Lucky Romance | Episode 6–2

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150351.442_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150357.323_thumb

Bo Nui termenung di sebuah tangga di daetrah yang sepi. Beberapa orang berjalan melaluinya. Kemudian sebuah mobil muncul dan membunyikan klakson. Bo Nui menghampirinya.

Pria di dalam mobil memastikan jika Bo Nui adalah orang yang mencari pria bershio macan. Bo Nui membenarkan dan ingin memeriksa kartu identitas pria itu. Pria itu menyerahkan kartu identitasnya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150400.113_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150405.613_thumb

Saat Bo Nui hendak memeriksa, seseorang merebutnya dari tangan Bo Nui. Soo Ho. Soo Ho bertanya pada pria itu apakah kartu itu benar-benar miliknya? Pria itu panik, apakah Soo Ho pacarnya Bo Nui? Bo Nui mengelak.

Soo Ho menghubungi polisi (tapi sepertinya hanya pura-pura) dan melaporkan bahwa ada seorang penculik yang menggunakan kartu identitas palsu. Pria itu kesal dan bersiap pergi. Bo Nui ingin mencegah, tapi dihalang-halangi Soo Ho.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150419.254_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150420.733_thumb

Mobil pria itu menjauh. Dan dari jok belakang ternyata ada dua orang lainnya. Mereka mengeluarkan kepala dari dalam mobil dan memaki Bo Nui.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150429.175_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150433.869_thumb

Soo Ho kesal, “Meskipun kau tidak bisa berpikir dengan rasional, sadarlah, Bo Nui-ssi.”

Bo Nui berbalik menatap Soo Ho dengan kesal. Soo Ho bertanya kenapa Bo Nui menatapnya seperti itu.

“Aku sudah mengatakannya dengan sopan sebelumnya. Aku akan mengurus diriku sendiri. Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?” Bo Nui kesal.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150432.631_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150435.462_thumb

“Aku membantumu dalam keadaan yang sangat berbahaya. Kenapa?” Soo Ho tak terima.

“Aku tidak punya waktu. Itu akan berakhir saat bulan purnama!” Bo Nui benar-benar kesal.

Soo Ho terkejut karena ternyata ada batas waktu. Dia sadar, karena itulah Bo Nui menyebutkan tentang waktu 3 minggu. Soo Ho bilang peramal itu benar-benar seorang penipu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150438.936_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150443.968_thumb

“Aku salah. Aku pikir kau orang baik. Aku pikir kau mencoba membantuku karena kau merasa kasihan, tapi aku salah. Kau hanya ingin mempermainkan orang bodoh.”

“Itu tidak benar. Aku..”

Bo Nui menyela, “Lalu apa kau akan tidur denganku?”

Soo Ho tak bisa menjawab.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150447.250_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150450.911_thumb

“Berhenti menggangu, kecuali kau akan melakukannya. Kau pikir aku suka melakukan ini? Aku takut dan gugup. Aku ingin melarikan diri. Tapi aku tidak akan melakukannya. Aku mungkin terlihat seperti orang paling bodoh dan menyedihkan di dunia bagimu. Tapi aku… Sudahlah. Bagaimanapun juga, kau tidak akan mengerti.”

Bo Nui kemudian berjalan pergi. Soo Ho terdiam menatap punggung Bo Nui yang semakin menjauh.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150452.212_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150453.968_thumb

Ryang Ha merasa senang sekaligus bosan karena memenangkan 4 kali pertandingan game melawan Soo Ho. Ryang Ha heran kenapa Soo Ho tidak fokus, apakah mereka mengatakan kalau dia bukan gadis yang tepat untuk Soo Ho? Soo Ho yang sedang minum mengeluarkan kembali air yang ada di mulutnya dan berkata kalau itu omong kosong.

Ternyata, Soo Ho meminta nama-nama peramal pada Ryang Ha. Ryang Ha menduga kalau Soo Ho melakukannya untuk menanyakan gadis itu, apakah tepat untuk Soo Ho atau bukan.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150500.970_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150502.608_thumb

“Mengapa orang-orang percaya dengan omong kosong seperti itu? Itu tidak rasional sama sekali.”

“Aku tidak berpikir kau akan mengerti, tapi kadang-kadang ada hal yang tidak berjalan meskipun kita mencoba yang terbaik. Lalu kita mengharapkan kekuatan gaib untuk membantu kita.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150513.387_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150512.247_thumb

Soo Ho bilang kalau hal itu sungguh tidak beradab. Tapi kenapa Soo Ho meminta daftar hal yang tak beradab itu? Ryang Ha meminta Soo Ho memberitahunya. Soo Ho pun memberitahu bahwa menurutnya Bo Nui tertarik pada takhayul. Ryang Ha membenarkan. Bo Nui memberinya beberapa botol garam. Dia bilang mungkin dia membawa kesialan dan menaruh botol-botol itu di pojokan.

“Dia bilang dia mungkin membawa kesialan?” Soo Ho penasaran.

Menurut Ryang Ha hal itu tidak ada apa-apanya dibandingkan ibunya yang mendoakan semangkuk air agar dia bisa menjadi pria dewasa.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150526.780_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150533.668_thumb

“Tidak. Ini lebih buruk daripada itu. Kau tidak tahu apa yang mungin dia lakukan.”

“Apa kau mengkhawatirkan Bo Nui?” tanya Ryang Ha heran, Soo Ho pun menoleh mungkin menyadari kebenaran dari perkataan Ryang Ha. “Ini pertama kalinya aku melihatmu mengkhawatirkan orang lain. Ini membuatku merinding. Mungkinkah ini artinya..kau telah tumbuh dewasa sekarang? Ini benar-benar membuatku merinding.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150541.521_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150543.291_thumb

Soo Ho memaksakan tawa dan meminta Ryang Ha untuk tenang. Dia hanya bersikap logis. Dia khawatir Bo Nui mungkin akan membawa pengaruh buruk dan mungkin akan merusak demonstrasi mereka. Ryang Ha kan tahu betapa pentingnya demonstrasi itu.

Ryang Ha tahu itu. Dia meminta Soo Ho untuk menutup mata meskipun Bo Nui membuatnya kesal, karena Bo Nui yang membawa IF dan Gary Choi pada mereka. Karena Bo Nui seperti jimat keberuntungan untuk mereka. Soo Ho pura-pura tak peduli dan mengajak Ryang Ha bermain game lagi.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150546.473_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150548.285_thumb

Bo Nui berdoa di atap agar dia diberikan harimau. Gun Wook kemudian datang membawa minuman. Gun Wook baru tahu kalau Bo Nui harus tidur dengan harimau sebelum bulan purnama. Gun Wook tak yakin peramal itu bisa dipercaya karena hal itu terlalu berlebihan.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150551.770_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150552.841_thumb

“Kau tahu bagian mana yang paling menakutkan? Orang-orang menghubungiku melalui internet café sampai kemarin. Tapi semuanya berhenti sekarang. Seperti ada seseorang yang menghentikan mereka dengan sengaja.”

Itu tidak mungkin, ujar Gun Wook. Tapi menurut Bo Nui, seperti itulah dirinya, dia tidak beruntung seperti itu. Gun Wook tidak tahu apakah dia harus berharap Bo Nui berhasil atau tidak. Gun Wook kemudian kesal karena Bo Nui menanyakan kenalan Amy yang ada di Korea (yang seorang harimau). Bo Nui lalu meminta maaf.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150602.342_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150614.797_thumb

Gun Wook mendekat, “Ingatkah apa yang Noona katakan padaku? Kau bilang jika aku menginginkan sesuatu dengan sepenuh hati itu akan menjadi kenyataan. Sejujurnya, aku tidak mengerti semua tentang tidur dengan seseorang yang bershio harimau. Tapi aku tahu satu hal. Aku tahu betapa pedulinya Noona pada Bo Ra. Aku tahu kau akan tetap kuat karena cintamu untuknya.”

Bo Nui tersenyum, Gun Wook terdengar sudah dewasa. Gun Wook bertanya apa Bo Nui tersentuh olehnya? Bo Nui kembali tersenyum. Gun Wook lalu memegang kepala Bo Nui yang kecil.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150659.354_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150705.408_thumb

Bo Nui pergi bekerja. Hari ini mereka mulai bekerja lembur. Soo Ho kemudian keluar dari ruangannya sambil membawa sikat gigi. Dae Kwon memberikan kopi padanya karena Soo Ho semalam begadang. Soo Ho melirik Bo Nui.

Seung Hyun kemudian mengangkat tangan, “Bo Nui adalah pegawai kontrak. Apa dia harus kerja lembur? Dia tidak akan dibayar untuk itu.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150714.818_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150724.367_thumb

Soo Ho menoleh pada Bo Nui, “Tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan hal itu. Bahkan pegawai kontrak harus bekerja 24 jam.”

Soo Ho kemudian pergi. Hyun Bin menenangkan Bo Nui, dia boleh tidur di rumah. Bo Nui berterima kasih.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150726.378_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150728.511_thumb

Amy meminta Ryang Ha untuk mengatur pertemuannya dengan Soo Ho. Karena Soo Ho tidak memberinya kesempatan untuk bicara. Amy ingin meluruskan semua kesalahpahaman. Amy bilang kalau mereka punya hubungan yang sangat istimewa.

Ryang Ha tertawa, “Kau benar. Dia hanya harus menganggapmu sebagai wanita gila dan move on. Benar kan?”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150731.611_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150730.381_thumb

“Apa kau baru saja memakiku?” tanya Amy kesal.

Ryang Ha mengelak, dia hanya menyebut wanita gila dan itu juga punya arti yang baik. Amy merasa aneh, dia heran kenapa Soo Ho bisa dekat dengan seseorang seperti Ryang Ha. Itu tidak seperti Soo Ho-nya.

“Uri-Soo Ho? Menggelikan. Dia bahkan tidak punya uang untuk membeli tiket ke Korea. Akulah yang membawanya keluar dari sana.”

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150735.476_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150737.028_thumb

Amy berkata kalau Soo Ho itu perlu ‘pemeliharaan’ yang tinggi. Ryang Ha menyombongkan diri, Amy itu hanya mengajari Soo Ho naik sepeda sedangkan dia mengajari Soo Ho semuanya kecuali wanita. Amy penasaran apa benar Soo Ho belum ‘kenal’ wanita?

Pokoknya, Ryang Ha meminta Amy menunggu sampai demonstarasi selesai untuk bicara dengan Soo Ho. Karena jika Soo Ho sedang fokus pada sesuatu, dia tidak akan melihat hal yang lain. Amy sudah tahu hal itu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150745.659_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150751.770_thumb

Kemudian muncul Dal Nim dan memanggil Ryang Ha dengan ketus. Dal Nim hendak membeli kopi. Ryang Ha menegur Dal Nim. Wajah Dal Nim itu tidak bersahabat, jadi setidaknya suara Dal Nim harus lebih bersahabat. Dal Nim sepertinya tidak suka melihat Amy ada disitu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150753.239_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150757.278_thumb

Amy menyapa Dal Nim, “Soo Ho berkata akan memberikanku kartu. Di bagian mana aku bisa mendapatkannya?”

“Tidak ada pengunjung dari luar yang diijinkan masuk sampai demonstrasi selesai.”

Amy tak terima disebut orang luar. Dal Nim menegaskan bahwa tim keamanan mereka akan sangat ketat sampai hari H. Jadi Amy harus mengerti dan bekerjasama. Amy berkata kalau dia akan menanyakannya langsung pada Soo Ho. Dan dia menyemangati Dal Nim yang akan bekerja lembur.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150803.361_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150807.296_thumb

Dal Nim kesal dibuatnya. Dia tidak suka sikap Amy yang tak biasa. Tapi Ryang Ha bilang kalau Amy itu menarik. Dia malah menyuruh Dal Nim memakai pakaian seperti Amy.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150812.045_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150820.500_thumb

D-3. Kehidupan lembur di mulai. Soo Ho ikut memastikan pekerjaan anak buahnya. Hingga tiba di hari D-1.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150825.497_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150826.555_thumb

Bo Nui menatap layar pengingat hari. Oya, demonstrasi dan bulan purnama terjadi di hari yang sama. Soo Ho keluar dari ruangannya dan melihat Bo Nui menatap layar itu. Soo Ho kemudian masuk kembali keruangannya bersamaan dengan Bo Nui yang berbalik. Tapi Bo Nui tak melihat Soo Ho yang tadi menatapnya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150834.262_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150847.282_thumb

Bo Nui dan Dal Nim duduk di kursi pijat. Bo Nui merasa senang karena dia bisa beristirahat. Mereka harus merasa santai dan nyaman untuk bisa lebih fokus. Dal Nim sudah menduga Bo Nui pasti akan merasa senang bekerja di ZeZe.

Seung Hyun lalu datang dan memberitahu bahwa ada tamu untuk Bo Nui menunggu di lobby. Bo Nui segera ke lobby.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150854.341_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150858.084_thumb

Yang menunggunya adalah Won Dae Hae. Dae Hae membawakan Bo Nui beberapa kardus air alkalin. Ternyata itulah yang kemarin ingin Dae Hae beli dengan meminjam uang pada Bo Nui. Dae Hae sepertinya jualan air itu. dae Hae menjelaskan berbagai khasiat air itu.

Bo Nui menolak, meminta Dae Hae untuk membawa kembali air itu karena dia tidak punya uang untuk membelinya. Dae Hae tidak mempermasalahkan tentang uang. Dia mempersilahkan Bo Nui untuk membawa air itu ke kantor dan meminumnya saat haus. Bo Nui bisa membayarnya nanti. Setelah mengatakan itu Dae Hae langsung berlari pergi. Meskipun kesal Bo Nui tetap membawa air itu.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150911.832_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150916.973_thumb

Bo Nui kemudian mendapatkan kirimin kartu identitas dari pria yang mengaku sebagai harimau. Bo Nui menghubungi nomor pria itu dan memastikan bahwa kartu identitas yang dikirimkan tadi bukanlah palsu atau identitas orang lain. Bo Nui lalu janjian bertemu dengan pria itu besok malam.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150929.852_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150930.652_thumb

Hari demonstrasi. Soo Ho dan Bo Nui duduk bersama sambil mengerjakan sesuatu. Kemudian Amy dan Gun Wook datang. Amy hendak menghampiri Soo Ho tapi tidak jadi karena harus menjawab telepon. Gun Wook menanyakan kesiapan mereka. Semua sudah siap, Soo Ho bilang Gun Wook hanya perlu membuat pertunjukan seperti seorang bintang.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150941.551_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150943.561_thumb

Gun Wook menanyakan keadaan Bo Nui yang kurang tidur. Bo Nui bilang kalau dia baik-baik saja. Bo Nui lalu memuji penampilan Gun Wook yang tampak keren dengan pakaian itu. Gun Wook mengajak Bo Nui untuk makan tteokbokki setelah acara selesai. Bo Nui menolak, dia masih harus tinggal untuk membereskan sisa acara.

Gun Wook menyinggung tentang malam ini sebagai malam terakhir kesempatan Bo Nui, tapi Bo Nui tak ingin membahasnya.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_150947.997_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_150955.551_thumb

Soo Ho minum obat penenang. Dal Nim kemudian datang dan memberitahu bahwa acara akan dimulai 5 menit lagi. Dia juga sudah memastikan bahwa merekam tidak diperbolehkan, jadi Soo Ho tak perlu khawatir. Soo Ho berterima kasih.

Dal Nim lalu memberikan sebuah jimat. Bo Nui memintanya untuk memberikan itu pada Soo Ho. Jimat itu akan membuat Soo Ho tidak gugup.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151001.968_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151006.395_thumb

“Dal Nim-ssi, berapa lama kita telah bekerja bersama sejauh ini? Sudah 2 tahun? Dua setengah tahun?”

“Sudah 2 tahun, 8 bulan dan 7 hari. Besok adalah hari ke 1000.” Dal Nim tertawa kecil.

“Besok benar-benar hari ke 1000? Aku tahu bagaimana seksamanya dirimu. Lalu sekarang, kau seharusnya sudah tahu apa yang akan aku lakukan dengan (jimat) ini.”

Dal No meminta maaf. Lalu permisi pergi. Sementara itu Soo Ho memasang penyumbat di telinganya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151018.270_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151025.725_thumb

Soo Ho mempresentasikan IF dengan lancar dan memperkenalkan Gary sebagai model mereka. Gary pun muncul dari balik layar. Semua hadirin dan anggota tim bertepuk tangan. Acara kali ini sukses.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151034.653_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151037.325_thumb

Selesai acara anggota tim memutuskan untuk pergi makan malam bersama dengan menggunakan kartu milik Soo Ho. Dal Nim menghubungi Bo Nui dan mengajaknya pergi bersama.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151042.423_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151043.995_thumb

Bo Nui yang sedang merias wajah di toilet menolak, dia tidak bisa ikut.

Soo Ho juga masuk ke toilet laki-laki dan mendengar Bo Nui yang sedang menjawab telepon Dal Nim. Soo Ho mendengar kalau Bo Nui tidak bisa ikut makan malam dengan mereka.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151045.904_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151050.765_thumb

Soo Ho keluar dari toilet dan melihat Bo Nui yang sudah berganti pakaian dan tergesa-gesa keluar. Soo Ho mengejarnya. Tapi kemudian ada Amy memanggilnya. Langkah Soo Ho terhenti tapi matanya tetap mengikuti Bo Nui.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151057.874_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151107.846_thumb

Amy mengajak Soo Ho minum teh bersama malam ini. Soo Ho tidak fokus. Dia menolak dan menerima tawaran Amy untuk minum teh bersama besok. Soo Ho berjalan pergi. Soo Hoo sepertinya tidak sadar dengan ucapannya, tapi Amy merasa senang karena Soo Ho baru saja bicara padanya dengan bahasa tidak formal.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151114.035_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151120.317_thumb

Soo Ho mengikuti taksi yang ditumpangi Bo Nui. Soo Ho tampak khawatir dengan apa yang akan dilakukan Bo Nui. Hingga akhirnya mereka tiba di dekat sebuah hotel.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151127.917_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151135.705_thumb

Bo Nui turun dari taksi dan bertemu dengan pria itu. Soo Ho mengawasinya dari dalam mobil. Pria itu memberikan kartu identitasnya untuk diperiksa Bo Nui. Setelah itu dia mengajak Bo Nui segera masuk.

Soo Ho teringat dengan perkataan Bo Nui yang memintanya untuk tidak ikut campur kecuali dia mau tidur dengan Bo Nui. Soo Ho memutuskan untuk pergi. Tapi kemudian dia melihat dua orang pria mencurigakan masuk ke motel yang dimasuki Bo Nui.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151153.719_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151157.728_thumb

Soo Ho segera keluar dan masuk ke motel itu. Dia menanyakan pada penjaga kamar mana yang didatangi dua pria tadi. Soo Ho naik ke atas. Di depan kamar, dia bingung apa yang harus dia lakukan.

Soo Ho kemudian sembunyi begitu mendengar suara pintu dibuka. Yang keluar adalah pria yang tadi bersama Bo Nui. Dia mengetuk kamar dua pria tadi dan meminta tas. Dia memastikan bahwa dua pria tadi sudah memasannya dengan benar. Memasang apa? Mencurigakan.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151210.985_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151219.362_thumb

Sementara itu Gary sedang melakukan wawancara mengenai kemunculannya di IF. Gary meminta Amy untuk menyelesaikan wawancara itu dalam 5 menit. Jika tidak dia akan membatalkan kontraknya.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151221.178_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151228.528_thumb

Bo Nui duduk termenung di tepi kasur. Melihat ke arah kamar mandi, dimana pria tadi sedang membersihkan diri. Ponsel Bo Nui berbunyi, dari Gary. Bo Nui mematikan ponselnya.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151234.827_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151241.793_thumb

Bo Nui lalu menaruh jimat di bawah bantal dan kasur. Tapi kemudian pria tadi keluar dan memergoki Bo Nui. Pria itu mengambil jimat yang tersisa dari tangan Bo Nui. Dia sudah mengira, karena Bo Nui mencari pria bershio harimau.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151244.250_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151248.280_thumb

Pria itu mulai menyentuh Bo Nui. Bo Nui berteriak meminta waktu. Tapi kemudian pintu kamar diketuk. Polisi. Polisi masuk dan menangkap pria tadi.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151301.290_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151306.502_thumb

Polisi memberitahu Bo Nui, dia mendapat laporan bahwa pria tadi memasang kamera tersembunyi disana. Polisi itu melakukan pencarian di dalam kamar dan menemukan beberapa kamera tersembunyi.

“Ahgassi, kau bisa saja dalam masalah besar. Benar-benar.” Ujar Pak Polisi.

Bo Nui terdiam, syok.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151313.172_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151315.307_thumb

Di luar, Soo Ho mengawasi pria tadi yang digiring polisi dari dalam mobil. Setelah memastikan pria itu dibawa polisi, Soo Ho segera pergi dari sana.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151318.141_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151321.881_thumb

Bo Nui masih terdiam di kamar. Polisi memintanya ikut ke kantor polisi untuk memberikan pernyataan. Tapi ternyata yang menjadi pikiran Bo Nui bukan masalah kamera itu, tapi waktunya sudah berakhir sekarang.

***

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151329.629_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151324.830_thumb

Amy dan Gary datang ke tempat makan malam tim. Gary tidak menemukan Bo Nui disana. Dia menanyakan keberadaan Bo Nui pada Dal Nim. Dal Nim memberitahu bahwa Bo Nui tidak ikut makan karna ada sesuatu yang harus dia kerjakan di rumah. Gary kemudian berlari pergi.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151339.640_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151348.281_thumb

Gary pulang ke rumah dan menggedor pintu rumah Bo Nui. Tapi tak ada jawaban. Gary menghubungi Amy, menanyakan keberadaan Soo Ho. Amy yang sedang ikut makan memberitahu bahwa Soo Ho sudah pergi setelah acara selesai. Gary khawatir pada Bo Nui. Dia berharap Bo Nui tidak benar-benar melakukannya. Gary memandang langit, bulan purnama telah sempurna.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151353.629_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151411.854_thumb

Gary mencoba menghubungi Bo Nui, tapi ponselnya mati. Sementara itu Bo Nui berjalan dengan gontai, dan Soo Ho termenung di suatu tempat.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151442.742_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151456.486_thumb

Bo Nui pergi ke rumah sakit. Dia berjalan menuju ruang perawatan Bo Ra. Langkah Bo Nui kemudian terhenti. Dia terkejut akan sesuatu.

Soo Ho. Soo Ho berdiri di depan ruangan Bo Ra. Tak lama kemudian Soo Ho menoleh.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151500.892_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151502.123_thumb

Mereka saling pandang.

***

Bersambung ke episode 7~

***

[TRUTH or DARE] : Pengakuan Bo Nui

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151532.500_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151600.669_thumb

Pagi itu, Soo Ho menaruh sepedanya di tempat penyimpanan sepeda. Di luar tempat itu ada Bo Nui yang sedang mondar-mandir.

Tak berapa lama kemudian Bo Nui mengungkapkan pengakuannya untuk Soo Ho di depan sebuah tembok. Bahwa dia bisa melakukan apa saja untuk membuat adiknya yang sudah 2 tahun sakit sembuh kembali.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151604.359_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151613.646_thumb

Dan ternyata di balik tembok itu, ada Soo Ho. Soo Ho mendengarkan semua pengakuan Bo Nui.

Lucky.Romance.E06.mkv_20160612_151619.147_thumbLucky.Romance.E06.mkv_20160612_151625.756_thumb

Soo Ho langsung pergi ke rumah sakit untuk mencari pasien bernama Shin Bo Ra kelahiran 1998 dengan wali yang bernama Shim Bo Nui.

***

Komentar:

Waahh.. dugaanku benar. Soo Ho mendengar pengakuan itu. Tapi aku tidak menyangka dia akan langsung memeriksanya di rumah sakit. Jadi, Soo Ho mengajak Bo Nui pergi ke berbagai macam peramal setelah mengetahui semua itu kan? Itu artinya Soo Ho benar-benar mengkhawatirkan Bo Nui, sama seperti Gary.

Comments

  1. Yeah...udah jelas
    Bahaya emang. Makanya agak sebel jg kenapa yang diangkat harus syarat itu, tapi karena saya jg ga tahu webtoonnya biar aja deh liat ke depannya gimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena di webtoonnya juga syarat itu yang diangkat meski katanya beda alasannya. aku juga gak baca webtoonnya, dan gak pengen baca dulu, soalnya takut jadi ngebanding-bandingin..

      Delete
    2. Maksud saya kok bisa penulks webtoon kepikiran syarat itu hahaha makanya suho marah ngira dia kayak pengorbanan gitu. Lah jaman sekarang lho ya w:p
      Ada ada aja...
      Thank you mbak mumu^^

      Delete
  2. Suka dech sama Soo Ho...semangat terus nulis sinopx ya,,,

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts