Lucky Romance | Episode 12 – 1

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_204831.458_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210734.910_thumb

Bo Nui menyusul Soo Ho ke rumahnya. Bo Nui tampak sedih. Dia ingin menjelaskan pada Soo Ho bahwa dia telah salah paham. Tapi Soo Ho tak ada di rumah.

Soo Ho sedang berjalan sendirian di keramaian sambil mengingat perkataan ayahnya tadi dan juga perkataan Bo Nui. Ayah yang mengatakan bahwa sejak kecil Soo Ho sudah selalu merasa tahu segalanya, dan Bo Nui yang mengatakan bahwa sikap Soo Ho yang paling buruk disana.

“Apa yang salah dengan membuka tangan dan mengambil langkah lebih dulu? Itulah bagaimana cara mencintai!”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_204903.645_thumb[1]Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_204910.943_thumb[1]

Soo Ho tampak tak tenang dan mengeluarkan pil dari dalam sakunya. Tapi Soo Ho hanya meremasnya, lalu melanjutkan langkahnya. Sementara itu Bo Nui menunggu Soo Ho di depan rumah hingga malam.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_205032.734_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_204929.809_thumb

Bo Nui kemudian berjalan pergi. Bo Nui melihat kalung yang diberikan Soo Ho. Lalu berkata pada dirinya sendiri bahwa lebih baik seperti itu. Bo Nui meyakinkan diri bahwa Soo Ho yang marah padanya adalah akhir yang baik untuk mereka.

Lalu tanpa mereka sadari, Soo Ho dan Bo Nui berselisih jalan.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_205932.633_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210011.795_thumb

Esok pagi di kantor. Bo Nui bertanya pada Dae Hae, apakah Soo Ho sudah datang dan bagaimana kelihatannya? Dae Hae bilang Soo Ho sudah datang sejak pagi sekali dengan ekspresi yang masih sama. Selalu sama seperti itu.

Dae Hae menebak Bo Nui bertengkar dengan Soo Ho karena Gary. Dae Hae lalu bilang bahwa dia menganggap Bo Nui seperti keponakannya. Dan menurut pandangan sebagai seorang keluarga, Gary adalah lebih baik bagi Bo Nui. Gary masih muda, kaya dan manis. Sedangkan Soo Ho terlalu sensitif.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210028.288_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210033.778_thumb

Dae Hae menilai Soo Ho tidak akan seperti Gary yang akan membawakan bekal makanan untuk Bo Nui. Bo Nui tidak akan menemukan orang seperti Gary dengan mudah. Bo Nui pun mengetahui kalau Gary membawakan makanan untuknya tadi malam.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210044.437_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210556.474_thumb

Saat Bo Nui hendak masuk, Amy dan Gary datang dengan tergesa. Amy memastikan tidak ada orang yang mengikuti Bo Nui dan tidak ada telepon masuk dari nomor tidak dikenal. Amy meminta Bo Nui untuk tidak menjawab telepon itu karena itu pasti dari wartawan.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210114.043_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210116.203_thumb

Gary menunjukkan foto yang kini beredar di dunia maya. Foto Gary yang sedang memakaikan kacamata pada Bo Nui. Bo Nui dan Dae Hae terkejut. Di ruangannya Soo Ho juga sedang melihat foto-foto itu. Juga para karyawan ZeZe.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210123.237_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210129.923_thumb

Saat Bo Nui dan yang lain masuk ke kantor, karyawan ZeZe bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat pada Bo Nui. Mereka menyindir Bo Nui yang waktu itu mengatakan kalau tidak ada hubungan antara dia dengan Bo Nui. Seung Hyun juga kecewa karena Bo Nui merahasiakan hal itu dari mereka.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210141.594_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210144.770_thumb

Amy kesal karena menyadari beritanya sudah menyebar. Itu seperti mimpi buruk. Amy lalu bertanya pada Soo Ho apakah dia sudah melihat fotonya? Soo Ho balik bertanya apa yang akan Amy lakukan untuk mengatasi masalah itu, karena ada komentar yang menyebutkan bahwa wanita yang ada di foto bersama Gary adalah karyawan ZeZe.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210249.803_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210202.031_thumb

Dal Nim memberikan pendapat. Menurutnya IM Sport harus membuat pernyataan resmi. Dal Nim meminta Gary menjelaskan bahwa skandal itu tidak benar.

“Tapi itu benar bahwa dia adalah seseorang yang istimewa bagiku.” Ujar Gary sambil menatap Bo Nui.

Amy menegur Gary. Tapi Gary menambahkan bahwa benar Bo Nui adalah seseorang yang istimewa untuknya, terlepas apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210207.683_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210226.697_thumb

Wah.. Ji Hoo menebak kalau Gary menyukai Bo Nui sepihak. Gary membenarkan dengan mengatakan bahwa itu pertama kali baginya dan terasa sulit. Dae Kwon lalu berkata, jika skandal itu benar maka akan sempurna untuk promosi game mereka. Mereka semua lalu berseru agar Bo Nui menerima cinta Gary. Bo Nui tampak tak nyaman dan segera keluar.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210859.067_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210910.773_thumb

Gary mengejar Bo Nui keluar. Bo Nui dengan nada kesal berkata pada Gary bahwa itu adalah tempatnya bekerja dan Bo Nui meminta Gary untuk tidak melakukan apa-apa. Gary heran kenapa Bo Nui marah dengan apa yang dia katakan. Bo Nui lalu bertanya, kenapa Gary membuat bekal untuknya? Gary balik bertanya dari mana Bo Nui tahu?

“Aku tidak bisa menerimanya baik darimu atau dari siapa pun. Kau hanya membuatku merasa tak enak hati. Apakah itu yang kau inginkan?”

“Aku tidak memintamu untuk menerima hatiku. Aku tidak akan meminta apa-apa. Tapi.. jangan berbohong padaku. Aku tidak berencana untuk merahasiakan bahwa aku menyukaimu. Aku tidak malu tentang hal itu. Aku tidak ingin menyembunyikannya.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210919.622_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_210933.138_thumb

“Kau.. Bagaimana kau bisa begitu egois? Aku terus mengubah pikiranku untuk tidak membebaninya dengan cara apapun, tapi apa kau hanya peduli tentang perasaanmu?”

Gary tampak terkejut mendengar Bo Nui menyebut Soo Ho. Amy kemudian datang, dia menegur Gary yang memberitahu semua orang tentang cinta sepihaknya dan meminta Gary untuk lebih profesional.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_210950.910_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211017.507_thumb

Amy kemudian menegur Bo Nui dengan nada tinggi. Dia meminta Bo Nui untuk tidak menyalahkan Gary. Karena menurut Amu Bo Nui bertanggung jawab karena telah membuat Gary merasa seperti itu, jadi Bo Nui tidak seharunya menyalahkan Gary untuk menyukainya setelah Bo Nui membuat Gary menyukainya. Gary menegur Amy yang berkata kasar.

Amy tak terima, dia mengatakan yang sebenarnya. Gary tidak jatuh cinta pada Bo Nui pada pandangan pertama, jadi Bo Nui ikut bertanggung jawab atas perasaan Gary. Amy bahkan menuduh Bo Nui yang tarik-ulur diantara Soo Ho dan Gary. Bo Nui ingin meminta penjelasan atas semua perkataan kasar Amy. Tapi Gary menarik Amy pergi setelah mengatakan kalau mereka akan mengurus semuanya.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211035.251_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211036.826_thumb

Bo Nui menghela nafas dan berjalan menuju kantor. Ada Soo Ho di depan pintu. Langkah Bo Nui terhenti. Mungkin menunggu reaksi Soo Ho yang sepertinya mendengarkan perkataan Amy tadi. Tapi Soo Ho hanya berjalan pergi melewati Bo Nui.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211047.963_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211053.963_thumb

Soo Ho mencuci tangan sambil termenung. Dia lalu keluar dari toilet dan menemukan Bo Nui yang menunggunya disana.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211059.778_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211109.187_thumb

“Tidak ada apa-apa. Tidak ada yang terjadi antara aku dan Gun Wook.” Ujar Bo Nui pada Soo Ho.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku tidak ingin kau salah paham.”

“Mengapa kau menjelaskannya? Apakah kau merasa menyesal sekarang bahwa aku tidak akan mengganggumu lagi? Aku tidak peduli apa pun yang kau lakukan dengan Gary.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211136.671_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211143.194_thumb

Setelah berkata dengan dinginnya, Soo Ho berjalan pergi. Begitu sampai di ruangannya, Soo Ho tampak merasa menyesal telah mengatakan itu dan hendak keluar lagi menemui Bo Nui, tapi Soo Ho menahan diri.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211151.064_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211207.781_thumb

Di atap, Bo Nui berdoa dan memohon agar hatinya di jaga. Bo Nui bahkan menggumamkan perkalian. Tapi itu tak berhasil membuatnya tenang. Bo Nui menangis. Dal Nim kemudian datang dan bertanya apa yang terjadi pada Bo Nui? Apa Bo Nui menangis karena Gary? Apa Amy berteriak pada Bo Nui lagi?

“Dal Nim-ah, apa yang harus aku lakukan? Dia.. aku pikir dia benar-benar membenciku sekarang. Ini adalah hal yang baik. Aku hanya bisa membiarkannya berakhir seperti ini. Tapi sangat sakit.” Bo Nui berkata sambil menangis. “Perkalian tidak membantu sama sekali. Pasti begitu juga untuknya. Dia pasti frustrasi sendirian, dan sesak napas sendirian. Dia pasti menderita sendirian. Dia sudah terluka, dan aku membuatnya merasa lebih buruk.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211219.783_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211221.477_thumb

Dal Nim memeluk Bo Nui.

“Hatiku sakit memikirkan dia. Aku sangat menyukainya. Itu sebabnya aku merasa sangat menyesal untuk dia.”

Dal Nim mengelus punggung Bo Nui, menenangkannya.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211241.402_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211245.777_thumb

Di kantor Amy, Gary bertanya mengapa Amy begitu kasar pada Bo Nui. Amy mengakui kalau dia kasar pada Bo Nui, tapi Bo Nui lah yang membuatnya sangat kesal atas apa yang dia lakukan pada Soo Ho dan Gary. Bo Nui membuat mereka berdua gila dan bersikap seolah tidak tahu apa-apa tentang hal itu.

Gary menjelaskan bahwa itu semua karena takhayul yang Bo Nui percaya. Soo Ho dan Bo Nui terlibat karena itu. Gary juga memberitahu kalau adiknya Bo Nui sedang sakit.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211300.153_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211306.955_thumb

Amy kemudian memikirkan perkataan Soo Ho waktu itu yang tidak ingin Bo Nui menangis, tidak ingin Bo Nui menderita, tidak ingin Bo Nui tidak bahagia, dan ingin membuatnya mungkin bagi Bo Nui. Amy pun menganggap perkataan Soo Ho itu disebabkan apa yang dikatakan Gary tadi. Bahwa Soo Ho keliru mengira simpati sebagai cinta.

“Apakah dia mengatakan dia mencintainya?” tanya Gary.

“Tidak. Hubungan pria-wanita tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saja. Aku tidak akan percaya sampai aku melihatnya dengan mataku sendiri.”

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211321.045_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211332.257_thumb

Bo Nui dan Dal Nim kembali ke kantor mereka. Seung Hyun memanggil Bo Nui, dia tampak menyesal sudah menggoda Bo Nui. Seung Hyun melihat air mata Bo Nui. Sebelum Seung Hyun mengatakan sesuatu, Bo Nui membahas pekerjaan. Seung Hyun lalu memberikan tissue pada Bo Nui.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211339.756_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211341.487_thumb

Dal Nim mengingatkan rekan-rekannya untuk kembali bekerja. Yun Fat heran dengan suasana hari ini yang terasa dingin setelah Bo Nui kembali dari luar.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211352.758_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211354.683_thumb

Soo Ho mengintip Bo Nui dari dalam ruangannya dengan menyingkap tirai sedikit. Tapi kemudian Soo Ho menutupnya kembali ketika dilihatnya Bo Nui menoleh ke arahnya. Bo Nui memang sedang menatap ruangan Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211411.836_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211416.250_thumb

Dal Nim memanggil Gary yang hendak masuk ke kantor ZeZe. Mereka lalu duduk bersama di café Ryang Ha. Tanpa bermaksud melanggar batar, Dal Nim meminta Gary untuk tidak membuat hidup Bo Nui menjadi lebih sulit. Tapi menurut Gary, Bo Nui menderita bukan karena dia.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211420.012_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211448.041_thumb

Ryang Ha yang sejak tadi hanya memperhatikan akhirnya mendekati mereka, meskipun sudah di larang ikut campur oleh Dal Nim. Ryang Ha memastikan kalau Bo Nui tidak menyukai Gary. Ryang Ha bilang dia hampir salah paham pada Bo Nui, dan ‘dia’ mungkin terluka.

Gary tak menanggapi Ryang Ha. Dia berkata bahwa dia mengerti apa yang Dal Nim maksud sebelumnya. Lalu dia permisi.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211451.964_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211457.163_thumb

Dal Nim penasaran siapa yang membuat Bo Nui begitu menderita. Padahal pria itu hanya harus mendekatinya. Tapi Ryang Ha bilang itu tidak mudah, karena saat pria itu mendekat, Bo Nui memalingkan wajah. Dal Nim terkejut, apa Ryang Ha tahu siapa pria itu?

Ryang Ha tergagap. Dia berkilah, bahwa karena Bo Nui sangat cantik jadi dia hanya menduga Bo Nui punya seseorang.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211505.042_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211507.381_thumb

Di kantor ZeZe para karyawan mulai bertaruh lagi. Dae Kwon bertaruh Bo Nui akan bersama dengan Gary, tapi Seung Hyun bertaruh sebaliknya. Lalu Hyun Bin menanyakan keadaan Seung Hyun. Apa Seung Hyun baik-baik saja? Seung Hyun kan menyukai Gary. Tidak, Seung Hyun bilang dia menyukai orang lain.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211527.797_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211530.916_thumb

Saat mereka kemudian meributkan siapa orang yang Seung Hyun sukai, Soo Ho keluar dari ruangannya sambil mengedarkan pandangan. Ji Hoon memberitahu Soo Ho bahwa Bo Nui sedang ke toilet.

Soo Ho berkata dengan ketus kalau dia tidak menanyakan hal itu. Soo Ho lalu membicarakan tentang pekerjaan yang harus diselesaikan besok.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211532.153_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211535.317_thumb

Bo Nui berdoa di atap. Gary datang dan duduk di samping Bo Nui. Gary juga punya permohonan.

“Tolong bantu Bo Nui untuk tidak terpengaruh oleh keberuntungan. Dan tolong bantu dia untuk mengakhiri segala hal dengan harimau itu.”

Selesai berdoa Gary berakata bahwa Bo Nui terlalu berlebihan. Memang tidak mudah merayu orang asing, karena itulah Bo Nui menipu diri sendiri bahwa dia menyukai Soo Ho. Itu pendapat Gary tentang perasaan Bo Nui pada Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211602.327_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211607.011_thumb

Bo Nui juga berharap yang terjadi sekarang adalah seperti itu. Gary pun bertanya, apakah perasaan Bo Nui untuk Soo Ho itu sungguhan?

“Tidak peduli tentang perasaanku. Ini sudah berakhir.”

Gary tersenyum kecut. Bo Nui tak menyangkal. Itu artinya Bo Nui sungguh-sungguh menyukai Soo Ho. Kemudian ponsel Bo Nui bergetar, panggilan dari Soo Ho. Awalnya Bo Nui tak menjawab, tapi setelah dua kali bergetar Bo Nui menjawabnya. Tapi itu bukan Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211626.044_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211629.764_thumb

Soo Ho sedang mabuk dan kesal sendiri karena tidak bisa menyelesaikan soal matematika. Dia menyalahkan Bo Nui. Yang menelepon adalah ahjussi Young Il. Ahjussi memberitahu bahwa Soo ho menelepon Bo Nui, tapi Bo Nui tak menjawab. Soo Ho tidak minum banyak, tapi sekarang dia sedang mengerjakan matematika. Soo Ho frustasi dan tertawa sendiri. Young Il yakin kalau Soo Ho mabuk.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211630.925_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211634.936_thumb

Bo Nui bilang dia akan segera kesana. Bo Nui menutup telepon dan segera beranjak. Gary mencegah. Dia meminta Bo Nui untuk tidak pergi pada Soo Ho, karena Bo Nui sendiri yang bilang kalau itu sudah berakhir dan jadi masa lalu.

“Dia mabuk. Dia tidak pernah minum, tapi dia mabuk sekarang.”

“Itu sebabnya kau tidak harus pergi jika kau benar-benar ingin mengakhirinya.”

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211639.717_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211640.997_thumb

Soo Ho keluar dari kedai ayam. Young Il menahannya dan meminta Soo Ho untuk pergi setelah sadar. Tapi Soo Ho yang mabuk bilang kalau dia harus pergi sekarang. Karena jika dia melihat bulan purnama dia akan berubah menjadi harimau. Soo Ho bahkan menirukan gaya dan suara harimau. Juga pura-pura menggigit Young Il.

Young Il tetap menahan. Soo Ho tidak bisa pergi kemanapun dalam keadaan mabuk seperti itu. Dan Bo Nui akan segera datang. Mendengar itu Soo Ho bilang kalau dia benar-benar harus pergi.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160704_211651.871_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160704_211654.666_thumb

“Kau menulis nama Bo Nui lebih dari 100 kali. Kenapa kau pergi saat dia datang?”

“Siapa? Aku? Shim Bo Nui? Aku tidak tahu siapa pun dengan nama itu ... aku harus pergi. Aku harus pergi sekarang. Selamat malam.”

Soo Ho kemudian berjalan pergi. Young Il tak bisa mengejar karena ada pelanggan yang membutuhkannya.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014446.460_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014527.175_thumb

Gary merenung di atap. Sementara itu Bo Nui berlari menuju Soo Ho. Bo Nui berhenti setelah melihat Soo Ho yang berjalan seperti penguin serta sambil memejamkan mata.

Bo Nui memegang tangan Soo Ho. Soo Ho membuka mata dan menyadari kalau itu Bo Nui. Soo Ho menarik tangannya dan berkata kalau dia tidak membutuhkan Soo Ho. Bo Nui kemudian mengikuti Soo Ho. Soo Ho yang masih berjalan seperti penguin dan bernyanyi.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014638.442_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014651.500_thumb

Soo Ho berjalan sampai ke depan gedung rumah Bo Nui. Soo Ho kemudian duduk di tangga dan bersandar. Bo Nui jongkok di depan Soo Ho. Soo Ho menatap Bo Nui, lalu memanggil nama Bo Nui dengan sedih. Bo Nui bertanya, kenapa Soo Ho datang kesana?

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014706.739_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014716.629_thumb

“Aku merindukanmu.” Soo Ho kemudian menyandarkan kepalanya di lipatan tangannya sendiri. “Bagaimana bisa aku sangat merindukanmu…disaat aku begitu membencimu?”

Bo Nui lalu mengajak Soo Ho berdiri untuk segera pulang ke rumah. Soo Ho berdiri dan karena linglung dia mendarat di pelukan Bo Nui.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014734.845_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014737.761_thumb

Soo Ho berkata bahwa dia senang melihat Bo Nui. Bo Nui kemudian menepuk dan mengelus punggung Soo Ho yang meneteskan air mata.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014753.239_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014809.537_thumb

Bo Nui memapah Soo Ho masuk ke rumahnya dan menidurkan Soo Ho di sofa. Bo Nui mengambil tas Soo Ho dan menyelimuti Soo Ho. Soo Ho kemudian terduduk sambil menyebut nama Bo Nui hingga akhirnya meringkuk kembali. Wajah Soo Ho merengut, dan kalau tidak salah dengar dia masih mengeluarkan suara, seperti bergumam.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014822.823_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014826.155_thumb

“Maafkan aku. Sejak awal, itu adalah kesalahanku. Aku mendekatimu lebih dulu. Aku seharusnya tidak melakukan itu.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014847.566_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014905.189_thumb

Bo Nui mendekatkan wajahnya ke wajah Soo Ho. Bo Nui mengelus kepala Soo Ho sambil menatapnya. Soo Ho tampak sudah mulai tenang. Bo Nui kemudian mencium pipi Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014917.233_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014932.329_thumb

Esok pagi. Soo Ho bangun. Lalu terperanjat begitu sadar dia bukan tidur di rumahnya. Soo Ho mencoba mengingat kejadian semalam.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014943.596_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_014948.090_thumb

[Kilas balik]

Bo Nui mengajak Soo Ho pulang ke rumahnya. Tapi Soo Ho tidak mau dan menunjuk rumah Bo Nui, dia ingin pergi kesana. Soo Ho merajuk. Bo Nui berusaha menarik Soo Ho untuk pulang. Tapi Soo Ho berontak. Dia tiduran di tangga, lalu melemparkan sepatu dari kakinya.

[kilas balik selesai]

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_014957.220_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015004.566_thumb

Soo Ho kesal mengingatnya. Dia memukul-mukulkan kepalanya ke bantal sambil berkata kalau dia lebih baik mati saja. Soo Ho memukulkan kepala ke meja. Dan dia menemukan kalung pemberiannya untuk Bo Nui. Soo Ho menghela nafas.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015017.884_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015024.289_thumb

Bo Nui berada di rumah sakit. Perawat datang dan bertanya, apa Bo Nui masih tidak bisa masuk? Bo Nui bilang kalau dia sudah terbiasa. Bo Nui lalu menanyakan keadaan Bo Ra. Perawat bilang Bo Ra baik-baik saja, dia malah lebih mengkhawatirkan Bo Nui.

“Dia terlambat hari ini.” Gumam perawat sambil melihat ke arah lain.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015047.975_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015053.457_thumb

Bo Nui tak mengerti siapa yang dimaksud perawat. Perawat bilang dia seharusnya tidak melakukannya, tapi dia akan melakukannya. Perawat menarik tangan Bo Ra ke mejanya. Perawat memberikan sebuah buku memo dan juga kamera. Bo Nui tak mengerti.

Perawat menjelaskan bahwa itu dari pria yang datang bersama Bo Nui waktu itu. Pria itu mengesankan. Dia datang setiap pagi dan mengganggu mereka. Pria itu adalah Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015056.786_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015106.570_thumb

[Kilas balik]

Soo Ho menemui dokter dan menanyakan keadaan Bo Ra. Setiap hari. Soo Ho mencatatnya di buku.

[Kilas balik selesai]

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015100.634_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015111.411_thumb

Bo Nui membuka setiap lembar buku catatan Soo Ho. Bo Nui kemudian menyalakan kamera dan melihat foto-foto Bo Ra yang ada disana. Soo Ho mengatakan pada perawat, jika dia memotret Bo Ra maka Bo Nui bisa melihat Bo Ra setiap kali dia inginkan.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015125.011_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015130.650_thumb

[Kilas balik]

“Apa kau sudah sarapan? Aku belum.”

Setiap pagi Soo Ho memotret Bo Ra dari berbagai sudut dan mengajaknya bicara. Soo Ho bahkan memuji Bo Ra yang tampak bagus di sebuah foto. Juga memuji hidung Bo Ra yang mancung.

[Kilas balik selesai]

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015147.903_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015151.892_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015156.388_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015212.264_thumb

Bo Nui tersenyum haru melihat foto-foto Bo Ra itu, hingga akhirnya dia menemukan foto selfir Soo Ho. Soo Ho yang menempelkan gambar harimau di dadanya dan berpose menirukan gaya harimau. Bo Nui kemudian bergegas pergi dan berlari.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015231.425_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015256.348_thumb

Bo Nui melihat Soo Ho di depan rumah sakit dan berhenti berlari. Bo Nui menatap rindu pada Soo Ho.

“Kebahagiaan…ada di depanku. Sekarang, aku berlari pada kebahagiaanku.” Bo Nui berlari menuju Soo Ho dengan senyuman.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015259.498_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015304.291_thumb

Soo Ho pun tersenyum dan merentangkan tangan. Mereka berpelukan. Bo Nui menangis. Tapi tentu saja tangis bahagia.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015321.545_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015338.650_thumb

Bo Nui kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Soo Ho lagi.

Dalam hati Bo Nui berkata, “Akulah orang yang tidak tahu bagaimana caranya mencintai.”

Mereka kemudian berpelukan kembali. Dan wajah bahagia Soo Ho tak bisa aku deskripsikan.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015358.456_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015400.993_thumb

Yang jelas, saat malam tiba. Soo Ho merayakan kebahagiaannya itu sendirian di kamar. Berteriak, melompat, guling-guling, lempar bantal dan teman-temannya, juga bergaya action. Soo Ho jelas sangat bahagia karena akhirnya Bo Nui memiliki jawaban yang sama.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015425.948_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015428.185_thumb

Di rumah Bo Nui juga tertawa bahagia.

“Bo Ra, aku melakukannya dengan baik, kan? Tolong katakan ya. Oke?” Bo Nui berkata sambil menatap lukisan Bo Ra.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015512.790_thumb[1]Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015451.119_thumb[1]

Tuan Je datang ke kantor real estate milik temannya untuk menanyakan harga pasar. Temannya bertanya, apakah Tuan Je hendak menjual perikanannya? Tuan Je berdalih kalau dia hanya memeriksa saja.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015512.790_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015451.119_thumb

Tuan Je pulang ke rumah dan bertemu Nyonya Hee Ae yang hendak pergi. Tuan Je menanyakan tujuan kepergian istrinya itu. Nyonya Hee Ae bilang kalau dia sedang melarikan diri dari rumah. Tuan Je meminta istrinya untuk berhenti bersikap seperti itu.

“Seperti yang kau bilang, kita berdua tidak memiliki hak. Hanya melahirkannya tidak membuat kita menjadi orang tuanya. Mari kita hentikan. Mari kita berhenti menjadi orang tuanya.”

Nyonya Hee Ae kemudian pergi meninggalkan Tuan Je yang merasa kesal.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015517.962_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015523.717_thumb

Bo Nui keluar dari gedung rumahnya dan mendapati Soo Ho yang duduk terkantuk di tangga. Bo Nui memanggil Soo Ho dan bertanya sejak kapan Soo Ho datang?

“Segera setelah aku membuka mata. Malam terlalu lama.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015530.389_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015538.708_thumb

Soo Ho kesana untuk berangkat kerja bersama dengan Bo Nui. Bo Nui bilang orang-orang akan mengetahui tentang mereka jika mereka berangkat kerja bersama. Soo Ho tak masalah. Tapi Bo Nui rasa nantinya akan menjadi sedikit canggung.

“Kenapa? Jelaskan secara logis.” Ujar Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015545.209_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015546.196_thumb

Mereka berdua kemudian tertawa bersama, dengan cara yang sama, mengeluarkan suara. Sedikit aneh, tapi lucu. Hehe..

Lucky.Romance.E12.mkv_20160705_015559.066_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160705_015610.246_thumb

Soo Ho bilang mereka bisa mengatakan kalau mereka bertemu di depan gedung. Soo Ho berjalan duluan. Kemudian dia berhenti dan merenggangkan lengannya untuk digandeng. Bo Nui tersenyum dan segera menggandeng tangan Soo Ho.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Aku tuh sebenarnya kesal pada Gary sewaktu menonton episode 11, saat Gary memakaikan kacamata yang akhirnya fotonya jadi skandal. Kenapa kesal? Karena aku merasa Gary sengaja. Dia tahu ada wartawan disana, lalu dia sengaja menunggu Bo Nui di depan rumahnya dan berjalan keluar bersama. Gary juga sengaja memakaikan kacamata itu karena tau kalau mereka akan di foto. Dan dari gesture-nya itu orang yang melihatnya akan menganggap kalau mereka ada hubungan. Sebelumnya aku tidak menduga kalau skandal foto akan dimunculkan di episode ini.

Wah, akhirnya Bo Nui sadar. Bahwa bukan Soo Ho yang tidak tahu caranya mencintai, seperti yang dia katakan pada Soo Ho setelah makan siang dengan orang tuanya itu, tapi Bo Nui lah yang tidak tahu caranya mencintainya. Soo Ho yang mencintai Bo Nui sudah tahu caranya mencintai Bo Nui, yaitu dengan juga mencintai Bo Ra. Soo Ho tahu Bo Ra adalah segala-galanya untuk Bo Nui, karena itulah dia juga berusaha membantu Bo Nui semampunya. Siapa tahu kan, Bo Ra yang membuka mata sebenarnya bukan karena Bo Nui ciuman dengan Soo Ho, tapi karena Soo Ho setiap hari mengajaknya bicara.

Tuan Je mendatangi kantor real estate dan menanyakan harga perikanan miliknya. Kenapa ya? Apakah Tuan Je mempertimbangkan untuk pindah rumah karena Soo Ho tidak suka rumahnya yang sekarang yang di dekat laut? Sepertinya begitu.

Comments

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts