Lucky Romance | Episode 16 – 1

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_085948.775_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_085955.582_thumb

Bo Nui dan Soo Ho sama-sama terlihat gembira menuju suatu tempat. Apakah mereka akan bertemu?

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090019.846_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091513.880_thumb

Tidak.

Bo Nui ternyata pergi ke tempatnya biasa mengajar. Mengajari para lansia menggunakan smartphone dan berbagai fitur di dalamnya. Aku tidak yakin ini di rumah sakit biasa atau di panti jompo, tapi Bo Nui tampak begitu bahagia bertemu kembali dengan mereka setelah libur satu minggu.

Lalu kemana Soo Ho?

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090033.406_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090035.383_thumb

Tuan Je menghampiri Nyonya Hee Ae yang sedang menyiapkan makanan untuk perayaan ulang tahun Tuan Je. Tuan Je meminta istrinya itu untuk tidak mengganggu Soo Ho saat dia sedang sibuk dengan meneleponnya untuk datang. Nyonya Hee Ae mengerti, dia hanya menyiapkan tempat untuk Soo Ho jaga-jaga jika saja dia datang.

Nyonya Hee Ae protes pada suaminya yang terus saja menghubungi Young Il untuk menanyakan keadaan Soo Ho. Tuan Je kesal, apakah dia bahkan tidak diperbolehkan untuk khawatir?

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090046.877_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090052.815_thumb

Nyonya Hee Ae lalu meminta Tuan Je untuk mengenakan topi ulang tahun, tapi Tuan Je terus menolak. Tiba-tiba ada seseorang yang meminta Tuan Je mencobanya. Soo Ho. Nyonya Hee Ae dan Tuan Je terkejut melihatnya dan tampak senang. Sedangkan Soo Ho berdiri dengan canggung.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090054.127_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090056.303_thumb

Tuan Je meniup lilin. Nyonya Hee Ae dan Soo Ho bertepuk tangan. Nyonya Hee Ae sangat senang, karena sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama seperti itu. 21 tahun. Nyonya Hee Ae mengajak Soo Ho untuk terus merayakan ulang tahun dengan berkumpul seperti itu. Tuan Je diam-diam tersenyum, lalu mengajak mereka segera makan.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090100.542_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090106.966_thumb

“Akan sangat bagus jika dia juga disini di hari perayaan seperti ini bersama kita. Aku bertanya-tanya apa yang dilakukan gadis kecil dan rapuh itu. Bagaimana bisa dia tidak menghubungi kita sama sekali?” Nyonya Hee Ae memikirkan Bo Nui.

Nyonya Hee Ae mengatakan pada Soo Ho bahwa dia tidak pergi ke peramal lagi. Dia marah memikirkan peramal itu menyebut Bo Nui sebagai seekor rakun. Soo Ho memuji tindakan ibunya itu.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090123.086_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090128.222_thumb

Amy membujuk Min Jae, seorang atlet muda yang memenangkan pertandingan junior, bersama ibunya untuk menjadi atlet dia tangani. Amy sekarang menjalan usaha agen-nya sendiri. Amy meyakinkan ibunya Min Jae bahwa jika Min Jae sudah semakin sukses, dia tidak akan mampu menanganinya sendiri dan harus menyewa seorang profesional.

Tapi ibunya Min Jae tidak percaya pada Amy karena orang lain yang melakukan penawaran pada mereka berasal dari perusahaan besar. Bahkan mereka juga tidak percaya Amy pernah menangani Gary. Min Jae juga berkata kasar pada Amy dengan menyinggung Amy yang dipecat dari IM Sport.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090132.062_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090132.982_thumb

“Amy!” kemudian sebuah suara yang familiar memanggil Amy.

Gary. Amy terkejut. Begitu juga dengan Min Jae dan ibunya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090143.438_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090145.008_thumb

Amy kemudian berbincang bersama Gary. Gary ternyata sedang melakukan wawancara di tempat itu dan kebetulan Amy juga sedang melakukan pertemuan disana. Amy berkata Gary menyapanya di waktu yang tepat.

“Kau sekarang seperti seorang profesional. Setahun yang lalu, kau malu-malu melakukan motion capture.”

Gary meminta Amy untuk tidak menyinggung hal itu. Dia tak bisa membayangkan saat memikirkan apa yang dia lakukan dengan Soo Ho waktu itu. Tapi Amy bilang mereka berdua cocok, ada chemistry yang aneh antara mereka berdua.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090147.213_thumb[1]Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090149.431_thumb

Gary kemudian menanyakan pekerjaan Amy. Amy bilang bekerja sendirian benar-benar sulit. Dia tidak punya nama dan juga uang. Benar-benar sulit menemukan atlet yang akan benar-benar percaya padanya. Gary yakin semuanya akan berubah menjadi lebih baik. Karena siapa pun itu, atlet yang bekerja dengan Amy sangat beruntung.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090152.886_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090154.014_thumb

“Hei. Jangan katakan itu. Aku mungkin benar-benar menangis. Aku menangis setiap kali seseorang mengatakan sesuatu yang sedikit menyentuh.”

Gary bilang Amy terlihat baik dan wajahnya bersinar. Gary juga. Bagaimana bisa Gary begitu sukses tanpa Amy. Gary memenangkan Wimbledon dan menjadi cover majalah Time. Amy memberikan selamat untuk Gary. Dia sangat Bangka pada Gary yang pernah menjadi atletnya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090156.237_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090201.630_thumb

Amy lalu bertanya apakah Gary berkencan? Karena Amy sangat sulit menghubungi Gary belakangan ini, ponsel Gary selalu sibuk. Gary mengalihkan pembicaraan dengan berkata kalau dia harus pergi. Gary juga mengajak Amy pergi ke ZeZe, hari adalah perilisan kembali game IF.

Tapi Amy menolak. Dia tidak lagi bekerja untuk IF, dan dia juga bukan lagi agennya Gary. Gary meminta Amy untuk tidak berkata seperti itu, karena sejak awal pengembangan IF, Amy ada disana. Amy tetap menolak. Dia beralasan kalau dia ada janji dengan seorang perenang. Amy kemudian pamit.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090211.919_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090219.134_thumb

Dae Hae sekarang bekerja di Daebak bersama Soo Ho. Dia menyerahkan list perusahaan game pada Soo Ho, dengan tulisan tangan. Dae Hae bilang kalau dia menulisnya dengan cinta. Soo Ho bilang itu luar biasa, tapi tidak berguna. Soo Ho meminta Dae Hae untuk kursus komputer, Soo Ho akan membayarnya.

Young Il memberitahu Soo Ho bahwa Dae Hae sudah belajar komputer darinya dan perkembangannya cukup pesat. Soo Ho tak percaya, perkembangannya pesat tapi dia masih menulis menggunakan tulisan tangan.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090220.223_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090222.039_thumb

Ryang Ha kemudian datang. Dia tampak sangat senang, karena setelah satu tahun akhirnya IF dirilis kembali. Soo Ho juga tampak senang dan mengajak Ryang Ha pergi. Dae Hae awalnya ingin ikut pergi karena dia merasa dialah asal dari game IF, tapi tidak jadi setelah “diingatkan” bahwa dulu IF gagal juga karena kecerobohannya.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090223.103_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090226.078_thumb

Dalam perjalanan, Ryang Ha kesal karena Soo Ho belum juga selesai membuat game baru. Ryang Ha bilang para investor sudah menunggu dengan penasaran game yang akan dikeluarkan Soo Ho. Soo Ho tersenyum kecil. Ryang Ha menebak bahwa Soo Ho sudah menyiapkan sesuatu. Sebagai pemegang saham, Ryang Ha juga tak sabar.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090231.550_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090234.446_thumb

Soo Ho protes, Daebak tidak punya saham yang disebar. Soo Ho tahu kalau Ryang Ha hendak menyinggung uang sewa di awal Soo Ho pindah kesana, tapi Soo Ho sudah membayarnya kembali. Tagihan listrik..Ryang Ha melarang mereka menyalakan AC. Makanan Dae Hae? Jjangmyun tidak mahal. Soo Ho ngomel.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090244.678_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090248.022_thumb

“Pokoknya, sekali pemegang saham utama maka akan selalu jadi pemegang saham utama. Saat Daebak masuk bursa saham, aku akan membeli semuanya. Yang jelas perjanjian itu penting. Jadi kau harus melakukannya dengan baik. Oke?”

Soo Ho tak menjawab dan hanya tersenyum.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090250.374_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090254.727_thumb

Yun Bal (selama ini aku menyebutnya Yun Fat. >,<) dan Dae Kwon sedang bersantai di kursi pijat setelah begadang selama 73 jam 30 menit. Yun Bal bilang akan sangat menyenangkan jika Soo Ho kembali setelah IF dirilis kembali hari ini. Seung Hyun kemudian memberitahu mereka bahwa Soo Ho datang.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090257.991_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090304.999_thumb

Soo Ho didorong Ryang Ha masuk. Ryang Ha mengucapkan selamat pada mereka karena telah sukses merilis IF. Ryang Ha meminta Soo Ho sebagai ‘ayah’ dari IF untuk mengatakan sesuatu.

“Aku hanya datang untuk memberi selamat pada kalian.” Soo Ho bertepuk tangan.

Dal Nim yang membawa kue meminta Soo Ho untuk cepat meniup lilinnya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090315.864_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090317.518_thumb

“Ya, ini sangat seperti ZeZe Factory. Kalian telah melakukan pekerjaan dengan baik sekali.”

Ryang Ha kemudian mengajak semuanya untuk meniup lilinnya bersama. Yun Bal memastikan Soo Ho akan kembali. Hyun Bin membenarkan, karena Soo Ho lah alasan mereka begadang setiap hari. Semuanya berseru agar Soo Ho kembali. Tiba-tiba Yun Bal berkata kalau dia juga ingin bertemu dengan ‘ibu’nya IF. Yun Bal dikode untuk tidak membicarakan Bo Nui.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090327.399_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090325.447_thumb

Soo Ho tertawa, “Semuanya, aku sekarang bekerja untuk Daebak Software. Aku akan bekerka keras agar suatu hari bisa mengalahkan ZeZe Factory.”

Kemudian semuanya memberikan semangat pada Soo Ho. Mereka menghormati keputusan Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090332.862_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090343.247_thumb

Bo Nui pulang ke rumah dan menemukan pesan dari Bo Ra bahwa dia pergi ke Seoul.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090346.375_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090347.527_thumb

Soo Ho berjalan pulang dari ZeZe. Di trotoar, dia melihat Bo Ra yang kesulitan dengan kursi rodanya. Bo Ra yang tak mengingat Soo Ho meminta bantuan Soo Ho untuk mendorong kursinya naik ke trotoar. Soo Ho menatap Bo Ra. Bo Ra menduga Soo Ho baru pertama kali melihat orang dengan kursi roda. Bo Ra meminta Soo Ho untuk cepat membantunya. Soo Ho kemudian mendorong Bo Ra. Bo Ra berterima kasih.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090359.894_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090404.078_thumb

“Kau sendirian? Kau tidak bersama dengan keluarga atau teman?” tanya Soo Ho kemudian.

“Aku bukan anak kecil. Aku naik bus dan taksi sendiri untuk pergi kesini.”

Soo Ho tersenyum, itu keren. Bo Ra lalu menanyakan alamat ZeZe pada Soo Ho. Soo Ho tampak terkejut dan menanyakan tujuan Bo Ra kesana. Bo Ra bilang kalau dia ingin menemui seseorang disana. Soo Ho lalu menawarkan diri untuk mengantar Bo Ra. Bo Ra berterima kasih.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090407.087_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090410.623_thumb

“Tapi ahjussi, apa kita….” Bo Ra tampak ingin memastikan sesuatu. “Ah tidak. Tidak mungkin kita bertemu sebelumnya. Tapi kenapa suaranya tidak asing ya? Apa pengisi suara?”

Bo Ra lalu bertanya, apakah Soo Ho seorang pengisi suara? Soo Ho tersenyum. Dia sering mendengar orang lain menyebutnya seperti itu.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090413.774_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090414.854_thumb

Sementara itu Bo Nui yang panik segera menelepon Dal Nim untuk memberitahu bahw Bo Ra menghilang. Dal Nim memberitahu bahwa Bo Ra ada di ZeZe.

Dal Nim menemui Bo Ra di ruang rapat. Dal Nim bilang seharusnya Bo Ra memberitahu lebih dulu kalau dia akan datang. Tapi Bo Ra tidak mau melakukannya karena Dal Nim pasti memberitahu Bo Nui. Bo Ra memang seharusnya datang dengan Bo Nui, karena berbahaya pergi sendirian.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090416.670_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090418.741_thumb

Bo Ra menggeleng, “Ini adalah misi rahasia.”

Bo Ra meminta Dal Nim untuk menghubungi Soo Ho. Ternyata Bo Ra datang ke ZeZe karena berpikir Soo Ho akan ada disana di hari perilisan IF. Dal Nim memberitahu kalau Soo Ho tadi datang, tapi sudah pergi lagi. Bo Ra kecewa, andai saja dia tadi tidak kesulitan menaiki trotoar (Bo Ra…kamu tadi sudah ketemu dengan Soo Ho…).

“Apa yang kau inginkan dengan bertemu dengannya? Apa Bo Nui mengatakan sesuatu?”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090429.278_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090433.095_thumb

“Tidak, masalahnya dia tidak mengatakan apapun. Unni bercerita tentang semuanya. Pekerjaan yang dilakukannya di beberapa toko, dan apa yang dimakannya untuk makan siang setiap hari. Tapi dia tidak mengatakan apapun tentang ZeZe Factory ataupun Je Soo Ho.”

Dal Nim menghela nafas, “Ada hal-hal yang tidak bisa kau katakan karena bahkan hanya memikirkannya terasa sangat menyakitkan.”

Karena itulah Bo Ra yakin Bo Nui menyembunyikan sesuatu dan ingin mencari tahu dari Soo Ho.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090434.230_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090436.302_thumb

Gary datang ke ZeZe dan memberikan hadiah pada semuanya. Gary berterimakasih karena mereka telah membuat hidupnya (di game) lebih baik dari aslinya. Ji Hoon berkata kalau itu adalah karena modelnya yang luar biasa.

Ji Hoon memberitahu bahwa mereka menonton pertandingan Wimbledon Gary dan ikut berdebar menyaksikan pertandingan itu. Gary kembali berterima kasih, dia memenangkan pertandingan itu berkat semangat mereka. Seung Hyun memberitahu bahwa para penonton histeris saat melihat ayahnya Gary di kursi penonton.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090437.846_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090442.287_thumb

Bahkan Hyun Bin menangis. Dia telah melihat hidup Gary dari sudut pandangnya dengan game itu, dan itu membuatnya bersimpati. Dia selalu merasa sedih jika melihat ayahnya Gary. Gary tertawa. Hyun Bin diledek oleh yang lain dan dibela oleh Seung Hyun. Sepertinya Seung Hyun dan Hyun Bin pacaran.

Gary menanyakan Soo Ho, tapi sayangnya Soo Ho sudah tidak ada. Gary kemudian mendapatkan telepon dari Bo Ra.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090443.318_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090447.046_thumb

Gary menemui Bo Ra di ruang rapat dan bertemu Dal Nim yang memberitahu kalau Bo Nui juga akan segera datang. Dal Nim meminta Gary menemani Bo Ra karena dia harus menemui para reporter.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090448.623_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090452.727_thumb

Bo Ra mencoba game IF dan merasa takjub, karena dia merasa benar-benar mengalaminya. Dia juga tak percaya kalau Bo Nui yang membuat game itu saat Gary memberitahu kalau Bo Nui membuatnya dengan memikirkan Bo Ra.

“Dia ingin menunjukkan padamu kehidupan yang luar biasa. Aku tidak mau menjadi modelnya, tapi aku berubah pikiran setelah mendengar hal itu.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090514.799_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090500.143_thumb

Gary meminta Bo Ra untuk bersikap baik pada Bo Nui karena hal itu. Bo Ra kemudian meminta tanda tangan Gary untuk teman-temannya yang tidak percaya kalau dia dekat dengan Gary. Bo Ra memuji Gary yang tampak semakin tampan..hehe..

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090517.926_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090521.583_thumb

Soo Ho masih ada di trotoar jalan, mondar-mandir sambil melihat jam. Sepertinya dia menunggu Bo Ra, mungkin akan membantunya naik bis. Dia kemudian mendengar sebuah suara yang taka sing. Soo Ho menoleh. Dia melihat Bo Nui keluar dari taksi dan berjalan menuju ZeZe.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090524.543_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090542.512_thumb

Soo Ho kemudian tersenyum dan berjalan. (Apa Soo Ho memang menunggu Bo Nui?...)

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090544.390_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090547.872_thumb

Bo Nui memarahi Bo Ra yang tak menjawab telepon dan tak memberitahunya lebih dulu kalau dia mau pergi. Bo Nui khawatir. Gary membela, Bo Ra sampai dengan selamat dan dia disana untuk menemani Bo Ra.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090557.735_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090600.831_thumb

Bo Ra memastikan pada Bo Nu bahwa game IF adalah buatan Bo Nui, dan Bo Nui membuatnya untuk Bo Ra. Bo Ra tidak tahu hal itu karena Bo Nui tidak pernah memberitahunya. Bo Nui membenarkan.

“Sungguh menakjubkan! Seperti mimpi. Mimpi yang sangat nyata! Terima kasih, Eonni. Aku mencintaimu.” Bo Ra membuat tanda hati untuk Bo Nui.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090609.935_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090612.920_thumb

Bo Nui kemudian berbincang dengan Gary di atap. Bo Nui mengeluh tentang Bo Ra yang sedang puber dan sering menelepon Gary. Gary tak masalah, bicara di telepon dengan Bo Ra tidak membuatnya terganggu. Gary juga merasa bangga pada Bo Ra yang berhasil datang kesana sendirian.

“Aku tidak tahu hari seperti ini akan datang juga.” Ujar Bo Nui.

Bo Nui lalu menanyakan tentang ayahnya Gary. Gary bilang ayahnya baik-baik saja dan sangat berterima kasih pada Bo Nui yang telah mengiriminya pakaian dan makanan. Gary mengajak Bo Nui dan Bo Ran untuk makan bersama mereka.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090617.774_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090620.983_thumb

Gary lalu mengungkapkan kekesalannya karena Bo Nui tidak pernah datang ke pertandingannya dan menyia-nyiakan tiket yang sudah dia kirim. Bo Nui yakin suatu hari nanti saat ada kesempatan, dia akan datang.

Gary penasaran, apakah Bo Nui akan terus tinggal disana? Dia melihat Bo Ra sepertinya sudah merasa bosan disana dan Seoul tempat terbaik untuk Bo Nui mulai bekerja.

“Suatu hari nanti, aku akan pindah. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.” Bo Nui tersenyum.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090746.654_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090749.647_thumb

Sebelum kembali, Bo Nui menemui Dal Nim untuk mengambil undangan pernikahan Dal Nim. Bo Nui merasa bahagia untuk Dal Nim yang berhasil menikah dengan orang yang selama dua tahun ini dia cintai. Dal Nim mengelak, bukan dia. Bo Nui masih belum tahu tentang Dal Nim yang awalnya menyukai Soo Ho. Bo Nui melarang Dal Nim memberitahunya siapa orang itu. Yang penting orang yang membuat Dal Nim bahagia sekarang adalah yang terbaik. Bo Nui berharap untuk kebahagiaan mereka berdua.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090758.623_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_090802.694_thumb

“Kau harus datang ke pernikahan, ya. Aku tidak akan memulai acaranya sampai kau datang, oke?”

Tapi Bo Nui tak mengatakan apapun. Dal Nim pun menduga Bo Nui takut bertemu dengan Soo Ho.

“Bo Nui-ah, kau tidak bisa terus menghindarinya. Orang yang ditakdirkan bertemu, cepat atau lambat pasti akan bertemu juga.”

Bo Nui tersenyum dan berkata kalau dia akan datang. Dal Nim tersenyum senang dan menganggap itu adalah janji Bo Nui.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091051.888_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091052.863_thumb

Soo Ho kembali ke kantor. Dia mengeluarkan fotonya bersama dengan Bo Ra dan Bo Nui yang disimpan di selipan sebuah buku. Soo Ho bangga pada Bo Nui yang merawat Bo Ra hingga Bo Ra sebentar lagi bisa berjalan dan bahkan berlari.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091100.839_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091101.670_thumb

Sementara itu, Bo Ra memberikan formulir pendaftaran untuk sebuah kontes game pada Bo Nui. Bo Ra ingin Bo Nui mengikuti kontes itu karena dia tahu Bo Nui sedang mengerjakan game baru setiap malam. Memainkan IF juga menyadarkannya bahwa Bo Nui hebat membuat game, jadi dia yakin Bo Nui akan menang.

Bo Nui meledek Bo Ra yang pintar bicara. Bo Ra berkata bahwa dia sungguh-sungguh dengan perkataannya. Tapi Bo Nui menolak dan mengajak Bo Ra masuk ke dalam rumah.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091120.360_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091104.880_thumb

Bo Ra kemudian menelepon Dal Nim untuk memberitahu bahwa Bo Nui sepertinya tidak akan ikut kontes itu. Tapi Dal Nim tetap berharap Bo Nui akan mengikuti kontes itu.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091126.471_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091128.215_thumb

Selesai bicara di telepon dengan Bo Ra, Dal Nim bertemu dengan Ryang Ha, calon suaminya. Ryang Ha menghampiri Dal Nim dengan manja. Dia juga menggombal bahwa dia datang karena merindukan Dal Nim, dia merindukan Dal Nim kapanpun dia membalikkan badan (dari Dal Nim). Pokoknya Dal Nim sama Ryang Ha bicara dengan imut-imut, seperti anak kecil. haaa...

Dal Nim memastikan Ryang Ha sudah memberikan undangan pernikahan mereka pada Soo Ho. Tapi ternyata Ryang Ha lupa. Dal Nim bilang bahwa Soo Ho dan Bo Nui ditakdirkan untuk bertemu kembali di pernikahan mereka. Ryang Ha merajuk, Dal Nim merencanakan sesuatu untuk Soo Ho dan Bo Nui, kenapa Dal Nim tidak merencanakan masa depan mereka saja?

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091134.736_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091138.287_thumb

“Apa kau tahu bagaimana perasaan mereka? Mereka saling sangat merindukan satu sama lain, tapi mereka menahan diri. Saat mereka bertemu di pernikahan kita, cinta mereka akan meletup.” Ujar Dal Nim.

Ryang Ha tetap kesal, pernikahan itu kan seharusnya tentang mereka berdua, jika itu terjadi bisa saja mereka berdua malah menjadi pemeran pendukung. Dal Nim membela, bahwa pada hari itu semua orang harus merasa bahagia. Apa Ryang Ha mau teman baik mereka berdua tidak bahagia? Tentu saja tidak, Ryang Ha senang pada Dal Nim yang begitu memikirkan orang lain.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091151.039_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091157.663_thumb

Amy dan Gary bertemu lagi. Setelah mengobrol beberapa lama, Gary meminta Amy menuliskan namanya sebagai atlet pertama yang ada di manajemennya. Gary tidak memperpanjang kontraknya dengan IM Sport. Amy terkejut mendengarnya. Gary adalah atlet terbaik dan mendapatkan banyak pencapaian dengan IM Sport, kenapa Gary meninggalkan IM?

“Kau tidak ada disana. Tidak ada yang bisa aku candai, jadi aku bosan. Jadi, kau mau tanda tangan kontrak denganku atau tidak?”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091205.431_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091222.976_thumb

“Tentu saja, aku mau...” Amy terdiam sesaat. “Aku tidak punya banyak uang untuk uang muka. Bisakah aku membayar bulanan?”

Amy berteriak kegirangan ketika Gary menyetujuinya dan langsung memeluk Gary. Kontrak mereka pun diresmikan dengan saling berjabat tangan.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091225.056_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091228.023_thumb

Bo Nui pada akhirnya mendaftar kontes game itu dan lolos tahap pertama. Dia dan Bo Ra begitu senang. Bo Ra sudah bilang kalau Bo Nui pasti akan menang. Sementara Bo Nui, lolos tahap pertama saja dia sudah bersyukur. Bo Ra meminta Bo Nui untuk semangat memenangkan kontes itu. Bo Ra juga penasaran dengan game yang di buat Bo Nui, game yang dikembangkan Bo Nui selama ini. Bo Ra meminta BO Nui memberitahunya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091234.199_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_20160810_091243.791_thumb

Bo Nui bilang tidak banyak yang bisa diceritakan. Itu adalah game sederhana. Bo Ra kembali bertanya, apakah ada modelnya? Apakah setampan Gary? Jika benar dia akan memainkannya setiap hari. Bo Nui bilang kalau gamenya tidak seperti itu, tapi dia juga belum memutuskan bagian akhirnya. Bo Nui berjanji akan memberitahu Bo Ra jika dia sudah memutuskannya.

***

Bersambung ke bagian 2 (end)~

Note:

Anyeong~ huwaaaa miaaaannn... berapa minggu aku gak update? Sebulan? *tutupmata*

Mian reader, karena sehabis lebaran itu kami sakit gantian, mika, suami, saya. Dan di kantor kerja saya lumayan ngebut, banyak yang harus diselesaikan setelah libur lebaran. Jadinya, sudah di rumah mata dan tangan lelah kalau harus melihat huruf-huruf lagi (*lebay). Paling-paling cuma nonton aja. Itupun kalua gak ketiduran. Hehe... Mian ya... *halah malah jadi curcol

Insya Allah bagian 2 nya bisa selesai sebelum akhir pekan ya...

Komennya sekalian di bagian 2 ya...

Comments

  1. Siap muzi... sudah lama ditunggu... Sehat selalu ya buat muzi dan keluarga...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts