Lucky Romance | Episode 6 - 1

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_13580[2]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_13583

Begitu masuk rumah, Gun Wook duduk di depan pintu. Dia mendengar Bo Nui menerima telepon dari Soo Ho untuk bertemu di taman. Gun Wook keluar dan mengejar Bo Nui. Tiba di taman, Gun Wook sembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_13591[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_13590[1]

Soo Ho memastikan pada Bo Nui bahwa maksud Bo Nui dia harus tidur dengan Soo Ho adalah karena Soo Ho seorang bershio harimau.

“Apa kau senang memanfaatkan orang lain seperti ini? Apa? Kau tidak bercanda? Aku orang yang hangat? Harus aku? Mengapa kau melakukan ini? Mengapa kau melakuan hal yang sangat gila?” Soo Ho berteriak.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_140015.640_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_14001

Gun Wook kemudian mendekati mereka. Dia menganggap Soo Ho sudah terlalu kasar pada Bo Nui. Soo Ho menyuruh Gun Wook untuk menyingkir karena itu adalah masalanya dengan Bo Nui.

“Memangnya kenapa? Kalian berdua tidak berkencan atau tidur bersama. Kenapa kau sangat marah? Mungkinkah..kau pikir dia mencintaimu?” Gun Wook menyindir Soo Ho lalu mengajak Bo Nui pergi.

Soo Ho terdiam. Tertusuk oleh kata-kata Gun Wook.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14002[3]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14002[5]

Belum begitu jauh Gun Wook menarik Bo Nui, Bo Nui menahan tangannya. Bo Nui tidak bisa meninggalkan Soo Ho seperti itu. Dia harus menjelaskan pada Soo Ho bahwa dia melakukannya untuk menyelamatkan Bo Ra, dan dia harus minta maaf pada Soo Ho.

Gun Wook tidak yakin Soo Ho akan memberikan yang Bo Nui inginkan meskipun Bo Nui menjelaskan hal itu. Apapun yang Bo Nui katakana, Soo Ho tidak akan mengerti. Dia hanya akan mengatakan hal buruk pada Bo Nui. Gun Wook melarang Bo Nui untuk pergi.

Tapi Bo Nui tak keberatan mendengar Soo Ho mengatakan hal buruk padanya. Dia meminta Gun Wook untuk memikirkan hal lain dan beristirahat. Bo Nui kemudian berlari kembali pada Soo Ho.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14004Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14004[4]

Soo Ho termenung di mobilnya. Dia kemudian melihat Bo Nui yang kembali. Soo Ho sedikit terkejut dan melihat Bo Nui ingin mengatakan sesuatu. Tapi ketika Bo Nui hendak mendekatinya, Soo Ho menjalankan mobilnya. Bo Nui menghela nafas.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14005[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14010[5]

Di rumah, Bo Nui kembali menghela nafas. Dia kemudian mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada Soo Ho. Bo Nui menuliskan permintaan maaf dan juga hendak menuliskan penjelasan. Tapi Bo Nui tidak jadi mengirimnya. Dia tidak yakin.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14010Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14064

Sementara itu So Ho memandang nomor kontak Bo Nui di ponselnya. Dia sepertinya juga ingin menghubungi Bo Nui, tapi tak jadi dilakukan. Mungkin dia juga sedang menunggu Bo Nui menghubunginya, karena begitu ponselnya berbunyi Soo Ho langsung bergerak mengambil ponselnya. Dan dia jadi begitu kesal karena itu bukan pesan dari Bo Nui.

(Adegan ini lucu banget, Soo Ho kayak nungguin pesan dari pacar yang lagi marahan..hehe)

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14012[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14013

Seung Hyun minum yogurt dan menaruh sampahnya di meja, karena dia kemudian bicara pada Ji Hoon yang mengambil fotonya. Dae Kwon yang baru saja datang merasa lega karena Soo Ho belum tiba, itu artinya dia belum terlambat. Dia kemudian memarahu Dal Nim yang baru turun dari atas karena menyimpan sampah di meja.

Dal Nim mengelak, itu bukan dia. Seung Hyun pun angat bicara, dialah pemilik sampah itu. Dae Kwon meminta maaf pada Dal Nim. Hyun Bin kemudian muncul dan mengambil sampah itu untuk membuangnya.

Dal Nim merasa kesal karena dia dituduh. Dia kemudian mengherankan Bo Nui yang belum datang.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14013[8]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14013[4]

Bo Nui sedang berbicara pada seseorang. Soo Ho kah?

“Sudah dua tahun adikku sakit. Untuk menyelamatkannya, aku akan melakukan apapun. Ada seorang peramal yang sangat disegani. Dia mengatakan padaku bahwa jika aku tidur dengan seorang pria bershio macan maka adikku akan bangun. Tapi aku bukannya memandang rendah dirimu. Aku tidak menganggapmu sebagai tumbal. Aku bersumpah.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14014Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14015

Ternyata Bo Nui bicara pada tembok. Bo Nui sedang latihan bicara. Bo Nui yakin Soo Ho tetap tidak akan memaaafkannya. Tapi dia memutuskan untuk tetap bicara pada Soo Ho. Meskipun Soo Ho tidak akan memahaminya, tapi Soo Ho pasti tetap akan mendengarkannya.

Bo Nui kemudian menerima telepon dari Dal Nim yang menanyakan keberadaannya karena Hyun Bin ingin memeriksa sesuatu. Bo Nui memberitahu bahwa dia ada di depan gedung dan akan segera masuk. Bo Nui kemudian segera pergi.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14020[7]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14020[1]

Gun Wook jogging. Begitu pulang Amy sudah menunggunya di depan. Amy menyebut Gun Wook egois karena jogging sendirian. Gun Wook menanyakan keperluan Amy. Amy datang karena Gun Wook tidak menjawab telepon juga mengabaikan pesannya. Amy pikir Gun Woo sudah meninggalkannya pergi ke Kanada.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14020[8]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14020[5]

Mereka kemudian bicara di rumah Gun Wook. Amy menanyakan pendapat Gun Wook tentang model game yang pernah dia katakan sebelumnya, apa Gun Wook sudah memikirkannya?

Amy mengatakan bahwa banyak kompetisi yang mereka lewatkan selama 2 bulan kedepan, bahkan pimpinan mereka juga bisa mendengar suara turunnya peringkat Gun Wook. Dalam waktu seperti itu, Amy bilang Gun Wook harus menunjukkan sesuatu pada mereka dan membawakan uang. Hanya dengan itu mereka tidak akan protes.

Gun Wook tetap tidak mau melakukannya. Amy menanyakan alasannya. Apa masalahnya?

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14021[2]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14021[1]

“Semuanya. Aku tidak punya waktu, dan aku tidak suka nama perusahaannya. Lebih dari semua itu, aku tidak suka pimpinannya.”

“Apa kau bertemu dengan Direktur Je? Dia mengunjungimu? Bagaimana dia tahu alamatmu? Apa yang dia katakan? Apa dia memintamu untuk melakukannya? Jadi apa yang kau katakan? Kau menolaknya? Yaa..kau seharusnya menghubungiku.”

Gun Wook heran mendengar Amy yang tampak tergesa-gesa, seperti ada seseorang yang sedang mengejarnya. Kemudian bel berbunyi. Gun Wook segera membuka pintu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14022[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14022

Soo Ho. Soo Ho mengajak Gun Wook bicara. Dia ingin menanyakan sesuatu tentang Bo Nui. Tapi kata-katanya terhenti karena kemudian Amy muncul. Amy terkejut melihat Soo Ho.

Amy kemudian maju ke depan dan mengingatkan bahwa Soo Ho tidak seharusnya langsung berhubungan dengan Gary. Kalau begitu Soo Ho bilang kalau dia akan bicara secara resmi di depan agen. Gun Wook mengajak mereka bicara di tempat lain.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14023[3]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14023[1]

Mereka kemudian bicara di café. Soo Ho secara resmi memperkenalkan diri. Amy bertanya-tanya dalam hati, apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Apalagi saat Gun Wook bilang kalau dia sudah kenal Soo Ho. Soo Ho bilang kalau dia datang untuk mendengar jawaban Gary tentang tawaran gamenya.

“Benarkah itu alasanmu datang?” sindir Gun Wook. “Aku sudah bilang tidak, dan agenku sudah mengetahuinya.”

Amy mengingatkan Soo Ho bahwa dia sedang dalam proses meyakinkan Gary. Pada Gary, Amy berbisik agar mereka membicarakan lagi tentang hal itu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14024[5]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14024[2]

Soo Ho bertanya apakah ada yang Gary inginkan? Gary mengartikan pertanyaan itu sebagai persetujuan ZeZe untuk mengabulkan apapun persyaratan darinya.

“IF adalah game yang penuh arti. Kau tidak akan menyesal jika memutuskan untuk bekerjasama dengan kami. Aku bisa menjanjikan itu.” ujar Soo Ho.

“Bagaimana aku bisa mempercayainya? Dari apa yang aku lihat sejauh ini, kau bukan tipe orang yang bisa dipercaya. Benar kan? Kau tahu, aku tidak bekerja dengan seseorang kecuali aku menyukai orang itu. Apakah itu jawaban yang cukup untukmu?”

Dengan kata lain Gary menyatakan ke-tidak suka-annya pada Soo Ho. Gary kemudian berdiri dan permisi pergi. Dia belum mandi karena Soo Ho muncul. Gary kemudian pergi, mengabaikan panggilan Amy.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14025[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_14025[4]

Amy bertanya pada Soo Ho apa yang terjadi pada mereka berdua? Amy kesal karena Soo Ho datang langsung pada Gary dan membuat semuanya semakin sulit. Amy berkata bahwa dia hendak membicarakan hal itu dengan Gary.

Soo Ho bilang besok dia menginginkan jawaban yang pasti. Perusahaannya butuh jawaban untuk mempertimbangkan rencana mereka ke depan. Soo Ho kemudian beranjak pergi.

Amy menahannya dan mengajak pergi ke kantor bersama. Amy bilang kalau dia perlu bicara pada Soo Ho. Soo Ho menolak, dia harus pergi ke suatu tempat.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141048.323_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141102.881_thumb

Seung Hyun memuji pekerjaan Bo Nui. Mereka punya waktu 7 hari lagi sampai waktu yang ditentukan. Kemudian Se Ho masuk ruangan dan memberitahu bahwa Gary Choi akan memberikan jawaban pasti pada mereka esok hari. Soo Ho meminta Dal Nim untuk menyiapkan alternatif lain sebagai cadangan jika Gary Choi tidak menerima tawaran mereka.

Dal Nim bilang kalau Amy sudah memastikan akan membuat Gary menyetujuinya. Tapi Soo Ho tetap meminta tim untuk membuat grafik versi lain, tanpa Gary.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141113.871_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141124.907_thumb

Soo Ho masuk ke ruangannya. Di meja masih banyak tumpukan buku yang kemarin dia gunakan untuk mencari tahu tentang arti dari kertas jimat yang disembunyikan Bo Nui. Soo Ho membereskan buku-buku itu dan menaruhnya di lantai.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141128.614_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141129.990_thumb

Seung Hyun kesal pada Soo Ho yang menyuruh mereka membuat versi lain. Dal Nim menenangkan Seung Hyun, mereka hanya perlu menghilangkan wajah saja.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141133.665_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141142.451_thumb

Bo Nui menelepon seseorang dari internet café di sebuah ruangan. Bo Nui bilang tidak mau menemui pria itu karena dia tidak menunjukkan kartu identitasnya. Bo Nui juga memperingatkan pria itu untuk berhenti mengirimkan gambar aneh karena dia sedang bekerja.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141152.208_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141157.489_thumb

Begitu keluar ruangan Bo Nui terkejut karena ada Soo Ho disana. Ponsel Bo Nui terjatuh. Soo Ho mengambil ponsel Bo Nui dan melihat gambar-gambar aneh yang dikirimkan pria tadi. Soo Ho menyodorkan ponsel itu pada Bo Nui, lalu menghela nafas.

Bo Nui bertanya apakah Soo Ho melihat gambarnya? Apa Soo Ho mendengar pembicaraannya? Soo Ho balik bertanya, jika dia mendengarnya apa yang akan Bo Nui lakukan? Bo Nui ingin menjelaskan. Tapi Soo Ho bilang tidak perlu, karena itu bukan urusannya.

“Aku bukan lagi pilihan untuk tumbalmu, kan?”

“Bukan. Itu tidak akan pernah terjadi. Sungguh.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141202.515_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141206.345_thumb

“Oke. Siapa yang kau temui dan apa yang kau lakukan dengannya adalah kehidupan pribadimu. Aku tidak peduli. Aku menemuimu untuk memberitahu agar kau berhenti meyakinkan Gary Choi. Aku tahu kau sangat sibuk.”

Setelah menyindir, Soo Ho langsung pergi. Bo Nui merasa tak enak hati karena tidak bisa menjelaskan hal yang sebenarnya pada Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141229.420_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141236.881_thumb

Soo Ho berlatih naskah pidatonya untuk acara perkenalan game IF. Tapi konsentrasi Soo Ho terganggu. Terganggu oleh Bo Nui.

“Kenapa dia menemui orang asing sendirian?” gumam Soo Ho sambil menatap Bo Nui.

Dia kemudian menutup jendela ruangannya dan merebahkan diri di sofa.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_145004.175_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_145008.469_thumb

Bo Nui bersiap pergi. Ketika hendak pamit, Soo Ho keluar dari ruangannya. Bo Nui sedikit ragu, tapi kemudian dia pamit pada tim untuk pulang duluan karena ada janji.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141253.525_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141258.962_thumb

Soo Ho mengikuti Bo Nui. Soo Ho masih heran apa yang dipikirkan Bo Nui. Saat Bo Nui menoleh ke belakang, Soo Ho sembunyi.

Soo Ho menertawakan dirinya sendiri, “Kenapa aku sembunyi? Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku tak punya alasan untuk sembunyi. Aku akan mengawasi kemana dia pergi dengan percaya diri.”

Soo Ho hendak melangkah, tapi dia sadar, “Apa yang aku lakukan? Aku harus pergi.”

Tapi kemudian dia melihat ada yang menjual masker dan juga topi.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141309.138_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141312.736_thumb

Bo Nui tiba di sebuah café. Sepertinya dia janjian dengan seseorang. Tak berapa lama kemudian seorang pria masuk dengan mengenakan topi dan masker wajar. Soo Ho. Dia duduk dibangku tak jauh dari Bo Nui. Soo Ho meyakinkan diri bahwa dia akan pergi setelah 10 menit, setelah dia melihat siapa yang Bo Nui temui.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141317.275_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141327.285_thumb

Kemudian dia melihat Bo Nui melambaikan tangan pada seseorang. Seorang pria yang juga mengenakan topi dan masker. Pria itu duduk di depan Bo Nui. Soo Ho mengira itu adalah pria yang tadi ditelepon Bo Nui. Tapi ternyata, itu adalah Gun Wook.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141326.025_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141329.255_thumb

Gun Wook heran kenapa Bo Nui mengajaknya bertemu disana, Bo Nui kan bisa ke rumahnya. Bo Nui mengajak Gun Wook bertemu di luar karena dia kira Gun Wook bosan di rumah. Bo Nui ingin Gun Wook menghirup udara segar dan makan sesuatu yang manis sambil dia membujuk Gun Wook.

“Tolong, jadilah karakter utama game kami, Gun Wook-ah..”

Soo Ho terkejut mendengarnya. Dia lalu keluar dari café.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141334.870_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141339.757_thumb

Bo Nui berjanji akan membantu Gun Wook untuk menemukan ayahnya. Bo Nui juga berjanji tidak akan mengambil banyak waktu Gun Wook. Gun Wook tampak sedikit tak nyaman, apa Soo Ho yang menyuruh Bo Nui membujuknya? Bo Nui bilang semuanya ini tampak seperti sebuah takdir. Gun Wook tak mengerti.

“Aku membuat game ini sambil memikirkan Bo Ra. Aku membayangkan tempat-tempat yang ingin dia kunjungi, apa yang ingin dia lakukan, dan ingin jadi orang seperti apa dia saat dia sehat lagi. Aku ingin Bo Ra mengalami semuanya dengan bermain game ini. Itulah mengapa aku membuatnya. Aku ingin memberikan orang-orang sakit seperti Bo Ra dan orang sehat sepertiku..sebuah kesempatan untuk menjalani kehidupan yang berbeda dan menarik. Saat mereka memainkan game ini, mereka bisa mengalami kehidupan yang terbaik.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141349.977_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141409.972_thumb

Gun Wook terdiam dan menunduk. Bo Nui menambahkan bahwa kenyataan Gun Wook kembali ke Korea lalu bertemu dengannya dan ditawari sebagai model dari game mereka, itu semua nampak seperti takdir.

“Bo Ra mungkin akan kembali seperti kau kembali. Maka aku mungkin akan bisa bahagia lagi.”

“Apa kau akan dipecat jika aku tidak menerima tawarannya?”

“Tidak, bukan begitu. Aku hanya ingin memintanya padamu untuk terakhir kali.”

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141415.674_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141417.253_thumb

Amy masih menunggu kabar dari Gun Wook. Kemudian Soo Ho menelpon dan memintanya untuk datang ke kantornya. Amy berbohong dengan berkata bahwa dia sedang bersama Gary dan meminta waktu agar dia bisa ke kantor Soo Ho setelah bicara dengan Gary. Tapi Soo Ho memaksa Amy untuk ke kantornya sekarang juga.

Amy bingung, dia tidak bisa menandatangani kontrak tanpa persetujuan Gary. Amy kemudian memutuskan untuk tidak peduli dan pergi ke kantor Soo Ho.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141429.115_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141434.980_thumb

Begitu sampai di kantor Soo Ho, Amy terkejut karena ada Gary disana. Amy juga terkejut melihat Bo Nui yang ternyata bekerja disana.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_141436.385_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_141439.468_thumb

Anggota tim juga terkejut karena ternyata Bo Nui mengenal Gary. Bo Nui menjelaskan bahwa mereka bertetangga saat masih kecil.

Soo Ho mengajak Amy dan Gary untuk ke ruang rapat. Gary mengajak Bo Nui untuk ikut, tapi Bo Nui menolak. Kemudian Soo Ho meminta Bo Nui untuk ikut.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142309.867_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142317.883_thumb

Mereka menyaksikan simulasi game IF di ruang rapat. Soo Ho menjelaskan bahwa game itu akan terasa lebih nyata dengan menggunakan headset virtual. Mereka hanya menyiapkan pertandingan tenis untuk demo, tapi mereka berencana untuk menambahkan kehidupan dan aktivitas keseharian Gary dalam game yang sebenarnya.

“Ini menarik. Kau membuatnya, noona?” tanya Gary pada Bo Nui.

Bo Nui mengelak, dia hanya membantu. Amy lalu bertanya apakah Gary akan memutuskan sekarang? Gary bilang kalau dia akan melakukannya (menerima tawarannya). Soo Ho berterima kasih.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142327.440_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142330.348_thumb

“Aku ingin kau tahu.. bahwa kau sepenuhnya berhutang mengenai ini pada Bo Nui.”

“Tentu saja, aku tahu itu.” ujar Soo Ho dengan serius.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142332.281_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142334.929_thumb

Bo Nui melirik pada Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142344.441_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142346.202_thumb

Bo Nui berterima kasih pada Gun Wook karena mau menjadi model game IF. Seperti yang pernah Gun Wook katakan, dia akan melakukan apapun yang dia bisa untuk Bo Nui. Jadi Bo Nui jangan merasa terintimidasi oleh Soo Ho. Katakan apapun yang ingin Bo Nui katakan mulai sekarang. Bo Nui mengerti.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142348.988_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142400.862_thumb

Kemudian Amy muncul. Bo Nui berterima kasih pada Amy. Amy pun sebaliknya, berterima kasih juga pada Bo Nui. Amy mengajak Bo Nui bersalaman. Tapi bukannya membalas, Bo Nui malah menaburkan garam di kaki Amy. Bo Nui hendak mengusir pengaruh buruk yang mungkin dia tularkan pada Amy.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142404.484_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142410.158_thumb

Amy mengibas roknya yang tadi ditabur garam. Amy bertanya pada Gary, apakah Bo Nui sehat? Kejiwaannya tidak terganggu?

Gary malah heran dengan sikap berlebihan Amy itu. Bo Nui kan hanyak menabur garam di samping Amy, dan dia membersihkannya setelah itu. Amy meminta Gary jujur padanya, ada sesuatu yang terjadi antara Gary dan Bo Nui, kan?

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142412.917_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142416.772_thumb

“Tentu saja, sesuatu terjadi. Kami berbagi kenangan, kebahagiaan dan persahabatan. Semuanya bagus.” Ujar Gary sambil tersenyum.

“Aku merasa sakit hati. Kita juga menghabiskan banyak waktu bersama. Kau menolaknya saat aku memintamu (untuk menjadi model game).”

Kemudian giliran Gary yang meminta Amy jujur padanya, apa yang terjadi antara Amy dan Soo Ho? Amy terbatuk.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142423.961_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142436.964_thumb

“Dia adalah pria yang berpisah denganmu tanpa kata perpisahan, kan?”

Amy memuji Gary sangat pintar, karena itulah dia pandai bermain tennis. Gary bertanya apa yang terjadi pada mereka? Kenapa Amy begitu terguncang oleh Soo Ho?

“Sejak dia masih muda..Soo Ho telah diganggu (di bully) dan dimanfaatkan oleh banyak orang. Itulah mengapa dua benci hal-hal seperti itu. Tapi dia pikir aku memanfaatkannya juga. Yah, dia benar. Aku memanfaatkannya juga. Itu kesalahanku.”

Amy kemudian berterima kasih pada Gary, karena berkat Gary dia punya ‘jembatan’ menuju Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142442.574_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142447.137_thumb

Nyonya Hee Ae mencari alamat restoran ayam 01 Chicken di internet. Itu adalah restoran ayam milik Ahn Young Il. Nyonya Hee Ae buru-buru menyembunyikan ponselnya saat suaminya keluar rumah.

“Kau bertemu dengan dia?”

“Dia siapa? Siapa yang aku temui?” Nyonya Hee Ae panik, takut yang dimaksud suaminya itu adalah Young Il.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142449.548_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142454.936_thumb

Tuan Je menjelaskan bahwa ‘dia’ adalah orang yang Nyonya Hee Ae temui tempo hari. Ah, Soo Ho. Tuan Je menanyakan apakah Soo Ho mengatakan sesuatu tentang kiriman? Nyonya Hee Ae bilang Soo Ho bukan tipe orang yang akan membicarakan hal seperti itu.

Nyonya Hee Ae lalu protes pada Tuan Je yang menggaruk-garuk pahanya, jorok. Hehe.. Tuan Je meminta istrinya untuk tidak pulang terlalu malam. Nyonya Hee Ae beralasan kalau dia hendak makan malam bersama temannya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142500.055_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142503.758_thumb

Tapi nyatanya, Nyonya Hee Ae pergi ke restoran ayam. Nyonya Hee Ae mengintip dari luar. Kemudian muncul Bo Nui dan menyapanya. Nyonya Hee Ae tampak senang melihatnya.

“Kita bertemu lagi. Aku pikir kita ditakdirkan untuk berteman. Kau mau pergi kemana?”

Bo Nui menjelaskan bahwa dia hendak ke restoran itu, memesan tempat untuk makan malam bersama tim. Bo Nui balik bertanya, apakah Nyonya Hee Ae datang untuk bertemu dengan Soo Ho? Nyonya Hee Ae bilang kalau dia hanya lewat.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142508.945_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142515.696_thumb

Bo Nui memberitahu kalau Soo Ho tidak akan datang. Apa Nyonya Hee Ae mau dia memberitahu Soo Ho? Nyonya Hee Ae menolak dan mempersilahkan Bo Nui untuk melanjutkan kegiatannya karena temannya sudah menunggu.

Bo Nui kemudian masuk dan menyapa Ahjussi Young Il. Nyonya Hee Ae masih mengintip dari luar. Dia kemudian pergi begitu anggota tim Soo Ho yang lainnya datang.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142528.545_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142556.530_thumb

Anggota tim makan dan minum bersama. Dae Kwon mengingatkan yang lain agar tidak minum terlalu banyak karena mulai besok mereka akan bekerja lembur. Acaranya hari rabu, jadi mereka hanya punya waktu 4 hari tersisa. Mereka harus menyimpan cukup energi untuk lembur.

Bo Nui bertanya, “Tidak bisakah kita pergi keluar meskipun sebentar?”

Yun Fat bilang tidak ada waktu untuk itu. Jika ada bug Soo Ho akan menegur mereka. Yun Fat malah menirukan cara bicara Soo Ho tanpa tahu ada Soo Ho yang baru saja datang. Anggota tim yang lain tertawa.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142557.946_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142605.831_thumb

“Apa kalian sudah berencana untuk membuat bug?” Soo Ho mengejutkan mereka semua.

Mereka lalu mempersilahkan Soo Ho duduk. Soo Ho duduk di kursi kosong di samping Bo Nui. Anggota tim tak percaya Soo Ho bergabung di acara makan malam mereka, yang biasanya tak dilakukan Soo Ho. Menurut Dae Kwon ini adalah momen bersejarah. Dae Kwon lalu mengajak semuanya bersulang.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142615.372_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142627.658_thumb

“Besok tidak usah datang bekerja.” Ujar Soo Ho. Semuanya terkejut apa Soo Ho serius? Soo Ho lalu melanjutkan, bahwa besok adalah hari sabtu, jadi mereka tidak usah bekerja. Kemudian anggota tim bersorak memuji Soo Ho.

Soo Ho yang tidak bisa minum menaruh gelasnya dan minum air putih sebagai gantinya. Tapi dengan gaya minum yang sama dengan yang lain. Bo Nui tersenyum melihatnya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142631.446_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142635.770_thumb

Anggota tim pergi untuk ronde kedua. Mereka hendak pergi ke karoke. Soo Ho berjalan di belakang mereka. Lalu berhenti di depan, sepertinya menunggu Bo Nui yang masih di belakang.

Bo Nui hendak membantu Ahjussi Young Il membereskan meja. Ahjussi melarang dan menyuruh Bo Nui untuk segera pergi. Apalagi dilihatnya Soo Ho masih ada disana.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142645.366_thumb[1]Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142646.932_thumb[1]

Soo Ho dan Bo Nui saling pandang. Tapi tak ada kata yang terucap.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142651.895_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142655.183_thumb 

Mereka kemudian berjalan bersama, tepatnya Bo Nui mengikuti Soo Ho di belakang (adegan ini mengingatkan pada adegan di drama Oh Hae Young again, saat Do Kyung galau…hehe…).

Bo Nui kemudian membuka pembicaraan. Bo Nui bilang bahwa sejak pagi dia menunggu kesempatan untuk mengatakan sesuatu pada Soo Ho. Soo Ho menyela, dia juga ingin mengatakan sesuatu, dan dia akan mengatakannya lebih dulu.

Soo Ho bertanya apa yang akan dilakukan Bo Nui besok? Bo Nui akan libur, seperti yang dikatakan Soo Ho tadi, bahwa mereka boleh libur besok. Tapi Soo Ho meminta Bo Nui untuk pergi bekerja. Bo Nui tak mengerti.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142707.647_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142706.497_thumb 

“Kita masih punya kencan. Aku menghitung waktu yang tersisa, dan kita punya 21 jam 30 menit.”

“Oh..iya. 30 jam itu. Lupakan saja. Kau sudah tahu semuanya sekarang. Jadi itu tidak berguna lagi.”

“Tidak. Itu masih kontrak resmi. Aku harus memenuhinya.”

Bo Nui meminta Soo Ho untuk tidak merasa tertekan, karena dia tidak akan melakukan hal yang merugikan pengembangan IF.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142714.171_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142716.969_thumb

Soo Ho berjalan mendekat, “Shim Bo Nui-ssi, kau berhutang padaku. Lakukan apa yang aku katakan. Aku akan memutuskan kali ini. Aku akan memutuskan waktu dan tempatnya, dan kau ikuti saja.”

“Bagaimana kalau setelah demonstrasi? Aku tidak punya banyak waktu.”

“Sampai jumpa besok.” Ujar Soo Ho kemudian berlari meninggalkan Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142730.273_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142736.018_thumb

Seperti biasanya, Bo Nui memeriksa keadaan Bo Ra melalui teropong dari atap rumahnya. Bo Nui bergumam kalau dia hanya punya waktu 4 hari, dia tidak punya banyak waktu.

Bo Nui kemudian menerima pesan dari Soo Ho yang meminta Bo Nui untuk menemuinya jam 2 siang di suatu tempat.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142744.801_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142741.472_thumb

Bo Nui sudah tiba di tempat itu dan dia merasa aneh. Soo Ho kemudian muncul dan mengajak Soo Ho masuk ke tempat itu. Tempat peramal.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142749.749_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142750.815_thumb

Peramal mulai ramalannya. Dia berkata bahwa Soo Ho sangat pintar. Tangan dan kakinya sedingin es, tapi hatinya sepanas lava. Soo Ho keras kepala dan egois. Soo Ho hanya peduli tentang dirinya sendiri. Bo Nui tersenyum membenarkan.

Bo Nui lalu mengungkapkan maksud kedatangan mereka. Mereka hendak mengadakan acara yang sangat penting, dan mereka harus sukses kali ini. Peramal itu bilang jika mereka tidak berhati-hati mereka akan dalam bahaya besar. Bo Nui panik.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142758.678_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142803.076_thumb

Soo Ho bertanya pada peramal itu, apakah dia menentukan nasib seseorang dari perhitungan tahun, tanggal, dan jam kelahirannya? Memang benar.

Peramal itu melanjutkan bahwa Soo Ho punya keberuntungan di tahun ini, kecuali bulan Juni. Peramal itu menawarkan jimat yang sangat efektif. Soo Ho tampak tak senang.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142811.779_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142813.581_thumb

“Kemungkinan ramalanmu adalah 518400. Memisahkan pria dan wanita, 136800 orang bisa digolongkan secara umum. Berdasarkan hal itu, ada 51 pria yang lahir dengan takdir yang sama denganku. Benar kan?”

Peramal itu melongo. Tapi Soo Ho belum selesai mengungkapkan teorinya. Soo Ho bilang peramal itu membuat kesimpulan setelah menganalisa shionya, dan itu punya kemungkinan 144. Jadi semua orang punya 144 takdir. Jika penduduk Korea adalah 51 juta maka 354000 orang punya takdir yang sama.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142824.028_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142828.490_thumb

Soo Ho dan Bo Nui pindah ke peramal lain, peramal yang menggunakan bola listrik. Disana Soo Ho masih mengungkapkan teorinya. Berbeda dengan peramal sebelumnya, peramal yang ini berkata bahwa Soo Ho akan dapat keberuntungan di bulan Juni karena bintang sedang bersinar.

“Bagaimana jika sebenarnya bintang itu gelap dan tampak bersinar karena dengan dengan bumi? Itu artinya gelap atau bersinar? Aku akan mendapat keberuntungan atau tidak?”

Peramal itu hanya tersenyum. Soo Ho mematikan bola listriknya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142834.409_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142839.582_thumb

Mereka pindah lagi ke peramal yang membuat ramalan dari membaca wajah. Kakek peramal itu bilang bahwa dengan mata besar dan bibir yang tipis milik Soo Ho akan membawakan cukup keberuntungan untuknya.

Soo Ho berkata pada Bo Nui bahwa dia pikir kakek peramal itu punya masalah dengan penglihatannya. Memang, apa yang dikatakan kakek tadi tentang wajah Soo Ho adalah kebalikan dari yang sebenarnya, Soo Ho punya mata yang kecil dan bibir yang tebal.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142850.913_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142856.922_thumb

Mereka lalu pergi ke peramal pembaca kartu tarot. Soo Ho sepertinya juga melakukan hal yang sama. Keluar dari tempat itu dia mengajak Bo Nui pergi ke peramal yang membaca garis tangan.

Bo Nui menolak, dia harus pergi. Soo Ho protes, mereka masih punya banyak waktu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142905.361_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142910.268_thumb

“Aku tahu apa yang kau lakukan, tapi kau bisa berhenti sekarang. Ini tidak akan membuatku berhenti mencari harimau.”

Soo Ho kesal, “Apa kau tidak belajar apapun seharian ini? Salah satu dari mereka mengatakan keberuntunganku saat dia hampir tidak bisa melihat.”

“Banyak peramal yang palsu dan pembohong. Aku tahu itu. Akan tetapi, ada waktu di dalam hidup dimana kau merasa lebih baik hanya dengan bicara panya seseorang tentang masalahmu.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142915.532_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142919.523_thumb

Soo Ho bilang Bo Nui bisa pergi ke psikiater atau konselor jika ingin bicara. Paling tidak mereka tidak meminta Bo Nui untuk membeli jimat seharga 300 ribu won. Bo Nui bilang sesi konseling juga mahal.

Soo Ho yang kesal berkata bahwa dia tahu betapa percayanya Bo Nui pada hal seperti itu. Tapi Soo Ho ingin Bo Nui tahu betapa menggelikannya hal itu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_142928.869_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_142932.075_thumb

“Kenapa kau pikir aku tidak tahu?” ujar Bo Nui. “Terima kasih. Kau khawatir padaku hingga membawaku berkeliling ke peramal. Kau tidak perlu khawatir lagi. Aku akan akan mengurus diriku sendiri.”

Bo Nui lalu pergi. Soo Ho bertanya kemana Bo Nui hendak pergi. Sambil berlalu Bo Nui berkata kalau dia harus pergi menemui seseorang. Soo Ho memanggil Bo Nui, tapi Bo Nui tak menggubrisnya.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Aku penasaran dengan hubungan Ahjussi Young Il, Nyonya Hee Ae, dan Soo Ho. Trus sekarang ada titik terang, kalau Nyonya Hee Ae dan Young Il sepertinya pernah berhubungan. Apakah Soo Ho sebenarnya anak dari Young Il? Dan karena itu Young Il datang di acara demostrasi game Soo Ho?

Bisa aja kan? Soalnya Young Il ini kalau di deskripsi karakter kan seorang programmer juga. Bisa jadi Soo Ho punya keturunan pintar dari Young Il. Hmmm… apa tebakanku terlalu berlebihan? Hehe…

Soo Ho-yaa.. kamu itu udah mulai tertarik pada Bo Nui. Buktinya? Bo Nui selalu masuk di pikirannya, membuatnya khawatir juga. Soo Ho yang biasanya tidak ikut makan malam, akhirnya datang, hanya untuk bicara pada Bo Nui..

Comments

  1. kya soo ho nggemesin, lucu liat dia khawatirin bu noi sampai pakai topi segala dan rela ke tempat peramal untuk meyakinkan bu noi untuk nggak percaya ramalan, cuek tapi so sweet. ricky

    ReplyDelete
    Replies
    1. dia itu tanpa sadar jadi perhatian sama Bo Nui... hehe..

      Delete
  2. Hae young ah...kenapa ada di sini juga mbak? Hihihi the next dots
    Nonton lucky romance itu lucky juga buat jun yeol fans bisa liat range ekpresi oppa yang luaaaaaaaas^^
    Yah meski lebih pinter jung hwan dalam menyadari perasaannya sendiri sih, tp semoga su ho lebih berani bilang ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap, semoga Soo Ho lebih berani bilang.. jangan lagi ada kasih tak sampai. hehehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts