Tuesday, June 07, 2016

Lucky Romance | Episode 4–2

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141517.959_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141739.697_thumb

Nyonya Hee Ae dilarang masuk ke dalam gedung oleh petugas keamanan. Meskipun Nyonya Hee Ae sudah menjelaskan bahwa dia adalah ibunya CEO, bukan orang asing, petugas keamanan tetap melarangnya masuk. Petugas keamanan bahkan mengatakan bahwa Se Ho secara khusus memintanya untuk melarang Nyonya Hee Ae masuk.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141742.890_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141752.333_thumb

Ryang Ha kemudian datang menyapanya. Nyonya Hee Ae senang melihatnya dan mengajak Ryang Ha untuk masuk. Dengan gayanya, Ryang Ha berkata bahwa lebih baik Nyonya Hee Ae pulang saja. Karena sepertinya yang Nyonya Hee Ae tahu perusahaan sedang tak baik sekarang ini. Karena itulah Nyonya Hee Ae bilang dia datang dengan membawakan keberuntungan.

“Soo Ho seperti singa yang siap menerkam belakangan ini. Saya khawatir dia akan menyakiti hati Ibu yang manis jika Ibu menemuinya sekarang.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141800.648_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141806.044_thumb

Ryang Ha lalu mengantar Nyonya Hee Ae keluar. Nyonya Hee Ae merasa malu dengan teman anaknya sendiri. Nyonya Hee Ae lalu melihat Bo Nui dengan tanda pengenalnya. Nyonya Hee Ae memanggil Bo Nui.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141808.259_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141811.469_thumb

Mereka lalu duduk bersama. Nyonya Hee Ae memberikan kertas mantra pada Bo Nui. Bo Nui mengenalinya sebagai penarik keberuntungan. Nyonya Hee Ae terkejut wanita muda seperti Bo Nui mengetahui tentang hal itu. Nyonya Hee Ae terkesan ketika Bo Nui menjelaskan lebih lanjut kalau mantra itu sejenis penangkal hal buruk.

“Dimana dia mendapatkan pekerja yang pintar sepertimu? Soo Ho beruntung memilikimu.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141813.445_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141817.201_thumb

Nyonya Hee Ae lalu meminta Bo Nui untuk menyelinap masuk ke ruangan Soo Ho saat dia tak ada untuk menyimpan matra itu. Jika Bo Nui ketahuan mereka akan dalam masalah. Bo Nui mengerti.

Bo Nui lalu bertanya makanan apa yang disukai Soo Ho. Bo Nui beralasan kalau dia harus mencari restoran untuk makan malam bersama tim. Nyonya Hee Ae berpikir sebentar lalu menyarankan makanan laut. Soo Ho suka ikan saat masih kecil karena mereka tinggal di dekat pantai.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141826.974_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141830.978_thumb

Ruangan masih kosong. Bo Nui lalu menyelinap masuk ke ruangan Soo Ho sambil membawa sandwich dan kertas matra. Bo Nui memeriksa kertas mantra yang dia tempel di bawah meja. Masih ada. Bo Nui lega.

Dia kemudian menuju lemari buku, mengambil salah satu buku dan menyelipkan kertas mantra yang dibawa Nyonya Hee Ae tadi. Tapi kemudian Soo Ho masuk.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141834.379_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141837.938_thumb

Bo Nui segera mengembalikan buku ke tempatnya, dan…Bo Nui cegukan. Bo Nui batuk-batuk. Soo Ho menanyakan keadaan Bo Nui, sebenarnya Bo Nui ini kenapa? Bo Nui bilang kalau dia baik-baik saja.

Bo Nui menyerahkan sandwich yang dia bawa, tuna sandwich. Bo Nui memberikannya karena Soo Ho melewatkan makan siang. Bo Nui kemudian buru-buru pamit.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141851.423_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141854.320_thumb

Soo Ho membuang sandwich itu ke tempat sampah. Bo Nui melihatnya karena Bo Nui tidak jadi keluar. Soo Ho merasa tak enak, dia bilang kalau dia tidak suka makan ikan karena aromanya. Bo Nui mengerti. Dia lalu mengingatkan Soo Ho bahwa besok adalah hari sabtu, mereka ada kencan.

Bo Nui menuduh Soo Ho lupa. Tapi Soo Ho mengelak, dia tidak lupa. Dia akan memilih tempat. Bo Nui menyela, dia yang akan memilih tempat dan akan memberitahu Soo Ho. Karena waktu Soo Ho adalah miliknya. Soo Ho terdiam.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141909.859_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141912.608_thumb

Bo Nui memilih-milih baju yang akan dia kenakan besok. Bo Nui merenung. Dia lalu memesan kamar hotel dari aplikasi di ponsel.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141916.572_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141918.046_thumb

Esok hari. Bo Nui yang hendak pergi dipanggil oleh Gun Wook yang baru saja tiba. Gun Wook bertanya kemana Bo Nui hendak pergi karena dia ingin makan malam bersama dengan Bo Nui. Melihat dandanan Bo Nui, Gun Wook menebak Bo Nui hendak pergi kencan. Bo Nui mengelak, dia hendak pergi bekerja.

“Ini Sabtu sore. Mereka membuatmu bekerja terlalu keras.” Ujar Gun Wook.

Bo Nui bilang kalau dia tidak bisa menolak, dia hanya perlu menyelesaikannya secepat mungkin. Bo Nui lalu melihat plastik yang dibawa Gun Wook yang berisi susu. Bo Nui mengingatkan Gun Wook untuk tidak mengganti makan dengan susu dan makan dengan benar. Gun Wook tersenyum, dia juga mengingatkan hal yang sama.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141928.001_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141931.076_thumb

Sebelum Bo Nui pergi, Bo Nui meminta Gun Wook menyemangatinya. Gun Wook lalu memberikan semangatnya.

“Shim Bo Nui.. Kau bisa melakukannya! Semangat!”

Bo Nui tersenyum senang, lalu segera pergi.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141933.684_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_142248.367_thumb

Bo Nui menunggu Soo Ho di depan sebuah hotel. Bo Nui sekali lagi merapikan riasannya, dan minum sesuatu dari botol. Soo Ho datang dan melihatnya. Soo Ho mengherankan Bo Nui yang menunggunya diluar dan mengajaknya masuk.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141938.135_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141940.507_thumb

Bo Nui melihat dandanan Soo Ho yang berjalan duluan. Bukan dandanan orang yang hendak kencan. Setelan olah raga dan sandal jepit. Bo Nui menghela nafas.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141945.404_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141947.607_thumb

Mereka lalu duduk berhadapan di café hotel. Soo Ho menguap. Dia juga duduk sambil mengangkat satu kakinya di kursi. Bo Nui menebak, sepertinya Soo Ho kurang tidur karena Soo Ho terlihat lelah.

“Benarkah? Baru-baru ini aku menandatangani kontak pekerja yang aneh, jadi aku kurang tidur. Apa lagi yang bisa aku lakukan? Aku harus memegang janjiku.”

Soo Ho sebenarnya menyindir Bo Nui. Tapi Bo Nui pura-pura tidak tahu. Dia lalu mengajak Soo Ho makan, karena sepertinya Soo Ho belum makan. Soo Ho memang belum makan, tapi dia tidak lapar. Tapi kemudian dia bilang dia akan makan kalau Bo Nui ingin dia makan. Jika itu memang hal normal yang dilakukan pasangan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141953.840_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_141958.926_thumb

Tapi kemudian Soo Ho kehabisan kata-kata saat Bo Nui mengajaknya makan di dalam kamar hotel. Bo Nui menjelaskan kalau dia mendapatkan kontes promosi. Hote itu punya pemandangan kota di malam hari yang paling bagus. Bo Nui tidak pernah beruntung jika berhubungan dengan hal yang random seperti kontes, tapi dia rasa alam semesta menginginkan kencan mereka berjalan dengan baik. Bo Nui menunjukkan kunci kamar hotel yang dia dapatkan untuk menginap satu malam.

Soo Ho tampak tak tertarik. Bo Nui membujuk Soo Ho, hanya untuk 4 jam 30 menit saja. Karena Bo Nui mendapatkan kamar itu dengan gratis, jadi dia ingin melihatnya. Soo Ho tetap tak tertarik. Hingga Bo Nui menegurnya, bisakah So Ho berhenti mengerutkan dahi? Soo Ho menurut, dan ekspresi wajahnya lucu sekali. Hehe..

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_141959.912_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_142011.972_thumb

Bo Nui terus membujuk Soo Ho. Mereka bisa membicarakan IF di dalam kamar dengan nyaman. Bo Nui juga bilang kalau Gary pasti juga sering menginap di hotel. Mereka bisa menambahkan bab baru dalam IF yaitu mencoba tinggal di dalam hotel bintang 5. Bo Nui meminta Soo Ho memikirkan orang biasa yang tidak pernah masuk ke hotel bintang 5 dan ingin mencobanya.

Soo Ho beranjak dari duduknya, lalu mengambil kartu kamar hotel. Dia mengajak Bo Nui makan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_142732.164_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_142745.266_thumb

Di kamar, makanan sudah banyak tersedia. Tapi hanya Bo Nui yang makan. Bo Nui heran kenapa Soo Ho tidak makan. Padahal dia sudah mengganti sirloin steak dengan salmon steak untuk Soo Ho. Soo Ho mengingatkan bahwa dia sudah memberitahu Bo Nui, dia tidak makan ikan karena tidak suka aromanya.

Bo Nui heran. Soo Ho kan tinggal di dekat pantai, dan saat kecil Soo Ho suka makan ikan. Soo Ho terkejut, apakah Bo Nui memeriksa latar belakangnya? Bo Nui mengelak, Soo Ho kan terkenal…

“Aku masih terkenal. Bagaimanapun, aku kira seleraku sudah berubah. Aku tidak makan ikan sekarang.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_142847.343_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_142850.166_thumb

Kalau begitu Bo Nui meminta Soo Ho untuk makan roti saja. Bo Nui pun bertanya makanan apa yang Soo Ho suka. Pil. Soo Ho bilang dia akan membuat pil jika dia sudah pensiun. Sesuatu yang akan memberikan semua energi yang dibutuhkan hanya dalam satu pil saja.

Bo Nui heran bagaimana bisa Soo Ho hidup tanpa mengetahui kenikmatan menyantap makanan. Soo Ho balik bertanya apakah Bo Nui suka makanan manis, coklat dan makanan yang terbuat dari tepung? Bo Nui membenarkan, dia bisa makan roti, kue beras, dan mie sepanjang hari.

“Itu menunjukkan betapa tidak bahagianya kamu dengan hidupmu. Tubuhmu kekurangan serotonin dan dopamine, dan kamu merasa gelisah. Itu membuatmu makan berlebihan dan terobsesi dengan makanan. Itulah alasannya.” Ujar Soo Ho kemudian ngemil roti.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143127.166_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143130.436_thumb

“Bagaimana kau bisa tahu? Aku sangat tidak bahagia dengan hidupku.” Bo Nui berusaha lebih ceria. “Tapi semuanya mulai membaik sekarang. Bagus. Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Kau harus terus mengatakan hal yang positif untuk mendapatkan energi positif.”

Bo Nui hendak mengatakan bahwa Soo Ho juga harus berpikir positif. Tapi Soo Ho menyela dan mengatakan bahwa dengan bersikap seperti itu, Bo Nui mencoba melarikan diri dari kenyataan. Bo Nui sepertinya kesal, tapi dia mengatakan kalau Soo Ho terlihat cerdas.

“Aku Je Soo Ho, si genius.” Ujar Soo Ho dengan bangga.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143201.061_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143203.651_thumb

Bo Nui pura-pura tertawa. Lalu saat Soo Ho tidak melihatnya, Bo Nui menyiram badannya sendiri dengan air di gelas. Bo Nui lalu permisi membersihkan badan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143204.586_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143207.356_thumb

Di kamar mandi, Bo Nui menghela nafas. Lalu memikirkan bahasa cerdas yang disukai Soo Ho untuk mengajaknya tidur bersama. Tapi kemudian Bo Nui kembali menghela nafas.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143213.435_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143218.375_thumb

Bo Nui keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian tidur yang seksi. Dia berjalan menuju Soo Ho yang sedang duduk di sofa.

Tanpa melihat Soo Ho, Bo Nui berbicara. Dia meminta Soo Ho untuk tidak salah paham dan mendengarkan saja apa yang ingin dia katakan. Bo Nui hendak mengatakan apa yang dia inginkan, tapi kemudian dia melihat tangan Soo Ho terkulai. Soo Ho tertidur.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143228.693_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143230.514_thumb

Bo Nui berjongkok lemas, lalu melihat wajah Soo Ho yang sedang tertidur.

“Dia sebenarnya tampak sangat manis saat tidur.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143235.777_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143233.970_thumb

“Jadi?” Soo Ho bicara sambil menutup mata. “Apa yang ingin kau lakukan?”

Soo Ho bangun dan menoleh pada Bo Nui. Bo Nui panik dan menutupi tubuhnya dengan tangan. Soo Ho menyuruh Bo Nui melanjutkan kata-katanya. Bo Nui yang gugup tak sanggup berkata-kata.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143249.855_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143254.875_thumb

Soo Ho mendekatkan wajahnya ke wajah Bo Nui…untuk mengatakan bahwa waktu Bo Nui sudah habis. Soo Ho kemudian berdiri. Bo Nui dengan cepat mengatakan kalau mereka masih punya waktu.

Tapi Soo Ho bilang mereka harus menghitung waktu di perjalanan juga. Lalu apakah Soo Ho akan meninggalkan Bo Nui sendirian disana? Soo Ho bilang mereka sudah melihat pemandangan malam, dan mereka juga sudah makan bersama jadi Bo Nui bisa tinggal lebih lama sendirian disana.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143305.833_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143308.930_thumb

Dalam hati Bo Nui berkata kalau dia tidak bisa membiarkan Soo Ho pergi. Bo Nui berlari mengejar, hendak menangkap Soo Ho. Tapi Soo Ho belok untuk mengambil jaket, sehingga Bo Nui pun terjatuh.

Soo Ho panik dan menghampiri Bo Nui, menanyakan keadaannya. Bagian mana yang sakit? Tapi Bo Nui menyuruh Soo Ho pergi. Soo Ho tak mengerti hingga akhirnya membuat Bo Nui berteriak menyuruhnya pergi karena dia merasa malu.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143312.532_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143318.491_thumb

Soo Ho keluar kamar. Disusul Bo Nui yang berjalan sambil mengenakan mantelnya. Bo Nui bergumam kalau dia merasa seperti pria mesum yang mengenakan mantel. Soo Ho tidak mengerti dan tidak tahu. Bahkan setelah Bo Nui menjelaskan, Soo Ho masih tak paham.

Bo Nui pun bertanya, “Apa benar kau seorang yang jenius?” Dijawab ‘iya’ dengan ketus oleh Soo Ho.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143329.196_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143334.708_thumb

Begitu keluar dari lift dan berjalan menuju lobby, mereka bertemu dengan banyak orang yang mengenalinya. Sepertinya mereka peserta di sebuah acara di hotel itu. Mereka menarik dan mengerubungi Soo Ho. Mereka mengajukan banyak pertanyaan dan meminta Soo Ho untuk mengambil foto. Mereka mengaku sebagai fans Soo Ho.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143348.666_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143351.221_thumb

Soo Ho panik. Teringat pada traumanya. Bo Nui yang melihatnya dari jauh segera bergerak.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143407.703_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143422.673_thumb

Bo Nui menyelinap di kerumunan dan menggenggam tangan Soo Ho. Menanyakan keadaannya dan mengajaknya pergi. Bo Nui mengajak Soo Ho duduk di sofa. Begitu sadar masih memegang tangan Bo Nui, Soo Ho melepaskan tangannya. Bo Nui lalu permisi pergi mengambilkan minum untuk Soo Ho.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_143443.690_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_143447.444_thumb

Soo Ho mencoba menenangkan gelisahnya dengan mengucapkan perkalian. Seperti yang selama ini dia lakukan. Bo Nui datang dan melihatnya.

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144527.439_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144537.520_thumb

Soo Ho dan Bo Nui sudah berada di dalam mobil. Mereka sama-sama terdiam. Setelah menepuk-nepuk dadanya, Bo Nui memastikan bahwa yang Soo Ho gumamkan tadi adalah perkalian, sepertinya yang Soo Ho lakukan saat di taman (episode 1). Soo Ho membenarkan. Itu adalah perkalian 19.

“Menghitung perkalian sederhana sangat membantu saat kau ingin membersihkan pikiran.”

Bo Nui bilang kalau dia perkalian 9 saja tidak bisa. Bo Nui kemudian ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, karena waktu itu Soo Ho juga pingsan. Tapi Soo Ho menyela dan berkata lain kali saja mereka membicarakan hal itu.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144551.765_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144553.833_thumb

Mereka sudah sampai di jalan dekat rumah Bo Nui. Bo Nui menawarkan Soo Ho untuk minum teh dulu di rumahnya. Tapi Soo Ho menolak. Mereka sudah kelebihan waktu, tepatnya 2 jam 10 menit. Soo Ho tidak mau membuang-buang waktu lagi.

Bo Nui kecewa karena mengira kalau mereka sudah lebih dekat. Setelah beberapa lama terdiam, Soo Ho memanggil nama Bo Nui dan menoleh ke arahnya. Tapi ternyata Soo Ho menyuruh Bo Nui turun.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144555.302_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144600.573_thumb

Bo Nui pun turun. Dan belum sempat Bo Nui mengucapkan salam, Soo Ho langsung melajukan mobilnya.

Bo Nui kesal, “Wah…dia kembali menjadi Je Soo Ho yang dikenal semua orang. Aku hanya membuang waktu dan uang. Aku bahkan tidak bisa melakukan apapun.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144602.029_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144604.491_thumb

Sementara itu di dalam mobil Soo Ho sedang ngomel sendirian, setelah sekilas memegang tangan kanannya (yang tadi dipegang Bo Nui).

“Aku bisa menenangkan diriku sendiri jika saja dia membiarkanku sendirian. Kenapa dia tiba-tiba memegang tanganku seperti itu? Dia bahkan menutup mulutku. Aku harus menambahkan peraturan bahwa dia tidak boleh menyentuhku.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144611.632_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144616.212_thumb

Soo Ho teringat lagi genggaman tangan Bo Nui tadi. Sepertinya jantung Soo Ho berdebar. Dia menghembuskan nafas, lalu menyalakan musik dengan kencang.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144627.201_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144618.411_thumb

Gun Wook menunggu Bo Nui di halte bus. Tapi Bo Nui tidak juga turun dari bis yang terakhir tadi. Gun Wook membawa es krim untuk Bo Nui. Bo Nui bilang kalau dia sudah ada di depan rumah. Gun Wook meminta Bo Nui untuk menunggu.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144631.544_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144630.007_thumb

Bo Nui duduk menunggu Gun Wook di dekat tangga. Gun Wook datang sambil mengenakan masker di wajahnya dan mengejutkan Bo Nui. Gun Wook berkata agar Bo Nui tidak tinggal diluar sampai larut malam karena ada banyak orang jahat. Bo Nui protes, Gun Wook mengejutkannya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144650.467_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144656.032_thumb

Kemudian tiba-tiba ada seseorang yang melompat ke arah Gun Wook. Dan mereka pun berkelahi. Tapi Gun Wook berhasil melumpuhkan pria penyerang tadi. Gun Wook menyuruh Bo Nui menghubungi kantor polisi. Pria itu menyebut nama Bo Nui.

Gun Wook heran, bagaimana bisa pria itu tahu nama Bo Nui. Gun Wook membuka penutup kepalanya. Itu adalah Soo Ho. Bo Nui terkejut. (Ini ekspresi Soo Ho lucu banget, haha…)

***

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144702.624_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144712.804_thumb

Tangan Soo Ho penuh luka. Dia menyerngit karena sakit. Tak jauh dari tempatnya duduk, Bo Nui sedang mengobati luka di tangan Gun Wook. Gun Wook pun bermanja-manja, meminta Bo Nui meniup lukanya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144717.389_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144728.488_thumb

Bo Nui menanyakan keadaan Soo Ho, dan menawarkan pembersih untuk membersihkan lukanya. Tapi Soo Ho berkeras kalau dia baik-baik saja. Dia sebenarnya kesal, dia pikir dia telah melakukan hal yang benar, tapi ternyata dia salah. Dia bilang kalau dia belajar dari kesalahan itu. Dia pikir Gun Wook itu orang jahat yang hendak mengganggu Bo Nui. Soo Ho kemudian mengambil plester yang ditawarkan Bo Nui dengan kasar.

Gantian Gun Wook yang menyatakan kekesalannya. Apa Soo Ho pikir Soo Ho bisa berkunjung ke rumah karyawannya tengah malam seperti itu hanya karena Soo Ho adalah atasan? Bo Nui mencoba menjelaskan bahwa bukan seperti itu kebenarannya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144732.918_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144735.443_thumb

Tapi Gun Wook tak peduli, dia menuduh Soo Ho melakukan pelanggaran privasi dan bisa dikatakan sebagai kekerasan seksual. Gun Wook meminta Bo Nui berkata jujur dan dia akan menghajar Soo Ho.

Bo Nui menahan Gun Wook yang hendak maju. Bo Nui menjelaskan pada Soo Ho kalau Gun Wook adalah teman lama yang tumbuh bersama, dan Gun Wook hanya sedang bersikap berlebihan. Bo Nui mendorong Gun Wook yang terus protes untuk segera pulang. Gun Wook pun didorong keluar.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144741.931_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144757.384_thumb

Saat sudah diluar, Gun Wook bertanya-tanya apakah Soo Ho lahir di tahun harimau?

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144803.952_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144813.610_thumb

Soo Ho diam saja melihat Bo Nui dan Gun Wook. Dia kemudian mencoba memasang plester di tangannya, tapi sulit dilakukan dengan tangan kiri. Bo Nui pun membantunya.

Bo Nui kemudian mengambil spidol dan menarik tangan Soo Ho. Soo Ho protes. Bo Nui membujuk, sebentar saja. Bo Nui menuliskan karakter Cina yang artinya katak dan ular. Mereka akan membantu luka untuk cepat sembuh.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144819.185_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144820.631_thumb

“Aku tidak percaya takhayul seperti itu.”

“Aku percaya. Jadi biarkan saja tulisan ini, paling tidak hanya untuk mala mini.” Ujar Bo Nui masih sambil melanjutkan tulisannya.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_144836.005_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_144837.505_thumb

Soo Ho yang daritadi memperhatikan Bo Nui langsung menarik tangannya dan berdiri setelah Bo Nui selesai menulis. Soo Ho berkata akan menambahkan ‘kontak fisik tidak diperbolehkan’ di dalam kontrak mereka. Bo Nui terkejut.

“Mulai sekarang, aku akan menghargainya jika kau bisa menahan diri dari menyentuhku.”

“Tapi.. itu benar-benar normal untuk sedikit bersentuhan saat kencan.”

“Kita bahkan tidak benar-benar kencan.”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145441.914_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_145425.114_thumb

Bo Nui masih ingin protes. Tapi Soo Ho menghentikannya, dia menjelaskan bahwa dia datang hanya untuk mengatakan hal itu. Soo Ho merasa dia harus membuat batasan yang jelas.

Soo Ho lalu memberikan obat. Tepatnya diletakkan di lantai, karena dia takut bersentuhan dengan Bo Nui. Soo Ho melihat Bo Nui mengalami masalah pencernaan. Jika Bo Nui ingin minum antibiotik, ambil pil yang ada di kotak biru. Penghilang rasa sakit ada di kotak warna kuning.

Soo Ho bilang Bo Nui pasti tahu lebih banyak tentang obat daripada dirinya, jadi dia yakin Bo Nui bisa mengetahuinya. Bo Nui sedikit tak mengerti. Soo Ho hendak pergi, tapi tak jadi. Dia menatap Bo Nui dan obat itu.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145449.310_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_145517.666_thumb

“Katakan padaku. Kau menderita penyakit apa?”

Bo Nui bingung. Soo Ho lalu memberitahu kalau dia melihat Bo Nui minum obat di depan hotel, Bo Nui batuk sepanjang hari (saat Bo Nui keselek air), Bo Nui sering cegukan (saat Bo Nui hampir ketahuan menyimpan mantra dibuku), Bo Nui gampang terjatuh (saat Bo Nui hendak mengejar Soo Ho di kamar hotel), dan Bo Nui mengalami masalah pencernaan (saat Bo Nui menepuk dadanya di mobil).

“Bagaimana kondisimu? Apa yang akan terjadi tiga minggu ke depan? Operasi? Meninggal? Apa yang akan terjadi?”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145554.984_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_145546.410_thumb

“Tunggu. Aku tidak mengerti maksudmu. Operasi apa? Meninggal kenapa?”

“Jangan terlalu keras menyembunyikannya. Aku tahu semuanya. Aku tahu bahwa kau..punya waktu yang terbatas.”

Bo Nui terdiam beberapa saat, lalu tertawa. Jadi selama ini Soo Ho mengira dirinya sedang sakit parah? Bo Nui menjelaskan bahwa yang dia minum di depan hotel hanyalah obat herbal karena dia merasa gugup.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145630.561_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_145638.065_thumb

Soo Ho bingung, jadi Bo Nui membohonginya? Bo Nui tak mengerti. Soo Ho meminta penjelasan tentang kata-kata Bo Nui waktu itu yang mengatakan kalau hidup Bo Nui bergantung pada kencan itu dan akan berakhir setelah 3 minggu. Soo Ho menuduh Bo Nui membohonginya.

Bo Nui bilang itu karena Soo Ho menyimpulkan sendiri. Kenapa Soo Ho menyalahkannya? Soo Ho tak tahu lagi, yang pasti dia akan mengirimkan revisi kontrak mereka yang mencantumkan tidak adanya kontak fisik. Soo Ho bahkan mengambil kembali obat yang tadi dia berikan.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145646.958_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_145649.995_thumb

Bo Nui tersenyum geli, “Omong-omong..kau ternyata lebih baik dari yang aku kira.”

“Omong kosong apa yang kau katakan?” ujar Soo Ho kesal.

“Maksudku, kau mengira aku sekarat. Kau merasa kasihan padaku dan setuju dengan persyaratan yang aneh.”

“Kau tahu kalau itu aneh?”

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_145944.160_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_150010.837_thumb

“Kau khawatir dan membelikan obat. Kau tidak pandai berkelahi, tapi kau melakukannya untuk melindungiku. Kau benar-benar baik.”

Soo Ho terdiam, dan mencoba mengalihkan pandangan dari Bo Nui.

“Jika kau bicara sedikit lebih ramah, kau akan jadi pria yang sempurna.” Bo Nui kembali tertawa.

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_150032.006_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_150035.963_thumb

Soo Ho mencoba mengalihkan pembicaraan kalau mereka kembali menghabiskan waktu. Soo Ho meminta Bo Nui untuk membatalkan kencan besok dan menambahkan sisa waktu kencannya ke hari sabtu minggu depan. Soo Ho kemudian permisi dan berjalan ke arah pintu.

“Bisakah kita menggunakan waktu itu sekarang? 1 jam 30 menit. Kita gunakan sekarang.”

Soo Ho terdiam.

“Tidurlah denganku, Je Soo Ho-ssi.’

***

Bersambung ke episode 5~

***

[TRUTH or DARE] : Shim Bo Nui sedang sakit parah

Lucky.Romance.E04.mkv_20160608_150126.678_thumbLucky.Romance.E04.mkv_20160608_150140.628_thumb

Di rumah sakit, Soo Ho ternyata melihat Bo Nui membantu seorang ibu yang anaknya masuk rumah sakit dan mendengar Bo Nui mengucapkan kata-kata penyemangat.

Jadi, Soo Ho mengambil kesimpulan kalau Bo Nui memang sedang sakit parah.

***

Komentar:

Duh, Soo Ho ini yah… apa yah? Gitu deh.. cuek-cuek perhatian..

No komen dulu yah.. Gak ada ide, gara2 ngebut nulis. Hehe…

1 comment:

  1. Haha kalo gitu reader aja deh yg komen ya mbak?
    Seneng banget liat jun yeol nunjukin banyak ekspresi di sini ^^ jadi makin suka
    Mereka ini pasangan pinter ngeles ya, pinter ngomong jg semuanya aduhhhh kagum
    Nggak kayak drama sebelah yg banyak kodenya pake ilmu kebatinan :p
    Oh ya, ga percaya ah itu su ho mandang bo nui bolak balik ga ada rasa, cuek bebek. Padahal deket banget kan. jun yeol banyak ng ga ya lol dia maen drama romance kayak gini banget

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD