Sunday, December 04, 2016

The Lonely Shining, Goblin | Episode 1 - 1

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161203_141922.766_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161203_142243.084_thumb

“Jika roh mendiami sebuah benda yang memiliki sentuhan atau darah manusia di atasnya, maka dia akan menjadi goblin (jin). Dan ini adalah pedang dari medan perang dengan ribuan darah di atasnya, bahkan dengan darah pemiliknya sendiri, maka itulah yang terjadi. Dan hanya pengantin goblin akan bisa menarik pedang itu. Dan saat pedang itu ditarik, dia akan beristirahat dalam damai.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_133816.674_thumb[1]Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_133838.309_thumb[1]

Seorang nenek bercerita tentang goblin yang punya kehidupan abadi, dimanapun kapanpun, dimana tidak ada seorangpun tahu dimana keberadaannya. Seorang wanita muda yang mendengar cerita itu tertawa. Dia tertawa karena mengira nenek itu akan menyebut dirinya sebagai pengantin goblin yang dicari-cari goblin. Nenek sedikit kesal, meskipun wajahnya seperti itu sekarang ini, di masanya ada banyak pria yang bergerombol mengikutinya. Nenek melarang gadis itu untuk datang lagi.

Gadis itu bilang bahwa cerita nenek tadi terlalu menyedihkan, sebuah cerita romantis kutukan. Untuk bisa mati, goblin harus menemukan pengantinnya. Gadis itu berkata sambil melihat-lihat barang milik nenek itu, dan menemukan sebuah cincin giok.

“Tuhan kejam.” Ujar gadis itu.

“Tuhan selalu kejam. Dia egois dan juga cemburu. Tuhan hanya peduli tentang dirinya sendiri.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_133909.775_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_133844.167_thumb

Gadis itu mendesah, Tuhan sama saja seperti pria yang mereka kenal. Sepertinya yang dimaksud adalah pria yang dekat dengan gadis itu. Gadis itu kemudian pamit pergi, dan meminta nenek untuk ada disana ketika nanti dia datang lagi. Nenek itu memegang tangan si gadis yang sudah beranjak pergi dan berkata:

“Ketika kau dalam posisi dimana hidupmu hanya sebentar lagi, mohon ampun dengan segenap hatimu. Karena Tuhan dengan berhati lembut mungkin akan mendengarmu.”

***

Paris, Tahun 1968.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134110.902_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134059.972_thumb

Seorang pria berhenti di depan sebuah rumah, lalu menghadang seorang anak yang baru saja keluar dari rumah itu. Pria itu melarang anak itu pergi dari rumah. Jika dia pergi dari rumah sekarang, maka anak itu akan tinggal dengan orang yang lebih buruk, dan dia tidak akan bisa bertemu dengan ibunya lagi.

“Kamu siapa? Apakah kamu orang Korea?” tanya anak itu.

“Aku orang yang lebih rumit dari yang kamu pikirkan.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134113.179_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134119.072_thumb

Pria itu menggeser pot bunga yang ada di tangga ke tengah. Pria itu meminta anak itu untuk berkata pada ayah angkatnya bahwa ayahnya itu harus membesarkannya dengan baik, dan juga meminta bantuan pada ibunya, dan memberitahunya jika dia merasa sakit. Pria itu tahu si anak berusaha mencoba mengiris nadi tangannya yang bahkan tidak membuatnya mati dan hanya membuat tangannya tidak berguna. Pria itu meminta si anak untuk tidak menghindari tatapan ayahnya dan berkata dengan jelas.

Tapi si anak takut jika ayahnya malah akan memukulnya hingga mati, “Apa kamu akan bertanggungjawab?”

“Itulah sebabnya aku mematahkan tulang rusuknya untukmu.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134122.047_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134125.984_thumb

Ayah anak itu tiba-tiba keluar dari rumah sambil berteriak, lalu tersandung pot bunga yang ada di tengah dan terjatuh. Pria itu memberikan bungkusan bekal untuk si anak. Dia menyuruh anak itu pergi sekolah setelah selesai bicara dengan ayahnya. Pria itu bahkan memberi tahu jawaban yang benar soal matematika si anak, dan bahwa si anak salah menjawab.

“Kau ini sebenarnya siapa?” si anak bingung karena pria itu tahu semua hal tentang dirinya.

Tapi pria itu tak memberi jawaban dan hanya pergi begitus saja.

***

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134423.609_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134447.536_thumb

“Dia adalah air, angin, dan api. Cahaya dan kegelapan. Dan pada satu masa.. dia adalah manusia.”

Pria tadi, adalah seorang jenderal perang bernama Kim Shin yang tidak segan-segan menebas musuhnya hingga berlumuran dengan dengan pedangnya.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134501.919_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134518.225_thumb

Kim Shin kembali membawa kemenangan bersama pasukannya. Dia di elu-elukan oleh rakyat. Namun ternyata begitu sampai di depan gerbang istana, dia di tolak. Gerbang istana di jaga, dan Kim Shim diminta melepaskan baju pelindung serta senjata dan mendengarkan dekrit kerajaan. Bahkan setelah Kim Shin melucuti baju besinya, dia diminta untuk berlutut dan disebut sebagai seorang penjahat.

Anak buah Kim Shin marah mendengar jenderalnya disebut dengan penjahat. Kim Shin juga akhirnya marah dan mengeluarkan pedangnya. Dia meminta pengawal istana untuk minggir karena dia akan menemui raja. Tapi baru beberapa langkah, prajuritnya di tembaki panah dari atas gerbang. Anak buah Kim Shin kembali marah, beraninya mereka memanah para prajurit yang baru saja pulang setelah 3 hari bertarung di medan perang.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_134525.861_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140253.755_thumb

Gerbang istana kemudian dibuka. Kim Shin meminta anak buahnya menunggu dan mengawasi prajurit mereka. Kim Shin berjanji dia akan segera kembali. Kim Shin lalu berjalan masuk.

Di dalam sudah menunggu Raja berserta orang-orangnya. Ratu juga ada disana. Raja mendapat bisikan dari salah satu orangnya (entah kasim atau pejabat, anggap aja pejabat), bahwa Kim Shin bagaikan seroang raja di mata rakyat dan dianggap sebagai Tuhan. Pejabat itu juga bilang bahwa dengan kekuatannya Kim Shin mengolok-olok otoritas kerajaan. Pejabat itu meminta Raja untuk menghukum Kim Shin seberat-beratnya.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140256.564_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140303.466_thumb

“Dia mampu melihat pisau dari lawan-lawannya dengan cukup baik. Tapi dia buta pada ketakutan dan kecemburuan seorang Raja muda padanya. Dan dia tidak menyadari kenyataan bahwa kecemburuan dan ketakutan raja lebih tajam dari pisau manapun yang dia ketahui.”

Kim Shin berjalan mendekati raja, dan berhenti di dekat Ratu. Raja meminta Kim Shin untuk tidak berjalan mendekatinya dan berhenti disana. Dengan begitu dia akan mengampuni semua orang.

“Tapi jika kau berjalan satu langkah saja ke arahku, aku akan membunuh semua orang di depanmu dan memberbaringkan mayat mereka di kakimu.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140317.518_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140321.408_thumb

Kim Shin terdiam. Tapi kemudian Ratu yang berdiri tak jauh darinya meminta Kim Shin untuk terus berjalan, karena dia baik-baik saja. Kim Shin ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan.

“Aku tahu. Sungguh, aku tahu segalanya. Dan jika ini adalah akhir bagiku, maka seperti inilah takdirku. Jadi tolong, pergilah. Jangan berhenti, dan terus berjalan menuju raja.” Ratu berkata dengan sungguh-sungguh.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140327.703_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140333.182_thumb

Kim Shin pun kemudian berjalan menuju Raja, meninggalkan Ratu dibelakang. Raja berteriak memberikan perintah untuk membunuh ratu dan semua orang yang berhubungan dengannya. Ratu pun di panah, tepat di jantungnya. Ratu roboh, tapi Kim Shin terus berjalan. Keluarga Ratu juga di bunuh di depan Kim Shin. Begitu orang yang dekat dengan Kim Shin hendak di bunuh juga, Kim Shin berhenti berjalan menatap seorang pria yang dikenalnya.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140342.906_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140349.511_thumb

Punggung Kim Shin lalu di tebas, agar dia berlutut di depan raja. Anak buah Kim Shin berlari masuk memanggil Kim Shin.

“Yang Mulia! Bagaimana bisa Anda melakukan ini? Apakah Anda tidak takut pada langit?” ujar anak buah Kim Shin.

Raja berkata bahwa langit juga tidak berpihak pada mereka. Pejabat yang dekat dengan raja memerintahkan untuk membunuh Kim Shin. Kim Shin menepis pedang pengawal istana yang hendak menebasnya. Anak buah Kim Shin mendekat. Kim Shin lalu meminta permintaan terakhir pada anak buahnya dan menyerahkan pedangnya. Anak buah Kim Shin terkejut, dia tidak mengira hari seperti ini akan datang. Hari dimana dia harus menusukkan pedang Kim Shin pada Kim Shin sendiri.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140357.683_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140422.490_thumb

“Maafkan aku Jenderal. Aku akan menyusulmu.” Anak buah Kim Shin menangis setelah menusuk Kim Shin, dan kemudian dia juga ditebas pedang oleh prajurit kerajaan.

Pejabat yang dekat dengan Raja mengumumkan bahwa tidak boleh ada yang mengambil tubuh Kim Shin. Tubuh Kim Shin harus ditinggalkan di ladang untuk dan dibiarkan untuk menjadi santapan binatang liar. Menurutnya itu adalah hukuman yang pantas untuk penjahat seperti Kim Shin. Setelah itu raja kemudian berbalik pergi.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140450.814_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140448.443_thumb

Dalam kesakitannya Kim Shin menoleh ke belakang, menatap ratu yang masih membuka mata. Perlahan ratu menutup mata, dan meneteskan air mata. Di jari ratu, ada cincin giok (cincin yang sama dengan yang dimiliki si nenek).

***

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140520.224_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140528.703_thumb

Tubuh Kim Shin benar-benar dibiarkan begitu saja di ladang dengan pedang yang masih menancap di perutnya. Tak jauh dari tempatnya berbaring, orang-orang yang dekat dengannya (yang tadinya mau di bunuh) berdoa kepada Tuhan untuk mengasihani Kim Shin.

“Jangan berdoa kepada siapapun atau apapun. Karena Tuhan tidak mendengarkan. Dan di sore yang cerah, dia meninggal dengan pisau yang menancap di tubuhnya.”

Hari demi hari, waktu demi waktu pun berlalu.

***

Seoul, Tahun 1998.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140533.139_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140535.748_thumb

Seorang pria dengan setelan hitam, menyeberang jalan dengan langkah pasti. Tiba-tiba dari arah kanan mucul mobil yang melaju dengan kencang dan menabraknya. Ajaib. Dia tidak tertabrak. Malah mobil bagian depan yang penyok, seperti bekas menghantam benda yang sangat keras.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140544.962_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140554.352_thumb

Pengemudi turun dari mobil dan memaki pria itu. Tapi kemudian dia terkejut melihat pria itu yang baik-baik saja dan mobilnya yang penyok. Pengemudi menanyakan identitas pria itu.

“Babi hutan.”

“Apa?”

Pria itu mendekat dan berdiri di hadapan pengemudi, “Kau menabrak babi hutan dengan mobilmu.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140602.154_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140608.250_thumb

Pria itu menghilang setelah mengenakan topinya, meninggalkan pengemudi yang terdiam. Tak lama orang lain muncul dan menanyakan apa yang terjadi. Pengemudi yang terdiam akhirnya berkata kalau dia menabrak babi hutan. Tapi bagaimana mungkin ada babi hutan di tengah Gangnam?

Lalu terdengar jeritan dari arah belakang mobil. Pejalan kaki melihat mayat di bagasi mobil yang menabrak babi hutan tadi. Mereka kemudian segera menghubungi polisi.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140603.625_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140610.420_thumb

Seorang wanita yang juga ada disana terkejut melihat mayat itu. Itu adalah dirinya. Kenapa dia ada disana?

“Hwang Mi Young. 25 tahun. Lahir di tahun kerbau pada tanggal 1 Maret. Waktu kematian pukul 08:32 pada hari Jumat.” Pria yang mengaku sebagai babi hutan tadi kembali muncul. Yang dia sebutkan tadi adalah informasi tentang orang yang meninggal, dan itu adalah wanita tadi.

***

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140624.078_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140652.390_thumb

Wanita tadi (yang adalah arwah) duduk berhadapan dengan pria tadi. Pria itu memberikan secangkir minuman.

“Minumlah. Ini akan membuat anda lupa tentang apa yang terjadi dalam hidup ini.”

“Apa yang terjadi jika saya tidak minum ini?”

“Anda akan menyesal. Saya berharap anda tidak meninggalkan penyesalan anda dengan kehidupan ini.”

Sepertinya wanita itu akhirnya meminum teh yang disajikan, dan pergi ke alam lain. Pria tadi menyimpan sesuatu di rak yang sangat besar.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140705.227_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140708.798_thumb

Pria tadi melihat Kim Shin yang sedang berjalan di luar dari jendela.

“Goblin?”

“Malaikat Maut?”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140711.419_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140717.573_thumb

Tidak, itu bukan jendela. Tembok! Tapi mereka bisa saling melihat. Tapi sepertinya bukan di tempat itu. Mungkin mereka bisa saling melihat meskipun jarak jauh. Kim Shin berdecak, penyamaran Malaikat Maut, Wang Yeo, menurutnya cukup vulgar.

***

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140733.635_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140736.517_thumb

Kim Shin masuk ke sebuah rumah. Lilin-lilin menyala sendiri, begitu juga kain putih penutup perabotan terbuka dengan sendirinya. Seorang pria tua yang menggandeng seorang anak laki-laki menghampiri Kim Shin dan menyebutnya “Tuan”. Sudah dua puluh tahun mereka tidak berjumpa. Pria tua itu menanyakan keadaan Kim Shin. Kim Shin pun bertanya sebaliknya. Pria itu sudah semakin tua, sedangkan Kim Shin masih saja tampan seperti biasanya.

“Dia tidak terlihat keren bagiku.” Ujar anak kecil yang adalah cucu pria tua tadi (sebut saja kakek). Kakek meminta cucunya yang bernama Duk Hwa untuk memberi salam dengan baik. Tapi Duk Hwa malah bertanya siapa Kim Shin.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140752.563_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140758.981_thumb

“Jadi kau adalah Duk Hwa. Aku adalah seseorang yang akan menjadi pamanmu, kakakmu, anakmu, lalu cucumu.” Kim Shin berjongkok di hadapan Duk Hwa. “Senang berkenalan denganmu.”

“Apa artinya itu?” Duk Hwa melipat tangan. “Kau tampak semakin aneh, Ajusshi.”

Kakek memarahi Duk Hwa dan meminta maaf pada Kim Shin. Duk Hwa adalah anak tunggal dan cukup manja.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140809.297_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140812.000_thumb

Kim Shin menatap Duk Hwa, lalu berkata bahwa Duk Hwa adalah keturunan dari seorang anak laki-laki yang lahir di negara ini tapi dikuburkan di negara lain. Dan Duk Hwa mirip dengan anak itu. Duk Hwa bertanya, mirip bagian mananya? Apakah nenek moyangnya itu setampan dirinya?

Kakek kembali memarahi Duk Hwa dan kembali meminta maaf pada Kim Shin. Kim Shin meminta kakek untuk tidak khawatir karena kakek tidak pernah mengecewakan siapapun. Duk Hwa lalu protes pada Kim Shin yang menggunakan bahasa informal pada kakek. Kim Shin tersenyum.

***

(Flashback)

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140815.951_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140817.374_thumb

Malam itu, seperti sekarang seorang kakek dan cucunya menghadap tempat pembaringan Kim Shin yang terakhir. Kakek itu sepertinya pelayan setian Kim Shin. Dia menangis. Dia meminta maaf datang begitu terlambat, karena dia sedang sakit.

“Saya mungkin merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan pedang Anda. Mulai saat ini, anak ini akan melayani Anda, Tuan. Ini adalah cucu saya.”

“Pedang ini adalah Tuan, kakek?”

Tiba-tiba petir menggelegar di langit, lalu terdengar suara Tuhan.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140822.023_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140838.257_thumb

“Tampaknya pelayanmu telah menyelamatkan jiwamu. Namun, pedangmu bernoda darah. Mereka mungkin adalah musuhmu, tapi mereka adalah ciptaan para Tuhan. Jadi kau akan hidup abadi dan sendirian, melihat orang yang kau cintai mati sebelum kamu. Tidak satupun dari kematian itu akan dihapus dari ingatanmu. Berkah ini adalah hukuman yang aku berikan padamu. Dan hanya pengantin goblin yang akan bisa menarik pedang itu. Dan saat dia melakukannya, kau akan kembali ke ketiadaan dan beristirahat dalam damai.”

Bersamaan dengan suara Tuhan, Kim Shin bangkit dari kematian dengan pedang yang menembus tubuhnya.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140839.491_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140843.438_thumb

Kakek terkejut. Kim Shin lalu berkata bahwa ada suatu tempat yang hendak dia datangi. Kakek membungkuk memberi hormat.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140859.186_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140917.286_thumb

Kim Shin pergi ke istana, mengejutkan dua pejabat yang sedang mengobrol. Kim Shin lalu membunuh pejabat yang menghasut raja waktu itu. Kim Shin menuju kamar raja. Tapi ternyata raja sudah meninggal. Kim Shin sadar, bahwa dia sudah terlambat untuk membalas dendam.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140934.185_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140935.310_thumb

Di padang rumput, sang cucu menangis di depan sebuah kuburan. Kuburan sang kakek. Kim Shin menghampiri anak itu. Kim Shin merasa kematian sang kakek adalah hukuman pertama yang dia terima. Anak itu kemudian meminta Kim Shin untuk menerimanya, mulai sekarang dia akan melayani Kim Shin seperti permintaan terakhir sang kakek.

“Aku menjadi buta oleh keinginan membalas dendam..dan bahkan tidak menanyakan kabar kakekmu. Meskipun begitu..kau ingin melayaniku?” Kim Shin menangis.

Anak itu mengangguk.

***

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140939.117_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140957.191_thumb

Kim Shin dan anak itu berada di sebuah kapal di tegah laut. Anak itu tampak senang memandang langit. Kim Shin tersenyum melihatnya. Anak itu merasa senang karena bisa menikmati pemandangan seperti itu. Kim Shin juga merasa senang karena anak itu bisa menikmati pemandangan.

Anak itu kemudian melihat orang lain yang sedang makan, dan tampaknya dia juga sedang lapar. Kim Shin mengulurkan nasi miliknya untuk anak itu. Anak itu hendak mengambilnya, tapi tidak jadi. Dia beralasan kalau dia masih kenyang, dan meminta Kim Shin untuk makan.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140955.104_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_140958.815_thumb

“Bagaimana mungkin kau kenyang saat tidak makan apapun?”

“Saya kecil, jadi saya kenyang bahkan setelah makan sepotong makanan terkecil. Anda lebih besar dari saya, Tuan, jadi silahkan makan.”

Kim Shin lalu membagi dua nasinya. Tapi anak itu tetap menolak. Perjalanan mereka masih jauh, jadi mereka berdua tidak akan kenyang jika membagi makanan itu. Kim Shin bertanya, apakah karena itu anak itu berkeras kelaparan?

“Saya seorang anak, jadi saya bia pergi meminta makanan jika saya lapar.”

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141003.535_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141029.657_thumb

“Apa kau pikir aku mengajakmu pergi bersamaku hanya untuk mengemis? Percayalah padaku. Aku mungkin bisa menjadi orang yang lebih hebat daripada yang kau pikirkan.”

Anak itu akhirnya mau menerima nasi dari Kim Shin dan memakannya. Kim Shin membuka tangan dan mengeluarkan banyak kunang-kunang. Anak itu bertepuk tangan senang.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141037.328_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141041.503_thumb[1]

Tapi kemudian kesenangan mereka terganggu oleh beberapa orang yang tampak seperti preman menghampiri mereka. Menarik anak itu dan menginjak nasinya. Anak itu bahkan di angkat dan di biarkan tergantung di atas laut.

Mereka meminta untuk melihat isi tas Kim Shin dengan alasan perlu menurunkan berat kapal itu. Anak itu memanggil-manggil Kim Shin.

“Turunkan anak itu sekarang. Jika kau melakukannya, setidaknya aku akan membiarkanmu tetap hidup.”

Salah seorang dari pria itu berkata bahwa seseorang diantara mereka yang menyebabkan gelombang besar. Dia bilang mereka akan menjual Kim Shim sebagai budak, jadi Kim Shin harus memberikan tangan dan kakinya pada mereka. Mereka lalu membuang anak itu ke laut.

Goblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141058.627_thumbGoblin.E01.161202.HDTV.H265.720p-SS.mkv_20161204_141116.223_thumb

“Apa kalian tahu apa yang terjadi pada manusia yang lebih rendah daripada hewan? Mereka akan bertemu dengan kemurkaan.”

Setelah itu petir menggelegar di langit, gelombang semakin dahsyat, kapal bergerak tak karuan. Suasana kacau balau hanya karena tatapan Kim Shin, sang goblin. Salah satu dari orang-orang tadi akhirnya menyadari kalau Kim Shin adalah goblin. Tapi sudah terlambat, karena Kim Shin sudah sangat murka. Dia membalikkan kapal hingga orang-orang tenggelam. Saat ada orang yang minta diselamatkan, Kim Shin berkata bahwa semua sudah terlambat.

Kim Shin mengeluarkan pedang dan memukulkannya ke lantai kapal. Kapal pun terbelah.

***

Bersambung ke Bagian 1 – 2 ~

Komentar:

Jadi sebenarnya Kim Shin bangkit dari kematian dengan pedang menancap ditubuhnya, tapi nanti yang bisa melihatnya hanyalah pengantinnya.

Aku sebenarnya masih kurang yakin dengan hubungan Ratu dengan Kim Shin. Apakah mereka sepasang kekasih? Kenapa cincin itu diperlihatkan? Tapi kecemburuan Raja pada Kim Shin sepertinya bukan hanya karena masalah Ratu. Tapi karena rakyat lebih menghargai Kim Shin daripada Raja. Dan tentu saja karena pejabat yang menghasutnya itu.

2 comments:

  1. sangat sangat penasaran dengan si nenek , siapakah dia ?? termasuk goblin ato malaikat maut ??

    sy senang mba Muzi mulai menulis kembali .. keep Fighting mba Muzi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku baca komen2 di forum..ada yang nebak kalau nenek itu salah satu dewa pemberi kehidupan gitu.. tapi ntahlah, belum ada titik cerah. hehe..

      makasih ya atas kunjungannya.. ^^

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD