Tuesday, January 10, 2017

Hwarang: The Poet Warrior Youth | Episode 6 - 1

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000105138_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000126640_thumb

Soo Ho berteriak, terkejut campur kesal karena melihat Ban Ryu tidur disampingnya. Kenapa Ban Ryu ada disana padahal dia sudah menyuruh Ban Ryu pergi semalam. Tapi menurut Ban Ryu seharusnya Soo Ho yang pergi karena Soo Ho yang lebih banyak kena pukul. Mereka beradu argumen. Yeo Wool kemudian berkata rumornya yang hanya menyukai pria ternyata tidak cukup, karena dia melihat Ban Ryu dan Soo Ho tidak hanya tidur bersama tapi saling sentuh.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000161081_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000161838_thumb

Ban Ryu mengambil pedangnya dan pedang Soo Ho. Dia mengajak Soo Ho bertarung. Yeo Wool senang melihatnya karena dia suka melihat perkelahian. Ban Ryu dan Soo Ho bertarung. Tapi kemudian ada yang melemparkan dadu pada mereka. Ji Dwi bangun dan meminta mereka untuk diam, dia tidak bisa tidur karena mereka. Ban Ryu terhasut dan menyerang Ji Dwi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000187365_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000212514_thumb

Di luar kamar para Hwarang yang lain berkumpul. Akhirnya terjadi juga peperangan antar pihak, pendukung ratu dan pendukung Young Shil. Soo Ho pendukung ratu, Ban Ryu pendukung Young Shil, ditambah 3 orang lagi. Han Sung yang ada disana berkata dalam hati, bahwa kamar itu ternyata bukan kamar kalangan atas tapi kamar penuh masalah. Han Sung tampak senang. Entah apa maksudnya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000232539_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000245235_thumb

Di dalam, Ban Ryu berhasil memojokkan Ji Dwi dan menekan lehernya dengan tangan. Ban Ryu kesal karena berani-beraninya Ji Dwi berbicara padanya. Ji Dwi tertawa dan membuat Ban Ryu semakin kesal. Ban Ryu benci berada disana. Dia benci ada disana, dan dia lebih benci pada Ji Dwi serta Sun Woo daripada Soo Ho. Soo Ho mengingatkan Ban Ryu berhenti menekan Ji Dwi yang semakin kesakitan. Tapi Ban Ryu malah semakin menjadi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000267597_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000291298_thumb

Soo Ho hendak maju menghentikan Ban Ryu, tapi keduluan oleh Sun Woo. Sun Woo memukul Ban Ryu. Dia bilang kalau yang melempar dadu adalah dirinya. Ban Ryu menyerang Sun Woo dan mereka berkelahi. Ban Ryu dengan sinisnya berkata bahwa setengah peranakan seperti Sun Woo jangan berharap bisa sederajat dengan mereka. Meskipun Sun Woo dikirim ratu, tapi Sun Woo bukan salah satu dari mereka.

“Kau akan seperti minyak di dalam air. Kau akan berakhir jatuh di selokan.”

Sun Woo menahan pukulannya tepat di dekat wajah Ban Ryu, “Kaulah yang selokan. Kau tidak pernah melakukan apapun sendiri. Kau seperti air membusuk. Itulah selokan. Kau mengerti?!”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000311389_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000328841_thumb

Ban Ryu dan Sun Woo sama-sama emosi. Ban Ryu mengambil pedang dan menyerang Sun Woo. Soo Ho menghalanginya dan meminta Ban Ryu berhenti. Sekarang Soo Ho yang menjadi sasaran Ban Ryu. Mereka kembali berkelahi. Hingga kemudian datang seorang pria bertampang sangar menghentikan mereka. Bahkan Soo Ho dan Ban Ryu di seret keluar. Pria itu juga membereskan Hwarang lain yang hendak melawannya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000362405_thumb[2]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000369286_thumb[1]

Hwarang dikumpulkan di lapangan. Siapa saja yang berbuat keributan, setelah mendapat tiga kali peringatan maka akan dikeluarkan. Selain itu mereka yang keluar dari rumah Hwarang tanpa izin dan mereka yang merusak kepercayaan di antara anggota Hwarang juga akan diberikan peringatan.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000459495_thumb[1]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000473137_thumb[1]

Di Hwarang tidak ada sistem rangking keturunan, jadi mereka tidak boleh punya pembantu dan harus mengurus diri sendiri. Bergiliran melakukan pekerjaan di rumah Hwarang, harus bangun pagi-pagi, harus melatih tubuh dan pikiran. Para Hwarang boleh keluar dari rumah setiap sepuluh hari sekali, selain itu tidak boleh. Lalu mereka harus tidur, makan dan menadi bersama dengan teman sekamar.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000395176_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000437605_thumb

Hwarang mencuci baju sendiri di sungai, membersihkan kotoran di kandang kuda (Ji Dwi merasa kesulitan dan ingin muntah, sedangkan Sun Woo santai saja karena sudah terbiasa, kan pernah waktu sama Hye Jin di SWP, hehe...). Semua pekerjaan mereka diawasi oleh pria bertampang sangar tadi, kita sebut saja pengawas ya...

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000496145_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000504641_thumb

Pa Oh menemui Maek Jong yang sedang menjemur kain. Pa Oh kesal karena Maek Jong melakukannya sendirian, berani-beraninya mereka (pada raja). Tapi Maek Jong tidak masalah karena dia sedang kebagian piket, dan dia merasa punya banyak dalam mencuci pakaian. Pa Oh menimpali kalau Maek Jong juga punya banyak lain, yaitu mengurangi panjangnya hidup Pa Oh. Maek Jong menanyakan tentang A Ro pada Pa Oh. Pa Oh kesal bagaimana bisa Maek Jong memikirkan seorang wanita di saat seperti itu.

“Dia bukan seorang wanita. Dia adalah obatku.”

Maek Jong kemudian heran bagaimana bisa Pa Oh masuk begitu saja, bagaimana jika dia ketahuan? Pa Oh bilang paling nanti dia dipaksa keluar. Maek Jong tak heran lagi dengan penyebab Pa Oh tidak lagi menjadi komandan.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000542012_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000575116_thumb[1]

A Ro mengobati pasien dengan akupuntur. Meskipun tampak tidak meyakinkan, tapi sepertinya A Ro berhasil, karena pasien tadi sangat berterima kasih pada A Ro. Soo Yeon kemudian datang, dia heran melihat A Ro memberikan pengobatan gratis lagi pada pasien.

“Kau pikir kenapa aku tidak menjadi dokter? Aku tidak bisa bersaing dengan ayahku di ibukota. Dia lebih berbakat dariku dan juga terjangkau.”

Lalu, mau apa Soo Yeon kesana? Soo Yeon penasaran dengan kabar Sun Woo. A Ro juga penasaran, kenapa Soo Yeon lebih peduli dengan berita tentang kakaknya dari pada kakaknya sendiri? Soo Yeon juga tidak tahu.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000610223_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000612836_thumb

“Apakah ada kabar dari kakakmu yang manis, baik, taman, dan fit itu?”

“Dia manis, baik, tampan, dan fit. Tapi, aku tidak punya berita.” Desah A Ro.

Soo Yeon bilang jika A Ro berdesah seperti itu, orang lain akan berpikir A Ro memikirkan tentang suaminya. A Ro hanya merasa tak enak hati karena ada sesuatu yang tidak bisa dia berikan pada Sun Woo.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000655246_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000657126_thumb

Joo Ki membuat keributan di dapur rumah Hwarang karena makanan yang asin. Koki kesal dan menanyakan identitas Joo Ki. Joo Ki bilang kalau dia kenalan dari kepala pelatih.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000692888_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000693632_thumb

Para Hwarang sedang makan bersama. Ban Ryu marah pada Sun Woo yang dengan beraninya duduk di meja yang sama dengannya. Padahal aturannya memang begitu, sesama teman sekamar harus melakukan semuanya bersama. Ban Ryu menuang supnya ke dalam mangkuk nasi Sun Woo. Ban Ryu bilang kalau petani sudah biasa makan seperti itu.

“Apakah tuan muda keturunan asli menjadi gila setelah dipukuli oleh seorang petani?”

Ban Ryu tak terima Sun Woo membalas kata-katanya. Dia mulai menyinggung tentang A Ro yang dia dengar pandai bercerita di Okta. Ucapan Ban Ryu itu membuat para Hwarang lain yang keturunan asli tertawa, bahkan ada diantara mereka yang menghina kakak dari Han Sung.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000714744_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000742882_thumb

Ban Ryu memancing emosi Sun Woo dengan mengajak Sun Woo pergi ke Okta saat nanti keluar dari rumah dan mereka bisa bermain dengan A Ro. Ji Dwi berbisik pada Sun Woo, dia tidak akan menghajar Sun Woo jika Sun Woo terus diam atas perlakuan Ban Ryu itu. Sementara itu Ban Ryu menyadari kelemahan Sun Woo, yaitu A Ro.

Sun Woo berdiri dan melemparkan sendoknya ke meja. Dia menghindari dari masalah yang akan membuatnya dikeluarkan dari Okta. Joo Ki melihat semua kejadian tadi.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000797851_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000804246_thumb

Joo Ki mengadukan pada Wi Hwa bahwa rumah Hwarang sekarang ini kacau. Joo Ki tak bisa memastikan, tapi dia bisa merasakannya. Akan ada pertarungan besar jika Wi Hwa membiarkannya begitu saja. Tapi Wi Haw bilang mereka memang petarung sejak awal. Wi Hwa mencoba mengalihkan perhatian Joo Ki dengan memintanya menggaruk punggungnya.

“Ini bukan hanya keributan setelah minum-minum. Ini akan menjadi besar. Ini akan menjadi masalah besar.” Joo Ki berusaha meyakinkan Wi Hwa. Tapi Wi Hwa tak peduli dan tetap meminta Joo Ki untuk menggaruk punggungnya. Joo Ki frustasi sendiri.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000859247_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000869464_thumb

Para Hwarang masuk ke aula tempat mereka belajar. Ban Ryu duduk di samping Sun Woo. Ban Ryu kembali bicara pada Sun Woo. Jika Sun Woo tahu siapa dirinya maka Sun Woo harus tahu bahwa apa yang dia katakan sebelumnya adalah benar (bahwa Sun Woo bagai minyak di dalam air). Ban Ryu ingin Sun Woo memulai duluan agar dia bisa mulai (maksudnya mulai ribut). Tapi Sun Woo tidak bodoh. Dia sengaja mengabaikan Ban Ryu agar Ban Ryu tidak bisa mulai.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000873638_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000906249_thumb

Soo Ho dan Ji Dwi memperhatikan Ban Ryu yang mencari gara-gara dengan Sun Woo itu. Ban Ryu yakin Sun Woo tidak akan bertahan lama disana karena dia akan menghancurkan Sun Woo dan juga rumah Hwarang. Sun Woo pun akhirnya bertanya kenapa Ban Ryu mencari masalah dengannya?

Pertama, Ban Ryu benci Sun Woo karena Sun Woo adalah Hwarang bawaan Ratu. Kedua, jika Ban Ryu berkelahi dengan orang lain, maka akan terjadi kerumitan diantara para keluarga, dan itu tidak masalah jika dengan Sun Woo.

“Ketiga. Aku mendengar adikmu cukup...untuk menjadi selirku.”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000923807_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_000995829_thumb

Sun Woo akhirnya emosi. Ji Dwi yang juga terpancing emosinya menarik turun Ban Ryu dari tempat duduknya. Tapi ketika Ji Dwi hendak memukul Ban Ryu, Sun Woo mengambil alih. Ba Ryu tertawa. Dia berhasil membuat Sun Woo memulai perkelahian.

Soo Ho maju dan memukul Ban Ryu, Ban Ryu bahkan belum memulai dengannya. Dan... perkelahian diantara Hwarang pun dimulai. Bahkan Han Sung juga ikut berkelahi. Hanya Yeo Wool yang tidak ikut berkelahi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001029336_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001041621_thumb

Beberapa lama kemudian Wi Hwa dan Pengawas datang ke ruangan menghentikan mereka. Ban Ryu tertawa puas. Para Hwarang kemudian dikumpulkan di lapangan.

“Kalian telah melanggar aturan rumah Hwarang. Kalian menyebabkan gangguan dan perpecahan kepercayaan. Kalian membuat tempat belajar suci...menjadi berantakan. Aku akan menghukum orang yang paling bertanggung jawab. Siapa yang memulai kekacauan ini?”

Tentu saja Ban Ryu tidak mau mengaku. Soo Ho menatapnya dengan kesal. Hingga kemudian Sun Woo mengaku bahwa dialah yang memulainya.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001068120_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001080598_thumb

Di cafe (lupa nama tempatnya), A Ro galau memikirkan Sun Woo.

“Bersama dengannya.. membuatku merasa aman dan bahagia. Melihatnya membuatku menangis...dan merasa sakit di sini.” A Ro menyentuh dadanya. “Aku merasa kosong ketika dia tidak denganku. Inilah artiya keluarga, kan?”

“Omong kosong apa yang kau katakan? Keluarga seperti apa yang membuatmu sakit hati? Bersama-sama hanya akan membuatmu sakit kepala.” Protes Soo Yeon.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001091796_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001104387_thumb

A Ro pun bingung, apa dia salah? Soo Yeon bilang bahwa dia tidak mengangkat kepala karena kakaknya mengencani semua temannya. A Ro merupakan satu-satunya teman bagi Soo Yeon karena Soo Ho tidak mengencani A Ro. Hati terasa sakit itu hanya omong kosong. Lalu apa yang A Ro rasakan?

“Dia membuatmu merasa aman dan bahagia. Kau menangis, kau kesepian, dan hatimu sakit. Kau pikir apa? Itu adalah cinta.”

Soo Yeon heran, A Ro sering menceritakan tentang kisah cinta tapi tidak tahu tentang itu. A Ro mengelak. Itu tidak mungkin, bagaimana bisa dia mencintai kakaknya sendiri.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001130897_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001136427_thumb

Joo Ki kemudian datang dengan terengah-engah. Dia meminta A Ro ikut dengannya ke rumah Hwarang. A Ro bingung, bukannya perempuan tidak boleh pergi ke rumah itu? Tapi Joo Ki meminta A Ro pergi bukan sebagai perempuan, tapi sebagai dokter.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001147869_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001161783_thumb

A Ro akhirnya masuk ke rumah Hwarang bersama dengan Joo Ki. A Ro bingung melihat para Hwarang yang terluka. Apa yang harus dia lakukan? Dia kan bukan dokter sungguhan, dia hanya belajar dengan melihat ayahnya saja. Joo Ki bilang kalau pihak rumah Hwarang memanggil A Ro karena agar tentang kejadian itu tidak bocor keluar. Hwarang baru dibentuk, tapi mereka sudah bertengkar hebat, ini masalah yang sensitif. Lagipula para Hwarang itu tidak dalam posisi untuk memilih, jadi A Ro cukup memberikan obat dan menutup luka mereka. Joo Ki akan mengurangi setengah utang A Ro jika A Ro melakukannya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001201947_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001205918_thumb

Akhirnya A Ro mengobati para Hwarang. A Ro mencari Sun Woo. Dia tidak bisa melihat Sun Woo di antara para pasien. Joo Ki akhirnya tahu kalau kakak A Ro adalah si topi alang.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001233155_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001249194_thumb

Sementara itu, gengnya Ban Ryu bergosip setelah di obati A Ro. Mereka penasaran dengan nasib Sun Woo, apa dia akan diusir? Anggap saja begitu, karena ayah-ayah mereka cukup berkuasa untuk mencegah mereka dari hukuman. Dan ayah Sun Woo yang seorang dokter tidak bisa dibandingkan dengan keluarga Ban Ryu. Mereka para keturuan asli tidak bersalah, yang bersalah adalah keturunan campuran. Salah seorang dari mereka mengingatkan bahwa di Hwarang tidak ada rangking berdasarkan keturunan. Tapi menghilangkan sistem itu tidak mudah, tidak ada Silla tanpa peringkat berdasarkan keturunan itu.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001271382_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001282098_thumb

Yeo Wool dan Han Sung mendengarkan pembicaraan mereka. Yeo Wool lalu bertanya, Han Sung memilih Sun Woo atau Ban Ryu. Han Sung tidak mau memilih Ban Ryu, dia tidak tahan dengan Ban Ryu. Yeo Wool lalu memberitahu lengan Han Sung yang berdarah, dan Han Sung pun baru sadar kalau dia terluka.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001296152_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001297809_thumb

Soo Ho menemui Ban Ryu dan berkata bahwa Ban Ryu lah yang memulai semuanya, mulai dari kamar sampai aula. Ban Ryu mengelak, dia hanya meminta Sun Woo untuk memulai, jadi bukan dia yang memulainya sendiri. Ban Ryu juga membela diri, karena Sun Woo yang mulai duluan jadi tidak ada yang bisa dia lakukan.

Soo Ho bilang Ban Ryu tidak seharusnya menyinggung tentang adiknya Sun Woo. Ban Ryu melakukan itu karena dia menyadari bahwa cara terbaik untuk membuat Sun Woo emosi adalah adiknya. Soo Ho akhirnya mengerti kenapa Sun Woo menyebut Ban Ryu selokan.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001345125_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001358004_thumb

“Dunia tidak pernah berubah. Yang kuat mengalahkan yang lemah. Yang kuat mengambil dan menguasai.” Ujar Ban Ryu.

Soo Ho tak mengerti. Soo Ho berpikir Ban Ryu yang sampai mati pun tidak mau bergabung menjadi Hwarang tapi berakhir disana, apakah ada yang terjadi? Mendengar pertanyaan Soo Ho, Ban Ryu terjadi pada kejadian itu saat Young Shil memukul ayahnya. Ban Ryu berusaha menyembunyikan sedihnya dengan meminta Soo Ho mengatakan padanya jika Soo Ho ingin berkelahi, karena dia tidak mau mendengarkan celotehan Soo Ho. Ban Ryu kemudian pergi.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001397097_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001413319_thumb

Han Sung mengobati lukanya pada A Ro. Luka Han Sung sepertinya harus dijahit. Han Sung tampak takut, tapi berusaha menyembunyikannya. Bahkan saat A Ro bilang Han Sung sepertinya masih muda, Han Sung mengubah suara dan berkata kalau dia jauh lebih tua dari A Ro. A Ro kemudian meminta Han Sung mengunyah akar kering untuk membantu menahan rasa sakit.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001425458_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001436692_thumb

Han Sung menolak, “Aku laki laki. Ini hanya sesaat. Aku bisa menahannya.”

“Aku sarankan untuk mengunyahnya, Oraboni.”

Han Sung senang A Ro memanggilnya seperti itu. Dia pun mengunyah akar itu. Han Sung lalu bertanya apakah A Ro putri dari Tuan Ahn Ji? Bagaimana Han Sung tahu? Han Sung memberitahu bahwa A Ro adalah keturunan campuran yang paling terkenal di rumah Hwarang. Memang para Hwarang yang diluar memperhatikan A Ro. Tapi A Ro tak mengerti maksud Han Sung itu.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001462514_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001484180_thumb

Sun Woo di giring masuk ke sebuah gudang oleh Wi Hwa. Wi Hwa akan memikirkan apa yang akan dia lakukan pada Soo Ho. Apa Sun Woo ada keluhan? Tapi Wi Hwa tidak bisa membantu meskipun ada keluhan. Tapi Sun Woo punya pertanyaan, apakah dia tidak akan berakhir disana jika saja tadi dia menahan, menghindar, dan tidak melakukan apapun? Wi Hwa balik bertanya, apa Sun Woo menyesal sekarang?

“Aku tidak menyesal. Aku berpikir. Apakah menjadi penakut, ragu-ragu, dan rendah...adalah Hwarang yang Anda inginkan?”

“Jika aku mengatakan itu, akankah melakukannya?”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001505099_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001507333_thumb

“Itulah mengapa aku berpikir...karena itu bukan caraku melakukannya.”

“Lalu bagaimana kau melakukannya?”

“Aku percaya tidak ada dinding yang bisa menghentikanku. Mengatakan apa yang benar atau salah. Meruntuhkan sesuatu jika itu harus dirobohkan. Jika ada seseorang yang sakit, lemah, atau cantik, aku melindungi mereka tidak peduli apapun.”

Wi Hwa tak menanggapi Sun Woo dan berjalan pergi.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001538329_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001552981_thumb

Selesai merawat seorang Hwarang, A Ro masih mencari Sun Woo. Ji Dwi kemudian muncul, dia tak menyangka ternyata itu memang A Ro. A Ro menanyakan tentang Sun Woo. Ji Dwi kesal karena A Ro hanya memikirkan kakaknnya, sedangkan di hadapannya ada seorang pasien. Tapi A Ro tetap menanyakan Sun Woo. Ji Dwi lalu meminta A Ro untuk mengikutinya. Tepatnya, Ji Dwi menarik A Ro pergi dari sana.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001566174_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001579029_thumb

Di gudang, Sun Woo teringat dengan permintaan A Ro agar dia tidak lagi terluka. Sun Woo memegang lukanya. Dia terluka lagi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001620879_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001621798_thumb

Ji Dwi terus menarik A Ro dan duduk di sebuah tempat. A Ro bingung apa yang sedang Ji Dwi lakukan. Ji Dwi bilang kalau dia terluka, sulit baginya untuk berjalan. Ji Dwi membalik badan A Ro dan dia bersandar di punggung A Ro. A Ro kesal dan berdiri hendak pergi, tapi Ji Dwi menahannya.

“Aku tidak bisa tidur dan kena pukul. Bantu aku tidur sejenak. Aku tidak akan melakukan apapun. Beri aku 30 menit.”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001636480_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001662882_thumb

Ji Dwi juga bilang A Ro tidak perlu khawatir bahwa dia akan mencoba melakukan sesuatu di siang bolong. Toh itu bukan pertama kalinya mereka tidur bersama. A Ro kesal, siapa yang tidur bersama? Ji Dwi menurunkan permintaan, 15 menit saja. A Ro terdiam. Ji Dwi menarik A Ro hingga A Ro kembali duduk. Ji Dwi pun bersandar dan memejamkan mata.

“Aku tidak tahu apakah kau adalah seorang dokter sungguhan, tetapi kau adalah obatku. Kau adalah obat tidur yang sangat efektif.”

A Ro sebenarnya kesal, dia tidak punya waktu untuk duduk seperti itu disana, dia harus menemukan kakaknya. Tapi Ji Dwi sudah tidur.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001675768_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001690552_thumb

Ratu datang ke rumah Hwarang. Soo Ho yang sedang berjalan secara tak sengaja melihatnya. Dayang (dayang bukan sih?) ratu menanyakan letak kantor kepala instruktur pada Soo Ho. Soo menawarkan diri untuk mengantar.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001726828_thumbHwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS.mkv_001739347_thumb

Setelah sampai di depan kantor Wi Hwa. Soo Ho menunjukkan kantor itu dan dayang tadi berterima kasih. Soo Ho sedikit membungkukkan badan saat ratu berjalan melewatinya. Soo Ho kemudian menghela nafas.

“Oh tidak. Aku dalam masalah.” Soo Ho sepertinya jatuh hati pada Ratu Ji Soo.

***

Bersambung ke bagian 2~

Komentar:

Oh tidak. Soo Ho, jangaaaaannnn… >,<

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD