Friday, June 17, 2016

Lucky Romance | Episode 8 – 1

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_094738.668_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_094749.153_thumb

Gary dan Soo Ho bertengkar. Soo Ho ingin pergi mencari Bo Nui yang menurutnya hendak bunuh diri. Sedangkan Gary bilang mungkin saja Bo Nui ada di rumah, karena Bo Nui bukan seseorang yang suka membuat keputusan gegabah. Dia percaya pada Bo Nui.

Soo Ho kesal, apakah Gary benar-benar percaya pada Bo Nui atau hanya itu yang bisa Gary lakukan? Soo Ho menyebut Gary pengecut karena bersembunyi di balik kata-kata seperti itu dan hanya menunggu Bo Nui yang menurutnya itu tidak tulus.

Gary yang juga kesal meminta Soo Ho untuk tidak bicara dengan enteng. Karena seperti yang Soo Ho tahu Bo Nui sudah mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan Bo Ra. Justru, menurut Soo Ho karena Bo Nui percaya dengan hal bodoh seperti itu semuanya menjadi seperti ini.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_094805.181_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_094816.300_thumb

“Jika dia begitu menyedihkan, silahkan pergi saja. Aku pikir kau sudah cukup sebagai seorang CEO.”

“Kalau begitu kau percaya dan tunggu saja. Sebagai teman dekatnya.”

Soo Ho kemudian pergi meninggalkan Gary. Gary juga kemudian pergi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_094942.976_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_094917.135_thumb

Sementara itu Bo Nui berdiri dengan sedih di depan Sungai Han.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_094959.664_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095021.149_thumb

Soo Ho juga mencari Bo Nui ke sekitar Sungai Han, dia melihat seseorang yang mirip Bo Nui, tapi ternyata bukan.

Gary menunggu di atap rumah. Dia percaya Bo Nui tidak akan melakukan hal buruk. Gary juga mencoba menghubungi Bo Nui, tapi ponselnya mati.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095028.890_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095039.193_thumb

Soo Ho menghubungi rumah sakit. Dia memastikan apakah ada pasien bernama Shim Bo Ra yang dipindahkan hari ini. Tapi sepertinya dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

Soo Ho kemudian membaca kembali surat dari Bo Nui. Soo Ho mengingat perkataan Bo Nui yang berkata bahwa dia tidak akan menyerah dan akan menyelamatkan Bo Ra apapun yang terjadi.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095056.878_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095101.301_thumb

Esok pagi. Bo Nui masih di depan Sungai Han. Dia menuliskan nama Bo Ra di atas secarik kertas. Lalu menjadikan kertas itu sebuah perahu dan menghanyutkannya di sungai.

“Ibu, Ayah, tolong awasi Bo Ra sehingga dia tidak akan kesakitan sampai akhir. Setelah mengurus Bo Ra, aku akan menyusul.” Bo Nui berkata dalam hati sambil menatap perahu kertas itu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095112.164_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095115.463_thumb

Gary turun ke depan gedung. Ada mobil Soo Ho disana. Soo Ho pun keluar dari mobil. Melihat Gary yang sepertinya hendak mencari Bo Nui lagi, Soo Ho pun tahu Bo Nui belum kembali. Melihat Soo Ho disana, Gary pun tahu Soo Ho belum menemukan Bo Nui. Soo Ho menghela nafas.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095125.543_thumb[1]Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095127.203_thumb[1]

Dia kemudian melihat Bo Nui yang berjalan pulang. Gary juga melihatnya dan hendak menyusul tapi Soo Ho menghentikan Gary. Soo Ho meminta Gary membiarkan Bo Nui.

“Dia kembali. Itu sudah cukup. Kita harus membiarkannya istirahat.” Ujar Soo Hoo.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095139.352_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095142.399_thumb

Bo Nui menyalakan ponselnya. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Gary, Perawat, Dal Nim, dan Soo Ho. Bo Nui lalu menghubungi Perawat sambil bergumam kalau dia masih belum bisa melepaskan Bo Ra.

Perawat meminta Bo Nui segera ke rumah sakit. Bo Nui terkejut, apakah ada sesuatu yang terjadi pada Bo Ra? Jari Bo Ra bergerak! Bo Nui segera berganti pakaian dan berlari pergi ke rumah sakit.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095154.810_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095217.937_thumb

Bo Nui kembali menanyakan kebenaran bergeraknya tangan Bo Ra pada dokter yang merawatnya. Dokter membenarkan. Dengan antusias Bo Nui meminta dokter meyakinnya kalau itu bukan bohong dan Bo Ra akan segera bangun lagi. Doker meyakinkan Bo Nui. Mereka melihatnya saat memindahkan Bo Ra, karena itu mereka segera kembali ke rumah sakit.

Bo Ra sekarang mulai merespon. Dokter memberikan selamat pada Bo Nui. Bo Nui berterima kasih pada dokter, pada Bo Ra, dan pada perawat yang telah merawat Bo Ra.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095222.135_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095229.986_thumb

Saking senangnya, Bo Nui juga menyapa bunga-bunga di tepi jalan dan memberikan semangat pada mereka.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095235.661_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095251.816_thumb

Gary sedang nge-gym, sambil memikirkan Bo Nui. Gary meyakinkan diri kalau Bo Nui sedang tidur sehingga dia tidak menjawab teleponnya. Tidak mungkin Bo Nui mengacuhkan panggilannya. Bo Nui kemudian menelepon.

“Oh, Noona! Kamu dimana? Di rumah? Ah tidak. Apa kau baik-baik saja, Noona?”

Bo Nui meminta Gary untuk tidak terkejut. Bo Nui memberitahu bahwa Bo Ra sudah bangun. Dokter di rumah sakit mengetahuinya semalam. Bo Nui akan menceritakan lebih lanjut nanti di rumah. Karena sekarang dia harus pergi ke suatu tempat.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095255.741_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095258.472_thumb

Sementara itu Soo Ho sedang stress. Dia mengatakan sendiri kalau dia stress. Soo Ho mengintip tempat duduk Bo Nui. Dia kesal karena Bo Nui belum datang ke kantor, padahal sudah pulang ke rumah. Selalu saja datang terlambat!

Soo Ho lalu meyakinkan diri kalau sebagai CEO dia berhak menghubungi karyawannya yang bolos kerja. Soo Ho sudah membuka nomor kontak Bo Nui. Tapi kemudian dia kesal kenapa dia harus menjadi orang yang seperti itu. Soo Ho melemparkan ponselnya ke sofa. Sayangnya tanpa sengaja dia menyentuh tombol panggil.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095308.848_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095313.715_thumb

Soo Ho yang panik segera melompat ke sofa dan mencoba membatalkannya. Tapi teleponnya sempat terjawab Bo Nui, 3 menit. Soo Ho kesal. Dia jungkir ngamuk-ngamuk sendiri di sofa. Tak berapa lama kemudian setelah Soo Ho menenangkan diri terdengar suara seseorang menyapa seseorang yang baru datang.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095332.446_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095336.738_thumb

Soo Ho langsung membuka pintu ruangannya dan berteriak, “Kenapa kau begitu terlambat?!”

Semua orang menoleh. Soo Ho mengira itu Bo Nui, padahal bukan. Pengantar barang. Pengantar barang minta maaf datang terlambat karena macet. Dae Kwon pun bertanya apakah Soo Ho sedang menunggu paket?

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095357.141_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095339.614_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095414.136_thumb

Kadung malu, Soo Ho berkata seolah paket itu adalah paketnya. Tapi kemudian Jo Hoon menyela, itu adalah paketnya. Paket penukaran keyboard barunya yang rusak. Semua orang kembali memandang Soo Ho, menunggu reaksinya.

Soo Ho berteriak marah-marah menanyakan paketnya yang tak kunjung tiba, paket cepat tapi tidak cepat. Soo Ho juga jadi marah pada karyawannya yang membiarkan pengantar barang masuk ke kantor mereka padahal mereka tahu betapa pentingnya keamanan di insdustri IT. Hanya karena demonstrasi game mereka telah selesai, semuanya jadi santai. Soo Ho meminta mereka untuk sadar. Selesai marah-marah, Soo Ho masuk ke ruangannya.

(Haaa..kepalang marah-marah di awal jadi marah-marah terus sampai akhir, daripada malu… XD)

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095435.791_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095442.838_thumb

Dae Kwon menghampiri Dal Nim, apakah semuanya tidak berakhir baik dengan Bo Nui? Yun Fat bingung dengan Soo Ho marah-marah seperti itu, Yun Fat jadi tiba-tiba pusing karenanya. Dae Kwon juga bilang kalau emosi Soo Ho benar-benar aneh.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095448.251_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095452.492_thumb

Bo Nui pergi ke tempat shaman. Dia menggedor tempat itu dan mencoba mengintip ke dalam. Kemudian shaman itu datang. Bo Nui menanyakan keberadaan shaman itu. Shaman menjelaskan bahwa dia pergi berdoa, seperti pengumuman yang dia tempel di pintu.

Melihat Bo Nui pagi-pagi sudah ada di tempatnya, shaman itu menduga Bo Nui telah melakukan sesuatu. Tapi Bo Nui malah memeluk shaman sambil berterima kasih. Bo Nui memberitahu kalau Bo Nui sudah bangun.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095504.747_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095518.605_thumb

“Ini semua begitu nyata dan aku bersyukur. Aku bahkan tidak menangkap harimau.” Ujar Bo Nui setelah mereka duduk bersama.

Shaman bilang tidak mungkin Bo Nui tidak menangkap harimau. Dia meminta Bo Nui mengingatnya, benar tidak ada yang terjadi hari itu? Bo Nui berkata bahwa malam itu dia mabuk karena dia sangat takut terjadi sesuatu pada Bo Ra. Karena hujan dan mabuk, Bo Nui bilang kalau dia pulang ke rumah. Tapi kemudian dia mengingat sesuatu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095529.406_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095550.866_thumb

Dia ingat malam itu Soo Ho bersamanya, dan dia tidur di rumah Soo Ho. Bo Nui senang, dia menghabiskan satu malam dengan harimau! Shaman membenarkan, Bo Nui tidak gagal. Bo Nui memuji shaman sebagai yang terbaik di dunia, di semua dunia. Shaman meminta Bo Nui diam dan berhenti menjadi tidak sopan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095553.952_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095557.996_thumb

“Ketika kau terbang dan terbang dengan tidak mengetahui bahwa langit itu tinggi, akan lebih mudah bagimu untuk jatuh langsung ke tanah. Jangan terlalu senang. Selalu berhati-hati, dan hati-hati.”

Bo Nui sudah dua tahun menjalani kehidupan seperti itu. Dia tidak akan melupakan apapun, mulai dari lili pagi sampai renungan malam. Shaman bilang bahwa aura (mungkin aura kesialan) Bo Nui masih ada, jadi Bo Nui harus ingat itu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095610.754_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095621.538_thumb

Bo Nui mengiyakan. Dia lalu kembali berterima kasih. Jika bukan karena shaman, dia tidak akan berhasil. Shaman bilang itu semua adalah hidup Bo Nui. Dan bertemu dengan sesuatu seperti Bo Nui adalah hidupnya.

“Ketika Bo Ra bangun, saya akan pastikan untuk datang bersamanya.”

Shaman menyuruh Bo Nui untuk segera pergi. Bo Nui kemudian pergi setelah mengatakan bahwa suara shaman terdengar begitu indah hari ini. Setelah Bo Nui pergi, shaman berdoa agar Yang Maha Kuasa mengawasi Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095626.539_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095628.644_thumb

Dal Nim ke café Ryang Ha dan menanyakan apakah Soo Ho pergi kesana. Ryang Ha mulai menggoda Dal Nim, jika Dal Nim tidak melihatnya sebantar saja apa Dal Nim menjadi gila. Dal Nim meminta Ryang Ha berhenti menggodanya, dia sedang tidak mood menanggapi candaan Ryang Ha. Ryang Ha mengerti.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095632.087_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095652.531_thumb

Ryang Ha lalu mengucapkan kata-kata yang dia baca di diary itu, “Aku hanya bisa tersenyum di sisinya, akankah dia tahu? Bahwa aku selalu…"

“Mengawasinya.” Sambung Dal Nim sambil tersemyum.

Dal Nim panik, bukan dia orangnya. Ryang Ha tertawa dan kembali menggoda. Dia tidak bilang kalau itu Dal Nim dan mengajak Dal Nim membicarakan siapa orang yang mengawasi itu. Ibu? Ayah? Atau Je Soo Ho? Dal Nim yang kesal menyebut Ryang Ha sebagai orang yang hateful, menjijikan, dan merusak. Gaya yang benar-benar dia benci.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_095703.725_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_095706.908_thumb

“Kau orang yang mengerikan!” Dal Nim menunjuk Ryang Ha lalu bergegas pergi.

Ryang Ha tak terima dan membalikkan semua kata-kata Dal Nim, bahwa Dal Nim juga orang yang seperti itu baginya.

*** 

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100035.779_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100041.286_thumb

Dal Nim keluar gedung dan mendapati Soo Ho sedang membaca. Dal Nim menyapanya dan mengatakan bahwa dia ingin meminta tolong sesuatu pada Soo Ho. Soo Ho mempersilahkan Dal Nim mengatakannya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100051.678_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100050.131_thumb

Dal Nim meminta Soo Ho membujuk Bo Nui untuk kembali bekerja di ZeZe. Bo Nui punya seorang adik dan dua tahun lalu ada kecelakaan besar sehingga dia di rumah sakit sekarang. Bo Nui benar-benar sangat kesulitan untuk membayar tagihan-tagihan pengobatan. Dan Dal Nim pikir bahwa mungkin Bo Nui akhirnya mematahkan kutukan Zeze…

“Kutukan?”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100057.939_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100100.956_thumb

“Hari adiknya mengalami ke kecelakaan adalah hari wawancara terakhir kita 2 tahun yang lalu. Tapi setelah itu, Bo Nui berubah. Dia terus mengatakan seorang shaman menyelamatkan Bo Ra, berbicara tentang mengusir roh jahat dan jimat.”

“Dengan garam dan pot.” Lanjut Soo Ho.

“Karena dia datang ke Zeze dia memiliki beban kerja yang stabil dan mulai hidup seperti manusia, jika dia pergi sudah jelas apa yang akan terjadi!”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100107.595_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100128.566_thumb

Dal Nim dan Soo Ho lalu kembali ke kantor mereka dan bertemu Bo Nui di depan. Sambil berlalu Soo Ho meminta Bo Nui masuk ke ruangannya. Dal Nim bertanya apa yang terjadi pada Bo Nui karena Bo Nui tidak menjawab teleponnya. Bo Nui pun memberitahu kalau Bo Ra sudah mulai bangun.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100130.730_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100143.358_thumb

Bo Nui masuk ke ruangan Soo Ho. Soo Ho bertanya dimana Bo Nui semalam? Sungai Han. Soo Ho menghela nafas dan bertanya sampai sejauh mana Bo Nui akan melakukannya. Bo Nui tak menjawab.

“Aku bertanya berapa banyak lagi kebodohan yang akan kau lakukan!” Soo Ho menoleh dan mendekati Bo Nui.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100144.631_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100148.442_thumb

“Apa sekarang? Apa yang harus aku lakukan? Apa kau mendapat firasat keberuntungan lagi? Apa yang bisa aku lakukan!? Aku!” Soo Ho berteriak kesal.

“Tidak ada... Kau tidak perlu melakukan apa-apa!” ujar Bo Nui.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100155.538_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100212.931_thumb

“Tapi aku tidak tahu apa yang mungkin kau lakukan selanjutnya.” Balas Soo Ho. “Aku terus memikirkanmu. Aku terus berpikir tentangmu dan itu membuatku gila!”

“Itu karena kau sudah melalui situasi aneh karena aku, kan? Tapi kau tidak perlu khawatir lagi. Bo Ra, dia bangun.”

Soo Ho terdiam.

“Aku berkata Bo Ra…bangun! Itu semua karenamu.” Bo Nui tersenyum.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100228.590_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100221.476_thumb

Sejak pertama kali Bo Nui masuk, Yun Fat bilang dia punya perasaan bahwa sesuatu akan terjadi, perasaan tak menyenangkan. Seung Hyun mengajak mereka bertaruh kalau Bo Nui akan kembali bekerja. Tapi Ji Hoon mengatakan kalau itu tak mungkin jika Bo Nui berhenti kemarin dan hari ini bekerja kembali. Mereka lalu sepakat taruhan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100230.075_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100233.806_thumb

Kembali pada Soo Ho dan Bo Nui. Soo Ho tak mengerti apa yang Bo Nui katakan, kenapa Bo Ra bangun karena dirinya? Bo Nui mengingatkan tentang malam itu, malam bulan purnama. Tapi malam itu tidak ada yang terjadi, tegas Soo Ho.

Bo Nui pun menjelaskan bahwa dia salah mengartikan perintah shaman itu. Shaman itu mengatakan kepadanya untuk menghabiskan satu malam dengan pria bershio harimau. Hanya menghabiskan malam, bukan ‘tidur’ dengannya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100243.375_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100250.695_thumb

“Jadi kau mengatakan, itu karena kau tidur di rumahku adikmu bangun?”

Bo Nui mengangguk, “Sekarang dia akan mampu bergerak jari-jari kakinya, berbicara dan membuka matanya, mereka mengatakan dia akan menjadi lebih baik dan lebih baik!”

Soo Ho berkata itu bagus. Soo Ho tampak berpikir. Bo Nui berterima kasih pada Soo Ho. Sekarang Soo Ho tidak perlu memperhatikannya. Seperti yang dia janjikan, dia akan menghilang dari padangan Soo Ho.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100259.888_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100303.624_thumb

“Tidak! Tidak boleh.” Ujar Soo Ho cepat.

Soo Ho mulai menjelaskan jika Bo Ra hanya menggerakkan jari, dia akan berada dalam keadaan semi-koma. Akan memakan waktu cukup lama untuk Bo Ra mengalami perkembangan. Dan karena dia sudah berbaring selama 2 tahun, akan memakan waktu yang lama untuk rehabilitasi. Soo Ho mengatakan tagihan pengobatan akan jauh lebih banyak dari apa yang ada sekarang. Bo Nui heran darimana Soo Ho tahu tentang hal itu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100317.984_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100329.562_thumb

Karena itulah… Soo Ho lalu mengambil surat pengunduran diri Bo Nui. Soo Ho meminta Bo Nui untuk tidak bermain-bermain dengan hal seperti itu.

“Ini! Apakah ini sesuatu untuk ditulis dengan begitu mudah!? Hah?! Ini! Ini adalah kebiasaan! Sebuah kebiasaan buruk!” Soo Ho meremas surat itu dan membuangnya ke lantai.

“Kau bilang aku selalu di pikiranmu.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100339.959_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100410.604_thumb

“Benar! Karena itu tinggallah di depan mataku! Sayangnya, aku punya imajinasi yang hebat, sehingga waktu yang aku habiskan untuk memikirkanmu yang berada di luar di suatu tempat dan bertanya-tanya tentang apa yang kau lakukan, waktu itu akan terbuang percuma! Jadi selalu... tinggal di mana aku bisa melihatmu.”

Bo Nui terdiam menatap Soo Ho.

“Aku melarang surat pengunduran diri! Dan aku melarang absen! Dan aku melarang untukmu tidak bisa aku hubungi! Semuanya dilarang! Mengerti?”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100421.563_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100424.677_thumb

Bo Nui masih terdiam menatap Soo Ho.

“Jika kau punya mulut, jawablah!”

“Ya.” Jawab Bo Nui kemudian.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100451.598_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100459.209_thumb

Soo Ho menyuruh Bo Nui tidur saja di rumah hari ini, itu adalah tugas untuk Bo Nui hari ini. Bo Nui ingin mengatakan sesuatu. Soo Ho kesal dan menyuruh Bo Nui pergi. Mengurus karyawan juga adalah tugas seorang CEO. Bo Nui berbalik pergi tapi kemudian memanggil Soo Ho. Soo Ho memarahi Bo Nui.

“Depyunim. Depyunim, kau harimau yang sangat sangat baik! Mulai sekarang, aku tidak akan membebanimu dan aku akan bekerja dengan sangat sangat baik!” Bo Nui tersenyum, lalu pergi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100516.470_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100519.372_thumb

Mengingat Bo Ra yang sudah bangun, Soo Ho merasa lega. Lalu Soo Ho pun jongkok. (ini Soo Ho hobi banget sih jongkok…hehe..)

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100522.204_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100532.239_thumb

Nyonya Hee Ae hendak pergi. Dia kemudian melihat kardus-kardus herbal milik suaminya.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100538.252_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100545.731_thumb

Bo Nui menceritakan semuanya pada Dal Nim. Dal Nim merasa tak percaya, bagaimana itu bisa terjadi. Karena itulah Bo Nui bilang kalau itu adalah sebuah keajaiban.

“Tapi, tidak ada yang terjadi antara kau dan CEO? Kau yakin, kan?” tanya Dal Nim hati-hati.

Bo Nui mengangguk, “Kami hanya tidur. Karena aku mabuk.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100552.625_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100604.766_thumb

“Kalau begitu, tidak apa-apa. Jujur, karena kalian berdua begitu aneh, aku pikir kalian diam-diam berkencan. Dan aku bahkan tidak tahu apa yang kau alami..”

Bo Nui menegaskan itu karena ramalan, 100% karena hal itu. Bo Nui meminta maaf karena tidak memberitahu Dal Nim lebih awal. Dal Nim tak masalah. Dia lalu memeluk Bo Nui dan memberikan ucapan selamat. Bo Nui mencoba melepaskan pelukan Dal Nim. Dal Nim tak boleh memeluknya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100617.123_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100618.784_thumb

“Tidak apa-apa. Aku bisa tidak beruntung untuk satu hari. Kau sudah melalui begitu banyak hal selama ini. Bo Nui begitu mengagumkan!” Dal Nim menepuk punggung Bo Nui.

“Terima kasih.” Bo Nui balas memeluk Dal Nim.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100635.529_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100643.960_thumb

Air minum kemasan yang Bo Nui tinggalkan di pantry sudah hampir habis. Siapa yang meminumnya? Seung Hyun. Yun Fat bilang minuman itu rasanya aneh. Tapi bagi Seung Hyun, sedikit rasa pahit itu sempurna untuknya. Dia meminta Hyun Bin untuk mengambilkannya lagi untuknya.

Mereka kemudian menghampiri Dal Nim yang baru masuk dan menanyakan tentang Bo Nui, apakah Bo Nui jadi berhenti? Dal Nim dengan senang mengabarkan kalau Bo Nui akan mulai bekerja besok. Seung Hyun dan Hyun Bin menang taruhan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100651.880_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100659.647_thumb

“Hei, bukankah ini pertama kalinya dia menghentkan seseorang dari mengundurkan diri?” ujar Ji Hoon.

“Bukankah ini benar-benar keluar dari karakternya?” lanjut Yun Fat.

Mereka kemudian membayar taruhannya. Sementara itu Dal Nim menulis di buku diary sambil tersenyum, “Tidak ada cara untuk melarikan diri dari pesonanya!”

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100702.533_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100724.800_thumb

Soo Ho sedang bekerja, eh sepertinya dia sedang meneliti tentang otak. Mungkin tentang Bo Ra yang koma. Dia lalu tersenyum mengingat perkataan Bo Nui bahwa dia adalah harimau yang sangat baik. Meski Soo Ho berusaha untuk tidak tersenyum, tapi dia tak bisa menahannya lama-lama.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100726.270_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100739.546_thumb

Di café Ryang Ha, Soo Ho juga senyum-senyum sendiri. Ryang Ha heran melihatnya, apa Soo Ho sakit? Tapi Soo Ho hanya menjawab pertanyaan Ryang Ha itu dengan senyumannya. Ryang Ha semakin heran melihatnya.

“Apakah angin masuk paru-parumu? Kau terus mengejek!”

Soo Ho meminum minuman yang disodorkan Ryang Ha dan tertawa. Keheranan Ryang Ha semakin bertambah, siapa yang tertawa dengan lelucon seperti itu. Ryang Ha merasa dia perlu menghubungi rumah sakit.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100745.818_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100803.220_thumb

Amy kemudian datang dan menyapa Soo Ho. Soo Ho menyapa balik. Ryang Ha merasa aneh meihat mereka yang tiba-tiba begitu baik dan hangat. Soo Ho hanya tertawa dan pamit pergi. Amy menyusul mengajaknya pergi bersama.

“Apa ini... rasanya aku satu-satunya yang belum update.” Ujar Ryang Ha sambil memperhatikan mereka yang berjalan pergi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100807.247_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100815.384_thumb

Soo Ho mengambil sepedanya di parkiran. Amy juga. Dia mengajak Soo Ho bersepeda bersama, sudah lama mereka tidak melakukannya. Kemudian Amy baru sadar kalau sepatunya ketinggalan. Dia meminta Soo Ho memboncengnya di belakang.

Soo Ho menolak, ambil saja sepatu dan naik di sepeda Amy sendiri. Soo Ho lalu pergi meninggalkan Amy.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100819.953_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100824.703_thumb

Tak berapa lama Amy menyusul dengan sepatu hak-nya. Soo Ho bilang kalau itu berbahaya. Amy bilang itu tak masalah untuknya. Dia mengingatkan Soo Ho dengan pertandingan mereka di Mason Park. Saat itu Soo Ho kalah dan membelikan es krim untuknya. Saat itu musim semi, dan bunga-bunga begitu indah.

“Musim semi? Itu tanggal 14 September.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100827.850_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100834.236_thumb

Bukan! Amy mengelak. Tapi Soo Ho sangat yakin dengan ingatnnya. Saat itu Amy mencuri es krim milikku dan sakit perut. Amy tetap mengelak.

“Benar, melupakan saat-saat memalukan itu baik untuk kesehatan mental.”

Soo Ho mempercepat laju sepedanya. Amy menyusul, dan kemudian terjatuh. Soo Ho berhenti dan menghampiri Amy, lalu menghela nafas.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100846.612_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100856.084_thumb[1]

Soo Ho membawakan obat untuk Amy. Tapi Amy meminta Soo Ho yang mengobatinya. Amy beralasan kalau dia pengguna tangan kanan, tangan kanannya lah yang terluka dan dia tidak bisa menggerakan tangan kirinya. Soo Ho menghela nafas, lalu mengobati Amy. Soo Ho memarahi Amy yang menggunakan sepatu itu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100907.514_thumb[1]Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100924.106_thumb

“Kau belum berubah sama sekali. Selalu melakukan apa pun yang kau inginkan, kapanpun kau inginkan.”

“Kau menyukaiku karena itu.”

Soo Ho terdiam. Amy lalu mengingatkan omelan-omelan Soo Ho padanya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100926.095_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100938.169_thumb

“Khawatir tentang seseorang dan terus-menerus memikirkannya, itu adalah rasa suka.” Ujar Amy. “Aku merindukannya, omelan Je Soo Ho.”

Selesai menempelkan plester, Soo Ho bersiap pergi. Dia mengingatkan Amy untuk tidak naik sepeda dan berjalan saja. Amy mengerti, dia akan mendengarkan Soo Ho. Amy memuji dirinya sendiri yang begitu patuh pada Soo Ho.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_100945.269_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_100947.437_thumb

Dalam perjalannya, Soo Ho mengingat pertanyaan Ryang Ha yang menduganya mengkhawatirkan Soo Ho. Soo Ho juga mengingat kembali perkataannya pada Bo Nui, bahwa dia terus memikirkan Bo Nui dan itu membuatnya gila. Dan perkataan Amy tadi terngiang kembali, bahwa jika Soo Ho mengkhawatirkan seseorang dan terus memikirkannya, itu artinya Soo Ho menyukainya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101014.333_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101033.547_thumb

Soo Ho terus melajukan sepedanya dan sampai di depan rumah Bo Ra. Soo Ho terkejut dan menjatuhkan sepedanya. Kenapa dia datang kesana? Soo Ho bahkan menyalahkan sepedanya. Soo Ho bersiap pergi, tapi kemudian dia khawatir, apa Bo Nui sudah makan?

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101041.551_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101049.199_thumb

Soo Ho pergi ke sebuah kedai. Dia melihat Bo Nui lewat, dan segera meminta pesannya. Soo Ho mengikuti Bo Nui yang berjalan pulang ke rumah dengan gembira. Bo Nui bahkan menari-nari. Soo Ho tersenyum melihatnya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101111.880_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101122.883_thumb

Langkahnya terhenti begitu melihat Gary. Gary memeluk Bo Nui. Gary merasa lega karena Bo Nui hari ini pulang dengan selamat. Bo Nui membalas pelukan Gary.

Soo Ho yang melihatnya berbalik pergi. Tak jadi memberikan bubur yang tadi dia beli untuk Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101135.263_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101148.615_thumb

Gary membawakan kue untuk Bo Nui. Mereka sedang diatap. Gary meminta Bo Nui membuat keinginan dan meniup lilinnya. Bo Ra mulai berdoa sambil menutup mata.

“Jika Bo Ra bangun, aku akan sangat berterima kasih. Sekarang, giliran ayah Geon Wook. Tolong, tolong biarkan kami menemukan dia.”

Bo Nui mengajak Gary meniup lilinnya bersama. Gary kemudian mengajak Bo Nui untuk menemui Bo Ra bersama besok. Tapi Bo Nui bilang dia masih belum boleh menemui Bo Ra, shaman memintanya untuk selalu berhati-hati. Bo Nui juga akan memberikan botol garam dan meminta Gary menyimpannya di rumah.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101152.827_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101200.906_thumb

“Tapi, kau benar-benar sudah selesai dengan urusan harimau, kan? Sekarang kau tidak punya alasan untuk terlibat dengan dia, kan?”

“Tentu saja! Aku tidak boleh memberikan gangguan kepada CEO lagi.”

Gary diam-diam tersenyum senang mendengarnya.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101207.799_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101213.987_thumb

Di kantor, Bo Nui memberikan botol garam pada masing-masing orang. Ji Hoon lalu menggoda Bo Nui yang terus saja tersenyum, Bo Nui pasti sedang berkencan. Bo Nui mengelak, dia tidak berkencan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101223.303_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101221.957_thumb

Soo Ho yang baru datang terganggu dengan perkataan itu dan senyuman Bo Nui. Dia lalu bertanya sambil berteriak siapa yang akan mengambil gerak Gary Choi sore ini. Dae Kwon memberitahu mereka sudah memutuskan Bo Nui yang akan melakukannya.

“Sendirian?”

Dal Nim membenarkan. Itu sesuai permintaan Gary, dan karena mereka juga berteman. Soo Ho menghela nafas kesal.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101238.966_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101247.240_thumb

Bo Nui kemudian mendekat dan menyodorkan botol garam pada Soo Ho. Soo Ho melihat para karyawan sedang memperhatikannya.

“Jimat apa lagi ini?” tanya Soo Ho lalu mengambil botol itu.

Sambil mengangkat botol itu Soo Ho mengingatkan karyawannya untuk tidak percaya pada hal seperti itu. Soo Ho lalu berjalan masuk. Bo Nui tersenyum melihat kelakuan Soo Ho itu.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101249.608_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101303.292_thumb

Soo Ho masuk ruangannya dan meletakkan botol garam itu. Sambil merapikan botol garam dan pot kaktus, Soo Ho bergumam sendiri.

“Dia tersenyum begitu saja pada siapa pun... tersenyum dan tersenyum. Aku tidak bisa mengerti dia, maksudku apakah itu bahkan sesuatu untuk disenyumi? Dia benar-benar membuat frustrasi.” Soo Ho menghela nafas.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_101311.661_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_101323.016_thumb

Kemudian di layar komputernya muncul iklan pop up “Bukti bahwa seorang pria telah jatuh cinta pada seorang wanita”. Soo Ho berkata bahwa itu tidak berguna dan mencoba menutupnya. Tapi berapa kalipun dia meng-klik, pop up itu tidak menutup.

***

Komentar:

Kyaaa… Soo Ho ngaku! Soo Ho ngaku kalau dia selalu memikirkan Bo Nui dan meminta Bo Nui terus berada di dekatnya! Yah, alasannya sih karena dia mengkhawatirkan Bo Nui sebagai atasannya. Tapi kita tahu kalau alasan sebenarnya bukan itu…

Aku agak was-was dengan Amy. Dia kan sepertinya berharap bisa kembali seperti dulu dengan Soo Ho. Dia sepertinya juga yakin Soo Ho masih menyukainya, apalagi Soo Ho masih ingat setiap detail kebersamaan mereka dahulu. Tapi kan itu karena memang Soo Ho yang jenius, Soo Ho yang ingatannya kuat, iya kan?

Gary pun semakin menunjukkan tanda-tanda kalau dia menyukai Bo Nui dan sepertinya salah mengartikan sikap Bo Nui. Karena sepertinya Bo Nui hanya menganggapnya hanya sebagai adik.

2 comments:

  1. Mian mbak, ga perlu buru buru deh ngetiknya hehe saya sih ngeliatnya banyak yg typo...su ho...bo ra...hehe cmiw
    Karena mereka belum sadar okelah. Masih panjang kok drama ini^^

    ReplyDelete
  2. kya soo hoo karena khawatir sama bo nui secara tidak langsung udah bikin pengakuan kalau suka hahahahah. makin nggak sabar lihat kelanjutan kisah mereka. mbak mumu makasih sehat selalu ya biar lancar bikin sinopnya.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD