Monday, June 27, 2016

Lucky Romance | Episode 10 – 2

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131524.016_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131542.975_thumb

“Apa? Keduanya mengaku pada saat yang sama?” Dal Nim terkejut mendengar cerita Bo Nui. “Bagaimana ini bisa terjadi ketika cintaku sendiri adalah jalan berduri?”

Dal Nim tampak kesal, tapi kemudian dia tertawa. Dia merasa bahagia untuk Bo Nui, karena apa yang dikatakan Bo Nui tadi enak di dengar. Dal Nim menebak itu adalah Gary. Awalnya Bo Nui mengelak, tapi langsung mengiyakan karena Dal Nim bilang Bo Nui akan dihukum jika berbohong.

Dal Nim sudah menduganya karena saat di studio Gary terus memanggil dan menatap Bo Nui. Dal Nim hampir tidak bisa mempercayainya. Bo Nui bilang Gun Wook akan segera berhenti menyukainya karena dia juga harus kembali ke Kanada.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131601.742_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131559.923_thumb

Dal Nim lalu menanyakan siapa pria satu lagi yang menyatakan perasaannya pada Bo Nui, yang akan menyaingi Gary. Bo Nui bilang kalau pria itu tidak akan dikenal Dal Nim. Tapi Dal Nim bilang memangnya dia tidak tahu lingkup sosial Bo Nui yang sempit itu.

“Itu dia, kan? Orang yang terus menyentuh hatimu dengan lembut seperti angin musim panas.”

Sejenak Bo Nui berpikir, “Ini hanya akan berlangsung untuk sementara waktu. Ketika sudah berlalu, aku akan mengingat dan berterima kasih bagaimana hangatnya angin itu. Aku akan mengingatnya dengan senyuman. Itu lebih dari cukup bagiku.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131605.787_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131611.726_thumb

Dal Nim menghela nafas. Dia meminta Bo Nui untuk tidak bersikap bodoh, apakah Bo Nui tidak tahu betapa sulitnya bagi seorang pria dan seorang wanita untuk merasakan hal yang sama? Dal Nim menyarankan Bo Nui untuk mengikuti arus dan pergi pada pria itu.

Bo Nui tidak mau. Dia meminta Dal Nim memberitahunya tentang cara untuk menolak seorang pria. Dal Nim kesal, bagaimana bisa Bo Nui menanyakan hal itu padanya disaat dia sendiri hanya pernah merasakan cinta sebelah pihak. Dal Nim kesal, dia tidak pernah menolak seorang pria, bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131613.402_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131628.842_thumb

Dalam bis, Bo Nui membuka jendela dan merasakan hangatnya angin musim panas menerpa wajahnya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131633.929_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131635.923_thumb

Sementara itu Soo Ho duduk dengan wajah tanpa ekspresi di rumahnya. Dia lalu menghubungi Ryang Ha, hanya untuk mengecek bahwa teleponnya masih berfungsi. Dia juga meminta Ryang Ha menelepon balik untuk memastiksan ponselnya bisa menerima panggilan dari luar.

Ryang Ha meminta Soo Ho untuk tidak menyiksanya dan telepon Bo Nui saja. Tapi Soo Ho tidak mau.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131639.457_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131642.293_thumb

Kemudian bel rumah Soo Ho berbunyi. Soo Ho bergegas turun untuk membuka pintu. Dia sepertinya mengharapkan kehadiran Bo Nui. Tapi ternyata yang datang adalah Amy.

Amy tersenyum menyapa Soo Ho dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa dipersilahkan soo Ho.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131654.270_thumb

Amy membawa banyak makanan dan minuman. Sementara Amy mengeluarkan bawaannya, Soo Ho sibuk dengan ponselnya sendiri. Soo Ho berkata kalau dia tidak membutuhkan yang dibawa Amy, karena dia baik-baik saja. Sementara itu Amy membuka kulkas dan tampak sedikit terkejut mendapati makanan yang dibuat Bo Nui.

“Aku seorang agen olahraga, kau tahu kan? Aku tahu semua tentang diet dan suplemen makanan.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131707.791_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131717.254_thumb

“Gunakan pengetahuanmu untuk mengurus Gary. Aku baik-baik saja.”

“Aku pikir Gary lebih memerlukan Bo Nui daripada aku. Apa kau tahu? Mereka—“

“Jangan katakan padaku.” Soo Ho menyela. “Aku tidak ingin mendengarnya.”

“Oh ya. Kau tidak suka berbicara tentang orang lain. Salahku.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131727.750_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131738.796_thumb

“Dia orang yang aku sukai. Itu sebabnya aku tidak ingin mendengarnya.”

Amy tampak terhenyak, tapi masih berusaha bersikap biasa, “Tidak mungkin. Aku pikir kau salah. Kau bilang kau tidak tahu apa itu cinta.”

“Aku yang akan mencari tahu apakah itu cinta atau bukan.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131742.678_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131744.448_thumb

“Apakah kalian berdua sudah mulai berpacaran?”

“Belum.”

“Oke. Hanya itu saja yang perlu aku tahu.”

Dari tadi Soo Ho bicara pada Amy masih sambil fokus pada ponselnya. Dia seakan tak peduli ada Amy disana. Dan Amy nampaknya merasakan hal itu apalagi setelah Soo Ho menegaskan bahwa dia menyukai Bo Nui. Praduganya sudah dikonfirmasi kebenarannya. Tapi Amy masih berusaha menyangkal, dan masih menganggap dirinya masih bisa mendapatkan Soo Ho.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131756.353_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131758.615_thumb

Bo Nui ternyata pergi ke rumah Soo Ho. Tapi Bo Nui yang merasa ragu berbalik. Kemudian ketika dia yakin untuk masuk, dia terkejut melihat Amy keluar dari rumah Soo Ho. Bo Nui bersembunyi dan mendengarkan percakapan mereka.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131805.291_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131809.295_thumb

Amy bilang pada Soo Ho bahwa dia harus pergi. Soo Ho mempersilahkan.

“Apa aku sedang dihukum karena menyakitimu? Kau mungkin hanya goyah untuk sementara waktu. Butuh waktu sangat lama untukku kembali.”

“Jangan katakan itu.” ujar Soo Ho tapi tak menatap Amy.

“Ini aku, Seol Hee. Aku adalah segala untukmu.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131818.045_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131821.698_thumb

Amy menyentuh wajah Soo Ho. Bo Nui berbalik pergi kembali bersembunyi di balik tembok dan tak melihat bahwa Soo Ho kemudian menepis tangan Amy itu. Amy masih berusaha tersenyum. Dia meminta Soo Ho untuk tidak sakit, karena hal itu membuatnya sedih. Amy kemudian pergi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131842.358_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131901.060_thumb

Amy menjalankan mobilnya. Bo Nui balik badan agar Amy tidak melihatnya. Bo Nui kemudian mendengar pintu gerbang ditutup, tanda Soo Ho sudah masuk. Bo Nui termenung.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131909.614_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131912.590_thumb

Hari Senin. Dae Hae menuliskan tugas-tugasnya sebagai seorang penjaga keamanan yaitu memeriksa semua kartu masuk pekerja dan pengunjung. Dae Kwon merasa itu terlalu berlebihan. Seniornya mengingatkan bahwa keamanan adalah segalanya di perusahaan IT.

Seniornya juga menanyakan apakah Dae Hae mengerjakan semua tugasnya di tugas jaga malam? Tentu saja, orang biasa memanggilnya Pak Teliti. Dae Hae menuliskan tentang larangan membiarkan seorang pria pendek mabuk yang datang kesana. Itu adalah ayahnya Soo.

“Aku merasa kasihan pada Tuan Je. Tidak heran mengapa dia begitu sensitif. Kepribadian kita terbentuk pada usia dini kita.” Kata-kata Dae Hae tersebut muncul karena Soo Ho yang melarang ayahnya sendiri datang ke kantor.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131934.694_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131936.435_thumb

Kemudian Soo Ho tiba. Dae Hae memberi salam. Soo Ho menanyakan tentang pekerjaan Dae Hae. Dae Hae bilang kalau ZeZe itu seperti syurga.

Soo Ho hendak pergi, tapi kemudian mendekat pada Dae Hae. Dia meminta Dae memberitahu orang yang Dae Hae kenal yang Dae Hae temui bahwa ZeZe adalah tempat yang bagus. Dae Hae sadar kalau maksud Soo Ho adalah Bo Nui meskipun Soo Ho mengelak. Dae Hae sadar ada sesuatu diantara mereka berdua.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_131947.822_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_131954.648_thumb

Soo Ho berdiri menunggu lift, tapi tak menekan tombolnya. Soo Ho juga terus melihat ke arah pintu masuk dan mengecek jam di tangannya. Dae Kwon kemudian datang menyapa Soo Ho dan merasa heran karena Soo Ho tidak memencet tombol lift.

Saat pintu lift terbuka, Dae Kwon menawari Soo Ho naik lift, tapi Soo Ho yang terus melihat ke pintu masuk tak mengindahkan Dae Kwon. Bahkan ketika Dae Kwon bertanya apakah Soo Ho masih marah karena peristiwa kolam itu, Soo Ho buru-buru berkata kalau mereka akan bicarakan itu di kantor. Soo Ho juga menyuruh Dae Kwon untuk segera menutup lift dan naik keatas. Kenapa? Karena Soo Ho melihat Bo Nui datang.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132027.204_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132034.992_thumb

Bo Nui menyapa Soo Ho. Soo Ho menyapa balik. Kemudian mereka naik lift bersama dalam diam. Hingga kemudian Soo Ho membuka pembicaraan setelah kembali melihat jam di tangannya.

“Ini 28 jam dan 15 menit. Kita. Sudah 28 jam dan 15 menit sejak terakhir aku melihatmu. Apakah kau tidak ada yang ingin dikatakan padaku?”

“Tidak. Tidak ada.” Bo Nui kemudian keluar lift setelah pintunya terbuka.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132047.885_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132051.401_thumb

Di kantor para karyawan pria berkumpul. Dae Kwon memberitahu mereka tentang sikap dingin Soo Ho sewaktu dia temui di depan lift. Seung Hyun bilang mereka semua harus menyiapkan surat pengunduran diri. Yun Fat beralasan bahwa mereka melakukan lelucon itu untuk kekompakan tim mereka.

“Tidak bisakah depyunim mengorbankan dirinya untuk tujuan itu?” Tapi Yun Fat sudah punya jawabannya, “Tidak, dia tidak bisa. Haruskah kita menulis pengunduran diri kita dengan tangan?”

Dae Kwon bilang mereka harus mengetiknya. Tapi Yun Fat tetap akan menulis tangan. Sementara Hyun Bin, sudah menyiapkan surat pengunduran dirinya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132056.337_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132103.311_thumb

Mereka kemudian menyerbu Bo Nui yang baru saja masuk. Mereka bertanya apakah So Ho sangat marah saat itu. apakah Soo Ho marah pada mereka?

“Mengapa kau pikir aku marah?” tanya Soo Ho yang baru saja masuk.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132111.302_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132113.920_thumb

Seung Hyun menjelaskan bahwa mereka, orang-orang yang mengeroyok dan melemparkan Soo Ho di kolam renang ingin menyerahkan surat pengunduran diri mereka. Hyun Bin kemudian maju dan mengulurkan surat pengunduran dirinya. Soo mengambil surat itu.

“Apa kalian membuat suatu kebiasaan untuk menyerahkan pengunduran diri? Apa kamu serius?”

Soo Ho berkata dengan sedikit tergagap, mungkin karena ada Bo Nui disana jadi dia grogi. Soo Ho kemudian melemparkan surat itu ke lantai. Soo Ho mengingatkan bahwa mereka masih punya waktu 4 minggu tersisa sampai hari tes versi beta.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132124.462_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132131.251_thumb

Soo Ho menanyakan jadwal pada Dal Nim. Dal Nim akan membawakannya pada Soo Ho sebelum makan siang. Soo Ho menanyakan Seung Hyun yang bertugas memantai siaran Gary, tapi Seung Hyun lupa.

“Semuanya.. ini adalah ZeZe. Kalian tidak perlu bekerja terlalu keras. Kerjakan saja...” Soo Ho melirik Bo Nui dan mengganti kalimatnya. “Tidakkah kalian harus melakukan pekerjaan dengan baik? Aku memiliki harapan yang tinggi. Aku mengandalkan kalian.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132146.437_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132156.170_thumb

Setelah sedikit tersenyum, Soo Ho kemudian berjalan pergi. Dan para karyawan heran melihat dan mendengar perubahan Soo Ho. Mereka yakin otak Soo Ho tidak berfungsi dengan benar setelah diceburkan ke dalam kolam.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132205.677_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132210.993_thumb

Dal Nim menanyakan tentang perkembangan dua pria yang menyukai Bo Nui. Apakah Bo Nui benar-benar menolak mereka berdua? Bo Nui berencana akan melakukannya. Bo Nui merasa dia tidak punya hak untuk berkencan. Dal Nim heran bagaimana bisa Bo Nui menyerah begitu saja, dia sendiri tidak akan pernah bisa melakukannya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132221.806_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132226.236_thumb

Dal Nim kembali ke mejanya. Dia mengingat hal apa saja yang bisa dia gunakan agar Soo Ho tertarik padanya. Hal itu dia dapatkan dari Ryang Ha pada malam itu di café.

“Objektif, dingin, dan percaya diri.” Setelah mengucapkan hal itu Dal Nim kemudian pergi ke ruangan Soo Ho.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132250.734_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132257.227_thumb

Soo Ho yang seperti biasanya, sedang bicara sendiri, terkejut ketika Dal Nim masuk ke ruangannya sambil berteriak memanggilnya. Dal Nim berkata dengan sikap yang tak biasa, mencoba terlihat dingin, bahwa dia sudah mengetuk pintu beberapa kali. Dal Nim memberikan jadwal yang diminta Soo Ho sebelumnya, dan dia butuh persetujuan Soo Ho.

Dal Nim kemudian berkata kalau di ruangan itu panas. Dal Nim juga mengipasi badannya dengan tangan dan memainkan rambutnya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132312.759_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132315.359_thumb

“Dal Nim-ssi. Disini panas, kan? Aku tidak mengerti mengapa begitu panas.” Soo Ho tampaknya merasa senasib, dia panas memikirkan Bo Nui sebenarnya. Soo Ho mengambil air minum di kulkas. “Ini semua karena pemanasan global. Ini akibat pencemaran lingkungan. Aku bagian dari gerakan lingkungan. Minum ini.”

Soo Ho memberikan botol minum yang dia ambil pada Dal Nim. Tapi kemudian dia meminta Dal Nim menunggu sebentar.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132322.497_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132331.627_thumb

Soo Ho menatap Dal Nim dan semakin mendekat. Dal Nim terpana, apalagi fokus Soo Ho kemudian mengarah ke bagian bawah wajahnya (kayak mau kiss).

Tapi ternyata Soo Ho melihat kertas promosi yang menempel di botol, kertas yang ada wajah Gary-nya. Soo Ho meremas kertas itu dan mengatakan kalau ada sampah di botolnya. Hanya dengan seperti itu saja Dal Nim tampak merasa gembira.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_132357.714_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_132408.158_thumb

Dia kemudian berlari menemui Ryang Ha di café dan mengatakan bahwa semua yang dikatakan Ryang Ha tentang menarik perhatian Soo Ho seperti berhasil. Dal Nim sangat senang dan berkata bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah. Tapi Ryang Ha takjub, dia merasa itu tidak mungkin. Karena yang dia ajarkan adalah cara agar dijauhi Soo Ho (Dal Nim tak mendengar perkataan Ryang Ha ini karena keburu pergi).

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164055.021_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164112.219_thumb

Bo Nui menemui Amy dikantornya, karena katanya Amy mencarinya. Amy kemudian mengajak Bo Nui makan siang bersama. Saat akan Amy meminta maaf atas sikapnya tempo hari yang berteriak pada Bo Nui. Dia merasa sangat khawatir saat mendengar Soo Ho sedang sakit. Dia tidak seharusnya begitu sensitif hari itu. Bo Nui juga meminta maaf.

“Aku berharap kau dan Gary berhasil. Aku tahu bagaimana perasaannya karena aku dalam situasi yang sama.” Ujar Amy tiba-tiba. Aku udah tahu nih arahnya kemana…

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164121.668_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164123.577_thumb

“Situasi yang sama?” Bo Nui tak mengerti.

“Ya. Aku ingin memulai kembali dengan Soo Ho. Soo Ho mengatakan kepadaku bahwa aku adalah segalanya baginya. Hal yang sama juga untukku. Semua yang kami miliki saat itu adalah saling memiliki.”

Amy kemudian melanjutkan bahwa itu adalah rahasia mereka, dia akan memberitahu orang lain jika hubungannya sudah berhasil. Bo Nui tampak tak enak hati pada Amy (karena Bo Nui suka pada Soo Ho. Perkataan Amy tadi itu seakan melarangnya secara halus untuk dekat-dekat dengan Soo Ho).

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164132.842_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164135.098_thumb

Ryang Ha sangat terkejut saat mendengar Soo Ho menyatakan perasaannya pada Bo Nui di jam 4 pagi dan menyebut Soo Ho sudah gila. Soo Ho membela diri, bahwa pada saat itulah dia menyimpulkan pikirannya.

Ryang Ha frustasi, dia tidak apa yang akan dia lakukan dengan Soo Ho. Ryang Ha bilang bahkan tidak ada pencuri yang masuk ke dalam rumah pada jam itu, jadi bagaimana dunia akan menghargai Soo Ho yang pergi ke rumah Bo Nui jam 4 pagi? Bahkan mungkin rasa suka Bo Nui berkurang sekarang.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164139.972_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164143.997_thumb

“Apakah itu sebabnya dia marah padaku?” Soo Ho seakan menemukan jawaban dari sikap dingin Bo Nui padanya.

“Kau juga begitu lamban. Ya ampun. Ya, dengarkan. Aku senang kau sekarang memiliki keinginan untuk berkencan, tetapi kau harus banyak belajar. Ayo kita pergi berlatih. Go.” Ryang Ha beranjak dari duduknya.

“Itu sebabnya dia marah padaku.” Soo Ho bicara sendiri, masih mencoba memahami sikap Bo Nui yang menurutnya marah karena jam 4 pagi itu.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164149.739_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164200.417_thumb

Tuan Je mengikuti Nyonya Hee Ae yang kembali membawa herbal miliknya. Tapi ternyata Nyonya Hee Ae pergi ke shaman. Melihat hal itu Tuan He menyebut istrinya konyol karena masih percaya pada hal-hal yang tidak masuk akal.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164232.458_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164235.960_thumb

Tuan Je kemudian pergi ke gedung kantor ZeZe. Dia bersembunyi ketika melihat Soo Ho hendak keluar. Dia kemudian melihat Young Il yang bertegur sapa dengan Soo Ho, dan Soo Ho tampak begitu akrab dengan Young Il yang bahkan memintanya untuk bicara dengan santai.

Ryang Ha keluar dan menyapa ahjussi Young Il juga. Ryang Ha kemudian bilang bahwa Soo Ho dan Young Il terlihat sangat mirip hari ini dari tinggi, bahu dan mata. Mereka dengan mudah bisa dengan mudah dinyatakan sebagai ayah dan anak. Ryang Ha tertawa. Young Il juga tertawa dan meminta Ryang Ha untuk berhenti bicara omong kosong.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164251.991_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164301.247_thumb

Setelah ahjussi Young Il pergi Ryang Ha bilang Young Il terlihat jauh lebih ramah daripada Soo Ho. Dan dia pikir mata Soo Ho lebih miring. Soo Ho kemudian bertanya mereka hendak pergi kemana.

“Apa kau pikir kau sekarang terlihat seperti manusia? Berhenti memakai celana pendek jelek itu! Aku akan membuatmu menjadi layaknya manusia.”

Soo Ho kemudian mengikuti Ryang Ha yang berjalan sambil menyanyi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164312.014_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164320.054_thumb

Sementara itu Tuan Je melihat motor delivery milik Young Il. Kemudian Tuan Je berjalan sambil memikirkan perkataan Ryang Ha yang menyamakan Soo Ho dengan Young Il. Tuan Je bahkan berjalan di tengah jalan dan tak sadar ada mobil di belakangnya. Hingga kemudian dia tertabrak oleh motor Young Il.

Young Il yang juga jatuh segera mendekati Tuan Je dan menanyakan keadaannya. Young Il mengajak Tuan Je ke rumah sakit. Tapi Tuan Je menepis tangannya dan berjalan pergi. Young Il lalu memberikan kartu namanya dan meminta Tuan Je menghubunginya jika ada masalah.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164328.524_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164427.500_thumb

Ryang Ha selesai mendandani Soo Ho. Terlihat lebih berkelas dengan mengenakan jas, tapi masih dengan celana pendek. Karena itulah Ryang Ha kesal pada Soo Ho yang begitu keras kepala. Ryang Ha bahkan menyuruh Soo Ho mengenakan celana pendek sepanjang hidupnya, bahkan ke pernikahan serta pemakaman.

“Astaga, aku menyerah.” Ujar Ryang Ha.

“Kenapa? Aku pikir ini terlihat keren.” Soo Ho membela diri.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164435.360_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164442.499_thumb

Ryang Ha lalu menyuruh Soo Ho menelepon Bo Nui. Dia sudah memesankan tempat di sebuah restoran. Jadi Ryang Ha tinggal menelepon Bo Nui dan memintanya datang. Soo Ho cemas, bagaimana jika Bo Nui menolak? Karena itulah Ryang Ha menyarankan Soo Ho menggunakan wewenangnya meskipun itu akan terlihat picik.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164450.379_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164458.610_thumb

Bo Nui yang sedang membersihkan lorong rumah sakit di depan kamar Bo Nui mendapatkan pesan dari Soo Ho yang berisi lokasi dan juga permintaan Soo Ho agar Bo Nui harus datang ke tempat itu jam 7 malam. Soo Ho kemudian juga menelepon. Soo Ho memastikan Bo Nui sudah menerima pesannya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164504.477_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164509.507_thumb

“Kau tidak bisa mengatakan tidak.” Ujar Soo Ho sesuai arahan Ryang Ha.

“Aku akan kesana.”

“Kau harus datang ya!”

“Ya..”

“Kau janji!” kemudian Soo Ho menutup teleponnya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164525.026_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164526.058_thumb

Ryang He senang karena Soo Ho mengikuti arahannya dan mereka berhasil membuat Bo Nui untuk datang.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164543.691_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164538.583_thumb

Perawat bergegas menghampiri Bo Nui dan memintanya untuk tidak membersihkan lorong. Bo Nui sudah berhenti melakukannya beberapa lama, kenapa Bo Nui melakukannya lagi? Bo Nui bilang dia melakukannya dengan pengabdian dan dedikasinya. Karena hanya Bo Ra yang dia butuhkan dalam hidupnya (ini seperti penekanan untuk dirinya sendiri).

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164547.541_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164554.756_thumb

Bo Nui kemudian bergegas pergi ke tempat janjian dengan Soo Ho. Ketika melewati kedai ayam, dia terkejut melihat keributan disana. Bo Nui mendekati Young Il dan menanyakan apa yang terjadi.

Young Il menjelaskan bahwa pria mabuk yang mengacau itu adalah orang yang hampir dia tabrak dengan motornya. Itu adalah Tuan Je. Bo Nui lalu memberitahu bahwa itu adalah ayahnya Soo Ho. Young Il terkejut.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164604.446_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164629.513_thumb

“Benar! Aku ayah Soo Ho. Kau bukan ayahnya. Aku, Je Mul Po, adalah ayah Je Soo Ho!”

Bo Nui ingin membantu menenangkan Tuan Je. Tapi Young Il membawa Bo Nui keluar, biar dia yang menanganinya. Bo Nui kemudian tampak ragu ingin menghubungi seseorang.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164635.031_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164648.373_thumb

Sementara itu Soo Ho sudah menunggu Bo Nui di restoran dengan sebuket bunga. Soo Ho tampak tegang. Dia kemudian menerima telepon dari Bo Nui. Soo Ho langsung meminta Bo Nui untuk tidak mengatakan kalau dia tidak akan datang karena Soo Ho akan tetap menunggu Bo Nui sampai Bo Nui datang.

Tapi bukan itu yang ingin dikatakan Bo Nui. Bo Nui sepertinya memberitahu tentang Tuan Je yang mengacau di kedai ayam.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164657.753_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164655.991_thumb

Di kedai ayam, Young Il akhirnya mengingat Tuan Je. Dia mengingat Tuan Je sebagai tetangga Nyonya Hee Ae. Young Il bertanya apakah Tuan Je mengingatnya?

“Kenapa aku harus ingat? Bagaimana aku tahu yang dilakukan seseorang sepertimu yang berasal dari Seoul pada wanita muda di kota kecil sambil menggodanya.”

“Sepertinya ada kesalahpahaman, tapi aku tidak—“

“Sebuah kesalahpahaman?” Tuan Je menyela lalu menjatuhkan barang-barang lagi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164708.553_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164710.607_thumb

Barang-barang elektronik, mungkin seperti alat game. Tuan Je kesal, apakah Young Il ingin terlihat seperti seorang insinyur juga?

“Jangan pernah bermimpi. Aku tidak yakin mengapa kau tetap berkeliaran sekitar anak dan istriku, tapi Soo Ho adalah anakku! Dia anakku!” amuk Tuan Je lagi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164746.547_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164751.848_thumb

Soo Ho kemudian tiba disana dan segera masuk ke dalam kedai. Tuan Je sedang berbaring di lantai. Soo Ho meminta maaf pada Young Il. Young Il bilang tidak masalah dan mempersilahkan Soo Ho membawa ayahnya pulang.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164803.260_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164806.501_thumb

Soo Ho membangunkan Tuan Je. Tuan Je melihat Soo Ho datang dan berseru kalau anaknya ada disana.

“Lihat ini dengan mata terbuka lebar. Bahkan jika dunia ini berakhir, jenius ini akan selalu menjadi anakku! Apakah itu jelas?”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164824.203_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164828.774_thumb

Soo Ho membawa ayahnya keluar kedai. Tuan Je meronta. Nyonya Hee Ae kemudian datang dengan taksi dan menatap merasa menyesal pada Young Il. Tapi Young Il memberi isyarat kalau dia tak apa-apa dan menyuruh Hee Ae untuk ke suaminya.

Soo Ho melihat kalau ibunya itu mengenal Young Il (memastikan setelah Soo Ho melihat ibunya dengan Young Il di halte bis). Soo Ho lalu meminta ibunya membawa ayahnya pulang. Soo Ho mengangkat ayahnya menuju taksi. Tuan Je masih berteriak pada Young Il untuk tidak bermimpi karena Soo Ho adalah anaknya dan. Young Il akan dihukum untuk apa yang telah dia lakukan.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164834.491_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164846.076_thumb

Setelah ayah dan ibunya pergi, Soo Ho berbalik ingin masuk ke dalam kedai untuk membantu Young Il membereskan kekacauan yang telah dibuat ayahnya. Young Il menolak, itu adalah kedai dan barang-barangnya, dia tidak ingin orang lain yang membersihkannya. Young Il bahkan meminta Bo Nui mengajak Soo Ho pergi untuk menghirup udara segar karena mereka pasti terkejut.

“Jika aku pergi sekarang, aku tidak akan berbeda dari ayahku. Aku akan membersihkannya sebelum aku pergi.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164905.733_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164955.458_thumb

Bo Nui menyusul Soo Ho masuk ke dalam kedai. Soo Ho memintanya pergi. Tapi Bo Nui bilang dia suka ahjussi Young Il dan kedai itu, jadi Soo Ho tak perlu memikirkannya. Bo Nui lalu menjelaskan dengan hati-hati bahwa dia dengar Ahjussi Young Il hampir menabrak Tuan Je, dan Tuan Je jadi salah paham.

“Tidak ada alasan atau kesalahpahaman apapun yang dapat membenarkan hal ini.” Ujar Soo Ho lalu menatap Bo Nui yang membantunya.

***

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_164920.003_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_164926.558_thumb

Soo Ho membawa sampah keluar. Ahjussi Young Il meminta Soo Ho untuk meninggalkan sampahnya. Tapi Soo Ho berkeras dan meminta Young Il untuk masuk saja. Bo Nui pamit pada Ahjussi dan meminta maaf karena ahjussi harus berurusan dengan kekacauan tadi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_170506.033_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_170525.509_thumb

Bo Nui berjalan menyusul Soo Ho. Soo Ho menyuruh Bo Nui pulang karena dia juga akan pulang setelah membuang sampah itu. Bo Nui mengajak Soo Ho untuk membuang sampah itu bersama-sama. Tapi Soo Ho tidak mau, dia bisa melakukannya sendiri.

Soo Ho menarik kantong sampah yang diambil Bo Nui dan terjatuh. Bo Nui tertawa. Bo Nui lalu berjongkok dan menanyakan keadaan Soo Ho. Soo Ho sesaat menatap Bo Nui lalu berkata dengan terbata.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_170530.882_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_170539.844_thumb

“Aku bilang aku bisa membawanya. Lupakan semuanya. Lupakan apa yang baru saja kau lihat...dan apa yang ayahku lakukan. Lupakan semuanya. Lupakan apa yang baru saja kau lihat...dan apa yang ayahku lakukan.” Soo Ho kemudian berdiri.

“Aku tidak mau. Aku akan mengingat semuanya...dari bagaimana kau mengkhawatirkan aku sekarang...dan bagaimana kau melakukan yang terbaik untuk menebus apa yang ayahmu lakukan. Jadi jangan malu. Tidak apa-apa untuk menjadi malu.” Bo Nui lalu berjalan mendahului Soo Ho sambil membawa kantung sampahnya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_170603.594_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_170616.484_thumb

“Kalau begitu bisakah kau terus melakukan hal ini untukku?”

Soo Ho menghentikan langkah Bo Nui. Bo Nui pun berbalik menatap Soo Ho.

“Entah itu orang tuaku, atau kelemahanku, aku pikir aku tidak akan malu jika itu kau.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171043.159_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171042.022_thumb

“Depyunim… Untukku, Bo Ra yang pertama.”

“Kau lindungi Bo Ra. Aku yang akan melindungimu.”

Bo Nui terdiam. Soo Ho lalu berjalan menuju Bo Nui sambil mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Soo Ho bilang mendapatkan sebuat jimat. Itu adalah jimat keberuntungan berbentuk harimau yang dibuat khusus untuk Bo Nui. Sebuah kalung berliotin harimau.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_170953.298_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171013.264_thumb

Soo Ho tidak tahu jika akhirnya dia memberikan jimt itu di depan kantung sampah. Soo Ho meminta Bo Nui mengambilnya.

“Aku tidak bisa menerima ini. Jangan memberikannya padaku. Bagiku, kau hanya atasanku dan tidak lebih atau kurang. Aku ingin bertemu denganmu hari ini untuk memberitahu ini. Maafkan aku.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171100.908_thumb[1]Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171102.567_thumb[1]

Bo Nui kemudian berjalan pergi. Soo Ho tampak terkejut mendengarnya. Tapi bukan Soo Ho namanya jika dia tidak mengejar Bo Nui. Soo Ho mengejar Bo Nui dan menahan tangannya. Bo Nui meminta Soo Ho melepaskannya.

“Kau bilang kau tidak membenciku.”

“Aku tidak pernah mengatakan aku menyukaimu.”

“Malam itu..”

“Kau sakit dan kau juga membantuku sebelumnya, jadi aku memaksakan diri untuk tinggal bersamamu. Aku melewatkan wawancara Gun Wook karena hal itu, jadi aku sangat menyesal.” Bo Nui meninggikan suaranya.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171119.830_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171121.819_thumb

“Apa kau bilang..kau menyesal?”

“Benar. Aku tidak yakin apa yang kau rasakan malam itu, tapi aku merasa kesal dan tidak nyaman.”

“Berhenti berbohong.”

“Bagimu, itu selalu 0 atau 1 dan pergi atau berhenti. Aku telah memilih untuk berhenti. Jadi tolong biarkan aku pergi.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171148.627_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171155.476_thumb

“Jika kau pergi sekarang, aku tidak akan menanyakannya lagi. Apa kau benar-benar tidak menyukaiku?” Soo Ho butuh ketegasan.

“Kau bilang aku seperti bug. Sebuah bug di kepalamu. Tangkap. Tangkap dan bunuh bug itu.” Bo Nui menarik tangannya dengan paksa dan berjalan pergi.

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171221.610_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171250.820_thumb

Soo Ho terdiam. Tapi kemudian dia berlari mengejar Bo Nui, dan membalik badannya. Bo Nui menangis. Soo Ho kembali terdiam. Saat Bo Nui hendak pergi kembali, Soo Hi menarik tangannya dan meng-kiss Bo Nui.

“Inikah.. yang seharusnya aku lakukan?”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171309.816_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171321.642_thumb

Bo Nui diam tak menjawab. Lalu Soo Ho meng-kiss Bo Nui lagi.

***

Bersambung ke episode 11~

***

[TRUTH or DARE] : Pesan yang tidak terkirim

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171328.732_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171332.203_thumb

Saat malam itu Soo Ho mengirim pesan pada Bo Nui, menanyakan apa Bo Nui ada waktu besok, Bo Nui menerimanya dengan excited. Dia bahkan bingung hendak membalas apa. (Pantas Soo Ho menunggu agak lama balasan Bo Nui)

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171341.906_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171355.487_thumb

“Mengapa kau menanyakan itu?” balas Bo Nui.

“Ayo kita makan malam bersama jika kau ada waktu.” balas Soo Ho lagi.

Bo Nui tertawa senang. Dia lalu menulis pesan balasan, “Baiklah.”

Lucky.Romance.E10.mkv_20160628_171414.179_thumbLucky.Romance.E10.mkv_20160628_171421.407_thumb

Tapi kemudian Bo Nui melihat lukisan Bo Ra. Bo Nui menghapus pesan tadi. Dan kita tahu Bo Nui menolak ajaka Soo Ho dengan alasan sudah ada janji.

***

Komentar:

Dari TRUTH or DARE kita diperlihatkan bahwa sebenarnya Bo Nui juga menyukai Soo Ho. Tapi fokusnya saat ini adalah Bo Ra. Dia sepertinya tidak mau bersenang-senang sementara Bo Ra masih terbaring sakit.

Awalnya aku masih penasaran apa yang membuat Soo Ho menyukai Bo Nui. Di episode ini aku mendapat jawabannya. Bo Nui benar-benar melihat Soo Ho dengan objektif. Dia tidak membedakan Soo Ho dengan yang lain. Dia selalu menularkan energi positif dengan semangatnya. Dia paham dengan sikap dingin Soo Ho pada ayah dan ibunya. Dia tidak menghakimi. Dan yang paling penting, dia menerima segala kekurangan dan hal memalukan di diri Soo Ho yang adalah seorang jenius di mata orang lain. (bener gak yaaa.. haaa…)

Sebenarnya aku agak kecewa dengan Amy. Aku pikir dia akan jadi wanita yang sportif. Elegan seperti imagenya sampai saat ini. Tapi ternyata dia sedikit licik juga. Buktinya dia menemui Bo Nui dan mengatakan kalau dia ingin memulai lagi dengan Soo Ho dan mengharapkan Bo Nui berhasil dengan Gary. Padahal dia tahu Soo Ho menyukai Bo Nui. Ini tuh seakan peringatan agar Bo Nui tidak dekat-dekat dengan Soo Ho. Tapi wajar juga sih.. Toh sepertinya Amy tidak tahu kalau Bo Nui juga menyukai Soo Ho.

Pada sadar kan banyak perubahan di diri Soo Ho setelah dia bertemu dengan Bo Nui? Dia tidak lagi galak pada karyawannya. Dulu sedikit saja karyawannya bersalah, dia menginginkan pengunduran diri. Tapi sekarang meskipun kesalahan karyawannya lumayan besar, dia tidak menghukum mereka sama sekali. Yang paling lucu adalah, dia jadi sedikit percaya dengan takhayul. Buktinya saat kendaraannya terperosok, dan Bo Nui datang. Dia juga tidak melarang Bo Nui lagi dengan garam dan kacang merahnya. Selain itu, Soo Ho juga mulai membuka komunikasi duluan dengan ibunya. Meskipun tidak dengan ayahnya.

Oh ya mengenai ayah… Aku jadi semakin curiga dengan ahjussi Young Il ini.. benarkah dia ayah kandung Soo Ho? Ini terlihat dari begitu bencinya Tuan Je pada ahjussi Young Il, apalagi ketika mendengar Ryang Ha menyamakan Soo Ho dengan ahjussi. Dengan semua kata-kata yang dilontarkan Tuan Je di kedai ayam, yang menegaskan bahwa Soo Ho adalah anaknya, apakah itu artinya Young Il pernah memadu kasih dengan Hee Ae, lalu dia kembali ke Seoul tanpa tahu Hee Ae hamil. Dan Tuan Je lah yang menikahi Hee Ae agar Soo Ho punya ayah. Young Il juga kan mengenali Tuan Je sebagai tetangga Hee Ae.

Oya, mian ya minggu ini telat lagi postingnya. Hari minggu kemarin anakku di khitan, jadi banyak persiapan sebelum dan sesudahnya.

1 comment:

  1. gak papa mbak, meski telat akan selalu di nanti, asal jangan drop ditengah jalan ya mbak. selamat atas khitanan anaknya ya mbak.
    lucu liat perkembangan ryang ha dan dal nim kekekekek, aku favoritin couple ini juga heheheh. kasian bo nui, berharap aja soo ho tetap berusaha menyakinkan bo nui untuk menikmati hidup termasuk jatuh cinta. kasian liat bo nui menderita terus hiks hiks. makasih mbak tetap semangat.

    ricky

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD