Monday, July 04, 2016

Lucky Romance | Episode 12 – 2

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025204.094_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025207.485_thumb

Ryang Ha terpesona pada seorang wanita cantik yang sedang berjalan di depannya. Ya, Ryang Ha bahkan bisa mengenali wanita cantik hanya dari tampak belakang. Wanita itu terjatuh karena sepertinya tidak terbiasa dengan sepatu yang dikenakannya. Ryang Ha kemudian membantu wanita itu. Wanita itu adalah Dal Nim.

Tapi Ryang Ha tak mengenali Dal Nim. Dia mengira Dal Nim adalah karyawan baru di ZeZe Factory. Ryang Ha mulai merayu Dal Nim, seperti yang biasa dia lakukan pada wanita cantik. Mengundangnya ke café dan mengatakan kalau dia pemegang saham ZeZe.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025228.120_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025236.945_thumb

“Tapi kau mengganggu.” Ujar Dal Nim.

“Kamu memiliki suara seseorang yang aku kenal.” Ujar Ryang Ha, dan kemudian dia menyadari sesuatu. “Dal Nim? Tidak mungkin.”

Ryang Ha lalu membulatkan jarinya di mata Dal Nim, dan juga menutupi giginya. Ryang Ha syok, karena wanita itu memang benar Dal Nim. Kenapa Dal Nim berubah begitu banyak? Dal Nim mengingatkan bahwa Ryang Ha lah yang menyuruhnya untuk membuka kacamata dan behel giginya.

“Astaga, aku sangat dipermalukan. Aku merayu Dal Nim! Ini memalukan bagi keluargaku! Aku sangat dipermalukan!” Ryang Ha yang masih syok berlari pergi.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025247.084_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025248.232_thumb

Di kantor semuanya terkejut dengan perubahan Dal Nim. Dae Kwon bahkan memuji Dal Nim seperti boneka. Ji Hoon juga memuji Dal Nim sangat cantik, dan seharusnya dia tidak tergila-gila pada Seung Hyun. Ji Hoon mengajak Dal Nim berfoto bersama, dia yakin akan mendapatkan setidaknya 1000 like di media sosial.

Hyun Bin bilang Seung Hyun tetap yang paling cantik di tim mereka. Dal Nim setuju dengan mengangkat dua jempol tangannya. Tapi Seung Hyun tidak setuju karena itu artinya mereka memisahkan orang berdasarkan penampilan.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025253.473_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025304.529_thumb

Soo Ho kemudian datang bersama Bo Nui. Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, mereka mengatakan bahwa mereka bertemu di depan gedung. Bo Nui kemudian mendekati Dal Nim dan memujinya terlihat cantik. Soo Ho juga mendekat.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025317.064_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025326.646_thumb

“Dal Nim-ssi, kau punya mata yang besar.”

Dal Nim melayang dan hampir saja terjatuh mendengar pujian Soo Ho itu.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025329.657_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025328.316_thumb

Soo Ho menanyakan kesiapan versi beta. Dae Kwon memberitahu bahwa mereka berencana untuk mulai beroperasi pekan depan. Soo Ho mengerti. Karena itu akn menjadi games pertama mereka sejak insiden Genius, jadi IF harus berhasil.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025343.117_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025350.947_thumb

Soo Ho berjalan pergi, kemudian berbalik dan mengangkat kedua tangannya ke atas, “Cheer up, everybody!”

Dal Nim tersenyum senang, juga Bo Nui. Sedangkan pada karyawan lain meras merinding. Mereka pikir dunia akan berakhir karena perubahan sikap Soo Ho itu.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025354.395_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025357.903_thumb

Bo Nui memberitahu Dal Nim tentangnya yang akhirnya menerima perasaan pria itu. Dal Nim merasa senang untuk Bo Nui dan memberikan ucapan selamat. Benar, bagaimana bisa Bo Nui menghentikan angin lembut di hati. Bo Nui bertanya, dia akan baik-baik saja kan? Tentu saja, bahkan Dal Nim bilang mereka bisa pergi kencan ganda.

“Aku pikir semuanya berjalan dengan baik untukku belakangan ini. Sepertinya cinta sepihakku akhirnya melihat titik terang.”

Bo Nui tertawa senang untuk Dal Nim. Dia mengerti sekarang karena itulah Dal Nim berpakaian sangat cantik hari ini. Dal Nim lalu meminta Bo Nui untuk memberitahunya siapa pria yang menjadi kekasih Bo Nui sekarang. Bo Nui meminta Dal Nim untuk tidak terkejut.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025401.151_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025404.750_thumb

“Depyunim.”

“Apa? Apalagi yang dikatakan Depyunim?” Dal Nim kemudian terkejut setelah menyadari maksud Bo Nui. “Depyunim?”

Bo Nui mengangguk. Dal Nim memastikan, bukankah sebelumnya Bo Nui bilang itu semua untuk keberuntungan Bo Nui dan tidak ada yang terjadi.

“Sebenarnya, aku ingin memegang tangannya dari awal. Anehnya, aku merasa seperti aku bisa memegang tangannya.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025415.285_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025420.223_thumb

Bo Nui gantian bertanya, pada siapa Dal Nim cinta sepihak? Apakah orang kantor? Dal Nim kesulitan menjawab. Dia akhirnya hanya mengatakan bahwa pria itu pria yang luas biasa.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025434.431_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025436.823_thumb

Dal Nim kemudian pergi ke café Ryang Ha dengan penuh amarah. Dal Nim menyebut Ryang Ha sebagai pengkhianat karena sudah tahu tentang Bo Nui dan Soo Ho tapi tidak memberitahunya. Dal Nim menuduh Ryang Ha membodohi dirinya dengan segala tips untuk mendekati Soo Ho. Ryang Ha mengelak dan ingin menjelaskan, tapi Dal Nim tak memberi kesempatan.

“Aku tidak akan memaafkanmu.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025439.368_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025446.219_thumb

Dal Nim kemudian berlari pergi. Dal Nim terjatuh. Ryang Ha hendak membantunya, tapi didorong oleh para pria yang juga ingin membantu Dal Nim. Ryang Ha berteriak kalau dia teman dekat Dal Nim, tapi tidak berpengaruh sama sekali. Kemudian Ryang Ha pun jadi bingung, kenapa dia seperti itu, mendekati Dal Nim.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025447.977_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025458.660_thumb

Para karyawan ZeZe memainkan permainan untuk menentukan siapa yang akan membeli makan siang untuk mereka semua. Dan yang kena adalah Bo Nui. Soo Ho lalu datang dan berkacak pinggang. Bagaimana mereka semua tidak peduli tentang apa yang dia makan untuk makan siang dan hanya bersenang-senang.

Dae Kwon pun bertanya, apakah Soo Ho akan bergabung makan siang dengan mereka? Soo Ho bilang dia juga harus makan siang dan meminta para karyawan memilih, roti, nasi, atau mie? Dia yang akan mentraktir mereka. Soo Ho menawarkan pizza. Dan mereka pun makan pizza. Bo Nui tersenyum melihatnya.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025511.764_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025510.101_thumb

Soo Ho juga mengintip dari ruangannya dan tersenyum melihat Bo Nui. Dia lalu melihat Bo Nui bergerak ke ruangannya. Soo Ho salah tingkah, kenapa Bo Nui ke ruangannya? Dia kan sudah bilang kalau dia sudah makan…

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025533.139_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025534.535_thumb

Setelah mempersilahkan Bo Nui masuk, Soo Ho langsung memeluknya.

“Aku sedang sekarat ingin memelukmu.”

Bo Nui mencoba melepaskan Soo Ho. Tapi Soo Ho meminta waktu satu menit saja. Bo Nui tertawa dan mengelus punggung Soo Ho. Bo Nui meminta Soo Ho untuk makan pizza yang dia bawa lebih dulu, tapi Soo Ho tidak mau.

“Berjanjilah untuk makan secara teratur dan banyak tidur.”

“Jika kau memberiku ciuman.” Soo Ho mengajukan syarat.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025544.920_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025554.906_thumb

Bo Nui pun lalu memberikan kiss. Lalu Soo Ho memeluk Bo Nui lagi dengan bahagia. Mulai hari itu, pacaran diam-diam Soo Ho dan Bo Nui dimulai.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025622.394_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025642.832_thumb

Soo Ho pura-pura mengawasi para karyawannya bekerja, tapi kemudian dia mencuri pegang tangan Bo Nui. Bo Nui juga tersenyum senang. Mereka segera menarik tangan mereka masing-masing ketika Dae Kwon datang hendak memberikan sesuatu. Soo Ho lalu diam-diam memberikan tanda hati dengan tangannya pada Bo Nui.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025659.662_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025706.835_thumb

Tak hanya itu, Soo Ho juga mencuri kesempatan tanda hati lagi saat Bo Nui sedang bersama Ji Hoon. Dal Nim tersenyum melihat mereka.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025743.412_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025746.615_thumb

Terakhir, Soo Ho yang disibukkan Yun Fat berusaha memberikan kode dengan membuat suara dan mengedipkan mata pada Bo Nui, mengajak Bo Nui ke atap.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025756.660_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025803.086_thumb

Mereka bekerja bersama dengan laptop masing-masing di atap. Tapi sambil berpegangan tangan.

“Aku pandai menyembunyikannya, kan?”

“Iya. Aku tidak berpikir orang lain selain Dal Nim mengetahuinya.”

“Aku yakin dia juga tidak tahu.”

Mereka kemudian tertawa bersama. Tertawa khas mereka. Hehe…

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025808.506_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025810.787_thumb

Sementara itu di kantor para karyawan kecuali Dal Nim sedang menyelesaikan taruhan. Kali ini Seung Hyun menang lagi. Dae Kwon kesal, Seung Hyun bertaruh Bo Nui tidak akan pacaran dengan Gary, tapi Seung Hyun tidak pernah mengatakan apapun tentang Bo Nui pacaran dengan bos mereka. Dan ternyata tak seperti dugaan Soo Ho dan Bo Nui, mereka semua tahu tentang Bo Nui dan Soo Ho yang pacaran diam-diam.

“Bagaimana mereka bisa membuatnya begitu jelas?” Yun Fat merasa heran.

“Sulit untuk berpura-pura tidak mendengar mereka.” Hyun Bin menutup telinganya.

“Mereka pasti berpikir kita tidak tahu.” Tambah Dae Kwon.

Seung Hyun meminta mereka untuk membiarkan Soo Ho, karena itu pertama kalinya Soo Ho pacaran. Tapi Dae Kwon kesal karena Soo Ho dan Bo Nui memperlakukan mereka seperti dinding (dianggap tak ada).

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025825.493_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025831.197_thumb[1]

Hyun Bin lalu bertanya pada Dal Nim, sejak kapan Dal Nim mengetahui tentang mereka berdua? Dal Nim kesal. Dia berkata tak tahu dan meminta Hyun Bin untuk tidak bertanya padanya.

Dal Nim berlari dari kantor dan berakhir di toilet.

“Cinta sejati…adalah untuk berharap untuk kebahagiaannya.”

Dal Nim lalu menulis di buku hariannya. The End. Kisah cinta sepihaknya dengan Soo Ho sudah berakhir.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025843.703_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025856.413_thumb

Bo Nui dan Soo Ho piknik di tepi kolam. Bo Nui menanyakan keadaan Soo Ho karena mereka sedang di dekat air. Soo Ho sebenarnya tidak suka, tapi mau bagaimana lagi, karena tempat itu direkomendasikan sebagai tempat terbaik untuk kencan.

Soo Ho membaca 13.000 tulisan blog. Kepuasan tertinggi dalam lokasi kencan adalah piknik outdoor dengan persentase 33 %. Kepuasan tertinggi dalam pakaian adalah pakaian biru dengan persentase 49 %. Karena itulah dia memakai pakaian biru. Melihat Bo Nui yang terdiam, Soo Ho bertanya apakah dia tampak aneh? Tidak, itu keren. Mereka kemudian tertawa.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025859.833_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025902.831_thumb

“Aku suka lokasinya, dan kau tampak keren dalam baju itu.”

Bo Nui menebak Soo Ho tidak pernah pergi piknik. Soo Ho bilang dia tidak pernah ingin melakukannya. Bo Nui bilang semua anak menyukai piknik, bahkan dia sendiri selalu bersemangat untuk piknik meskipun sendirian. Bo Nui berjanji akan membuatkan makanan dan pergi piknik dengan Soo Ho mulai sekarang.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025916.768_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025921.767_thumb

Soo Ho lalu bertanya, sampai kapan Bo Nui akan terus seperti itu? Bo Nui tak mengerti maksud Soo Ho. Soo Ho komplain karena Bo Nui membuatnya merasa sedang bekerja karena Bo Nui terus memanggilnya Depyunim. Bo Nui bilang karena Soo Ho seorang Depyunim makanya dia memanggilnya begitu.

“Kenapa kau memanggilku depyunim disaat aku punya nama. Aku tidak tahu apakah itu benar, Bo Nui-ya. Bagaimana menurutmu, Bo Nui-ya?”

Bo Nui memastikan Soo Ho menggunakan bahasa banmal dengannya sekarang. Soo Ho meminta Bo Nui untuk mencobanya juga. Bo Nui pun memanggil Soo Ho dengan Soo Ho-ya. Tapi Soo Ho masih protes, dia akan lebih tua dari Bo Nui. Bo Nui tertawa dan meminta Soo Ho memberi contoh. Soo Ho meminta Bo Nui memanggilnya Oppa, tapi Bo Nui tetap dengan Soo Ho-ya.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025929.808_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025936.152_thumb

“Aku memberi contoh yang bagus. Berhenti memanggilku itu.”

“Oke, Soo Ho-ya.”

“Apakah kau mencari masalah?” Soo Ho berkacak pinggang.

“Kau menakutkan, Soo Ho-ya.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025941.688_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025940.483_thumb

“Aku mulai kecewa.”

“Arasso, Soo-Ho.”

Bo Nui ikut berkacak pinggang. Lalu mereka tertawa. Mereka kemudian bersepeda bersama.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025946.096_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_025951.176_thumb

Bo Nui memberitahu Soo Ho bahwa mantra terpendek di dunia adalah sebuah nama. Dulu dia benci dan takut pada namanya sendiri karena dia merasa seperti sedang dikutuk. Tapi mendengar namanya dari mulut Soo Ho, dia sangat menyukainya.

“Bo Nui-ya.. Bo Nui-ya.. Terima kasih telah dilahirkan ke dunia ini, Bo Nui-ya.”

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_025956.019_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030008.056_thumb

Bo Nui membeli sesuatu di sebuah toko, seperti pajangan. Soo Ho meminta Bo Nui memberikan itu padanya, dia akan menyimpannya sebagai souvenir. Tapi itu bukan Soo Ho.

“Lalu untuk siapa? Dal Nim-ssi? Ji Hoon-ssi.. Mungkinkah untuk Gary? Katakan padaku.” Soo Ho mulai cemburu lagi.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030011.053_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030014.992_thumb[1]

Bo Nui bilang itu tidak ada hubungannya dengan Soo Ho. Souvenir itu untuk seorang teman yang pergi ke peramal yang sama. Bo Nui akan memberikannya sebagai imbalan dari hadiah yang diberikan teman itu. Soo Ho mengerti itu untuk ibunya. Apakah Bo Nui masih bicara dengan ibunya? Bo Nui bilang Nyonya Hee Ae tidak menghubungi sejak hari itu. Karena itu Bo Nui merasa khawatir.

“Maafkan aku. Aku salah hari itu. Aku berjanji aku tidak akan pernah berbohong padamu lagi.” Akhirnya Bo Nui punya kesempatan meminta maaf atas kejadian hari itu.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030026.962_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030028.073_thumb

Kemudian datang seorang wanita penggemar Gary yang bertanya pada Bo Nui apakah Bo Nui adalah pacarnya Gary?

Soo Ho kesal mendengarnya. Dia memegang tangan Bo Nui.

“Dia pacarku. Apa kau tidak tahu aku? Aku Je Soo Ho, si Super Genius. Apa kau tidak bermain game di ponsel? Apa kau tidak memiliki ponsel?”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030100.421_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030102.208_thumb

Soo Ho kemudian menarik Bo Nui pergi. Soo Ho menarik Bo Nui berjalan melewati air. Kantong souvenir Bo Nui terjatuh. Soo Ho langsung turun ke dalam air dan mengambilnya. Bo Nui terpana, bahkan saat Soo Ho tersenyum padanya memastikan souvenir itu baik-baik saja. Soo Ho pun sadar dan melihat kaki yang ada di air. Raut wajah Soo Ho berubah.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030107.582_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030110.834_thumb

Bo Nui memapah Soo Ho yang diserang panik untuk duduk di bangku. Soo Ho memegang dadanya.

“Pegang tanganku. Tolong.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030114.266_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030117.098_thumb

“Bahu! Bahu! Bahu!”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030120.416_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030129.228_thumb

“Lutut! Lutut! Lutut! Lutut! Cepat!”

Bo Nui membelai dada Soo Ho, menenangkannya. Aih, ini sih Soo Ho ngemodus, haha…

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030133.185_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030147.048_thumb

Lalu Soo Ho mengajak Bo Nui untuk memberikan souvenir hadiah Bo Nui sekarang karena Bo Nui tampak tak nyaman. Bo Nui terkejut Soo Ho mengajaknya pergi bersama menemui ibunya. Tapi Soo Ho mengingatkan, dia mungkin akan bertengkar lagi jika melihat orangtuanya. Jadi Bo Nui jangan kecewa. Bo Nui tersenyum.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030216.402_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030218.833_thumb

Mereka kemudian pergi ke rumah orang tua Soo Ho. Tapi tak ada orang di rumah, dan Nyonya Hee Ae tidak menjawab teleponnya. Bo Nui bertanya, haruskah mereka menelepon Tuan Je? Tapi Soo Ho tidak tahu nomor ayahnya.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030237.457_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030251.454_thumb

Tuan Je pergi ke kedai ayam dengan membawa herbal ikan. Tuan Je hendak pergi karena tak melihat Young Il disana. Kemudian Young Il datang dan mereka terlibat tarik menarik herbal itu. Tuan Je mau pergi, sedangkan Young Il mencegah karena tahu maksud Tuan Je. Tuan Je mendorong Young Il agar dia memiliki herbal itu. Young Il terjatuh, lalu tertawa.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030300.777_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030312.288_thumb

Mereka kemudian minum soju bersama. Tuan Je heran kenapa Young Il tertawa, apa Young Il tidak marah padanya? Tapi Young Il hanya tertawa dan menuangkan minuman lagi untuk Tuan Je. Tuan Je kemudian meminta maaf.

Young Il tertawa lagi, “Hati seseorang itu sangat licik. Berterima kasih dan meminta maaf kepada orang lain...tidak terlalu sulit, tapi kita tidak pernah mengatakan hal itu pada keluarga. Hari itu, kau mengatakan bahwa dia anakmu. Kau mengatakan bahwa dia anakmu tidak peduli apapun. Kau pasti melewati banyak kesulitan.”

Mendengar hal itu Tuan Je tampak tertohok. Dia kemudian pergi tanpa mengatakan apapun.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030319.558_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030324.963_thumb

Amy tergesa-gesa menuju rumah Gary. Amy memencet bel dan memanggil Gary. Tapi tak ada jawaban. Amy lalu menghubungi ponsel Gary yang dimatikan dan merekam pesan suara. Amy kesal pada Gary yang menghilang setelah hanya mengirim satu pesan. Amy meminta Gary segera menghubunginya karena mereka sudah mulai menerima laporan itu (sepertinya tentang ayahnya yang ditayangkan di televisi).

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030328.613_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030332.548_thumb

Soo Ho mengantar Bo Nui pulang dengan lesu. Soo Ho masih ingin main. Bo Nui mengingatkan bahwa mereka sudah menghabiskan waktu bersama seharian ini. Tapi Soo Ho tetap ingin main bersama sedikit lebih lama. Bo Nui bilang Soo Ho harus pulang dan berkemas untuk perjalanan bisnis.

Soo Ho semakin lesu, dia tidak ingin pergi. Soo Ho mencoba menambahkan lama pernebangannya (sepertinya ke berapa lama mereka tidak bertemu), tapi kemudian menggelengkan kepala. Otaknya tidak bekerja. Dia tidak akan pergi, dia tidak bisa pergi. Soo Ho ingin membatalkan perjalanannya. Bo Nui mencoba menenangkan, empat hari akan berlalu dengan cepat.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030345.859_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030351.920_thumb

Soo Ho menghela nafas, lalu merentangkan tangan. Bo Nui memeluknya.

“Aku akan merindukanmu.”

“Aku juga..”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030359.053_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030413.840_thumb

Soo Ho lalu melepaskan pelukan Bo Nui, “Apa kau tahu, kau belum pernah mengatakan bahwa kau merindukanku sama sekali?”

Bo Nui mengelak, apa dia harus mengatakan itu agar Soo Ho tahu? Bo Nui memeluk Soo Ho lagi. Soo Ho juga memeluk Bo Nui. Mereka terus pelukan.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_030420.219_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_030427.597_thumb

Kemudian Amy yang turun dari rumah Gary melihat mereka.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032420.141_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032424.640_thumb

“Soo Ho…tersenyum.”

Amy sedang mabuk. Di depannya duduk Ryang Ha. Amy bilang yang terjadi adalah takdir yang aneh. Dia dan Gary datang ke Korea bersama-sama dan ditolak pada saat yang sama oleh cinta pertama mereka dari 10 tahun yang lalu.

Ryang Ha bilang dia tidak mengerti mengapa dia harus duduk disana mendengarkan perkataan Amy yang mabuk disaat dia bukan orang yang menolak Amy. Amy menarik kemeja Ryang Ha.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032430.830_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032439.687_thumb

“Kau tahu? Kau tidak pernah membayangkan... bahwa Soo Ho bisa jatuh pada seseorang... selain aku. Aku tidak pernah membayangkan itu.”

“Aku pernah bilang bahwa aku membuat Soo Ho keluar dari kebiasaan, tapi dia tidak pernah terbuka pada siapa pun setelah itu. Untuk 10... Tidak, selama 30 tahun terakhir, dia tidak pernah melangkah keluar dari guanya.Bo Nui adalah orang yang membuat dia keluar dari sana.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032445.022_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032447.613_thumb

“Mengapa?” Amy mengejutkan Ryang Ha dengan nada tingginya. “Mengapa? Mengapa? Mengapa harus Bo Nui? Mengapa aku tidak bisa menjadi orang itu untuknya? Lihatlah betapa cantiknya aku.”

Ryang Ha dengan terbata bilang kalau dia akan menanyakan hal itu pada Soo Ho. Ponsel Ryang Ha berdering, dari Dal Nim. Amy merebut ponsel Ryang Ha dan bicara pada Dal Nim.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032458.561_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032522.208_thumb

Dan Dal Nim berakhir minum bersama dengan Amy disana. Ryang Ha mengeluh, malam itu tidak akan berakhir sampai salah satu dari mereka mati.

Dal Nim mengadu pada Amy, dia sangat marah karena Ryang Ha mengolok-olok dirinya. Ryang Ha mengelak, dia tidak pernah melakukan hal seperti itu. Amy kemudian kesal pada Dal Nim dan Ryang Ha yang mengobrol sendiri.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032536.083_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032542.101_thumb

Lalu Amy bertanya pada mereka, apakah mereka tidak pernah berpikir kalau Bo Nui agak aneh? Amy pernah melihat Bo Nui menaburkan garam.

Dal Nim berteriak, “Ya! Apa yang baru saja kau katakan? Bo Nui apa? Siapa kau menghakimi dia? Kau, dengar! Aku tidak akan menyerah jika bukan karena Bo Nui. Apa kau mengerti? Aku suka padanya selama dua tahun. Catatan tentang perasaanku untuk dia telah memenuhi tiga notebook. Itulah betapa aku menyukai depyunim. Aku tidak akan membiarkan dia pergi seperti ini jika itu orang lain.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032624.079_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032634.947_thumb

Amy terkejut mendengar Dal Nim menyebut nama Soo Ho dan memastikan jika yang disebut Dal Nim memang benar Soo Ho-nya. Dal Nim kesal mendengar Amy menyebut Soo Ho seperti itu. Dia kesal pada Amy yang menjelekkan Bo Nui dan membuat Soo Ho patah hati di masa lalu. Dal Nim menarik rambut Amy untuk memberinya pelajaran. Ryang Ha yang berusaha melerai malah kena pukul.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032645.584_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032649.471_thumb

Dae Hae terjebak di pintu putar saat sedang membersihkannya. Seseorang datang. Dae Hae meminta bantuan, tapi orang itu hanya tersenyum kecut dan masuk ke dalam lewat pintu lain. Dae Hae berteriak meminta orang itu menunjukkan identitasnya.

Orang itu mencurigakan. Dia lalu menjatuhkan kotak perkakasnya dan membantu Dae Hae mendorong pintu. Dae Hae akhirnya terbebas. Orang itu meringis kesakitan di punggungnya setelah membantu Dae Hae.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032715.459_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032718.519_thumb 

Dae Hae lalu bertanya apa yang sedang dilakukan orang itu di gedung ini? Orang itu bilang kalau dia sudah dua hari mengerjakan pekerjaan listrik disana. (Orang ini sebenarnya mencurigakan.. aku menduga dia adalah orang yang di pergoki Dae Hae tempo hari mengintip ke dalam gedung.)

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032726.942_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032743.693_thumb

D – 7. Soo Ho dan Ryang Ha pamitan pada para karyawan untuk pergi. Bo Nui memasang tampang sedih, Soo Ho juga. Soo Ho dn Ryang Ha hendak pergi ke Las Vegas untuk mengamankan investasi mereka yang awalnya untuk Genius 2, tapi sekarang untuk IF. Soo Ho meminta karyawannya untuk melengkapi sampel sebelum dia kembali.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032738.020_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_032741.792_thumb

Soo Ho lucu banget ekspresinya. Hehe…

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_032753.585_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033230.362_thumb

Di luar gedung, Soo Ho dan Bo Nui pamitan. Bo Nui kemudian menginstal aplikasi yang dia buat di ponsel Soo Ho. Apa itu jimat? Soo Ho meminta Bo Nui mempercayainya setengah saja dari percaya Bo Nui pada hal seperti itu. Bo Nui mengangguk.

“Aku akan pergi selama beberapa hari, jadi jangan menangis meskipun kau sangat merindukanku.” Soo Ho tertawa. Bo Nui juga tertawa.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033236.821_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033254.034_thumb

Ryang Ha yang jengah mendekati mereka, “Cukup, kalian berdua. Mari kita pergi. Bukankah seharusnya kalian pacaran diam-diam? Tapi kau membuatnya begitu jelas. Apa kau akan bergabung dengan tentara atau apa?”

Ryang Ha lalu pamitan pada Bo Nui dan menarik Soo Ho yang terus saja melihat ke arah Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033300.400_thumb

Ryang Ha dan Soo Ho rapat bersama para investor membicarakan game IF.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033309.814_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033315.260_thumb

Pulang dari rapat, Soo Ho mendapat pesan dari Bo Nui.

“Waktunya makan siang di sana, kan? Pastikan untuk makan siang.”

Soo Ho kemudian mengeluarkan makanan yang dia bawa dan memakannya.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033325.133_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033333.780_thumb

Malam hari, Soo Ho sedang mengerjakan sesuatu di depan laptopnya. Dia kemudian mendapatkan pesan lagi dari Bo Nui.

“Berhenti bekerja dan pergi tidur. Kau harus tidur.”

Soo Hoo tertawa, “Ya, ya! Tuan Putri!”

Soo Ho langsung melompat ke tempat tidur.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033347.451_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033355.107_thumb

Bo Nui yang sedang menghapus kaca mendapatkan pesan dari Soo Ho. Soo Ho berkata kalau dia merindukan Bo Nui. Bo Nui tersenyum dan membalasnya, “Aku juga. Apa kau sudah makan?”

“Apa kau tidak merindukanku?”

“Tidak sama sekali.” Balas Bo Nui.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033416.403_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033420.420_thumb

Kemudian ada seseorang yang mengetuk kaca, Soo Ho. “Benarkan? Kau tidak merindukanku?”

Bo Nui tersenyum. Soo Ho balas tersenyum. Tapi itu hanya bayangan Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033436.493_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033441.767_thumb

Yun Fat kemudian berteriak membuyarkan lamunan Bo Nui. Yun Fat memberitahu semuanya berita tentang ZeZe yang mendapatkan banyak permintaan investasi. Mereka semua senang mendengarnya.

“Jika game ini tidak menjadi hit, kita akan berada dalam kesulitan besar.” Ujar Ji Hoon.

“Astaga, jangan mengatakan hal-hal seperti itu.” tegur Hyun Bin. “Bo Nui mengatakan kita seharudnya tidak boleh mengucapkan apa pun yang bisa membawa kesialan. Benar kan?”

Ji Hoon lalu menarik kembali kata-katanya.

***

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033503.011_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033522.397_thumb

Pukul 3:40 pagi. Bo Nui yang sedang tidur mendapatkan telepon dari Soo Ho. Bo Nui bertanya, apa Soo Ho naik pesawat sekarang? Tapi Soo Ho menjawabnya dengan mengatakan dia merindukan Bo Nui. Sudah 60 jam dan 20 menit sejak terakhir kali mereka bertemu. Bo Nui berkata, bagaimana dia menunggu Soo Ho 11 jam lagi…

“Ah, kau benar-benar tidak akan mengatakan itu?”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033554.261_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033605.308_thumb

Bo Nui menghela nafas, “Aku sangat merindukanmu. Dari pagi hingga sore, aku merindukanmu sepanjang hari. Aku sangat merindukanmu.”

“Kalau begitu, buka pintu.”

Bo Nui terbelalak, “Apa kau bilang?”

“Apa kau akan membuatku berdiri di sini selamanya? Ayo.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033614.658_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033618.961_thumb

Bo Nui berlari membuka pintu. Ada Soo Ho disana.

“Aku tidak bisa menunggu.” Ujar Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033622.037_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033647.076_thumb

Bo Nui tersenyum senang dan memeluk Soo Ho. Soo Ho mengangkat Bo Nui ke dalam rumah dan menutup pintu.

***

Bersambung ke episode 13~

***

TRUTH OR DARE : Katakan YES!

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033805.137_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033811.572_thumb

Kembali ke momen setelah Bo Nui berlari pada Soo Ho di depan rumah sakit. Mereka berjalan bersama. Soo Ho menghitung. Setahun itu 365 hari, jadi 49 tahun 17.885 hari. Dikalikan 24 jam sama dengan 429.240 jam. Soo Ho mendesah, itu tidak cukup. Bo Nui bingung apa yang sedang dilakukan Soo Ho.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033816.730_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033821.240_thumb

Soo Ho sedang berasumsi bahwa mereka berdua akan bersama hingga usia 80 tahun dan menghitung jumlah jam yang bisa mereka habiskan bersama-sama. Dan menurut Soo Ho itu tidak cukup sama sekali. Soo Ho kemudian berhenti berjalan.

“Beritahu aku secara resmi. Katakan YES.”

“Apa?” Bo Nui tertawa.

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033828.013_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033835.047_thumb

“Katakan…” Soo Ho juga tersenyum.

“YES.” Ujar Bo Nui pelan.

“Apa katamu? Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.”

Lucky.Romance.E12.mkv_20160708_033840.479_thumbLucky.Romance.E12.mkv_20160708_033848.307_thumb

“Aku bilang YES. YES! YES!”

Soo Ho tertawa puas. Lalu mengulurkan tangan untuk digenggam Bo Nui. Mereka pun berjalan kembali sambil bergandengan tangan.

***

Komentar:

Ya ampuuuunn… Soo Ho sweet banget. Bener nih baru pertama pacaran??? XD Adegan paling aku suka itu adegan terakhir. Sweet. Smile

Kemana Gary? Aku baru sadar kalau Gary tak kelihatan sejak terakhir kali dia berdoa dengan BO Nui dan mengetahui kalau Bo Nui memang benar-benar menyukai Soo Ho…

Aku agak was-was dengan keberhasilan game IF setelah kemunculan orang yang mencurigakan itu. Apakah dia ada maksud jahat pada ZeZe? Akankah kejadian Genius 2 terulang? Apalagi setelah ada ucapan Ji Hoon saat melihat berita. Semoga saja tidak ada yang terjadi.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD