Hwarang: The Poet Warrior Youth | Episode 4 - 2

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001845065_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001858807_thumb

Moo Myung akhirnya bisa menuliskan namanya. A Ro merasa itu tidak jelek untuk orang yang baru pertama kali menulis. Moo Myung tersenyum pada A Ro. A Ro heran, kenapa Moo Myung terus menatapnya. Moo Myung mengelak.

“Tapi. Apakah aku jadi lebih jelek daripada aku saat kecil?”

“Kau tampak berbeda dari apa yang aku bayangkan.” Ujar Moo Myung.

A Ro tak senang mendengarnya. Tapi Moo Myung tersenyum.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001863644_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001866667_thumb

Soo Yeon kemudian datang dan terkejut melihat apa yang dilihatnya. Dia bertanya siapa Moo Myung?

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001873306_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001876198_thumb

Soo Yeon lalu menarik A Ro untuk bicara berdua. A Ro mengingatkan kalau dia sudah memberitahu Soo Yeon bahwa kakaknya kembali. Tapi Soo Yeon bilang A Ro tidak mengatakan kalau kakaknya itu punya wajah dan tubuh seperti itu. A Ro bingung, bukankah semua orang iri pada kakaknya Soo Yeon. Soo Yeon iri pada kebersamaan A Ro dengan Moo Myung menulis bersama.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001894153_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001912300_thumb

Soo Yeon memberikan kue beras yang dia bawa, “Berapa banyak kue beras yang harus aku berikan padamu agar kita jadi keluarga?”

“Kenyataan bahwa kau adalah temanku...itu memalukan.”

Soo Yeon lalu menanyakan Moo Myung yang sudah tak kelihatan lagi. A Ro mengeluh, masih banyak yang harus dia ajarkan pada Moo Myung. A Ro lalu ingat kalau Soo Yeon punya kuda.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001927473_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001944670_thumb

Moo Myung sendirian di tepi sungai. Menuliskan kembali nama Sun Woo di tanah. Moo Myung ragu, haruskah dia menggunakan nama Sun Woo itu. A Ro kemudian datang membawa dua ekor kuda. Moo Myung belum pernah naik kuda, kan?

***

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001953631_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001958298_thumb

Soo Ho sedang berjalan bersama Dan Se dan satu temannya (namanya belum tahu) di lapangan bola. Akan sangat menghibur melihat orang yang bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah bergabung dengan Hwarang. Ban Ryu tidak akan datang kan?

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001970057_thumb[1]Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001982619_thumb

Ban Ryu datang dengan 4 orang temannya. Soo Ho menyindir Ban Ryu yang berkata tidak akan pernah bergabung dengan Hwarang, tapi nyatanya Ban Ryu menandatangani sumpah itu karena Ban Ryu sudah dibebaskan. Ban Ryu kembali menegaskan kalau dia tidak punya keinginan menjadi pesuruh ratu.

“Ah..kalau begitu ayahmu menandatanganinya? Ayah yang mana? Ayah angkat atau ayah kandung?”

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001970057_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002015049_thumb

Ban Ryu menahan kekesalannya, dia mengingatkan bahwa berkelahian mereka malam itu belum selesai. Soo Ho mengajak Ban Ryu menyelesaikannya hari ini dengan bermain sepak bola. Ban Ryu dan teman-teman tertawa, akankah sepak bola cukup? Teman Soo Ho menyarankan Soo Ho untuk menolaknya, karena mereka tidak pernah memang bermain bola melawan Ban Ryu dkk. Tapi Soo Ho menerimanya.

Ban Ryu menyuruh Soo Ho untuk mencari orang lagi karena jumlah orang Soo Ho masih kurang. Soo Ho bilang dia akan mendapatkan orang dan meminta Ban Ryu untuk tidak kabur. Soo Ho kemudian pergi.

***

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002066298_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002095693_thumb

A Ro mengajari Moo Myung naik kuda. A Ro menyuruh Moo Myung untuk duduk dengan tegak. Kuda akan tahu jika orang yang menaikinya merasa takut. Moo Myung harus percaya pada kuda itu agar kudanya juga percaya pada Moo Myung. A Ro heran bagaimana bisa pria sepenakut itu. A Ro terus mengajari Moo Myung, hingga kemudian Moo Myung sudah tidak gugup lagi tersenyum.

“Apa itu? Ternyata kau juga bisa tersenyum.” Ujar A Ro.

“Tidak.” Moo Myung merengut.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002128562_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002160992_thumb

Mereka kemudian menunggang kuda mengelilingi lapangan. Hingga kemudian sebuah tongkat permainan anak-anak ayng sedang bermain disana mengenai kuda yang ditunggangi A Ro. Kuda menjadi tak terkendali dan berlari dengan cepat. Moo Myung yang masih belum lancar menunggang kuda mengejarnya. Mereka melewati toko Joon Gi. Maek Jong yang baru keluar dari toko melihatnya dan mengejar mereka.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002195670_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002198003_thumb

Soo Ho dkk kesal karena tidak ada seorang pun teman mereka yang lain datang kesana. Soo Ho ingin menghapus senyum dari wajah Ban Ryu. Teman Soo Ho mengingatkan kalau mereka tidak pernah menang, apa mereka harus melakukannya? Soo Ho tampak memikirkannya. Dan Se lalu melihat Moo Myung dan Maek Jong lewat. Soo Ho terkesan, mereka cepat sekali.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002229001_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002248124_thumb

Sementara itu A Ro menangis ketakutan dan kudanya semakin melaju kencang masuk ke dalam hutan. Maek Jong mengejar kuda A Ro dan berhasil mendahuluinya. Maek Jong mencegat kuda A Ro agar kudanya berhenti. Kudanya memang berhenti, tapi A Ro jadi terlempar dari kuda. Maek Jong panik tapi tak bisa melakukan apapun. Moo Myung yang ada di belakang segera turun dari kudanya dan menangkap A Ro.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002269569_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002293638_thumb

Moo Myung menanyakan keadaan A Ro. A Ro baik-baik saja, tapi dia terus menangis. Kudanya sangat cepat, dia pikir dia akan mati. A Ro tidak mau lagi naik kuda itu. Moo Myung menenangkan A Ro.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002302627_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002305069_thumb

Moo Myung lalu mengangguk pada Maek Jong, tanda terima kasih. Maek Jong balas mengangguk. Lalu dia melihat gelangnya dipakai Moo Myung. Maek Jong pun ingat kalau Moo Myung adalah pria yang waktu itu menantangnya berduel. Maek Jong bertanya-tanya kenapa Moo Myung bersama dengan A Ro.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002365935_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002370069_thumb

Mereka kemudian berjalan pulang dengan berjalan kaki. Soo Ho dkk datang, dia langsung menanyakan kesediaan Moo Myung bermain bersama mereka. Soo Ho juga memperkenalkan diri sebagai Hwarang. Moo Myung lalu ingat pernah melihat Soo Hoo dkk di okta waktu Mak Moon dipukuli. Jadi mereka adalah Hwarang?

Soo Ho merasa pernah bertemu dengan Moo Myung, tapi tak memikirkannya lebih lanjut. Moo Myung tidak menanggapi dan hendak pergi.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002376008_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002389421_thumb

Tapi kemudian A Ro berkata kalau Moo Myung akan bermain. Moo Myung tak setuju, tapi menurut A Ro itu adalah kesempatan bagus karena mereka adalah Hwarang.

Soo Ho bertanya pada Maek Jong. Maek Jong lalu bilang dia akan main kalau Moo Myung juga main. A Ro heran kenapa Maek Jong masih ada disana. A Ro pun penasaran, mereka akan main apa?

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002423343_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002428761_thumb

Moo Myung pergi ke lapangan bola. Dia melihat Soo Ho bicara dengan Ban Ryu. Soo Ho kembali ingat kalau mereka ada di Okta malam itu. Moo Myung pun semakin berniat bermain.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002444664_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002462235_thumb

A Ro menyemangati Moo Myung, karena itu mungkin kesempatan bagus untuk Moo Myung memperlajari sesuatu. Akan sangat bagus jika Moo Myung juga berteman dengan mereka. Moo Myung tidak mau berteman dengan mereka. Tapi A Ro bilang ibu kota adalah tentang koneksi. A Ro kenal para pria itu, mereka berasal dari keluarga hebat. Jika Moo Myung dekat dengan mereka, itu akan membantu masa depan Moo Myung. A Ro tidak berharap Moo Myung membuat gol, pastikan saja Moo Myung tidak menghalangi mereka.

“Bagaimana denganmu? Kau benar tidak apa-apa?” tanya Moo Myung.

“Aku? Aku baik-baik saja.”

“Baiklah kalau begitu.” ujar Moo Myung.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002474440_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002484550_thumb

Dari jauh Maek Jong memperhatikan mereka dan semakin penasaran dengan hubungan mereka.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002488860_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002520831_thumb

Permainan bola para Hwarang diumumkan oleh seorang anak di jalanan. Mereka yang mendengarnya, terutama para wanita, begitu tertarik dan segera berlari kelapangan. Karena itu bukanlah sepak bola biasa, itu adalah sepak bola yang sangat hot.

Joon Gi menjelaskan pada kita bahwa itu adalah sepakbola indah. Sepakbola yang dimainkan oleh orang indah yang berpakaian dengan indah. Itulah sepakbola indah.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002590553_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002597585_thumb

Lapangan diramaikan oleh para penonton yang penasaran dengan pertandingan sepakbola itu. A Ro juga ikut duduk disana. Tak berapa lama kemudian para pemain masuk ke lapangan, Tim Ban Ryu dan Tim Soo Ho. Ban Ryu menyindir Soo Ho yang terlalu putus asa mengisi timnya dengan orang yang sepertinya tidak tahu sepakbola itu. Soo Ho percaya diri kalau mereka berdua adalah orang yang kuat.

Saat tim berhadapan, Moo Myung salah menghadap, Soo Ho membalik badannya. Soo Ho yakin mereka bisa menang dan membuat gol. Soo Ho meminta Moo Myung mengoper bola padanya.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002623047_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002692112_thumb

Permaian bola pun dimulai. Ternyata itu bukan hanya permainan bola yang dimainkan oleh orang indah, tapi juga permainan yang tidak punya aturan.

Benar saja, semuanya menggunakan kekerasan untuk mengambil bola. Tim merah kehilangan bola. Moo Myung yang menjaga gawang ditendang oleh Ban Ryu dan Ban Ryu berhasil memasukkan bola. Moo Myung kesal. Maek Jong juga kesal, berani-beraninya mereka memukul raja....

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002721738_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002727919_thumb

Soo Ho ingin membantu Moo Myung berdiri. Jika Moo Myung dian disana, Moo Myung memang pasti akan jatuh. Tapi Moo Myung berdiri sendiri. Soo Ho memberitahu bahwa permainan itu bukan hanya tentang bertahan, tapi juga harus memperhitungkan kekuatan lawan dan mundur.

“Apa tidak ada aturan disini?” tanya Moo Myung

Soo Ho tertawa, “Benar. Satu-satunya aturan adalah menang.”

Moo Myung pun mengerti. Soo Ho berkata entah kenapa dia menyukai Moo Myung. Kemudian...Moo Myung pun bermain dengan semangat menggunakan kekuatannya, dan dia mencetak gol.....dikandang sendiri.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002770059_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002771957_thumb

Mo Myung merayakannya dan berteriak sekuat tenang. Dia begitu senang. Sementara itu A Ro menutup wajahnya karena malu, Maek Jong menyebut Moo Myung bodoh. Teman Soo Ho lalu memberitahu kesalahan Moo Myung memasukkan bola ke kandang sendiri. Moo Myung pun mengerti.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002810465_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002828105_thumb

Permainan kembali berlangsung. Kali ini Moo Myung mengoper bola pada Soo Ho, dan Soo Ho berhasil memasukkan bola ke gawang. Skor 2-1. Soo Ho memberikan jempolnya pada Moo Myung. Moo Myung awalnya kelihatan senang, tapi kemudian memasang kembali wajah dinginnya.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002846475_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002847234_thumb

Dan Moo Myung tidak tahu kalau penipu waktu itu datang dan melihatnya di lapangan.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002880735_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002887909_thumb

Moo Myung akhirnya memasukkan bola ke gawang lawan. Dia berhasil menyamakan kedudukan. Soo Ho memeluk Moo Myung dengan senang dan mengejek Ban Ryu. Ban Ryu marah pada gengnya. Maek Jong kesal melihat Moo Myung memasukkan bola.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002919496_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002920656_thumb

Pa Oh memanggil Maek Jong dengan “Hey”, Maek Jong kesal tapi tak bisa berbuat apapun. Pa Oh meminta Maek Jong mengatakan jika dia menikmati permainan itu. Maek Jong mengelak. Pa Oh menanyakan rencana Maek Jong selanjutnya.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002955556_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002970512_thumb

Maek Jong lalu melihat A Ro yang tersenyum senang pada Moo Myung. Maek Jong kesal melihatnya. Penipu tadi melihat A Ro yang melambaikan tangan pada Moo Myung.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_002996382_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003018619_thumb

Permainan kembali di mulai. Moo Myung kembali mendapatkan bola, tapi kali ini Maek Jong merebutnya. Soo Ho berteriak kalau mereka satu tim. Maek Jong mengambil bola dan menyebut Moo Myung pencuri. Akhirnya bola direbut oleh tim Ban Ryu. Beruntung Moo Myung bisa merebut kembali bolanya dan mengoper pada Maek Jong. Maek Jong memasukkan bola ke gawang.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003043079_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003045592_thumb

Maek Jong berteriak senang dan berharap respon dari A Ro, tapi yang bereaksi heboh malah Pa Oh. Maek Jong kesal.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003062455_thumb

Permainan berakhir, dimenangkan oleh tim Soo Ho.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003070317_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003077157_thumb

Maek Jong menatap Moo Myung dengan kesal. Moo Myung heran, ada apa dengan Maek Jong? Soo Ho merayakan kemenangan mereka dengan dua temannya.

***

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003103165_thumb

Moo Myung dan A Ro berjalan pulang. A Ro berjalan di belakang Moo Myung. Karena Moo Myung sering pingsan, A Ro menduga Moo Myung seorang yang lemah. Tapi sepertinya Moo Myung lebih kuat daripada yang terlihat. Moo Myung juga menunggang kuda dengan baik.

“Terima kasih telah menyelamatkanku sebelumnya.” Ujar A Ro kemudian.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003128151_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003151403_thumb

Moo Myung berhenti melangkah dan berbalik. A Ro lalu bilang kalau Moo Myung sepertinya tidak dekat dengan Maek Jong, dan Maek Jong tidak terlihat seperti orang yang baik. A Ro hampir kelepasan bilang kalau dia tidur bersama Maek Jong di Okta.

Moo Myung lalu menyuruh A Ro naik ke punggungnya karena A Ro terluka. Memang, A Ro berjalan dengan hati-hati, mungkin kakinya terkilir. A Ro menolak, dia baik-baik saja. Moo Myung bertanya, apa dia harus memangku A Ro dengan lengannya?

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003165620_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003170388_thumb

Sementara itu di Dayiseo, Maek Jong membayangkan kedekatan Moo Myung dan A Ro. Maek Jong kesal, kenapa harus Moo Myung...

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003208252_thumb

A Ro akhirnya naik ke punggung Moo Myung. A Ro bilang Moo Myung tidak bisa terus bersikap dingin seperti itu. Di ibu kota yang dibutuhkan adalah koneksi dan keterampilan seseorang. Moo Myung diam saja, tak menanggapi.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003227547_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003230475_thumb

A Ro kemudian memainkan jemarinya di atas kepala Moo Myung. Bermain bayangan. Moo Myung tersenyum. Sepertinya A Ro sudah mulai menerima Moo Myung sebagai Sun Woo.

***

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003261287_thumb

Hari pelantikan tiba. A Ro yang mengantar Moo Myung meminta Moo Myung untuk berjalan dengan cepat jika tak ingin terlambat. Moo Myung bilang mereka tidak akan terlambat karena mereka datang satu jam lebih cepat.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003276287_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003278547_thumb

A Ro lalu menatap penampilan Moo Myung dan merasa ada yang kurang. A Ro meminta Moo Myung menunggu sebentar.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003307584_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003324730_thumb

A Ro melihat-lihat aksesoris yang dijual. Moo Myung memperhatikan A Ro dari jauh. Lalu saat Moo Myung berbalik, penipu yang waktu itu muncul di depan A Ro dan bertanya apakah A Ro putri dari Tuan Ahn Ji? A Ro membenarkan.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003350500_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003386050_thumb

Moo Myung lalu berbalik, dan A Ro tidak ada. Moo Myung mencarinya. Moo Myung lalu melihat A Ro diseret oleh penipu itu. Moo Myung bergegas mengejarnya. Maek Jong melihat Moo Myung yang mengenakan pakaian Hwarang. Lalu Maek Jong sadar, Moo Myung hendak pergi ke pelantikan dengan mengenakan gelang miliknya yang merupakan simbol raja. Maek Jong mengejar Moo Myung.

Maek Jong masuk ke sebuah tempat dan berjalan perlahan. Lalu ada yang mencegat Maek Jong dengan cerulit.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003423225_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003438971_thumb

Sementara itu A Ro yang ditangkap gerombolan penipu tadi merintih ketakutan. Disana ada Moo Myung yang sudutkan ke dinding dengan pisau di leharnya. Penipu tadi menertawakan Moo Myung seorang rendahan yang menggunakan pakaian sutra. Hidup Moo Myung di ibu kota rupanya sudah naik tingkat.

Moo Myung meminta penipu itu untuk berurusan dengannya saja dan melepaskan A Ro. Penipu itu menyindir, dia tidak pernah melihat Moo Myung setakut itu sebelumnya. Dia merasa itu karena A Ro. Moo Myung menoleh pada A Ro dan sekali lalgi meminta A Ro untuk dilepaskan.

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003461354_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003467552_thumb

Kemudian datang Maek Jong di giring oleh anggota penipu tadi. Maek Jong terkejut melihat A Ro disana dan juga Moo Myung. Penipu itu lalu berkata pada Moo Myung bahwa nasib A Ro ditentukan oleh tindakan Moo Myung.

“Jika kau menyentuh satu helai rambut saja dari kepalanya, kau akan mati.”

Hwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003492788_thumbHwarang.E04.161227.HDTV.H265.720p-SS.mkv_003496719_thumb

Penipu itu tertawa, “Entahlah. Aku rasa..kau akan mati lebih dulu sebelum aku.” Penipu itu mengarahkankan pisaunya ke jantung Moo Myung.

Moo Myung berteriak dan memegang pisau itu, “Bunuh aku sekarang. Tapi jika dia terluka sebelum itu, aku akan membunuhmu.”

***

Bersambung ke episode 5 ~

Komentar:

Saya gemes dengan perkembangan hubungan Maek Jong dan A Ro. Tapi, A Ro sebenarnya tahu gak ya kalau yang bertarung dengan Moo Myung di tukang kayu itu Maek Jong? Maek Jong sih waktu itu menutup wajahnya, dan A Ro tidak menatap Maek Jong langsung. Mungkin A Ro tidak tahu ya. Soalnya kalau dia tahu pasti heboh kan pas insiden kuda itu.

A Ro heran melihat Moo Myung ternyata bisa senyum. Soalnya selama di ibukota Moo Myung memang bersikap dingin. Ini terjadi setelah kematian Mak Moon. Moo Myung dulunya sering tersenyum dan tertawa bersama Mak Moon. Penasaran juga dengan perasaan Moo Myung dan A Ro. Apakah Moo Myung akan memiliki perasaan cinta pada seorang wanita? Ataukah perasaan sayang pada seorang adik?

Comments

  1. Waktu Moo Myung memegang pisau si penipu trus Moo Myung berteriak itu benar benar keren , akting Park Seo Joon kereeenn 👏👏👏👏 ..

    Menurut sy Moo Myung sudah jatuh cinta sm Ah Ro ,, tapi Moo Myung tidak paham apa itu cinta .. Lol

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD

Popular Posts