Hwarang: The Poet Warrior Youth | Episode 6 - 2

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[190]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[114]

Rupanya ratu datang karena mendapat laporan kekacauan dari asisten instruktur. Ratu menegur Wi Hwa, inikah Hwarang dan ajaran-ajaran yang Wi Hwa sebutkan? Wi Hwa mengungkapkan sebuah perumpamaan:

“Bahkan ketika Anda membangun sebuah benteng dari pasir, beberapa pasir pasti akan ke bawah. Anda sedang membangun masa depan Silla. Apakah Anda mengatakan Anda tidak bisa menangani kerusakan sebanyak ini?”

Wi Hwa menambahkan, tidak ada yang meninggal, lumpuh, ataupun bisu. Jadi dia pikir mereka harus puas dengan hal itu. Wi Hwa lalu meminta ratu memberitahunya, apakah ratu datang kesana karena Hwarangnya (Sun Woo) atau Hwarang Wi Hwa (Ji Dwi)? Ratu penasaran dengan Hwarangnya Wi Hwa (yang sebenarnya adalah Maek Jong), siapa dia?

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[73]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[248]

Wi Hwa memberitahu namanya adalah Ji Dwi, nama yang didapatkan saat dia tinggal di Barat dan dia adalah paman jauh dari Ji Dwi. Giliran Wi Hwa yang bertanya, kenapa ratu menjadikan putranya Ahn Ji sebagai Hwarang?

“Dia adalah...putraku. Aku pernah bertunangan dengan Ahn Ji Gong, sehingga anaknya adalah anakku. Silakan berpikir seperti itu.”

Wi Hwa tertawa, jika ratu penasaran dengan anak itu, ratu bisa menemuinya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[220]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[180]

Ratu pun menemui Sun Woo di gudang. Ratu marah, apa Sun Woo pikir dia mengirim Sun Woo kesana untuk berakhir seperti itu? Ratu tak bisa percaya jika Hwarang yang dia kirim beresiko untuk dikeluarkan.

Sun Woo juga penasaran dengan hal itu pada awalnya, dia bertanya-tanya kenapa ratu mengirimnya kesana. Bahkan dengan membunuhnya ratu tidak akan cukup puas, jadi kenapa ratu menjadikannya Hwarang? Tapi Sun Woo segera mengetahuinya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[135]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[2]

“Anda mengirim masuk hewan lemah untuk terkoyak...agar hewan lain melihatnya dan menanamkan rasa takut di dalamnya. Saya tahu bahwa saya adalah mangsa sempurna.”

Ratu mengingatkan alasan mengapa Sun Woo harus bertahan. Memang benar Sun Woo berada disana sebagai tahanan, namun jika Sun Woo tidak bisa menebus kesalahnnya, maka orang lain harus menebusnya, apakah itu adik atau ayah Sun Woo.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[210]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[159]

Ji Dwi sudah lama tertidur, bahkan posisinya sudah berubah. A Ro berusaha membangunkan Ji Dwi. Ji Dwi hampir terjatuh dan terbangun. Dia melihat Ratu Ji Soo sedang memperhatikan mereka. Ji Dwi lalu memberitahu A Ro soal Sun Woo yang dikurung di gudang. A Ro terkejut, kenapa kakaknya ada disana? Ji Dwi bilang Sun Woo adalah awal dan akhir dari kekacauan itu. A Ro kesal kenapa Ji Dwi baru memberitahunya. A Ro kemudian berlari pergi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[72]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[5]

A Ro turun ke gudang sambil memanggil Sun Woo. Sun Woo terkejut melihat A Ro ada disana. Kenapa A Ro ada disana? Apa ada orang yang mengikutinya? Tidak ada. Sun Woo lalu mendobrak pintu gudang yang terkunci dan membawa masuk A Ro.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[179]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[124]

A Ro memperhatikan Sun Woo yang terluka. A Ro memberitahu bahwa dia datang kesana sebagai dokter dan tidak menyelinap. Tapi Sun Woo marah, dua hal itu tidak ada bedanya. A Ro menanyakan keadaan Sun Woo. Sun Woo bilang dia tidak baik-baik saja karena A Ro dan menyuruh A Ro keluar dari sini sekarang. Tapi A Ro ingin mengobati luka Sun Woo lebih ini.

“Luka ini tidak ada apa-apanya untukku. Apa yang membuatku gila...adalah kenyataan bahwa kau berada di sini.”

“Kalau begitu tidak seharusnya kau terluka. Semua yang bisa aku lihat sekarang adalah luka itu. Yang paling penting, dan yang paling mengkhawatirkan bagiku. Aku tidak tahu bagaimana kau hidup di masa lalu, tapi tidak seperti itu lagi karena kau memilikiku. Jika Oraboni terluka, aku akan mengobati semuanya. Jadi biarkan aku mengobatinya.”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[139]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[185]

Sun Woo kehabisan kata-kata. A Ro meminta Sun Woo duduk dan mulai menyeka darah di luka Sun Woo juga memberinya obat. A Ro menyebut Sun Woo cengeng karena mengeluh sakit. A Ro bilang obat itu terkenal dan disebut tidak akan sakit jika bersikap baik. Sun Woo tertawa.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[215]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[158]

“Aku suka saat Oraboni tertawa seperti itu.”

“Apa? Bagaimana aku tertawa?” Sun Woo bersikap dingin lagi.

“Oraboni tertawa sangat jarang, tetapi dengan senyum yang sangat cerah.”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[17]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[123]

Sun Woo kemudian berkata dia tidak suka A Ro ada disana. Dia tidak suka para pria itu melihat A Ro. Tapi itu semua sudah sangat terlambat karena A Ro sudah bertemu mereka semua. Sun Woo bertanya, kenapa A Ro begitu tidak takut.

“Kenapa aku harus takut.. Oraboni ada disini.” A Ro tersenyum.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[113]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[26]

A Ro kemudian pulang bersama Joo Ki. Joo Ki heran melihat ekspresi A Ro. A Ro yanag sangat ingin bertemu dengan kakaknya sudah bertemu, tapi A Ro tidak kelihatan senang ataupun sedih. A Ro juga tidak tahu, dia merasa asing setelah bertemu Sun Woo. Joo Ki kemudian bertanya, apa A Ro yakin Sun Woo adalah kakaknya? A Ro tak mengerti dengan pertanyaan itu.

Sun Woo membuka obat luka yang diberikan A Ro dan teringat dengan perkataan A Ro.

[Flashback]

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[63]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[156]

A Ro mengoleskan obat luka pada luka Sun Woo dan berkata, “Ini sangat aneh. Aku hidup tanpa Oraboni selama lebih dari 10 tahun, tapi beberapa hari ini aku tidak melihatmu... terasa lebih lama. Aku terus khawatir, dan ingin tahu. Saat Oraboni tidak ada adalam hidupku, aku tidak peduli di mana kau tinggal. Tapi sekarang, anehnya aku terus memikirkanmu. Aku rasa itulah keluarga.”

[Flashback end]

Sun Woo tampak memikirkan kata-kata itu.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[46]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[236]

Esok hari, ratu meminta Wi Hwa untuk membebaskan Sun Woo. Ratu memint Wi Hwa untuk membangun Hwarang, bukan menyiksa dan membunuh mereka. Hwarang tidak akan bertahan jika Wi Hwa mengeluarkan mereka untuk hal-hal seperti itu. Tanpa Hwarang, bagaimana ratu akan menghancurkan pada pejabat dan menciptakan masa depan yang baru?\

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[253]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[70]

Wi Hwa tertawa mendengar ratu menyebut Hwarang sebagai miliknya secara tidak langsung, padahal sebelumnya ratu meminta Wi Hwa membuat Hwarang untuk masa depan Silla. Apa ratu lupa telah memberinya kewenangan penuh, atau ratu ingin kembali ke awal?

“Tentu saja tidak. Aku tidak akan melakukan apa-apa. Namun, jika standar mu tidak benar dan aku merasa seperti aku akan kehilangan semua Hwarang ku, aku bisa menarik kembali wewenang yang telah aku berikan. Apa kau mengerti?”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[39]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[241]

Wi Hwa keluar dari ruangan ratu dan tertawa mengingat perkataan ratu tadi. Dia lalu berpapasan dengan para pejabat. Young Shil menyapa Wi Hwa yang dia duga telah menemui ratu. Young Shil bilang tidak mungkin memahami apa yang wanita pikirkan karena mereka berbedan dari laki-laki seperti mereka. Wi Hwa tertawa, wanita bukanlah satu-satunya yang tidak mudah dipahami.

Young Shil mengundang Wi Hwa untuk sesekali datang ke rumahnya untuk minum. Ataukah dia saja yang mengunjungi rumah Hwarang? Karena putranya juga ada disana, Ban Ryu, yang disebut sebagai saudaranya raja saat masih kecil.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[155]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[71]

Young Shil bilang Silla mungkin akan berubah karena dua orang pria yang minum bersama. Wi Hwa tertawa, kedengarnnya anggur itu enak. Young Shil menawarkan penetapan tanggal.

“Boleh juga. Bagaimana dengan besok...ditambah 30 tahun?” Wi Hwa tertawa, lalu permisi pergi meninggalkan Young Shil yang merasa kesal. (Asli ini kocak, Wi Hwa pinter banget ngelesnya..)

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[152]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[145]

Wi Hwa menemui Sun Woo di gudang. Wi Hwa tidak akan langsung mengeluarkan Sun Woo dari Hwarang. Sun Woo senang mendengarnya. Tapi Wi Hwa bilang dia berencana untuk mencekik Sun Woo sedikit demi sedikit dan mengusirnya. Pertama, Sun Woo harus lulus tes ini apapun yang terjadi. Jika Sun Woo mendapatkan tiga peringatan, Sun Woo harus meninggalkan Hwarang. Ini mungkin akan menjadi pengalaman menyakitkan bagi Sun Woo karena Sun Woo akan menyadari betapa bodoh dan bebalnya Sun Woo

Wi Hwa menjamin hasilnya akan tetap sama, “Jadi kau pergi sekarang secara sukarela tanpa membuang-buang waktu dan usaha adalah keputusan paling bijaksana. Apa yang akan kau lakukan? Akankah kau tinggal atau pergi?”

“Aku hanya punya satu pilihan. Aku akan tinggal. Aku harus.”

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[127]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[111]

Di aula, Wi Hwa bicara di depan para Hwarang. Wi Hwa menunjukkan karakter Air di depan. Wi Hwa melemparkan pertanyaan, “Apakah air kuat atau lemah? Jika kuat, seberapa kuat? Jika lemah, seberapa lemah?”

Soo Ho menjawab air mengalahkan api, sehingga sangat kuat. Tapi akan menghindar jika menghadapi rintangan, oleh karena itu menurut Ban Ryu air lemah dan pengecut. Tapi menurut Ji Dwi, itu bagus. Air merangkul semua ciptaan dan menghidupkan benih mati. Itu membuat dirinya rendah hati dan mengalir ke tempat yang rendah. Dengan demikian, karena air tidak mencoba untuk menjadi kuat, itu bagus.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[193]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[27]

Wi Hwa senang mendengar pendapat mereka. Dia lalu menegur Sun Woo yang tampak sedang memikirkan sesuatu. Apa ada yang ingin Sun Woo katakan?

“Air.. lelah. Air...harus memberikan dirinya sendiri tanpa henti. Untuk ikan dan emas. Sampai tanah mengering dan retak karena tidak ada lagi yang bisa diberikan, air selalu lelah.”

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[151]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[118]

Wi Hwa tertawa. Lalu menunjukkan karakter yang lain. Raja. Itu adalah tugas pertama mereka. Membahas ‘raja sebagai air’ dengan latar belakant "Tae Te Ching" oleh Laozi ("Tae Te Ching" membahas nilai alam.). Para Hwarang pun gaduh. Sementara Ji Dwi menatap tulisan ‘raja’ itu.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[166]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[165]

A Ro terkejut mendengar kakaknya mendapatkan tugas sangat sulit seperti itu dari Joo Ki. Seperti meminta seseorang yang tidak bisa berjalan untuk berlari. Pada Sun Woo yang menganggap ada 200 karakter huruf, apa yang harus dia lakukan? Joo Ki kesal, kenapa A Ro marah padanya, dia kan bukan yang memberi tugas itu.

A Ro tetap kesal dan berteriak, “Apa yang harus aku lakukan?!”

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[49]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[133]

Tuan Ahn Ji belanja herbal. Tiba-tiba Woo Reuk datang menyapa. Mereka kemudian bicara di rumah Tuan Ahn Ji. Woo Reuk menanyakan alasan Tuan Ahn Ji yang tidak membiarkan Moo Myung hidup dengan tenang. Dia telah melakukan semuanya untuk bisa hidup tenang, tapi Tuan Ahn Ji malah menjadikannya menjadi Hwarang. Tuan Ahn Ji bilang kalau itu adalh takdir mereka, takdirnya dan Moo Myung.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[59]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[138]

“Takdir? Jangan mengatakan hal seperti itu padaku. Aku tahu anda menggunakan dia untuk membalas kematian anak anda. Anak itu..seseorang yang tidak seharusnya keluar pada dunia. Anda menyebutkan takdir anda. Harap anda tahu bahwa anda telah membuka takdirnya yang tersegel.”

“Memangnya..siapa anak itu?”

Woo Reuk tak menjawab dan segera pergi. Tuan Ahn Ji pun memikirkannya. Seseroang yang tidak seharusnya keluar pada dunia.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[101]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[12]

Sun Woo mencoba mempelajari huruf, dan dia merasa kesulitan.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[43]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[8]

A Ro mengobati tangan koki yang terbakar. Lukanya telah di olesi herbal yang akan membantu menyembuhkan luka bakar dalam beberapa hari. Tapi luka itu juga tidak boleh kena air. Syukurlah luka itu ditangani dengan cepat. Jika tidak akan butuh waktu berbulan-bulan untuk menyembuhkannya.

A Ro rupanya sudah menjadi dokter tetap di rumah Hwarang. Joo Ki bertanya sampai kapan A Ro akan menyembunyikan hal itu dari Sun Woo? A Ro bilang dia akan memberitahu Sun Woo.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[21]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[227]

Sun Woo menatap sebuah tempat. Para Hwarang memperhatikannya dari belakang. Apakah Sun Woo sudah tahu A Ro ada disana?

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[47]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[240]

A Ro membuka pintu dan melihat Sun Woo. A Ro buru-buru menutup pintu. A Ro bingung apa yang harus dia katakan pada Sun Woo. Sun Woo kemudian masuk dari pintu yang lain dan mendekati A Ro.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[225]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[239]

“Apakah aku berhalusinasi?”

“Ya, kau berhalusinasi. Aku hantu.”

Tapi menurut Sun Woo hantu tidak akan sebodoh ini. Sun Woo menanyakan alasan A Ro ada disana. A Ro bilang dia disana sebagai dokter. Sun Woo marah. Apa A Ro sudah gila? A Ro tidak lihat tempat itu penuh dengan laki-laki? A Ro bilang Sun Woo bisa melindunginya jika dia khawatir. Di luar tidak ada bedanya. Dia sebelumnya diculik saat berjalan.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[24]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[16]

“Mengapa lebih berbahaya di sini? Setidaknya Oraboni berada di sini. Bagaimana aku aman berjalan tanpa Oraboni? Haruskah aku berjalan sendirian?”

A Ro kemudian menyinggung tugas yang harus diselesaikan Sun Woo. Saat Sun Woo hanya tahu 200 karakter, bagaimana Sun Woo akan menyelesaikan “Tao Te Ching”? apakah Sun Woo punya guru yang lebih baik darinya? A Ro datang untuk membantu Sun Woo. Tapi Sun Woo tetap tidak mau A Ro disana.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[41]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[197]

Namun akhirnya Sun Woo belajar dengan A Ro. A Ro menyuruh Sun Woo belajar menulis. Sekali lagi Sun Woo mengingatkan A Ro untuk pergi setelah tugasnya selesai. Sun Woo juga meminta A Ro memegang tangannya untuk menulis. Sun Woo beralasan untuk awalnya saja agar dia bisa lebih cepat menulis.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[176]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[164]

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[11]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[221]

Sun Woo belajar menulis dengan A Ro setiap malam. A Ro terkesan dengan perkembangan Sun Woo yang cepat bisa. A Ro menduga Sun Woo belajar menulis sendiri juga. Sun Woo banyak tertawa karena A Ro. Sun Woo mencoret-coret wajah A Ro. Hingga akhirnya Ji Dwi melihat mereka.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[245]

Ji Dwi melihat karakter ‘raja’ dan teringat pada pertemuan terakhir dengan ibunya.

[Flashback]

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[9]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[30]

Maek Jong bilang pada Ratu Ji Soo bahwa dia tidak bisa memiliki semuanya. Menjadi Ratu atau seorang ibu, Ratu Ji So harus memilih salah satu karena dia juga akan memilih (antara menjadi raja dan seorang anak). Ratu Ji So bilang kalau dia akan tutup mulut tentang Maek Jong, sehingga tidak akan ada yang tahu siapa Maek Jong sebenarnya.

“Apakah kau berencana untuk menyerah menjadi Raja? Jangan membuatku lebih marah lagi. Jangan terlalu menyudutkanku, hingga aku tidak bisa menghadapimu lagi dan berakhir membuangmu.”

[Flashback end]

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[150]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[200]

Ji Dwi muncul menarik tangan A Ro yang sedang mencari buku. Ji Dwi memastikan tanda yang dia buat masih ada disana. Ji Dwi bertanya, kapan A Ro akan membayar hutang? A Ro protes, Ji Dwi tidak bisa menagihnya tiba-tiba seperti itu. A Ro sudah bilang akan membayarnya dengan mencicil. Ji Dwi bilang ada cara untuk melunasinya. Cara apa?

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[251]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[90]

Ji Dwi minta belajar bersama dengan Sun Woo. Sun Woo tak senang, kenapa Ji Dwi ada disana? Ji Dwi hendak memberitahu tentang hutang A Ro, tapi A Ro mengalihkannya dengan meminta mereka segera menulis. Bisa diprediksi, Sun Woo dan Ji Dwi sama-sama mencari masalah satu sama lain.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[45]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[36]

Sun Woo belajar menulis sendiri di siang hari. Wi Hwa melihatnya.

***

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[249]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[223]

A Ro mengusili seorang Hwarang yang dia kira adalah Sun Woo. Ternyata itu adalah Ji Dwi. A Ro meminta maaf. Ji Dwi meminta A Ro untuk berhenti memanggil Sun Woo dengan Oraboni. A Ro tak terima, Sun Woo kan memang Oraboni-nya, lalu dia harus memanggilnya apa? Pokoknya hentikan, ujar Ji Dwi.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[20]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[104]

Mereka kemudian belajar berdua karena Sun Woo belum datang. Ji Dwi mengaku pada A Ro kalau dia tidak bisa membaca, jadi A Ro harus mengajarkan dia semuanya dari awal. A Ro selesai menggambar dan memperlihatkannya pada Ji Dwi. Karakter itu artinya kupu-kupu. Jika Ji Dwi melihatnya seperti gambar daripada kata, Ji Dwi dapat melihat kata dalam gambar. Ajaib, Ji Dwi melihat kupu-kupu terbang dari gambar A Ro.

A Ro pernah bertemu orang yang tidak bisa menulis sama sekali, tapi dia tidak pernah bertemu seseorang yang tidak bisa membaca. Ji Dwi meminta A Ro menggambar lagi, kata ‘raja’. A Ro menggambarnya. Satu burung dewasa dan satu burung kecil yang jatuh di tanah. Ji Dwi menanyakan maksud dari gambar itu.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[4]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[141]

A Ro tidak tahu apa yang orang lain pikirkan, tapi dia kasihan pada raja yang wajahnya tidak diketahui itu. Ratu tidak berniat mengundurkan diri, sehingga raja harus menjadi lebih kuat dan terbang sendiri. A Ro kasihan pada burung muda itu. Dia menjadi raja bukan karena kemauannya sendiri, dan tidak bisa keluar ke dunia. Dia seperti burung kecil yang jatuh dari sarangnya.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[31]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[18]

“Ada...orang-orang yang seharusnya tidak pernah lahir. Jika ia tidak dilahirkan, dia tidak akan pernah didorong keluar dari sarang.” Ujar Ji Dwi.

“Bagaimana bisa kau mengatakan itu? Aku merasa sangat kasihan padanya. Dia telah berkelana, tidak punya rumah, sejak dia masih kecil. Bagaimana bisa kau mengatakan itu?” A Ro tidak setuju.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[69]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[83]

“Beraninya kau...mengasihani seorang Raja?” Ji Dwi berkata dengan emosi. A Ro bingung kenapa Ji Dwi tiba-tiba bersikap seperti itu.

Ji Dwi berteriak, siapa A Ro hingga berani membuat emosinya kacau, kenapa A Ro melakukannya? Ji Dwi mendesak A Ro ke dinding. A Ro meminta Ji Dwi berhenti karean tak mengerti apa yang terjadi.

“Kau pikir kau siapa? Siapa kau membuatku merasa menyedihkan?” Ji Dwi (Maek Jong) menangis.

Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[222]Hwarang.E06.170103.HDTV.H265.720p-SS[232]

A Ro mengancam bahwa Oraboni-nya tidak akan memaafkan Ji Dwi terus memperlakukannya seperti itu. Ji Dwi semakin marah, dia sudah meminta A Ro untuk tidak berbicara tentang Sun Woo. Tapi A Ro tetap menyebut nama Sun Woo. Ji Dwi yang kesal mencium A Ro, mencegahnya bicara lagi.

Sementara itu di luar Sun Woo sudah datang, berdiri di depan ruangan itu.

***

Bersambung ke episode 7~

Komentar:

Hadeuh... kenapa ya Ji Dwi sepertinya cemburu pada Sun Woo? Padahal yang dia tahu kan Sun Woo adalah kakaknya A Ro. Apakah dia menyadari Sun Woo bukan kakaknya A Ro?

Penasaran dengan jati diri Moo Myung yang sebenarnya. Siapa dia hingga tidak boleh diketahui dunia? Anak raja yang tertukar? Atau anak pemberontak?

Share on Google Plus

About berbagisinopsis

Hanya seorang penyuka drama korea (meskipun tidak semua drama korea ditonton XD) dan penyuka Park Seo Joon (meskipun tidak sampai berkhayal jadi pacarnya. iyalah, soalnya sudah punya yang lebih ganteng. Dua. XD).
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD