Monday, June 06, 2016

Lucky Romance | Episode 4–1

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111622.513_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111648.639_thumb

Bo Nui kembali meneliti isi dari kontrak kerja miliknya dan kotrak kerjasama ZeZe dan Daebak. Dari kejauhan, Seung Hyun, Yun Fat, dan Dae Kwon memperhatikannya. Mereka melanjutkan taruhan waktu itu. karena Bo Nui akhirnya menandatangani kontrak kerjanya, maka Seung Hyun yang menang.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111731.523_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111748.776_thumb

Bo Nui menemui Soo Ho dan memastikan bahwa bunyi di dalam kontrak kerjasama itu benar. Bahwa jika Bo Nui tidak bekerja disana maka kerjasama ZeZe dan Daebak dibatalkan. Bo Nui menyimpulkan bahwa dia punya pengaruh untuk membatalkan kerjasama itu. ZeZe tidak akan bisa mengembangkan IF jika Bo Nui tidak menyerahkan kontrak kerjannya.

Soo Ho bertanya apa yang Bo Nui inginkan. Bo Nui bilang dia akan bekerja di ZeZe dan sudah menandatangani kontrak kerjanya, tapi dia ingin Soo Ho mengabulkan permintaannya. Soo Ho dengan kesal meminta Bo Nui untuk segera mengatakannya, langsung pada intinya, karena Bo Nui sudah menghabiskan waktu 6 menit 30 detik.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111759.774_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111757.971_thumb

“Kencan denganku!” ujar Bo Nui cepat, membuat Soo Ho langsung terdiam.

Bo Nui meminta Soo Ho berkencan dengannya selama tiga minggu sambil mereka mengembangkan IF bersama-sama.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111857.443_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111904.579_thumb

Ponsel Soo Ho berdering. Ibunya, Nyonya Yang Hee Ae, menelepon. Nyonya Hee Ae kesal karena Soo Ho tidak menjawab telepon juga tidak membalas pesannya. Seharusnya jika Soo Ho tidak datang, dia memberitahunya. Nyonya Hee Ae kecewa karena dia sudah memasak banyak makanan untuk Soo Ho. Nyonya Hee Ae juga kesal karena suaminya menemui Soo Ho saat sedang mabuk dan membuat Soo Ho kesal.

Sepertinya hari ini adalah dari ulang tahun ayahnya Soo Ho, Tuan Je Mul Po. Tuan Je berkata bahwa sudah setahun ini Soo Ho bersikap seperti bukan anak mereka. Tuan Je bilang mulai sekarang mereka harus hidup seperti orang asing, dan meminta Nyonya Hee Ae untuk tidak menemui Soo Ho lagi.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111912.298_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111921.285_thumb

“Jika saja kita punya menantu, dia pasti akan membantu kita. Dia tidak pernah berkencan sampai sekarang dan itu membuatnya menjadi dingin. Dia pingsan saat acara karena dia tidak punya pacar. Dia memiliki energi terlalu banyak. Dan karena itu dia menjadi pintar.” Ujar Nyonya Hee Ae.

Tuan Je kesal mendengarnya. Dia kesal karena Nyonya Hee Ae masih terus menemui peramal. Dia sudah memperingatkan istrinya itu untuk berhenti mempercayai hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu.

“Suamiku duduk memancing sepanjang hari, dan putraku duduk bekerja sepanjang hari. Lalu siapa lagi yang ada untukku?” Nyonya Hee Ae kesal.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_111953.637_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_111959.887_thumb

Sementara itu Soo Ho masih terkejut dengan ucapan Bo Nui, apa yang sebenarnya Bo Nui katakan? Sekali lagi Bo Nui menjelaskan, bahwa syaratnya adalah kencan.

“Jadi maksudmu…kau menyukaiku?”

“Tidak. Bukan seperti itu.”

Soo Ho makin tak mengerti. Bo Nui menjelaskan bahwa dia tidak meminta Soo Ho untuk terlibat secara romantis dengannya, Bo Nui hnaya ingin mereka melakukan hal-hal yang dilakukan para pasangan pada umumnya, seperti nonton film, minum teh bersama, dan mereka bisa masak ramen bersama.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_112124.646_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_112129.627_thumb

Kencan kontrak. Soo Ho bisa menganggapnya sebagai versi beta dari sebuah game. Bo Nui meyakinkan Soo Ho bahwa itu simpel, Soo Ho hanya perlu menyediakan waktu.

“Aku akan memberikan jawaban yang simple. Tidak mau.”

“Kau ingin menyerah tentang IF?”

Soo Ho bilang kalau IF adalah game yang dikembangkan Bo Nui. Sekarang jika Bo Nui mencoba membuat kesepakatan dengannya menggunakan game itu, itu seperti Bo Nui sedang menggunakan anak Bo Nui sendiri sebagai sandera. Bo Nui mengelak, bukan sandera, dia hanya mencoba mengambil keuntungan dari anaknya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_112148.914_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_112157.343_thumb

Bo Nui kembali meyakinkan Soo Ho bahwa dia hanya butuh Soo Ho selama 3 minggu. Jika Soo Ho melakukannya dengan baik, maka itu akan berakhir dengan cepat. Bo Nui berjanji dia akan menghilang dari kehidupan Soo Ho setelah itu.

“Mengapa kau melakukan ini padaku? Apa sebenarnya tujuanmu?” Soo Ho mulai kesal pada Bo Nui yang terus ngotot.

Sambil berkaca-kaca Bo Nui menjelaskan bahwa hidup seseorang bergantung pada permintaannya tadi. Jika Soo Ho menolak, dia mungkin akan mati.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_112218.156_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_112226.022_thumb

Setelah beberapa saat terdiam, Soo Ho menyuruh Bo Nui pergi karena mengatakan hal yang tak masuk akal.

Bo Nui pun berjalan pergi sambil berkata kalau dia akan merobek kontrak kerjanya dan akan berkemas. Tunggu, Soo Ho menghentikan Bo Nui. Dia meminta waktu berpikir sampai besok. Bo Nui mempersilahkan, meskipun dia yakin hanya ada satu jawaban. Bo Nui kemudian keluar.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_112345.783_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_112403.763_thumb

Gun Wook dan Ami lomba berenang. Gun Wook pikir Amy hanya ingin mencari keringat, tapi ternyata Amy berusaha keras mengalahkannya. Amy bilang kalau dia hanya bisa melawan Gun Wook disana, karena dia tidak bisa melawan permainan tenis Gun Wook.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_112419.115_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_112429.852_thumb

Setelah berenang, Gun Wook permisi pergi ke suatu tempat. Amy curiga kalau Gun Wook akan menemui Bo Nui. Tapi Gun Wook meyakinkan bahwa dia pergi untuk urusan lain.

Amy juga mendapatkan telepon dari seseorang. Sepertinya pihak ZeZe yang mengajak kerjasama untuk game IF.

***

 

Gun Wook bergegas masuk ke sebuah café dan bertabrakan dengan seorang pria yang mengenakan jaket dan topi di pintu masuk.

Gun Wook menemui seseorang. Dia adalah seorang detektif swasta yang membantu Gun Wook mencari ayah kandungnya. Tadi Gun Wook bergegas kesana karena detektif itu bilang kalau dia sudah menemukan ayah Gun Wook dan sedang bersamanya. Tapi ternyata dia sendirian.

 

Detektif itu bilang bahwa pria yang tadi bersamanya mengaku sebagai ayah kandung Gun Wook. Tapi saat dia memberitahu kalau Gun Wook sedang menuju kesana, pria itu segera pergi. Pria itu adalah pria yang bertabrakan dengan Gun Wook di pintu.

Detektif itu mengira pria tadi hendak menipu Gun Wook. Gun Wook pasti sudah tertipu jika bukan karena dirinya. Sekarang ini banyak gelandangan yang mengaku sebagai anak dari para orang tua yang menderita Alzheimer. Mereka terpojok, karena itu mereka mampu melakukan apapun.

 

Gun Wook terganggu dengan kata ‘gelandangan’. Gun Wook bilang seharunya detektif itu memastikan lebih dulu. Tapi detektif bilang hal itu sulit dilakukan karena dia tidak tahu banyak. Gun Wook saja tidak tahu alamatnya, dan foto yang diberikan Gun Wook sudah terlalu lama.

“Aku tidak peduli berapa biayanya. Dua bulan. Aku harus menemukannya dalam waktu dua bulan.”

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_113835.103_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_113841.928_thumb

Soo Ho mengatakan tentang Bo Nui pada Ryang Ha. Ryang Ha terkesan pada Bo Nui, dia juga seharusnya menambahkan hal itu pada kontraknya sendiri. Soo Ho bilang kalau dia tidak sedang bercanda. Ryang Ha tahu, Soo Ho tidak bisa membuat lelucon.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_113857.318_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_113856.187_thumb

“Oh ya. Dia menanyakan tentangmu padaku, karena inging memberikan kesan yang bagus.”

“Benarkah?”

“Mungkinkah dia jatuh cinta padamu pada pandangan pertama?” Ryang Ha kemudian tertawa.

Soo Ho menanggapinya dengan serius. Itu bisa saja terjadi, tapi Bo Nui bilang kalau mereka tidak akan benar-benar pacaran. Soo Ho memikirkan kata-kata Bo Nui bahwa hidup seseorang bergantung pada hal itu. Soo Ho kemudian menanyakan maksudnya pada Ryang Ha.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_113536.582_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_113539.617_thumb

“Dia bilang dia akan menghilang jika aku berkencan dengannya hanya selama 3 minggu.”

Mendengar hal itu Ryang Ha terkejut. Mungkinkah itu adalah salah satu daftar keinginannya? 3 minggu adalah batas waktu yang dimiliki Bo Nui karena dia akan di operasi setelah 3 minggu itu. Dan kemungkinan sukses operasi itu sangat rendah, dia mungkin akan mati. Itulah mengapa dia ingin melakukan semua hal yang belum pernah dia lakukan.

Soo Ho memikirkan perkataan Ryang Ha. Tapi, tidak. Soo Ho membayangkan sosok Bo Nui. wajahnya halus, pipinya kemerah-merahan, dan corak kulitnya juga bagus. Matanya jernih, dan wambutnya juga mengkilap. Ryang Ha mendelik, Soo Ho mengamati Bo Nui dengan jeli.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_113548.347_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_113551.729_thumb

Soo Ho menjelaskan maksudnya, dia hanya ingin mengatakan kalau Bo Nui tidak terlihat sama sekali. Tapi Ryang Ha bilang sekarang ini penyakit memang tidak tampak dari luar. Ryang Ha menduga Bo Nui menderita kanker atau penyakit langka. Pantas saja Ryang Ha melihat Bo Nui tampak sangat khawatir. Ryang Ha merasa kasihan, karena Bo Nui masih sangat muda.

“Tapi kenapa aku?” Soo Ho masih tak terima.

Ryang Ha yang berjalan menuju dapur berkata bahwa itu adalah misteri terakhir. Ryang Ha kemudian membuka kulkas yang tak banyak isinya, dan mengambil sebuah botol.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_113601.820_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_113612.170_thumb

Soo Ho tetap tak terima, dari semua pria kenapa harus dia yang diminta Bo Nui untuk berkencan. Ryang Ha tidak tahu, mungkin Bo Nui pikir Soo Ho adalah target yang mudah.

Ryang Ha kemudian minum minuman di botol yang terasa asam. Soo Ho bilang ibunya yang membawakan itu saat terakhir kali datang. Kapan terakhir kali ibunya Soo Ho datang? Musim panas… tahun lalu.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114002.434_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114004.518_thumb

Ryang Ha berakhir di rumah sakit. Dia kesal. Apakah Soo Ho sengaja meracuninya untuk mengambil sahamnya? Ryang Ha bilang kalau dia tidak akan mati semudah itu. Soo Ho menyalahkan Ryang Ha yang sembarangan minum di rumahnya.

Ryang Ha kemudian berkata kalau dia baru 33 tahun dan dia terlalu muda untuk mati. Dia tidak mau mati hingga dia bisa berkencan dengan supermodel. Soo Ho meminta Ryang Ha untuk berhenti bicara, sebentar lagi ibunya Ryang Ha datang.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114015.586_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114020.609_thumb

“Hei, kau harus menerima permintaannya. Dia akan menjadi arwah yang menyedihkan jika dia meninggal tanpa pernah berkencan dengan seseorang.”

Ryang Ha juga mengingatkan bahwa Bo Nui adalah orang yang mengembangkan IF. Soo Ho tak menganggap serius perkataan Ryang Ha itu.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114124.089_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114129.833_thumb

Bo Nui juga pergi ke rumah sakit dan membagikan roti serta susu pada para perawat. Seorang perawat bilang kalau Bo Nui seharusnya menabung untuk membayar tagihan rumah sakit yang semakin menumpuk. Bo Nui lalu memberitahu dengan gembira kalau dia akan segera melunasinya, karena sekarang dia sudah mendapatkan pekerjaan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114135.908_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114147.250_thumb

Sementara itu Soo Ho yang sebelumnya tampak tak peduli di depan Ryang Ha, sekarang dia duduk diluar sambil merenungkan permintaan Bo Nui, juga mengingat saat Bo Nui bersusah payah memintanya diam sebentar waktu di rumah karena dia harus kencan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114150.965_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114155.437_thumb

Bo Nui berjalan ke arah Soo Ho, tapi dia tidak melihat Soo Ho. Begitupun Soo Ho yang kemudian bangkit dan berjalan pergi.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114203.830_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114211.666_thumb

Perhatian Bo Nui tertuju pada seorang pasien yang baru saja masuk UGD dan seorang ibu yang mengejar masuk dengan cemas hingga alas kakinya terlepas. Bo Nui membantu ibu itu menggunakan alas kakinya kembali. Bo Nui menenangkan ibu itu yang sudah berjalan masuk ke dalam.

“Dia akan baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja.” Tapi sebenarnya Bo Nui juga menenangkan dirinya sendiri. “Pasti akan baik-baik saja.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114222.159_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114217.241_thumb

Bo Nui kemudian pulang dan melihat Gun Wook berdiri di depan. Gun Wook bilang kalau dia sedang menunggu Bo Nui. Bo Nui menyuruh Gun Wook masuk ke rumah karena sudah malam.

Gun Wook menghentikan Bo Nui yang berjalan masuk, “Bisakah kau bicara denganku? Hari ini aku mengalami hari yang buruk.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_114224.990_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_114230.525_thumb

Dan kemudian Gun Wook sudah ada di rumah Bo Nui. Bo Nui menunjukkan fotonya dengan ayahnya Gun Woo. Itu adalah foto kelulusan SMP Bo Nui. Gun Wook bertanya apakah ayahnya itu masih tinggal disana saat itu.

Tidak. Hari kelulusan Bo Nui tepat sehari setelah pemakaman orang tuanya. Bo Nui tidak berpikir untuk pergi, tapi ayahnya Gun Wook datang pagi itu karena mendengar tentang kecelakaan orangtua Bo Nui. Ayah Gun Wook menyatakan bela sungkawa dan menangis cukup lama. Dia mengetahui bahwa hari itu adalah hari kelulusan Bo Nui dan segera mengajaknya pergi. Dia juga bilang kalau Bo Nui harus memiliki foto kelulusan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124316.164_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124324.400_thumb

Gun Wook tersenyum sedih, “Aku tidak pernah berfoto bersamanya. Baik foto hari pertama sekolah.. maupun foto kelulusan. Aku sangat marah padanya karena hal itu. Aku tidak mengerti mengapa dia meninggalkan kami. Aku juga ingin tahu apakah aku tidak berarti apa-apa untuknya.”

Gun Wook kemudian bertanya pada Bo Nui, bagaimana jika dia sudah terlambat? Bagaimana jika dia ternyata datang sangat terlambat? Bo Nui memberikan sebuah boneka burung hantu. Bo Nui bilang bahwa itu adalah penjaga yang akan melindungi Gun Wook dari nasib buruk.

Burung hantu terjaga di malam hari yang membuat matanya terbuka lebar untuk menemukan ayah Gun Wook. Gun Wook berterima kasih. Bo Nui berkata kalau orang lain berpikir hal itu tidak masuk akal dan bahwa itu adalah takhayul, tapi Bo Nui tidak berpikir seperti itu.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124335.374_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124339.414_thumb

“Beberapa orang tidak bisa melakukan apapun kecuali berharap untuk yang terbaik. Jika kau berharap dengan sungguh-sungguh untuk sesuatu, maka itu akan menjadi kenyataan. Kau bisa menemukan ayahmu.”

Gun Wook mengangguk. Tapi kemudian dia penasaran, apakah karena harapan itu Bo Nui mencari pria bershio harimau? Untuk nasib baik? Bo Nui kan sebelumnya mencoba menggoda Gun Wook karena berpikir kalua Gun Wook adalah seorang harimau.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124349.692_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124352.669_thumb

Bo Nui menjelaskan bahwa itu untuk kebaikan Bo Ra. Bo Nui bisa melakukan apapun untuk Bo Ra. Gun Wook penasaran berapa umur harimau itu? Mereka lahir tahun 1986, jadi umurnya 31 tahun. Bo Nui bertanya apakah Gun Wook kenal pria yang lahir di tahun itu?

Ada beberapa, tapi mereka di Kanada. Bo Nui kesal, Gun Wook memberi harapan palsu. Gun Wook lalu mengingatkan Bo Nui untuk tidak datang ke sembarang pria. Karena semua pria itu punya pikiran kotor, kecuali dia.

Bo Nui menyindir, ah.. Gun Wook cukup polos hingga membiarkan pacarnya mendekorasi rumahnya. Maksud Bo Nui adalah Amy. Gun Wook menjelaskan, mereka hanya punya hubungan pekerjaan. Tapi Bo Nui tak percaya. Gun Wook meyakinkan, dia tidak sudah wanita yang lebih tua.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124356.125_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124404.218_thumb

“Ada banyak wanita muda yang mengantri untuk berkencan denganku. Kenapa aku harus berkencan dengan wanita lebih tua yang wajahnya keriput.” Gun Wook berkata tanpa rasa bersalah.

Bo Nui bilang kalau Gun Wook sudah menyakiti hatinya, yang juga seorang yang lebih tua dari Gun Wook. Bo Nui meminta kembali bonekanya. Gun Wook meminta maaf dan berkata kalau Bo Nui itu cantik. Mereka lalu rebutan boneka.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124846.440_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124856.439_thumb

Soo Ho bertemu Bo Nui di dalam lift. Bo Nui bertanya, apakah Soo Ho sudah memikirkannya? Soo Ho hendak mengatakan sesuatu, tapi kemudian datang beberapa orang yang juga akan masuk ke dalam lift. Soo Ho pun tak jadi bicara.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124903.564_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124914.415_thumb

Bo Nui duduk di mejanya sambil terus melihat kea rah ruangan Soo Ho. Bo Nui kemudian minum dari botol, dan menyemburkannya kembali ketika melihat Soo Ho keluar dari ruangannya. Bo Nui terbatuk. Soo Ho hanya melihat ke arah Bo Nui sebentar, lalu pergi.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124919.039_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124924.606_thumb

Kemudian Soo Ho tak sengaja melihat dan mendengar Bo Nui sedang menjawab telepon seseorang. Soo Ho kepo.

“Akankah baik-baik saja.. menaikkan jumlah suntikan? Apakah obatnya lebih kuat? Apakah ada efek samping? Baiklah.. kita harus melakukannya jika itu dibutuhkan.” Bo Nui berterima kasih, lalu menutup teleponnya.

Soo Ho yang menguping melihat Bo Nui menghela nafas sebelum berjalan pergi. Positif, Soo Ho sepertinya akan semakin yakin kalau Bo Nui sakit.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124928.813_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124932.833_thumb

Bo Nui kembali duduk dimejanya sambil melihat kontrak kerja miliknya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih, tapi belum juga ada kejelasan dari Soo Ho. Bo Nui lalu menerima pesan dari rumah sakit yang mengingatkan Bo Nui untuk segera membayar tagihan rumah sakit Bo Ra jam 6 sore nanti, jika tidak Bo Ra akan dipulangkan.

Bo Nui berdiri hendak pergi. Tapi kemudian Soo Ho keluar ruangan dan memanggilnya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124938.061_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124946.901_thumb

Soo Ho mengetuk-ngetuk kakinya ke kaki meja. Setelah beberapa lama, Soo Ho pun mengajak Bo Nui menandatangani kontrak. Tapi harus ada menyepakati waktunya karena itu adalah kontrak dimana dia menjual waktunya pada Bo Nui.

“Kau tahu betapa mahalnya waktuku, kan?” tanya Soo Ho disambut anggukan kepala Bo Nui. “Aku harus bekerja, jadi kita akan bertemu di akhir pekan. Setelah aku tidur, bermain game dan mengerjakan beberapa pekerjaan, aku punya 3 jam tersisa dalam satu hari. Karena dua kali dalam seminggu, totalnya 18 jam. Bagaimana?”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_124953.384_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_124954.382_thumb

Bo Nui bilang kalau itu terlalu singkat. Mereka juga harus membangun mood. Pasangan mana yang hanya bertemu 3 jam? Bo Nui menuduh Soo Hoo hanya mencoba untuk segera menyelesaikan masalah itu dengannya, tidak serius mengabulkan permintaannya.

Kemudian terjadi tawar menawar jam. Soo Ho menawarkan 4 jam, dengan total 24 jam. Bo Nui meminta 6 jam. Soo Ho tidak mau, 5 jam. Itu saja dia sudah merelakan jam tidurnya. 10 jam dalam seminggu, total 30 jam. Soo Ho mengatakannya dengan cepat. Bo Nui akhirnya setuju.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125008.578_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125013.925_thumb

Soo Ho mengingatkan Bo Nui bahwa setelah 6 kali kencan semuanya berakhir. Tentu saja, Bo Nui meminta Soo Ho untuk tidak khawatir. Bo Nui mengucapkan terima kasih. Bahkan jika dia meninggal, dia tidak akan pernah melupakan kebaikan Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125022.833_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125024.056_thumb

Gun Wook melihat-lihat proposal IF. Amy menanyakan pendapat Gun Wook, Gun Wook kan biasanya menyukai game. Tapi Gun Wook malah meminta untuk tampil di televisi. Amy heran mendengarnya karena sebelumnya Gun Wook selalu menolak proposal acara documenter yang ditawarkan padanya, dan Gun Wook tidak suka acara wawancara meskipun hanya 3 menit.

Gun Wook beralasan bahwa dia merasa akan menyenangkan jika dia tampil dalam acara yang disukai oleh pria paruh baya. Tapi Amy bilang jika Gun Wook ingin masuk di acara televisi, lebih baik adalah acara untuk anak muda karena kebanyakan penggemar Gun Wook juga anak muda.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125025.836_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125033.333_thumb

Gun Wook mengantar Amy ke mobilnya. Dia meminta Amy untuk tidak terus mengganggu liburannya. Tapi kemudian Amy meminta Gun Wook untuk melakukannya sekali ini saja, tawaran game itu. Gun Wook heran, apakah ada alasan tertentu Amy meminta tolong padanya? Karena Amy biasanya melakukan permintaannya, dan tidak pernah meminta sesuatu padanya.

Amy bilang kalau dia menyayangkan jika melewatkan kesempatan itu. Amy meminta Gun Wook untuk tidak langsung menolaknya, tapi memikirkannya sekali lagi. Gun Wook tersenyum dan berkata akan melakukannya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125038.224_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125039.472_thumb

Amy kemudian memeriksa bahu Gun Wook. Bo Nui yang baru datang melihatnya dan tersenyum. Dia semakin percaya kalau Amy dan Gun Wook pacaran.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125054.265_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125056.125_thumb

Bo Nui membaca banyak buku tentang berkencan. Dia membaca di salah satu buku bahwa makan bersama bisa mendekatkan seseorang.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125115.078_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125116.724_thumb

Esok hari Bo Nui ikut makan bersama dengan tim. Dia heran melihat Soo Ho tidak bergabung dengan mereka. Bo Nui pun mendengar dari tim bahwa Soo Ho itu hanya separuh manusia. Dia tidak banyak makan, tidak minum, dan juga tidak banyak tidur. Bahkan tidak ada seorang pun yang pernah melihat dia tertawa.

Dal Nim membela Soo Ho, bahwa apa yang dilakukan Soo Ho itu karena dia berdedikasi pada pekerjaannya. Soo Ho banyak mengandalkan otaknya, dan tidak membiarkan otaknya itu mengendur. Dal Nim malah bangga karena bekerja untuk orang semacam Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125814.994_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125825.960_thumb

Amy datang kembali ke perusahaan ZeZe. Dia melihat sepeda Soo Ho diluar. Amy kemudianmasuk ke dalam gedung. Dia berpapasan dengan Soo Ho yang sedang berjalan dengan Dal Nim dan Dae Kwon.

“Dal Nim-ssi. Bukankah orang luar dilarang masuk selama 3 minggu?” ujar Soo Ho begitu melihat Amy.

Dal Nim membenarkan. Soo Ho meminta Dal Nim untuk memanggil petugas keamanan. Lalu dengan percaya diri Amy memperkenalkan diri bahwa dia adalah agensi Choi Gary. Han Seol Hee, pimpinan IM Sport cabang Korea. Soo Ho terdiam.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125829.845_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125835.108_thumb

Mereka kemudian duduk bersama di ruang rapat. Amy mengatakan bahwa Gary tidak suka diliput oleh media, dan dia hanya membintangi iklan perusahaan berskala multinational. Amy bertanya keuntungan apa yang bisa diberikan game itu untuk Gary?

Soo Ho menjelaskan bahwa itu adalah game yang tidak pernah Amy liat sebelumnya. Mereka akan meniru kemampuan tenis Gary hingga rutinitas sehari-harinya dan Garu akan menjadi model dari kehidupan yang ideal. Soo Ho menjelaskan hal itu tanpa menatap Amy.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125842.442_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125847.122_thumb

Penjelasan Soo Ho terdengar sangat menarik bagi Amy. Dae Kwon lalu memuji Soo Ho yang sangat pintar, seorang programmer jenius yang diketahui oleh semua orang di bidang itu. Nama panggilannya adalah Super Genius.

Soo Ho nampak kurang nyaman dengan perkataan Dae Kwon itu. Amy lalu bilang, karena Soo Ho seorang yang jenius, Soo Ho pasti pintar dalam segala hal. Soo Ho mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan keputusan Amy karena mereka butuh keputusan Amy untuk menyusun jadwal.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125856.004_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125901.213_thumb

Amy lalu berkata bahwa sebenarnya Gary menolak. Soo Ho yang kesal akhirnya menatap Amy. Lalu kenapa Amy datang untuk rapat?

“Ada seseorang yang ingin aku temui, tapi dia tidak memberikan kesempatan padaku.” Ujar Amy.

Soo Ho terdiam beberapa saat lalu meminta Amy untuk mengijinkannya bertemu Gary secara langsung. Amy menolak, Soo Ho hanya akan berhubungan dengannya dan Soo Ho hanya akan berdiskusi dengannya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125917.401_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125918.816_thumb

“Bagaimana jika kau mengkhianatiku? Siapa yang akan bertanggung jawab?”

“Aku akan membujuknya. Untungnya, dia sangat percaya padaku.” Amy tersenyum.

Soo Ho tampaknya tak suka dengan jawaban Amy itu. “Aku melihat kau masih memanfaatkan anak muda yang berbakat. Ya. Itu keahlianmu, jadi aku yakin kau akan melakukannya dengan baik.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125923.113_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125927.454_thumb

Amy terdiam mendengarnya. Soo Ho menambahkan kalau dia akan mengirimkan kontrak secepatnya. Dia akan membuat kontrak itu dengan jelas dan seksama sehingga mereka tidak akan saling berkhianat.

“Aku pikir kau salah paham. Ini adalah kontrak antara IM Sport dan ZeZe Factory. Ini bukan janji pribadi antara Je Soo Ho dan Han Seol Hee.”

“Aku sangat paham. Aku berbeda dari seseorang yang mengubah segalanya tentang dirinya.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125941.299_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125946.457_thumb

Terjadi ketegangan antara Soo Ho dan Amy. Dae Kwon yang sedikit paham dengan apa yang terjadi pamit pergi dan mempersilahkan mereka untuk melanjutkan. Dae Kwon juga menarik Dal Nim keluar. Dae Kwon terkejut ternyata Soo Ho juga pernah punya pacar. Dia bertanya-tanya apa yang pernah terjadi antara Soo Ho dan Amy.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125953.234_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_125954.687_thumb

Sedangkan Dal Nim langsung menghilang dan pergi menemui Ryang Ha. Dengan terengah-engah Dal Nim menjelaskan tentang Amy yang cantik dan baby face. Ryang Ha langsung mengenali sosok yang dimaksud Dal Nim. Dal Nim syok, itu artinya Soo Ho dan Amy memang dekat. Ryang Ha menanyakan keberadaan Amy. Dal Nim memberitahu kalau Amy sedang bersama Soo Ho, dan auranya dingin sekali disana.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_125959.079_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130003.147_thumb

“Kau terkejut, kan? Aku juga terkejut.” Amy memulai perbincangan.

Amy terkejut karena Soo Ho memanggilnya melalui ZeZe. Soo Ho bilang kalau dia tidak pernah memanggil Amy. Soo Ho memalingkan wajahnya, tak menatap Amy.

“So Hoo-ya.. lihat aku. Ini aku. Ini aku, Amy.” Soo Ho tetap tak bergeming. Amy melanjutkan, “Begitu aku meninggalkan San Fransisco, aku mengubah jurusanku menjadi sport management. Astronomi dan fisika…bukan bagian dari diriku. Kau tahu itu lebih baik dariku.”

“Kenapa? Kenapa kau tidak memintaku untuk menulis tesis untuk gelarmu? Je Soo Ho yang lugu akan melakukan apa saja untukmu.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130033.640_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130039.741_thumb

“Soo Ho-ya..”

Soo Ho memukul meja, tidak begitu keras, lalu berdiri. “Mulai sekarang, bicara pada orang yang bertanggung jawab (atas game itu), dan..jangan pernah memanggilku seperti itu lagi.”

Soo Ho kemudian pergi.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130101.073_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130054.318_thumb

Bo Nui yang baru masuk gedung langsung ikut bergabung dengan tim yang pergi makan bersama. Dae Kwon mulai membagikan cerita tentang Amy dan Soo Ho. Dae Kwon yakin dengan melihat mata mereka dan suasana yang panas, bahwa cinta dan kebencian masih terasa diantara mereka, yang artinya masih ada perasaan cinta diantara mereka.

Dal Nim tidak setuju, itu bukan cinta. Saat Soo Ho kecil banyak orang yang mencoba memanfaatkan Soo Ho untuk kepentingan mereka sendiri. Dal Nim yakin kalau Amy adalah penipu yang melarikan diri dengan uang milik Soo Ho.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130055.531_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130059.478_thumb

Tapi menurut Seung Hyun sudah terlihat jelas kalau Soo Ho menyinggung soal pengkhianatan. Menurut Seung Hyun, Amy adalah mantan pacar Soo Ho yang berselingkuh. Meskipun begitu, anggota tim cukup terkejut karena Soo Ho ternyata pernah punya pengalaman romantis dengan wanita cantik.

Tapi mereka juga bingung, apa yang akan terjadi dengan casting Gary dan juga kelanjutan IF. Mereka tidak tahu, yang jelas akan sulit bagi Soo Ho dan Amy bekerjasama.

Di saat semua orang sedang membicarakan Soo Ho, Bo Nui sendiri tampak mengkhawatirkannya.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130108.945_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130112.028_thumb

Ryang Ha masuk ke ruangan Soo Ho untuk mengajaknya minum bersama, tapi Soo Ho tidak ada. Soo Ho sedang merenung sendirian di luar. Soo Ho mengingat masa itu.

[Kilas balik]

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130923.789_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130929.148_thumb

Soo Ho muda sedang membaca buku ketika kemudian beberapa anak merebut buku dan kacamatanya. Soo Ho juga diangkat bersama-sama sambil disorak-sorak sebagai orang yang genius. Soo Ho kemudian di lemparkan ke dalam danau.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130937.407_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130936.430_thumb

Soo Ho yang tidak bisa berenang meronta-ronta, hingga akhirnya dia lemas dan pungsan. Kemudian seseorang terjun ke dalam air dan menariknya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130942.222_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130944.078_thumb

Perlahan Soo Ho membuka mata, dia melihat sebuah perkelahian. Amy sedang berkelahi dengan anak-anak yang mengerjai Soo Ho. Begitu mereka kabur, Amy menghampiri Soo Ho.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130949.318_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_130952.495_thumb

“Kau pasti doctor muda yang terkenal itu. Doctor Je?” Amy mengulurkan tangannya. “Aku Amy.”

Soo Ho terpana.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_130955.573_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_131004.872_thumb

Amy mengetuk pintu rumah Soo Ho dan mengajaknya berolahraga. Amy juga bertanya, apa Soo Ho tidak punya teman?

“Teman itu hanya untuk orang-orang yang tidak punya hal untuk dilakukan. Aku sangat sibuk belajar.”

Amy tidak percaya hal itu dan menarik leher Soo Ho, “Siapa yang bisa hidup tanpa teman?”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_131012.125_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_131015.650_thumb

“Aku sudah bilang, aku tidak butuh teman!”

“Apa kau tahu apa itu teman? Teman berdiri untukmu sampai akhir waktu, selamanya..tidak peduli apapun yang kau lakukan.”

Amy kemudian berkata kalau dia akan menjadi teman Soo Ho. Tapi Soo Ho harus merahasiakannya dari ayahnya. Ayah Amy adalah pembimbingnya Soo Ho. Amy dan Soo Ho lalu berolahraga bersama.

[Kilas balik selesai]

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_131020.894_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_131023.159_thumb

Soo Ho mengusap mukanya. Soo Ho kemudian berjalan pulang sambil menuntun sepedanya.

Bo Nui melihat Soo Ho dan hendak memanggilnya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160607_131033.875_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160607_131040.166_thumb

Tapi kemudian Ryang Ha muncul memanggil Soo Ho. Dia mengajak Soo Ho untuk minum bersama. Melihat percakapan Soo Ho dengan Ryang Ha yang tampak biasa saja, membuat Bo Nui penasaran, apakah Soo Ho baik-baik saja?

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Pantas saja…pantas saja Soo Ho berusaha melupakan Amy. Kekecewaannya sangat beralasan. Aku belum yakin Soo Ho ini memang jatuh cinta pada Amy atau tidak. Yang jelas sebagai seorang teman sendiri, Amy telah meninggalkannya. Padahal Amy sendiri yang berkata bahwa teman selalu ada sampai kapanpun. Sudah pasti Soo Ho akan terluka.

Gun Wook lucu yah? Manja-manja gimanaaa gitu.. Hehe.. Mungkin karena dia anak satu-satunya dan perempuan yang berada di sekitarnya lebih tua darinya. Oh ya, ternyata misi Gun Wook pulang ke Korea adalah untuk mencari ayahnya. Dia hanya kebetulan saja bertemu Bo Nui lagi.

1 comment:

  1. Iya mbak...sejauh ini saya suka sama semua karakternya termasuk amy. Soalnya masih episode awal hehe. Semoga ga mengecewakan nantinya.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD