Lucky Romance | Episode 2 - 2

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173429.424_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173435.328_thumb

Bo Nui naik ke panggung dan memperkalkan diri sebagai perwakilan Daebak Software. Pembawa acara terkejut melihat Bo Nui. Bo Nui mengatakan pada pembawa acara bahwa topeng itu merupakan bagian dari presentasinya. Juri pun mempersilahkan Bo Nui untuk melanjutkan karena itu tidak melanggar aturan.

Bo Nui ternyata meninggalkan catatan di ruang kostum bahwa dia meminjam topeng itu untuk 30 menit.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173443.176_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173451.384_thumb

Bo Nui mulai presentasi. Awalnya Soo Ho tidak tertarik. Tapi kemudian ada sesuatu yang membuatnya tertarik. Pada intinya, game yang dibuat Bo Nui mengusung ide bermain peran sebagai atlet terkenal. Kita bermain game secara langsung. Jadi layar itu sebagai mata kita. Seperti apa yang Bo Nui lihat dari balik topeng rakunnya. (bingung sebenarnya ngejelasinnya kayak gimana, pokoknya gitu deh.. hehe..)

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173521.679_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173610.438_thumb

Sambil mendengarkan presentasi Bo Nui, Soo Ho juga membayangkan sebuah game. Soo Ho tampak puas.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173742.040_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173747.905_thumb

Dia kemudian agak bingung melihat Bo Nui membuka topengnya. Soo Ho yang belum tahu nama Bo Nui mengenali Bo Nui sebagai orang yang bertemu dengannya di casino dan saat Bo Nui mabuk.

Setelah membuka topeng Bo Nui mengaku pada juri bahwa dia bukan Won Dae Hae, pemilik Daebak software yang seharunya melakukan presentari. Bo Nui memberitahu bahwa Dae Hae ada urusan penting yang mendesak, jadi Bo Nui menggantikannya. Bo Nui pun memperkenalkan diri bahwa dia adalah Shin Bo Nui, karyawan Daebak Sofware.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173827.174_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173846.259_thumb

“Shim Bo Nui?” Soo Ho menggumamkan nama Bo Nui, mencoba mengingat-ingat dimana dia pernah mendengar nama itu.

Soo Ho pun ingat, itu adalah nama teman Dal Nim yang waktu itu mengenakan kostum kelinci. Soo Ho melongo, Bo Nui ternyata adalah wanita yang sama yang sudah 4 kali dia temui dengan kondisi yang berbeda.

“Saya tahu jika orang lain yang melakukan presentasi itu melanggar aturan, tapi akan disayangkan jika saya tidak hadir. Kami telah bekerja keras mengerjakan game ini. Terima kasih telah mendengarkan.” Bo Nui membungkuk berterima kasih sebelum turun dari panggung.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173902.001_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_173909.307_thumb

Bo Nui berjalan dengan lunglai keluar dari ruang acara sambil menenteng kepala kostum rakun.

“Shim Bo Nui-ssi!” Soo Ho memanggil Bo Nui. “Kau adalah orang yang di hari demonstrasi itu kan? Kelinci.”

Bo Nui menyangka Soo Ho telah memaksa Dal Nim untuk mengatakan tentang dirinya. Bo Nui kembali meyakinkan bahwa dia bukan mata-mata perusahaan. Dan sekarang Bo Nui tidak punya tenaga untuk bicara dengan Soo Ho. Tapi Soo Ho menilai kalau Bo Nui bersikap mencurigakan. Bo Nui meminta maaf.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_173958.594_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174014.256_thumb

“Ah, sepertinya kau punya ketertarikan pada binatang.” Soo Ho mengejek. “Tidak. Apakah itu lebih pada sebuah obsesi…? Kelinci, beruang, rakun, dan harimau.” Soo Ho mengatakannya sambil mengingat beberapa kali pertemuannya dengan Bo Nui. “Apa kau memelihara beruangmu dengan baik? Apa kau menemukan harimaumu?”

Bo Nui heran, darimana Soo Ho tahu tentang harimau itu. Soo Ho balik bertanya, apakah Bo Nui ingat kejadian hari itu? Soo Ho lalu menegaskan bahwa dia tidak mengharap ucapan terima kasih dari Bo Nui, juga tidak mengharap permintaaan maaf dari Bo Nui. Bo Nui sebenarnya sekarang sedikit ingat kalau dia bertemu Soo Ho saat mabuk, tapi Bo Nui berkata kalau dia tak mengerti maksud Soo Ho.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174022.208_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174026.500_thumb

“Kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku saat kau mabuk?” tanya Soo Ho kesal.

Bo Nui berkata kalau dia tidak tahu, dan segera permisi pergi. Soo Ho memanggil Bo Nui, dia yakin kalau Bo Nui mengingatnya.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174045.153_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174050.891_thumb

Bo Nui berjalan keluar gedung. Menyesali diri kenapa dia melakukan presentasi itu (kan jadi ketemu Soo Ho), lebih dari itu hidupnya sendirinya adalah sebuah masalah.

Bo Nui kemudian bertemu Dae Hae. Bo Nui menanyakan keberadaan Dae Hae tadi. Dae Hae bilang kalau dia pergi ke sauna sebentar untuk istirahat, tapi dia ketiduran. Dae Hae bertanya apakah Bo Nui melakukan presentasinya?

Bo Nui mengiyakan, sambil menggunakan kostum. Dae Hae percaya Bo Nui melakukannya dengan baik. Bahkan jika dia sendiri yang presentasi pasti dia tergagap dan tidak berjalan lancar. Dae Hae kemudian menanyakan hasilnya.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174128.758_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174143.937_thumb

“Benar-benar mustahil mengerjakannya dalam satu hari.” Bo Nui memberikan kabar buruk.

Dae Hae menghela nafas, kecewa. Dia pikir kalau mereka akan berhasil. Lalu apa yang akan Bo Nui lakukan? Bo Nui bahkan tidak bisa pergi ke pekerjaan paruh waktunya. Bo Nui bilang kalau dia akan mencari pekerjaan paruh waktu yang lain.

Bo Nui juga memberitahu bahwa surat kepemilikan mobil Dae Hae sudah dia gadaikan, jadi Dae Hae bisa mengambilnya jika Dae Hae sudah punya uang dan menemuinya. Bo Nui lalu permisi pergi dan menitipkan kontum rakunnya pada Dae Hae. Dae Hae menyemangati Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174154.342_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174204.206_thumb

Gun Wook pindahan ke gedung tempat tinggal Bo Nui. Begitu Bo Nui datang, dia berdiri di tangga sambil melipat tangan, berharap Bo Nui mengenalinya. Tapi Bo Nui kembali melewatinya seperti waktu itu. Kali ini Gun Wook tidak diam saja, dia memanggil Bo Nui, lalu kembali menatapnya sambil tersenyum, berharap Bo Nui mengenalinya.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174225.530_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174243.738_thumb

Bo Nui yang kebingungan melihat kotak-kotak pindahan, dan menyadari kalau Gun Wook baru pindah kesana. Rumah yang mana? 402, jawab Gun Wook. Tapi kemudian Bo Nui kembali hendak berjalan pergi.

“Kau tak mengenaliku?” Gun Wook kembali menghentikan langkah Bo Nui. “Kau seharusnya bisa melihatku di acara berita atau semacamnya.” Ujar Gun Wook malu-malu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174307.203_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174311.439_thumb

Bo Nui memperhatikan wajah Gun Wook. “Mungkinkah.. kau seorang reporter? Tapi kau tidak benar-benar terlihat seperti salah satunya. Aku tidak menonton berita. Semua berita menunjukkan kriminalitas dan terorisme. Aku punya cukup masalah untuk dihadapi, akan terlalu banyak jika aku juga mengkhawatirkan orang lain.”

Bo Nui kemudian memberikan hadiah pindahan rumah pada Gun Wook. Sebuah lilin. Akan bagus jika punya sebuah lilin di rumah, karena suatu saat pasti akan berguna. Bo Nui kemudian pergi.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174329.082_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174333.214_thumb

Soo Ho melamun di ruangannya, melamunkan Bo Nui, hingga dia tidak sadar Dal Nim masuk ke ruangan dan memanggilnya. Soo Ho memanggil Dal Nim untuk bertanya tentang Bo Nui.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174348.413_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174403.855_thumb

Dal Nim menjelaskan dengan panik bahwa Bo Nui bukan mata-mata. Dia bahkan tidak akan pernah bisa menjadi mata-mata karena terlalu sibuk bekerja paruh waktu karena perusahaan tempatnya bekerja tidak membayar gajinya. Dia bahkan tidak bisa datang meski Soo Ho memanggilnya.

Soo Ho menanyakan kebenaran Bo Nui bekerja di Daebak Software. Dal Nim terkejut, darimana Soo Ho tahu? Mungkinkah Soo Ho melakukan pengecekan latar belakang pada Bo Nui? Tidak, Soo Ho memberitahu bahwa dia mengetahuinya secara kebetulan.

Dal Nim memberitahu bahwa pemilik Daebak Software melarikan diri dengan uang gaji mereka dan tidak muncul belakangan ini. Bo Nui bekerja sendirian.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174442.794_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174445.058_thumb

“Dia tidak tampak seperti itu sama sekali.. dia bahkan sepertinya tidak akan bisa menemukan dimana tombol power komputer.”

“Omo, apa anda pikir saya akan memanggil orang yang tidak punya kemampuan? Meskipun dia tidak bisa lulus kuliah, dia kuliah di jurusan teknik komupter. Dia mendapatkan beasiswa 4 tahun dan berada di peringkat pertama…” Dal Nim kemudian menemukan keanehan. “Dimana ada bertemu dengannya? Dia kan waktu itu memakai kostum kelinci…”

Dal Nim heran, bagaimana Soo Ho mengenali wajah Bo Nui. Soo Ho bilang bahwa tanpa sengaja, beberapa kali, dia bertemu Bo Nui dalam keadaan yang tidak normal. Soo Ho bertanya kembali untuk meyakinkan bahwa Bo Nui tidak buta komputer.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174517.216_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174521.261_thumb

Dal Nim memberitahu bahwa Bo Nui pernah hampir menjadi bagian dari ZeZe. Bo Nui lulus tes akhir saat perekrutan karyawan yang pertama. Bo Nui-lah yang pertama kali menemukan bug (kesalahan, kerusakan dalam sistem).

“Apa??” Soo Ho terkejut.

[kilas balik]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174538.890_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174541.697_thumb

Rekrutmen tahun 2014. Bo Nui dan beberapa orang (banyak deng) mengerjakan tes akhir, menemukan bug. Satu persatu peserta meninggalkan tempat. Bukan karena mereka telah berhasil menyelesaikan tes, tapi karena mereka menyerah.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174609.657_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174617.471_thumb

Soo Ho dan Ryang Ha meyaksikan tes itu di ruang pengawas kamera. Sudah 4 jam berlalu. Soo Ho mengeluh, bahwa para peserta itu melamar di ZeZe dengan kemampuan yang kurang. Tapi Ryang Ha bilang itu karena Soo Ho menempatkan bug yang sulit. Soo Ho berkilah, siapapun dengan IQ diatas 100 bisa menyelesaikannya.

“Jika kau menghabiskan cukup waktu, itu mungkin. Jika kau kurang cerdas, kau harus bekerja lebih keras.”

Ryang Ha kesal mendengarnya. Andai saja para peserta tahu bahwa Soo Ho si super jenius yang dikagumi mereka adalah seseorang yang kasar dan sombong. Soo Ho mematikan layar, dia menganggap bahwa tidak ada peserta yang lolos. Ryang Ha meminta Soo Ho menunggu, karena bagaimanapun itu adalah open rekrutmen mereka yang pertama.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174732.010_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174734.799_thumb

Kemudian mereka diberitahu bahwa ada peserta yang berhasil menemukan bug itu. Mereka segera berlari ke ruangan tes. Memang benar bug sudah ditemukan, tapi orang yang mengerjakannya sudah tidak ada.

[kilas balik selesai…]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174740.372_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174744.025_thumb

Soo Ho menatap resume milik Bo Nui yang kini ada di mejanya. Soo Ho tampak memikirkan sesuatu.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174810.564_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174845.648_thumb

Ponsel Bo Nui berdering, tapi Bo Nui sedang berada di atap. Berdoa.

“Tuhan, tidak ada keberuntungan dalam hidupku. Aku tahu tidak ada satupun keberhasilan. Tapi aku masih berharap. Tolong maafkan aku. Sekarang aku akan sadar dan melakukan perintahmu. Tolong kirimkan seorang harimau padaku. Aku tidak ingin menyingkirkan kesialan dalam hidupku. Tolong.. tolong selamatkan Bo Ra. Tolong, jika kau biarkan Bo Ra bangun, aku akan bertahan untuk tidak menemuinya di sisa hidupku.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174919.506_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_174930.797_thumb

Bo Nui kemudian mendengar seseorang menggedor pintu rumahnya. Gun Wok. Menggedor dan membunyikan bel. Bo Nui bertanya siapa Gun Wook? Tetangga. Gun Wook hendak meminjam palu, tapi Bo Nui masuk dan menutup pintu. Gun Wook bergumam kalau Bo Nui ternyata lebih jutek dari yang dia kira.

Tapi ternyata Bo Nui kembali membuka pintu sambil mengulurkan palu dan mengingatkan Gun Wook agar menggunakannya dengan hati-hati. Bo Nui kembali menutup pintu. Gun Wook berterima kasih.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_174952.884_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175017.660_thumb

Gun Wook mulai memaku di dinding. Gun Wook berkata sendiri kalau semakin lama dia melihat Bo Nui, Bo Nui semakin mirip dengan sosoknya sewaktu kecil.

“Tapi kenapa dia tidak mengenaliku? Si manis Gun Wook.”

Gun Wook kemudian tak sengaja memukul tangannya sendiri. Gun Wook meringis. Gun Wook kembali menggedor pintu rumah Bo Nui. Tanpa membuka pintu Bo Nui meminta Gun Wook untuk meletakkan palunya di depan pintu. Tapi Gun Wook datang untuk meminjam plester.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175021.599_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175039.425_thumb

“Apa kau terluka?” Bo Nui langsung membuka pintu dengan khawatir dan melihat jari Gun Wook yang terluka. “Aku sudah bilang agar berhati-hati!”

Bo Nui mengambil palunya dan menutup pintu. Gun Wook lalu berjalan menuju rumahnya. Tapi kemudian Bo Nui membuka pintu lagi dan menempelkan plester di jari Gun Wook yang terluka. Gun Wook menatap Bo Nui.

[kilas balik]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175100.459_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175105.716_thumb

Bo Nui kecil menempelkan plester di jari Gun Wook kecil yang terluka. Bo Nui kemudian meniup jari Gun Wook itu.

“Sekarang tidak apa-apa kan?”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175109.760_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175112.516_thumb

Gun Wook mengangguk. Bo Nui menyeka air mata di pipi Gun Wook.

[kilas balik selesai..]

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175114.206_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175138.749_thumb

Gun Wook tersenyum mengingat kenangan itu. Selesai menempelkan plester, Bo Nui mengingatkan Gun Wook untuk selalu berhati-hati, terutama jika Gun Wook berada di sekitarnya. Bo Nui tampaknya merasa bersalah karena menganggap jari Gun Wook terluka karena dirinya.

“Aku tidak seharusnya bicara pada orang asing, membukakan pintu, dan meminjamkan barang.”

Gun Wook berkata kalau mereka adalah tetangga dekat. Tapi Bo Nui tetap meminta Gun Wook untuk meminjam alat atau meminta bantuan pada tetangga lain. Bo Nui kemudian berjalan masuk. Gun Wook menghadang pintu Bo Nui dan mengajak Bo Nui untuk makan bersama.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175201.278_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175203.958_thumb

“Kau sudah membukakan pintu, meminjamkan palu, dan menempelakan plester untukku. Kau bilang kau biasanya tidak melakukan ini. Karena kau keluar dari kebiasaanmu untuk membantuku, aku akan mentraktirmu makan.”

Bo Nui menolak. Dia akan menganggap kalau Gun Wook sudah mentraktirnya. Tapi Gun Wook berkeras. Bo Nui lalu bilang kalau dia akan merasa canggung jika Gun Wook menganggap kebaikannya sebagai ketertarikannya pada Gun Wook. Bo Nui juga bilang kalau sekarang ini dalam lingkungan per-tetanggaan, mereka yang tidak terlalu peduli satu sama lain sama artinya dengan menghormati batasan orang lain.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175215.903_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175228.528_thumb

Gun Wook menarik kencang pintu yang hendak ditutup kembali oleh Bo Nui, dan membuat Bo Nui terlempar keluar (hehe…). Bo Nui tampak kesal, apa yang sebenarnya terjadi padanya hari ini.

Gun Wook lalu berkata bahwa nanti Bo Nui akan mengetahui betapa terkenal diri Gun Wook, dan Bo Nui akan menyesal nanti. Bo Nui yang kesal berkata bahwa sekarang juga dia sudah merasa menyesal, dan dia tidak tertarik pada ke-terkenal-an Gun Wook, kecuali shio Gun Wook adalah harimau.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175235.960_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175250.459_thumb

Ting. Gun Wook sepertinya punya ide mendengar kalimat terakhir Bo Nui. Dia kembali menahan kembali pintu Bo Nui yang hampir tertutup.

“Bagaimana jika aku seorang harimau?”

“Benarkah?” Bo Nui langsung tertarik.

“Lalu, apakah kau akan makan denganku?”

Bo Nui tersenyum gembira, “Aku bisa melakukan lebih daripada makan!”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175307.125_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175310.587_thumb

Gun Wook mengajaknya makan karena dia masuk kriteria. Tapi Bo Nui ingin meyakinkan sekali lagi, Gun Wook jujur kan? Gun Wook benar-benar seorang harimau kan? Kapan mereka harus makan bersama? Bagaimana kalau sekarang? Seseorang harus membayar hutang secepatnya.

Karena malam ini Gun Wook harus membereskan barang, dia mengajak Bo Nui makan besok malam saja. Kapan Bo Nui pulang kerja? Dengan semangat Bo Nui berkata kalau dia tidak bekerja dan diam di rumah sepanjang hari. Jadi tak masalah untuknya jika mereka makan siang ataupun makan malam.

Gun Wook pun memutuskan bahwa mereka akan makan malam besok. Bo Nui meminta Gun Wook untuk membawa kartu identitas.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175321.397_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175327.346_thumb

Bo Nui kemudian masuk rumah dengan sangat gembira. Dia tak menyangka Tuhan akan langsung mengabulkan doanya dengan mengirimkan seorang harimau di samping rumahnya.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175346.822_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175403.544_thumb

Gun Wook memberikan latihan pada anak-anak. Sepertinya ini acara khusus. Ada banyak kamera yang mengabadikan momen itu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175435.010_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175442.976_thumb

Setelah acara selesai, Amy mendekati Gun Wook dan menanyakan tempat tinggal Gun Wook yang sekarang. Apa Gun Wook pikir dia tidak akan tahu Gun Wook keluar meskipun Gun Wook tidak check out dari hotel? Gun Wook penasaran darimana Amy tahu..

“Kenapa kau melakukan ini? Pertama pernyataan yang tiba-tiba, dan sekarang melarikan diri.”

Gun Wook beralasan kalau hotel tidak menyenangkan, lagipula sudah lama dia tidak pulang ke kampong halamannya itu. Gun Wook meminta Amy untuk membiarkannya bersenang-senang selagi dia di Korea. Amy heran, biasanya Gun Wook tidak suka membicarakan Korea. Pantas saja, Amy awalnya merasa aneh Gun Wook langsung setuju saja dengan tawaran sponsorhip.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175516.353_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175522.151_thumb

Gun Wook mengingatkan Amy pada sambutan fansnya yang meriah dan ramah. Jika saja dia tahu betapa terkenalnya dia di Korea, dia akan datang lebih awal. Amy kembali menanyakan tempat tinggal Gun Wook ketika dia hendak pergi. Amy menduga kalau Gun Wook tinggal di gedung yang waktu itu Gun Wook tunjukkan padanya. Amy tak percaya Gun Wook tinggal di tempat seperti itu. Gun Wook adalah Gary Choi yang terkenal.

“Sudah 15 tahun. Sudah 15 tahun sejak terakhir kali aku di Korea. Berikan aku waktu. Aku tidak akan membuat masalah.”

Gun Wook kembali meminta waktu 2 bulan. Dia menganggap Amy sudah setuju.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175551.276_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175603.035_thumb

Setelah Gun Wook pergi, Amy berbicara di telepon dengan seseorang. Entah agensi Gun Wook, atau asosiasi. Amy memberitahu bahwa Gun Wook meminta waktu 2 bulan, itu tidak akan lama. Amy juga memastikan bahwa Gun Wook akan latihan setiap minggu. Tidak mungkin juga Gun Wook akan tahan tidak bermain selama itu. Amy berkata kalau dia akan menunggu dan mengawasi Gun Wook. Pelatih juga sudah setuju.

***

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175609.856_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175627.495_thumb

Bo Nui merias wajah, bersiap-siap pergi makan malam dengan Gun Wook. Bo Nui sebenarnya merasa bingung bagaimana mempersiapkan diri. Dia sepertinya sebelumnya tidak pernah berkencan. Bo Nui bingung harus memakai baju yang mana. Bo Nui kemudian mengambil ponsel untuk melihat ramalannya hari ini.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175648.313_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175705.307_thumb

Dal Nim menelpon. Bo Nui menjawab, tapi mengatakan pada Dal Nim bahwa dia tidak bisa bicara dengan Dal Nim sekarang dan menutup teleponnya. Kemudian ada telepon masuk lagi dari nomor tak dikenal. Bo Nui tak mengindahkan nomor itu.

Bo Nui lalu melihat bagian warna keberuntungan di ramalannya hari ini. Pink. Bo Nui segera mencari gaun miliknya yang berwarna pink.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175717.642_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175723.538_thumb

Tak lama kemudian bel rumahnya berdering. Bo Nui bertanya-tanya siapa yang memencet bel rumahnya, apakah Gun Wook? Bo Nui membayangkan Gun Wook berdiri di depan pintu sambil membawa bunga.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175738.896_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175741.772_thumb

Bo Nui kemudian membuka pintu sambil mengatakan kalau dia belum siap. Tapi ternyata yang di depan pintu bukan Gun Wook, tapi Soo Ho. Bo Nui terkejut dan heran darimana Soo Ho tahu rumahnya. Soo Ho bilang dia datang karena Bo Nui tidak bisa dihubungi sama sekali. Soo Ho adalah orang yang tadi menghubunginya.

“Bagaimana kau tahu nomorku? Dan alamat rumahku? Aku benar-benar bukan mata-mata perusahaan!” ujar Bo Nui kesal.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175803.678_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175805.123_thumb

Bo Nui mengakui bahwa tentang malam itu, dia ingat. Dan Soo Ho mengalami kejadian yang menjijikan karena dirinya dan merasa kesal karenanya. Bo Nui tahu itu. Tapi kedatangan Soo Ho ke rumah membuatnya merasa terpojok.

Soo Ho angkat bicara, “Pertama. Aku tahu nomormu dan alamat rumahmu dari resume lamaranmu 2 tahun yang lalu. Kedua. Itu memang kejadian yang tidak menyenangkan tapi aku kesini bukan untuk sebuah permintaan maaf. ‘IF’, sampai dimana prosesnya?”

“IF? Apa?”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175811.086_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175826.032_thumb

Sementara itu Gun Wook dalam perjalanannya menjemput Bo Nui. Dia tampak sangat gembira. Gun Wook bahkan mampir ke toko bunga.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175856.014_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175859.451_thumb

Kembali pada Soo Ho dan Bo Nui. Soo Ho mengajukan beberapa pertanyaan tentang IF, apakah sudah ada perusahaan yang mendanai? Apakah sudah ditentukan platform mana yang akan digunakan? Semua jawabannya adalah tidak.

Soo Ho kemudian menawarkan investsi 300 juta won dan insentif 1%. Bo Nui melongo. Soo Ho bertanya, apa Bo Nui ingin insentif yang lebih besar?

“Apa kau baru saja mengatakan…kau akan membeli ‘IF’?”

“Ya.”

“Kenapa?”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175919.491_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175928.636_thumb

Soo Ho mengajak Bo Nui untuk bicara di tempat lain karena menurutnya tidak pantas membicarakan rencana bisnis sambil berdiri di depan pintu seperti itu. Tidak, Bo Nui menolak. Dia hanyalah seorang karyawan, hal penting seperti itu harus disepakati oleh atasannya. Bo Nui permisi karena dia punya pertemuan penting dan menutup pintu.

Soo Ho menahan pintu Bo Nui dengan kakinya. Soo Ho bilang kalau dia tidak bisa menghubungi atasan Bo Nui. Ponsel, telepon rumah, email, semuanya tidak bisa dihubungi baik salah nomor ataupun tidak ada jawaban. Bo Nui memberitahu kalau atasannya tidak menjawab telepon dari nomor yang tidak dikenal karena takut dengan penagih utang.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_175938.263_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_175943.986_thumb

“Kalau begitu kau telepon dia.”

“Dia juga tidak menjawab teleponku, dia juga berhutang banyak padaku.”

Kacau, ujar Soo Ho. Bo Nui membenarkan, dan karena dia ada acara penting Bo Nui kembali permisi. Tapi Soo Ho tak mau menyerah dan kembali menahan pintu.

“Putuskan saja disini sekarang. Iya atau tidak.” Soo Ho mendesak. Bo Nui tak percaya dengan yang di dengarnya itu. Sementara itu Gun Wook sudah sampai di bawah.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180011.785_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180026.423_thumb

Soo Ho berkata jujur pada Bo Nui bahwa dia sebenarnya tidak percaya sama sekali pada Bo Nui dan atasan Bo Nui. Karena dia merasa aneh pada Bo Nui. Bo Nui bahkan tidak bergabung dengan perusahaannya tapi kenapa Bo Nui menghabiskan waktu dan berusaha keras mencari bug itu. Bo Nui tidak ingin menjual game itu, tapi kenapa Bo Nui melakukan presentasi di acara itu. Soo Ho tak bisa mengerti Bo Nui, dan bagaimana bisa dia percaya orang seperti itu.

“Mungkin kau tidak mengerti karena kau berada di posisi dimana kau memberi perintah pada orang lain, tapi peserta juga menilai perusahaan. Apakah aku memutuskan untuk bergabung di perusahaan atau tidak itu adalah pilihanku, dank arena itulah aku tidak memilih ZeZe.”

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180055.248_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180057.723_thumb

Soo Ho syok, “Ze…Ze..ZeZe…” Soo Ho tergagap saking syoknya. “Kau tidak memilih ZeZe dan kau pergi ke Daebak Software?”

Sambil terus melihat ke arah tangga Bo Nui bilang bahwa hal seperti itu bisa saja terjadi. Meskipun Soo Ho memberinya 100 juta won atau 100 milyar mon, Daebak Software-lah yang berhak memutuskan apa yang akan dilakukan dengan game “IF”.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180114.439_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180123.805_thumb

Bo Nui mendengar langkah kaki menaiki tangga. Bo Nui panik karena dirinya masih berpakaian seperti itu. Dia menarik Soo Ho yang sedang bicara ke dalam rumah dan menutup pintu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180133.298_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180135.517_thumb

“Apa yang kau lakukan?!” Soo Ho berteriak.

Bo Nui buru-buru menutup mulut Soo Ho dengan tanganya dan mendesaknya ke dinding. Soo Ho bergumam protes. Tapi kemudian pintu rumah Bo Nui di ketuk.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180137.501_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180142.868_thumb

“401! Aku datang.” Ujar Gun Wook.

Bo Nui semakin panik.

***

Truth or Dare : Malam itu.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180154.745_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180158.103_thumb

Bo Nui yang mabuk berjalan sambil menggendong boneka panda. Di belakangnya Soo Ho mengikuti sambil menuntun sepeda. Soo Ho mengikuti Bo Nui hingga ke gedung rumahnya. Soo Ho melongo melihat Bo Nui tidur di tangga.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180235.956_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180239.414_thumb

“Lebih dari ini akan terlalu berlebihan. Sebagai anggota masyarakat, tugasku…berakhir disini.” Gumam Soo Ho lalu meletakkan sandal Bo Nui yang tadi dilemparkan Bo Nui.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180308.280_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180326.853_thumb

Tapi nyatanya, Soo Ho membopong Bo Nui masuk ke dalam rumah. Dia menidurkan Bo Nui di sofa. Soo Ho berkata pada Bo Nui yang sedang mabuk dan mengingau, kenapa Bo Nui mencari harimau tengah malam. Selesai memakaikan selimut, Soo Ho hendak pergi.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180332.994_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180334.851_thumb

Tapi tiba-tiba Bo Nui bangun dan melingkarkan tangannya di leher Soo Ho.

“Kau mau kemana?” tanya Bo Nui yang masih mabuk. “Aku tidak akan pernah melepaskanmu pergi.”

Soo Ho yang tampak terkejut, menghela nafas lega ketika Bo Nui kembali tiduran.

Lucky.Romance.E02.mkv_20160527_180349.155_thumbLucky.Romance.E02.mkv_20160527_180358.233_thumb

Tapi tiba-tiba lagi, Bo Nui bangun dan mencium Soo Ho. Soo Hoo terbelalak.

***

Bersambung ke episode 3 ~

Komentar:

Waduuuhhh…jadi itu toh alasan Soo Ho menggosok gigi dengan begitu banyak sikat gigi dan berkali-kali. XD Kapan Bo Nui akan ingat kejadian itu yah?

Jadi, di setiap episode sepertinya akan ada bagian ‘Truth or Dare’, bagian ini mengulang kembali kejadian atau sebagai penjelasan dari yang tidak dijelaskan dalam episode tersebut. Haa.. kalimat apa ini. Pokoknya gitu deh..pasti pada ngerti. Hehe…

Ternyata yang pernah ketemu di masa kecil itu adalah Gun Wook dan Bo Nui. Sepertinya mereka tetanggaan sebelum Gun Wook pindah ke luar negeri. Lalu bagaimana dengan Bo Nui dan Soo Ho? Apa alasan Bo Nui tidak memilih ZeZe?

Sewaktu melihat kantor ZeZe, saya langsung teringat dengan kantor majalah The Most dan Pimred Ji Sung Joon. Hehe.. Sepertinya memang menggunakan ruangan yang sama. Drama ini jadi hampir mirip dengan She Was Pretty, karena tebakanku Bo Nui nanti akan bekerja di ZeZe.

Comments

  1. makasih mbak udah mau buat sinopsisnya, semangat mbak.
    kyaaaaaa, guling-guling syok liat akhir episode ini nggak nyangka wkwkwkwk.
    kalau aku menenbak sih alasan dulu bo nui menolak kerja di zeze kayaknya bersamaan dengan adinya kecelakaan, bajunya sama pada saat audisi final sama pas di rumah sakit dan waktu datang kerumah sakit bo nui kan telat dan gak bisa dihubungi, mungkin itu bo nui berusaha memecahkan bug.
    penasaran alasan bo nui mau kerjasama dengan zeze hehehe
    rabu cepatlah datang. miah komennya panjang mbak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya, bener bener.. aku gak merhatiin bajunya pas nonton kmrn.. bisa jadi karena audisi itu. makanya dia bilang kan sama Dal Nim waktu itu kalo dia punya takdir buruk sama ZeZe (klo gak salah gitu ngmgnya), jadi dia gak mau deket2 dan sempet nolak permintaan tolong Dal Nim..

      Delete
  2. Sebenernya udah bisa nebak kalo ada scene itu hahaha ada yg nyeletuk dan sikat gigi emang jadi indikasi
    Duh...betah liat ini gegara ryu meski yah agak sulit ya mbak ngomongin komputer dan genre romcomnya gitu lah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga mikirnya pasti ada sesuatu setelah liat Soo Ho sikat gigi sampe berkali2, pake sikat gigi baru smua lagi.. hehe..

      Delete
  3. Akhirnya ryu joon yeol dapat ciuman pertama nya di drama .. Selamat Kim Jung Hwan .. .. Akhirnya harapan sy terkabul juga dan ga nyangka ini diepisode 2 udah terkabulnya .. Lega rasanya .. Hehe

    ReplyDelete
  4. ternyata tebakan saya ada temennya, setting ruangan kantornya zeze hampir sama dengan the most apalagi tangga trus verical blind yang pakai remote di ruangan pemred, mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts