Nim protes karena merekalah yang memilik game aslinya.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162445.717_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162456.163_thumb

Soo Ho tidak setuju, kata ‘asli’ bisa digunakan jika mereka yang pertama. Tapi mereka punya lubang dalam keamanan, itu adalah kesalahan mereka, jadi mereka harus bertanggung jawab.

Dae Kwon langsung berkata kalau dia tidak mau mengajukan pengunduran diri karena dia punya 3 anak sekarang. Ryu Ji Hoon tampak kesal dan bertanya kapan mereka harus menyerahkan pengunduran diri mereka?

“Lebih cepat lebih baik. Dengan sebuah game baru, bukan pengunduran diri.” Ujar Soo Ho.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162503.332_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162523.544_thumb

Semuanya terkejut. Soo Ho meminta Dal Nim dan Dae Kwon menjadi ketua tim, masing-masing membentuk 1 tim dan membuat game baru. Dalam sebulan mereka akan mengadakan demonstrasi game baru di tanggal yang seharusnya merupakan tanggal perilisan Genius 2.

“Sebuah game yang benar-benar baru, jauh lebih bagus dari Genius 2. Aku memberi kalian waktu 2 hari.”

Setelah mengatakan itu Soo Ho berjalan pergi. Para karyawan merasa lega, tapi juga bingung bagaimana caranya membuat game baru dalam waktu 2 hari. Sebelum keluar, Soo Ho berbalik dan berkata bahwa dia akan menerima pengunduran diri setelah 4 minggu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162600.218_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162621.722_thumb

Para karyawan masih bingung. Seung Hyun bahkan menduga kalau itu adalah cara Soo Ho agar membuat mereka mengundurkan diri (karena tidak mampu mengerjakan dalam 2 hari), tapi Yun Fat bilang kalau Soo Ho bukan tipe orang yang berbelit-belit. Kalau dia memang mau memecat, pasti langsung dikatakan.

Dal Nim mencoba menyemangati mereka. Soo Ho bersikap seperti itu karena keadaan darurat. Kita kemudian mengetahui bahwa Ryang Ha, selain sebagai pemilik kedai kopi, dia juga adalah pemegang saham di perusahaan.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162646.120_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162653.346_thumb

Tas besar yang dibawa Bo Nui ternyata adalah konveksi (pakaian) yang dia kerjakan di rumah, sepertinya menempelkan sesuatu di pakaian itu. Pemilik tempat konveksi memuji pekerjaan Bo Nui dan menanyakan berapa banyak yang harus dia berikan kali ini pada Bo Nui.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_162659.457_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_162715.921_thumb

Tapi Bo Nui berkata bahwa dia akan berhenti. Kenapa? Apa Bo Nui punya pekerjaan paruh waktu yang lain? Bo Nui kan bisa mengerjakan dua-duanya, lagipula yang ini kan dikerjakan di rumah. Si pemilik tampaknya tak rela melepas Bo Nui. Bo Nui tetap menolak, ada sesuatu yang harus dia lakukan.

Bo Nui berjalan keluar dari tempat konveksi dan berkata sendiri bahwa dia harus menemukan harimau, tapi di tempat itu isinya semua wanita. (haa.. Bo Nui berhenti kerja karena akan mencari si harimau.)

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_171847.281_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_171853.040_thumb

Soo Ho lembur di kantor mencoba membuat game baru. Siang berganti malam, dan malam pun berganti siang.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_171925.684_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_171940.764_thumb

Dal Nim dan yang lain panik begitu mendengar suara musik dari ponsel Ji Hoon. Ji Hoon segera mematikan musik itu. Dia sedang memaksa diri untuk mendengarkan hal yang menyenangkan, dia takut akan sedih karena dia mungkin tidak bisa menciptakan apapun. Seung Hyun bilang memang tidak aka nada yang muncul hanya dalam 2 hari.

Dal Nim berusaha menenangkan mereka. Mereka punya seseorang yang tidak beranjak dari tempat duduknya selama 2 hari, terus terjaga sepanjang malam. Dan itu adalah Soo Ho yang kemudian keluar dari ruangannya. Soo Ho mengingatkan mereka kalau rapat akan diadakan jam 3, tapi kemudian memajukannya jadi jam 2.30.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_171955.912_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172013.361_thumb

Soo Ho pergi ke kedai kopi Ryang Ha. Ryang Ha mencegah Soo Ho minum kopi dan bertanya sudah berapa lama Soo Ho tidak tidur? 42 jam 30 menit. Soo Ho meminta kembali kopinya, dia harus rapat.

“Jika kau terus seperti ini dan mati, sahamku akan berubah menjadi kotoran.” Protes Ryang Ha.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172029.802_thumb[1]Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172033.835_thumb[1]

Ryang Ha memberikan jus pada Soo Ho. Soo Ho menyedot minumannya sambil memejamkan mata. Ryang Ha kemudian menanyakan sesuatu, tapi ternyata Soo Ho tertidur. Ya, tidur sambil berdiri. Ryang Ha meminta karyawannya untuk tidak berisik. Ryang Ha lalu mengambi gelas minuman Soo Ho dan menundukkan kepala Soo Ho ke atas tissue. Ryang Ha menghela nafas.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172105.858_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172120.549_thumb

Bo Nui bekerja paruh waktu di minimarket. Dia meminta kartu identitas pada semua pria yang belanja, meskipun bukan alkohol yang dibeli dan meskipun pria itu sudah cukup tua. Bahkan anak kecil saja menyebutkan identitasnya di depan Bo Nui. Bo Nui masih terus mencari pria harimaunya.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172144.490_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172354.627_thumb

Sambil bersih-bersih di depan minimarket, Bo Nui mengeluh tentang tidak adanya pria harimau di tempat itu. Padahal kesempatannya hanya 1 banding 12. Bo Nui kemudian melihat seekor kucing kecil di kolong kursi. Bo Nui mendekat.

“Apa kau tidak punya sepupu laki-laki di suatu tempat?”

“Meoowww…” jawab kucing itu. ^_^

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172402.787_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172421.302_thumb

Rapat ZeZe Factory. Dua tim mempresentasikan game yang mereka buat selama 2 hari ini di depan Soo Ho. Soo Ho memuji game Tim A sebagai game yang bagus dan menyebabkan kecanduan, tapi itu jika mereka mengindahkan perusahaan lain yang membuat game yang sama. Game Tim B juga tidak memuaskan Soo Ho karena itu adalah tipe game yang akan meroket dengan cepat dan turun dengan cepat juga.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172514.606_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172516.190_thumb

Seung Hyun protes, bagaimana bisa mereka membuat game yang bagus hanya dalam waktu 2 hari. Soo Ho bertanya, apakah mereka sedang membuat proyek seni? Apakah dia harus mengatakan ‘aku akan mencuci kakimu dan memberikan waktu sebanyak yang kau butuhkan, jadi buat sebuah karya besar’, atau apakah ZeZe berubah menjadi organisasi amal?

“Ini adalah ZeZe.”

Dal Nim lalu meminta beberapa hari lagi untuk mempresentasikan game yang baru. Soo Ho memberi waktu 4 hari, dia akan percaya mereka semua bisa melakukannya dengan baik.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172552.369_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172615.374_thumb

Soo Ho dan Ryang Ha nongkrong di kedai ayam goreng milik Ahn Young Il (Ahjussi yang waktu itu mengawasi diam-diam acara perkenalan Genius 2, juga Ahjussi yang mengantar Bo Nui pulang). Young Il ternyata sudah membuka kedai itu sejak gedung IT Center didirikan. Ryang Ha penasaran dengan darimana datangnya ide-ide orang-orang yang mengobrol disana.

Ryang Ha lalu mengingatkan Soo Ho atas sikapnya yang terlalu keras pada karyawan. Sikap yang tak diingat hanya Soo Ho. Ryang Ha meminta Soo Ho untuk berhenti memarahi para karyawan. Bagaimana jika mereka yang tersisa akhirnya mengundurkan diri juga? Dengan percaya diri Soo Ho berkata bahwa banya sekali orang yang ingin bekerja di ZeZe.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172638.775_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172648.530_thumb

“Dan adakah seseorang disana adalah orang yang kau harapkan? Berapa kali ku bilang, semua orang tidak sepertimu. Tiba-tiba menghapus game yang telah dikerjakan selama sebulan, memangnya mengulang itu mudah?” tanya Ryang Ha kesal.

Soo Ho mengeluarkan argumennya. Ryang Ha pun menyerah, Soo Ho yang hidup di dunia 0 dan 1 (bahasa coding) memang sangat jelas dengan awal dan akhir. Ryang Ha yakin Soo Ho yang amat sangat pintar itu akan menemukan jalan keluar untuk masalah mereka kali ini. Soo Ho hanya menghela nafas.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172711.923_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172718.498_thumb

Ryang Ha kemudian melihat poster pengumuman lomba membuat game yang akan dicopot Young Il. Ryang Ha menyarankan Soo Ho untuk mencari inspirasi disana, tapi Soo Ho tidak mau. Karena baginya orang-orang yang ikut lomba itu paling hanya menunjukkan game sekesal anak pra-sekolah. Tapi menurut Ryang Ha anak pra-sekolah itu kreatif dan tak ada salahnya mencoba.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172741.481_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172751.678_thumb

Bo Nui sekarang bekerja di tempat pengisian bensin. Dan disana, Bo Nui masih menjalankan misinya untuk mencari pria bershio harimau dengan mengatakan bahwa mereka ada undian berdasarkan shio. Tapi Bo Nui masih menelan kekecewaan karena belum menemukan pria yang tepat.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172818.088_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172834.671_thumb

Bo Nui kemudian menerima telepon. Dari Dae Hae. Bo Nui menemuinya sepulang kerja. Dae Hae menanyakan surat kepemilikan mobilnya. Bo Nui akan memberikannya jika Dae Hae membayar gajinya. Apakah Dae Hae akan membayarnya sekarang? Ternyata tidak. Bo Nui kesal dan hendak pergi.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_172904.435_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_172926.259_thumb

Dae Hae mencegah Bo Nui pergi. Dia memperlihatkan poster lomba game. Dae Hae mengingatkan bahwa mereka mendaftar lomba itu, dan ternyata mereka lolos tahap awal. Bo Nui terbelalak tak percaya. Tapi Dae Hae meyakinkan Bo Nui, bahwa itu benar. Mereka diminta untuk mempersiapkan presentasi dan hadiah utamanya adalah 3 juta won dan akan mendapatkan kontrak.

Bo Nui berteriak gembira. Tapi kemudian dia terkejut karena presentasinya adalah besok.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173000.364_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173013.229_thumb

Bo Nui dan Dae Hae pergi ke kantor mereka, Daebak Sofware, yang begitu berantakan sejak Bo Nui tidak datang lagi. Bo Nui bilang dia tidak punya waktu untuk datang karena sibuk mencari Dae Hae. Bo Nui menghela nafas, bagaimana bisa dia mempersiapkan presentasi hanya satu hari.

“Ini mustahil, kita bahwa tidak punya video demostrasi. Kita tidak bisa menyelesaikannya.”

“Bo Nui-ssi, mulai sekarang, ‘ini mustahil’, ‘tidak bisa’, ‘aku tidak bisa menyelesaikannya’, jangan pikirkan hal itu! Ini adalah kesempatan yang diberikan Surga, benar! Bo Nui-ssi, coba pikirkan. Kita bekerja keras disini, kita benar-benar bekerja keras membuatnya disini.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173042.876_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173047.977_thumb

Bo Nui kemudian melihat ke sekeliling kantor dan mencoba mengenang kembali saat-saat dia dan Dae Hae bekerja siang malam mengerjakan game itu. Dae Hae meyakinkan Bo Nui bahwa mereka bisa menenangkan lomba itu di peringkat pertama. Jika mereka menang, Dae Hae akan memberikan gaji Bo Nui dan mereka bisa menyelesaikan versi ke-2 game itu. Bo Nui pun akhirnya setuju.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173140.486_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173203.119_thumb

Esok pagi. Akhirnya Bo Nui dan Dae Hae berhasil menyelesaikan presentasi mereka. Dae Hae memuji kerja Bo Nui. Tapi Bo Nui merasa hasil kerjanya terlalu memalukan untuk dipresentasikan. Dae Hae menenangkan Bo Nui, dia percaya mereka bisa juara dengan presentasi yang telah dibuat Bo Nui.

Bo Nui kemudian ijin untuk pulang dulu ke rumah sebelum pergi ke tempat presentasi, dan karena mereka kebagian di kloter kedua maka mereka masih punya sedikit waktu. Bo Nui mengingatkan Dae Hae untuk menggunakan setelan dan dasi, juga agar Dae Hae menghapalkan materi presentasi mereka.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173229.881_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173228.601_thumb

Bo Nui pergi ke tempat acara. Dia menaburkan garam di beberapa tempat. Bawah kursi, belakang ruangan, dan juga di depan pintu masuk.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173248.117_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173250.044_thumb

Seorang badut rakun menatap Bo Nui. Bo Nui buru-buru menghalangi garam yang dia taburkan.

“Panas, ya? Aku tahu karena aku juga pernah menggunakannya. Semangat!” ujar Bo Nui pada badut itu sebelum pergi.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173310.869_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173314.810_thumb

Bo Nui kemudian mencari Dae Hae. Di ruang tunggu, Bo Nui mencoba menghubungi Dae Hae yang belum juga datang, dan telepon Bo Nui pun tidak dijawab. Bo Nui panik karena panitia sudah mengingatkan peserta kloter ke-2 untuk segera bersiap.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173319.993_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173328.384_thumb

Soo Ho ternyata datang ke acara itu seperti saran Ryang Ha. Soo Ho duduk di kursi belakang. Dia menurunkan badan, agar tak dilihat orang lain, lalu membuka kacamata hitamnya. Entah darimana Soo Ho memiliki daftar peserta yang akan melakukan presentasi.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173340.890_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173344.358_thumb

Soo Ho mendengarkan presentasi peserta satu persatu, tapi tak ada satupun yang menarik perhatiannya. Soo Ho sudah bosan dan hendak pergi ketika pembawa acara memanggil peserta dari Daebak Software.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173411.894_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173413.384_thumb

Kemudian seseorang dari Daebak Software yang masuk dengan menggunakan kepala badut rakun menarik perhatiannya. Itu adalah Bo Nui.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Oh, jadi sesuai dengan deskripsi karakternya, Bo Nui memang benar seorang programmer. Dia sebenarnya karyawan di Daebak Software. Tapi karena Dae Hae kabur dengan uang gajinya, Bo Nui tidak lagi bekerja disana. Sibuk mengejar Dae Hae dan bekerja paruh waktu di tempat lain. Wah artinya, Bo Nui dan Soo Ho sama-sama programmer ya..

Menarik dengan apa yang dikatakan Ryang Ha. Soo Ho ini galak, kalau bicara pasti bikin orang sakit hati, tapi Soo Ho sendiri tidak ingat dan tidak sadar kalau dia seperti itu. Haa… Hayo siapa yang punya sikap kayak Soo Ho? XD

Comments

  1. Jangan sampe ada deh mbak wkwk gamau ngaku jg :p

    ReplyDelete
  2. Saya galak tapi baik hati .. Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts