Lucky Romance | Episode 8 – 2

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213517.757_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213534.725_thumb

Pengambilan gerak Gary untuk dimasukkan ke dalam game. Pengarah gaya meminta Gary untuk tersenyum dengan cerah, tapi senyum Gary tampak aneh. Pengarah gaya lalu meminta Gary untuk menunjukkan ekspresi marah, marah yang mengerikan. Tapi Gary tak bisa melakukannnya. Amy yang melihatnya pun merasa itu tidak akan berhasil.

Amy lalu menarik Bo Nui untuk berdiri disamping kamera, di depan Gary. Amy meminta Gary untuk menatap Bo nui disana. Amy memberitahu Bo Nui bahwa Gary tidak sering melakukan wawancara. Orang yang bisa membantunya santai adalah Bo Nui. Amy meminta bantuan Bo Nui.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213546.700_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213548.751_thumb

Soo Ho datang dan melihat Bo Nui yang mengarahkan Gary. Gary sekarang dengan merekam perkataan pada pacarnya (dalam game). Gary menatap Bo Nui dan beberapa kali mengatakan ‘cantik’. Soo Ho merengut melihatnya.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213554.541_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213557.702_thumb

Sambil menunggu Gary berganti pakaian, Bo Nui membaca empat pilar karakter Amy. Amy punya bunga, pohon persik, dan tanda kematian. Gary kepo, apa maksud dari itu semua. Amy bilang dulu para orang tua bilang wanita dengan tanda seperti itu adalah wanita yang buruk. Amy kesal karena Gary membenarkah hal itu.

Bo Nui tertawa, “Memang seperti itu sebelumnya namun saat ini hanya untuk wanita cantik, menarik, dan populer.”

Amy kagum pada Bo Nui yang tahu segala hal, tidak seperti Gary dan Soo Ho yang tidak menyadari nilai sebenarnya dari Han Seol Hee. Amy lalu bertanya pada Bo Nui, Bo Nui mendengarnya juga kan tentang dia dan Soo Ho? Bo Nui membenarkan, dia mendengar mereka punya ikatan di masa lalu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213606.841_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213608.868_thumb

“Takdir? Itu kata yang bagus. Soo Ho dan pasti benar-benar ditakdirkan. Kami selalu entah bagaimana bertemu ketika kami merindukan satu sama lain.”

Gary kepo lagi, “Apakah kau baikan dengan dia? Kau bilang dia marah tentang hal itu selama lebih dari 10 tahun!”

Amy menanyakan pendapat Gary tentang hal itu. Melihat Amy tersenyum Gary menganggap Amy yang menang.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213625.481_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213615.881_thumb

Setelah selesai, mereka kembali ke ruang pengambilan gerak. Mereka melihat Soo Ho. Gary heran kenapa Soo Ho datang. Soo Ho beralasan kalau itu adalah pengambilan gerak pertama dari sebuah proyek penting, tentu saja CEO harus datang.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213638.817_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213644.536_thumb

Pengambilan gerak dimulai dengan Gary yang sedang bermain tennis. Soo Ho menyaksikannya bersama Amy. Amy bilang sepertinya Soo Ho datang untuk menemuinya. Soo Ho melirik sinis. Amy pun meralat, dia hanya bercanda.

Amy lalu menujukkan telapak tangannya yang diplester. Soo Ho heran apa lukanya belum sembuh? Mungkin sudah. Tapi Amy tidak mau melepaskan apa yang ditempelkan Soo Ho. Soo Ho tak merespon. Bo Nui memperhatikan mereka sambil tersenyum.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213710.368_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213719.873_thumb

Pengarah gaya lalu mengumumkan mereka akan mengambil adegan kencan. Dia meminta Bo Nui untuk berperan sebagai kekasihnya Gary, berjalan dan merangkul lengan Gary. Gary tersenyum dan memanggil Bo Nui.

Bo Nui ditarik pengarah gaya ke samping Gary. Amy meledek Gary yang tampak begitu senang.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213727.330_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213732.358_thumb

Soo Ho yang panik, bahkan menabrak kamera segera maju dan melambaikan tangan. Soo Ho melarang Bo Nui berperan. Amy menanyakan alasannya.

“Programmer kami harus mendapatkan video untuk menangkap gerakan, dia tidak bisa jadi model.”

“Lalu, siapa yang akan melakukannya?” tanya Amy lagi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213739.518_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213758.325_thumb

Soo Ho. Dia yang akan jadi modelnya. Dengan muka datar, Soo Ho menggandeng lengan Gary. Gary kesal dan meminta Amy yang melakukannya, tapi Amy tidak mau. Amy dan Bo Nui tertawa menyaksikan mereka.

Selama pengambilan gerak Soo Ho bahkan melangkah pendek-pendek seperti wanita. Gary yang kesal bertanya, apa Soo Ho harus sampai sejauh itu? Soo Ho bilang itu adalah pekerjaan, jadi dia harus melakukannya dengan benar. Setelah mengatakan itu, Soo Ho menyandarkan kepalanya ke bahu Gary.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213809.881_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213818.596_thumb

Pengarah gaya lalu meminta mereka melakukan back hug. Tanpa ragu-ragu, Soo Ho langsung berdiri di depan Gary sambil melebarkan kakinya, supaya tingginya sama dengan tinggi perempuan. Soo Ho bahkan meminta tangan Gary. Bo Nui memotret sambil tersenyum. Anehnya Bo Nui hanya memfokuskan kamera pada Soo Ho.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213833.878_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213839.937_thumb

Pengambilan gerak selesai. Bo Nui memuji Gary yang sudah bekerja keras. Amy lalu mengajak Soo Ho untuk makan malam bersama, mereka berempat. Sebelum Soo Ho menjawab, Gary menolak, masing-masing saja. Gary mengajak Bo Nui makan tteokbokki. Bo Nui setuju.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213844.146_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213854.375_thumb

“Shim Bo Nui! Data yang kau dapatkan hari ini, rapikan semuanya dan laporkan besok.” Waa.. Soo Ho mencoba membuat Bo Nui untuk tidak pergi bersama Gary.

Bo Nui mendekat, “Semuanya?”

Soo Ho juga mendekat, “Semuanya. Besok pagi, jam 9.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213904.301_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213911.605_thumb

Soo Ho kemudian pergi. Lucunya, saat berjalan melewati Gary, Soo Ho berbalik. Amy kemudian pergi menyusul Soo Ho.

Bo Nui bilang pada Gun Wook bahwa sepertinya mereka tidak bisa makan tteokbokki mala mini karena dia harus begadang. Bo Nui kesal pada Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213914.281_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213918.558_thumb

Di rumah, Bo Nui benar-benar begadang mengerjakan data gerak siang tadi. Bo Nui mengeluh.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213932.393_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213935.144_thumb

Soo Ho selesai mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Tteokbokki apa! Jangan mimpi!” Soo Ho bergumam.

Soo Ho kemudian tertawa. Dan dia pun bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213939.011_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213940.618_thumb

Soo Ho lalu melakukan pencarian di internet tentang ‘saat pria menyukai seorang wanita’. Soo Ho mulai membaca tanda-tanda seorang pria menyukai seorang wanita. (yang dimiringkan adalah tulisan artikel yang dibaca Soo Ho, yang tidak dimiringkan adalah tanggapan Soo Ho.)

“Apa yang seorang pria lakukan ketika mereka menyukai seorang wanita. Mereka selalu ingin tahu tentang apa yang dilakukan wanita itu."

“Tentu saja aku ingin tahu! Dia selalu selalu mengalami kejadian dan membawa botol garam!”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213942.339_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_213947.416_thumb[1]

“Kau terus melihatnya seolah-olah dia satu-satunya orang yang bisa kau lihat.”

“Tentu saja, ketika aku membuka pintu kursinya tepat ada di sana!”

“Suaramu bergetar.”

“Gemetar apanya! Itu tidak gemetar sama sekali! Ha ha!”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_215201.922_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_215206.855_thumb

“Kau pernah skinship seperti membelai rambutnya dan--”

“Wah. Aku bahkan tidak punya sejarah skinship.” Tapi Soo Ho menyentuh bibirnya, mereka kan pernah kiss. Hehe..

“Kau mengingat bahkan rincian terkecil tentang dia.”

“Siapa namanya? Shim Bo Nui. Wah sekarang aku ingat namanya.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_213957.362_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214003.044_thumb

“Kau sengaja berpura-pura tidak tertarik.”

“Itu bukan berpura-pura aku tidak tertarik, memang aku tidak tertarik!”

Soo Ho menaruh laptopnya, tidak melanjutkan.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214017.166_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214022.135_thumb

Esok pagi. Bo Nui berteriak meminta seseorang yang ada di lift untuk menunggunya. Soo Ho yang ada di dalam lift sepertinya malah membuat pintu cepat menutup. Beruntung Bo Nui masih bisa masuk. Dia lalu melihat jari Soo Ho ada di tombol tutup.

Bo Nui pun bertanya apa Soo Ho menekan tombol itu? Soo Ho melirik jarinya yang memang ada di tombol itu, tapi kemudian dia menekan tombol buka dengan jarinya yang satu lagi, dan mengelak tuduhan Bo Nui. Soo Ho menanyakan laporan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214034.488_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214037.519_thumb

“Aku sudah menulisnya. Begadang semalaman, bahkan tidak makan tteokbokki.” Ujar Bo Nui kesal.

Soo Ho berbalik dan menyembunyikan tawanya. Usahanya berhasil!

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214045.910_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214049.418_thumb

Ketika keluar dari lift, mereka melihat keributan anggota tim yang membawa Seung Hyun. Yun Fat memberitahu Seung Hyun muntah dan terus mengatakan kalau perutnya sakit. Ji Hoo sudah memprediksi hal ini saat melihat Seung Hyun terus minum air mineral yang aneh itu.

Bo Nui memeriksa air minum kemasan miliknya. Dia lalu menghubungi Dae Hae dan memintanya bertemu. Soo Ho menyusul ke pantry. Soo Ho bilang pantas saja waktu itu Dae Hae terus mengatakan tentang membayar sesuatu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214107.216_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214109.211_thumb

“Kau bertemu dengannya? Apakah Won sajangnim memintamu untuk memberinya uang?”

Soo Ho menghela nafas. Bo Nui meminta maaf dan menjelaskan bahwa Dae Hae memaksanya, dan Bo Nui hanya meninggalkannya disana. Soo Ho memarahi Bo Nui terus meminta maaf, dan memintanya segera ke ruang rapat. Semua orang di rumah sakit, jadi mereka harus melakukan rapat skenario dengan Gary Choi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214129.258_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214131.198_thumb

Di ruang rapat. Soo Ho memberitahu mereka akan mulai wawancara dari masa kecil Gary di Korea sebelum Gary belajar ke Kanada di usia 8 tahun. Dimulai dengan orang tua Gary.

Gary nampak tak nyaman. Amy angkat bicara, apakah mereka harus membicarakan tentang orang tua juga? Soo Ho menjelaskan bahwa IF adalah game pengalaman, jadi memang harus seperti itu. Amy bilang Gary tidak pernah membuka tentang keluarganya, dimanapun. Soo Ho tahu, karena itulah game mereka mendapat banyak perhatian.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214135.025_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214140.264_thumb

“Dan bagaimana jika aku tidak mau?” tanya Gary.

“Aku tahu bahwa saat ini kau memiliki ibu dan ayah warga negara Kanada. Dengan ayah kandungmu, itu mungkin karena perceraian atau perpisahan karena meninggal.”

Gary tersenyum miris, ”Kau mengatakannya dengan begitu enteng.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214142.142_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214147.217_thumb

Meskipun begitu, Soo Ho berjanji kalau dia tidak akan menangani hal itu dengan enteng. Tapi Gary tetap tak nyaman. Dia berdiri dan meminta waktu untuk bicara dengan Amy. Soo Ho mempersilahkan. Gary dan Amy kemudian pergi.

Bo Nui yang sedikit banyak tahu tentang keluarga Gary tak mengerti Soo Ho melakukan hal itu, menurutnya Soo Ho keterlaluan. Bo Nui lalu pergi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214154.838_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214205.449_thumb

Soo Ho mengejar Bo Nui dan menanyakan maksud Bo Nui yang menuduhnya keterlaluan.

Bo Nui hanya menatapnya dengan kesal. Soo Ho tak suka dengan tatapan Bo Nui itu. Dia kemudian meminta Bo Nui pergi ke atap. Sekarang juga.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214210.899_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214218.195_thumb

Amy memeriksa kontrak mereka dengan ZeZe. Tidak ada klausul khusus, jadi Amy pikir mereka bisa bisa bernegosiasi. Amy tidak tahu tentang yang lain, tapi dia akan melindungi Gary mengenai orangtuanya. Karena itulah yang Amy janjikan pada Gary saat Gary berusia 15 tahun.

“Ada sesuatu yang belum aku katakan padamu. Aku datang ke Korea untuk mencari ayahku. Betapa sangat buruknya ayahku hidup, betapa tidak baiknya aku sebagai seorang anak..aku tidak ingin menempatkan hal itu di dalam game.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214231.444_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214240.568_thumb

Amy kemudian menelepon Soo Ho untuk membatalkan rapat hari ini. Amy meminta Soo Ho untuk menghentikan pengembangan scenario dan dia akan menghubungi Soo Ho beberapa hari lagi. Kemudian Amy mengajak Gary untuk mengenang masa lalu mereka.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214245.701_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214248.219_thumb

Bo Nui menemui Soo Ho di atap. Soo Ho memberitahu pengembangan scenario dihentikan sementara. Padahal game mereka harus mengeluarkan versi beta dalam 2 bulan. Bo Nui mengatakan bahwa Gary punya alasan untuk tidak mengungkapkan tentang orangtuanya.

“Jika aku tidak bisa memahaminya, maka pengguna juga tidak akan bisa! Kau pikir kenapa reaksinya sangat bagus saat demonstrasi? Itu karena mereka akhirnya bisa melihat dan mengalami kehidupan pribadi Gary Choi, yang tersembunyi selama ini.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214253.437_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214301.578_thumb

“Jika kau melihatnya dari sudut pandang yang berlawanan, kau tahu bahwa ada alasan untuk menyembunyikannya.”

Soo Ho kesal, apa Bo Nui sedang bermain kata dengannya? Soo Ho menyurh Bo Nui membujuk Gary. Bo Nui ingin protes. Soo Ho mengingatkan bahwa Bo Nui sendiri yang bilang akan bekerja dengan baik, dia hanya meminta Bo Nui melakukannya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214303.447_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214305.067_thumb

“Depyunim, kau juga tidak menjawab telepon ibumu. Ibumu selalu memikirkanmu tapi saat dia menelepon, yang kau lakukan hanyalah menekan tombol reject.”

Dari mana Bo Nui tahu tentang hal itu. Tentu saja tahu karena ibunya Soo Ho meminta Bo Nui untuk meletakkan jimat. Soo Ho pun tahu jimat yang di dalam buku adalah dari ibunya. Bo Nui berkata bahwa ibunya Soo Ho melakukan itu untuk kebaikan Soo Ho, bukan untuk membuatnya gagal.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214302.076_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214306.300_thumb

“Mereka bilang saat kau merasa sangat nyaman, kau tidak tahu bagaimana caranya untuk bersyukur. Aku memikirkan hal itu setiap hari. Bahwa itu akan lebih baik jika mereka masih hidup. Mereka bisa saja menggangguku dan mereka bisa saja membenciku, tapi aku akan menyukainya jika mereka hidup.”

Tapi Soo Ho malah dengan sengaja menulis nama orang tuanya dengan tinta merah. Apa Soo Ho tahu kalau ayahnya terluka? Soo Ho tidak tahu dan kenapa Bo Nui tahu?

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_214323.819_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_214333.159_thumb

“Itu terjadi begitu saja. Orang asing tahu, tapi anaknya tidak!” sindir Bo Nui. “ Dia hanya terluka sedikit jadi kau tidak perlu khawatir.“

Bo Nui lalu meminta Soo Ho untuk mempertimbangkan kembali cerita mengenai orang tua Gun Wook. Soo Ho bertanya, Bo Nui memintanya sebagai seorang teman dekat atau perencana? Tapi Soo Ho kemudian meminta Bo Nui untuk tidak menjawabnya karena dia tidak suka dua-duanya. Soo Ho kemudian pergi.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220100.494_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220117.520_thumb

Tuan Je menghitung herbalnya dan dia bingung kehilangan satu kotaknya.

Satu kotak itu dibawa Nyonya Hee Ae dan diberikan pada Ahjussi Il Young. Selain itu Nyonya Hee Ae juga membawakan herbal yang lain. Dia meminta Ahjussi memakannya besok karena akan cepat basi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220311.938_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220316.068_thumb

Ahjussi bilang kalau dia baik-baik saja, sudah bertahun-tahun sejak dia memasak untuk dirinya sendiri. Nyonya Hee Ae bilang ahjussi membiarkan bakatnya sia-sia. Ahjussi Il Young tersenyum.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220326.605_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220331.592_thumb

Sementara itu Soo Ho memikirkan perkataan Bo Nui tadi dan mencoba menghubungi ibunya. Nyonya Hee Ae terkejut Soo Ho meneleponnya, apa yang terjadi. Soo Ho balik menanyakan keadaan ibunya. Tidak banyak. Nyonya Hee Ae lalu mengungkapkan keheranannya karena Soo Ho meneleponnya, entah sudah berapa tahun terakhir kali Soo Ho melakukannya.

Soo Ho menanyakan keberadaan ibunya. Nyonya Hee Ae berbohong, dia di rumah. Dengan terbata Soo Ho meminta ibunya untuk memanggilkan ayahnya. Nyonya Hee Ae kembali berbohong dengan mengatakan bahwa suaminya sedang mencari makanan ikan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220336.725_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220340.956_thumb

“Ibu! Jangan memberi tugas pada karyawanku. Dia adalah orang yang melakukan pekerjaan perusahaan, bukan asisten pribadi.”

Nyonya Hee Ae sedikit kesal, “Memangnya aku melakuan apa! Ada seorang gadis yang baik dan kami hanya berteman.”

Nyonya Hee Ae kemudian buru-buru menyudahi telepon dengan alasan sedang memasak sesuatu di atas kompor. Padahal yang terjadi adalah ahjussi Il Young sedang mendekat.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220403.652_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220407.958_thumb

Ahjussi Il Young datang membawakan air minum, dan bertanya apakah itu anaknya Nyonya Hee Ae? Nyonya Hee Ae membenarkan dengan bangga, kalau Soo Ho selalu mengkhawatirkannya. Dia sudah lebih dari 30 tahun tapi tidak pernah berkencan karena hanya tahu ibunya. Itu adalah masalah.

“Kau benar-benar menjalani hidup dengan baik. Sangat senang melihatnya.”

Mendapat pujian seperti itu Nyonya Hee Ae tidak tampak senang.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220424.355_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220426.419_thumb

Bo Nui menaburi area meja kerjanya dengan garam, lalu berdoa. Soo Ho keluar dari ruangan dan melihatnya.

“Ya, benar. Wanita itu adalah bug. Ya. Sebuah bug.” Gumam Soo Ho dalam hati.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220438.378_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220439.610_thumb

Soo Ho kemudian mendekati Bo Nui dan memintanya melakukan analisis ulang untuk pengambilan gambar gerak kemarin. Bo Nui meminta Soo Ho memberitahunya yang mana. Soo Ho bilang semuanya, dari awal sampai akhir.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220441.069_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220442.666_thumb

Kemudian Hyun Bin, Yun Fat dan Dae Kwon kembali dari rumah sakit. Mereka memberitahu bahwa Seung Hyun akan baik-baik saja setelah diinfus. Bo Nui meminta maaf mereka semua melalui hal itu karena dirinya. Soo Ho yang melihatnya tampak tak senang, tak senang karena lagi-lagi Bo Nui meminta maaf.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220445.219_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220446.890_thumb

Soo Ho termenung di café Ryang Ha. Sambil menyobek-nyobek plastik sedotan Soo Ho berkata dalam hati.

“Dia bug, jadi aku ingin menangkapnya. Dan karena dia salah maka aku ingin memperbaikinya. Itu saja.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220458.885_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220510.402_thumb

Ryang Ha kemudian datang membawakan dua minuman, yang satu minuman pahit (Amy) dan yang satu minuman manis (Bo Nui). Ryang Ha meminta Soo Ho memilih, yang mana yang sedang dia pikirkan? Soo Ho hanya menatap Ryang Ha. Ryang Ha kemudian kesal karena Soo Ho membuat sampah dari plastik sedotan.

Soo Ho kemudian melihat Bo Nui berjalan keluar. Bo Nui janjian dengan Dae Hae di kedai ayam. Soo Ho memasukkan sedotan yang sedari tadi dia pegang ke gelas minuman yang manis. Lalu dia pergi mengejar Bo Nui.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220516.598_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220521.526_thumb

Soo Ho bahkan berlari mengejar Bo Nui. Dia meminta Bo Nui untuk tidak pergi. Soo Ho mengingatkan bahwa Dae Hae mendapatkan cukup banyak uang dari kontrak game, dia menghabiskan semua uang itu dan terjebak dalam skema pyramid. Soo Ho melarang Bo Nui untuk menemuinya lagi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220528.573_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220536.865_thumb

Bo Nui bilang kalau dia akan mencari tahu sendiri. Soo Ho tetap melarang dan menghadang jalan Bo Nui. Soo Ho menatap Bo Nui beberapa saat, lalu bertanya sesuatu.

“Bagaimana... kau bisa begitu pemaaf pada semua orang kecuali aku? Padaku kau mengatakan agar aku lebih baik pada orang tua Anda, lebih baik dengan kata-kataku, kau mengatakan semua hal itu, jadi mengapa kau begitu baik pada orang lain dengan keadaan mereka? Bagaimana kau bisa mendiskriminasikan orang seperti ini?”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220604.039_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220610.059_thumb

Bo Nui menjelaskan tentang Dae Hae yang sebenarnya orang baik karena telah membantunya. Tapi Soo Ho tidak mendengarkan penjelasan Bo Nui, dia hanya fokus pada wajah Bo Nui. Soo Ho tanpa sadar tersenyum. Dia juga tak sadar Bo Nui telah selesai bicara dan berjalan pergi.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220631.176_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220638.339_thumb

Soo Ho berjalan memegangi dadanya, “Mengapa jantungku berdetak begitu cepat?” Soo Ho berhenti berjalan. “Ini karena stres, kan? Karena stres membuat hormonku menjadi aneh. Ayo kita pergi.” Soo Ho kembali berjalan, tapi berhenti lagi dan memegang dadanya. “Ugh, ini tidak akan berhasil.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220644.176_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220646.075_thumb

Soo Ho kemudian melihat ibunya naik ke dalam bis dengan diantar oleh Ahjussi Il Young. Soo Ho tampak bingung.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220654.745_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220656.948_thumb

Bo Nui menemui Dae Hae di kedai ayam 01 Chicken. Bo Nui mengambil popcorn, Dae Hae langsung menyantap popcorn itu. Ahjussi Il Young kemudian datang. Bo Nui meminta maaf karena dia mengambil sendiri popcornnya. Ahjussi Il Young tak masalah, dia malah menawarkan untuk menggoreng ayam.

Bo Nui menolak, mereka akan pergi setelah minum. Tapi Dae Hae minta makan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220709.902_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220711.319_thumb

Dae Hae makan dengan lahapnya. Bo Nui bertanya berapa hari Dae Hae kelaparan? Dae Hae mengelak, dia tidak kelaparan hanya saja ayam disana sangat enak.

“Mereka orang yang benar-benar mengerikan. Segera setelah aku mengirim pembayaran, para penipu itu melarikan diri.”

Ternyata bisnis Dae Hae adalah penipuan. Bo Nui menatap iba dan meminta Dae Hae untuk makan dengan pelan-pelan saja.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220713.861_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220712.868_thumb

Dal Nim minta kopi, tapi Ryang Ha memberikan minuman lain. Itu adalah minuman yang ditinggalkan Soo Ho setelah memesannya. Soo Ho bahkan memasukkan sedotannya sendiri. Dal Nim memegang minuman itu dan tersenyum.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220724.754_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220800.141_thumb

Ryang Ha meledek Dal Nim yang pipinya memerah. Apa Dal Nim masih mau mengelak itu bukan dirinya yang menyukai Soo Ho? Dal Nim mengelak lagi. Ryang Ha kemudian berteriak kalau di belakang Dal Nim ada Soo Ho. Dal Nim langsung menoleh, tapi tidak ada Soo Ho.

Ryang Ha meledek lagi, dalam 0,5 detik kepala Dal Nim berputar begitu cepat. Masih bukan juga? Dal Nim tetap mengelak. Kemudian Soo Ho yang asli lewat, Ryang Ha memberitahu tapi Dal Nim tidak percaya. Kemudian Dal Nim menoleh dan tersenyum melihat Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220807.911_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220814.603_thumb

Soo Ho datang ke kedai ayam, tapi kedainya tutup. Soo Ho mencoba mengintip ke dalam.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220834.991_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220839.276_thumb

Di pusat penjualan ponsel sepetinya sedang ada event tertentu. Ji Hoo sedang mengantri disana. Ji Hoon melihat ahjussi Il Young yang selesai membeli sesuatu disana. Ji Hoon melihat CEO Coconut membungkuk memberi salam pada Il Young. Ji Hoon tak mengerti.

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220849.444_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220850.854_thumb

Soo Ho terbangun dari tidurnya. Dia mengambil air minum di lantai bawah. Begitu menutup pintu kulkas, dia melihat Bo Nui tidur disana, di tempat yang sama dengan malam itu.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220857.877_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220908.899_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220907.988_thumb

Soo Ho menghampirinya sambil minum. Dia kemudian tersenyum pada Bo Nui yang juga membuka mata dan tersenyum.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220910.291_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220919.270_thumb

Soo Ho terus tersenyum hingga akhirnya dia terbangun esok harinya. Soo Ho terbangun di tempat Bo Nui tidur. Soo Ho bingung…dia yakin kalau semalam dia tidur di kasur. Soo Ho pun bertanya-tanya, apa dia tidur sambil berjalan?

***

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220938.094_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_220940.740_thumb

Bo Nui memakai pakaian rapih dan tersenyum di depan cermin. Dia kemudian keluar rumah sambil membawa sebuket bunga.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_220954.345_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221003.654_thumb

Soo Ho yang berada di depan segera keluar dari mobil dan memanggil Bo Nui. Bo Nui heran melihat Soo Ho. Soo Ho bertanya Bo Nui akan pergi kemana? Bo Nui membalik pertanyaannya, dialah yang seharunya menanyakan hal itu pada Soo Ho.

Soo Ho kesulitan menjawab. Dia lalu bilang kalau dia kebetulan lewat. Ada yang harus dia lakukan di sekitar sana, jadi dia hanya lewat.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221016.639_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221019.588_thumb

Soo Ho tampak canggung. Bo Nui kemudian mempersilahkan Soo Ho lewat dan permisi pergi karena dia ada janji. Soo Ho mempersilahkan Bo Nui.

Tapi tak berapa lama Soo Ho mengejar Bo Nui, menanyakan janji apa itu? Wah, Soo Ho sepertinya pergi kesana memang untuk menemui Bo Nui.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221041.988_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221045.751_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221056.259_thumb

Mereka kemudian berakhir di rumah abu. Bo Nui mengunjungi orang tuanya. Soo Ho memperhatikan Bo Nui dari agak jauh.

“Ayah, Ibu. Bo Ra sudah bangun. Sekarang dia akan mulai membuka matanya dan berbicara. Terima kasih telah mengawasinya. Aku merindukan kalian.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221058.914_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221102.776_thumb

Dalam perjalanan pulang, Bo Nui mendengungkan lagu itu lagi. Lagu yang sama yang dia dengungkan saat mabuk. Soo Ho penasaran dengan lagu itu. Bo Nui berkata itu adalah lagu kesukaan orang tuanya, berjudul Sad Fate (Takdir menyedihkan).

Soo Ho lalu meminta ijin untuk menanyakan sesuatu. Bo Nui mempersilahkan.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221117.416_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221133.068_thumb

“Mengapa kau tidak memiliki foto keluarga di rumah? Aku tidak ingat melihat salah satunya.. Jika kau sangat menyayangi adikmu, maka paling tidak kau bisa menyimpan fotonya untuk dilihat.”

“Nasib menyedihkan dalam keluargku, adalah aku.”

“Apa maksudnya itu?”

“Empat pilar-ku, dia (shaman) mengatakan padaku bahwa ada pisau tajam besar di sana. Roh-roh jahat di sekitarku begitu kuat, mereka menggerogoti orang-orang di sekitarku. Itu sebabnya aku akan mencoba untuk menghindari mereka (keluarga) sebanyak yang aku bisa.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221139.387_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221149.558_thumb

Soo Ho kemudian teringat perkataan Bo Nui saat itu, bahwa semua orang yang dia cintai pada akhirnya pergi. Dan jika saat itu dia menyalahkan Soo Ho itu semata-mata agar dia bisa mencoba melarikan diri dari rasa bersalah.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221156.612_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221159.021_thumb

Bo Nui kemudian berkata apa salahnya jika dia tidak bisa melihat Bo Ra selama dia hidup. “Jika itu artinya Bo Ra bisa bangung, aku akan baik-baik saja hnya dengan melihat bayangan dirinya selama sisa hidupku.”

Soo Ho terdiam dan terus melajukan mobilnya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221214.651_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221225.954_thumb 

Mereka kemudian tiba di rumah sakit. Bo Nui heran kenapa mereka kesana, tapi Soo Ho meminta Bo Nui turun. Bo Nui pun mengikuti Soo Ho hingga ke dekat kamar Bo Nui.

“Aku tidak bisa!” Bo Nui menghentikan langkah. “Bo Ra akhirnya terbangun, bagaimana jika aku memberikan pengaruh negatif padanya! Tidak, aku tidak akan egois tentang hal ini.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221229.306_thumb[1]Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221236.298_thumb[1]

Soo Ho mendekat dan memegang pundak Bo Nui, “Kau bilang..aku adalah jimat-mu. Jadi apa yang begitu kau khawatirkan?”

“Kau tidak percaya itu.”

“Aku tidak. Tapi kau percaya. Kau bilang itu berefek bagi orang yang percaya.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221243.902_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221304.324_thumb

Soo Ho kemudian pindah ke belakang Bo Nui, meyakinkan Bo Nui dengan sentuhan tangannya dan dengan perlahan mengiringi Bo Nui berjalan ke kamar Bo Ra.

Bo Nui menutup mata. Soo Ho terus mengantar Bo Nui hingga ke samping Bo Ra. Soo Ho kemudian meminta Bo Nui membuka matanya.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221325.502_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221349.964_thumb

Bo Nui membuka mata, dan menangis melihat Bo Ra.

“Bo Ra-ya.. unnie datang.” Bo Nui kemudian melihat jari Bo Ra bergerak.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221357.000_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221405.645_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221359.280_thumb 

Bo Nui membungkuk, Soo Ho meletakkan tetap berusaha meletakkan tangannya di bahu Bo Nui.

“Bo Ra-ya, cepat buka matamu agar aku bisa melihat wajahmu. Aku bisa melihatmu sekarang. Semangat, Bo Ra.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221418.483_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221439.107_thumb

Soo Ho mengiringi Bo Nui kembali keluar. Soo Ho melepaskan tangannya dan berdiri di depan Bo Nui.

“Lihat kan? Tidak apa-apa.” Ujar Soo Ho tapi Bo Nui diam saja. “Bo Nui-ssi..”

“Terima kasih. Terima kasih banyak.” Ucap Bo Nui sambil menangis haru.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221445.212_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221503.915_thumb

Soo Ho langsung memeluk Bo Nui, “Kapanpun kau merindukannya, katakan padaku. Aku akan datang bersamamu.”

Bo Nui mengangguk. Soo Ho lalu membelai kepala Bo Nui.

***

[TRUTH OR DARE] : Saat pria menyukai seorang wanita.

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221529.595_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221539.576_thumb

Soo Ho membaca artikel di internet dan membantah semua yang dikatakan di artikel itu. Ternyata setelah meletakkan laptopnya, Soo Ho melanjutkan membaca artikel itu.

“Jangan merasa lega karena tidak ada kategori yang masuk. Jika kau memikirkan seseorang maka kau, membaca ini sekarang, kau sudah jatuh cinta padanya.”

Lucky.Romance.E08.mkv_20160618_221540.297_thumbLucky.Romance.E08.mkv_20160618_221543.919_thumb

Soo Ho terkejut dan menutup mulutnya. Ya, itu artinya dia sudah jatuh cinta pada Bo Nui! XD

***

Bersambung ke episode 9~

Komentar:

Kyaaa.. Soo Ho-ya.. So sweet. XD

Sudah jelas lah ya tentang Soo Ho yang menyukai Bo Nui dan Gary yang juga menyukai Bo Nui. Tapi gimana yah reaksi Dal Nim jika tahu Soo Ho suka dengan Bo Nui? Karena sepertinya Dal Nim tidak suka saat tahu Bo Nui dekat dengan Soo Ho. Tapi aku rasa dia bukan teman yang akan memusuhi Bo Nui hanya karena itu. Semoga saja kan pada akhirnya Dal Nim bisa bersama dengan Ryang Ha. Mereka lucu soalnya pas lagi berdua. Hehe…

Duh, tapi Amy sepertinya berharap besar bisa dekat lagi dengan Soo Ho. Apalagi Soo Ho sekarang biasa saja dengannya, seperti dulu. Tapi Amy belum sadar kalau Soo Ho sekarang punya perhatian lebih pada Bo Nui. Yang aku suka dari Amy, dia profesional. Itu terlihat dari keseriusannya menangani Gary.

Hmmm..kira-kira akan ada konflik apa yah dengan ahjussi Il Young dan perusahaan Coconut? Sepertinya perusahaan Coconut ini perusahaan game saingan ZeZe. Lalu apakah ada hubungannya dengan Ahjussi Il Young yang datang ke demonstrasi game ZeZe? Kita lihat nanti..

Comments

  1. baru saja selesai baca yang part 1 ditinggal sebentar eh udah nongol part duanya makasih mbak. lucu ngakak liat soo ho mulai berhalusinasi tentang bo nui, apalagi ekspresinya soo ho lucu banget wkwkwkwkwkw. episode ini menurutku episode yang banyak membuat ketawa-ketiwi, dan ditutup dengan adegan yang manis karena bo nui bisa melihat pergerakan tangan adiknya dan soo ho so sweet meleleh deh hahahaha. wah kebanyakan komennya. makasih pokoknya mbak udah bikin sinopsis drama ini semoga mbak selalu lucky ya aamiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts