Hwarang: The Poet Warrior Youth | Episode 8 - 2

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[23]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[6]

Ho Gong berkata pada Young Shil bahwa maksud Wi Hwa dengan menampilkan Hwarang adalah untuk memberitahu rakyat bahwa Hwarang adalah milik ratu. Young Shil bilang mereka harus menghentikannya. Ho Gong pun bertanya apakah Park Young Shil punya cara?

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[16]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[22]

Mereka berdua kemudian pergi ke rumah Hwarang. Asisten pelatih yang menemui mereka dan meminta maaf karena Wi Hwa sedang di istana jadi mereka tidak bisa menemuinya. Park Young Shil mendesak masuk, dia hendak bertemu Hwarang bukan Wi Hwa.

Young Shil masuk ke aula dan berdiri di depan. Han Sung bertanya-tanya kenapa Young Shil ada disana, apakah untuk Ban Ryu? Yeo Wool bilang dia tidak tahu. Young Shil memang ingin bicara dengan Hwarang, tapi bukan Ban Ryu melainkan Sun Woo.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[20]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[21]

Ban Ryu mempertanyakan alasan Young Shil bertemu dengan Sun Woo pada ayahnya. Ho Gong bilang itu semua untuk Ban Ryu. Tapi Ban Ryu semakin ingin tahu apa maksud perkataan ayahnya itu.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[7]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_001[4]

Sun Woo menanyakan alasan Young Shil ingin bertemu dengannya. Young Shil bilang butuh banyak usaha untuk bertemu dengan Sun Woo, tapi setelah bertemu Sun Woo dia tidak apa yang harus ditanyakan lebih dulu. Sun Woo menyuruh Young Shil untuk menemuinya kembali jika sudah ingat. Sun Woo hendak pergi, tapi langkahnya terhenti mendengar perkataan Young Shil.

“Aku dengar temanmu mati. Aku penasaran.” Young Shil berdecak. “Kesalahan apa yang dia perbuat sehingga mereka harus membunuhnya?”

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[12]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[10]

Sun Woo menanyakan siapa Young Shil sebenarnya dengan emosi. Tapi Young Shil kembali bertanya, apakah Sun Woo melihat wajah raja? Sun Woo pun teringat ucapan Mak Moon yang berkata bahwa dia melihat wajah raja, hingga kemudian Mak Moon dibunuh.

Young Shil ingin tahu apakah mereka satu pihak atau bukan. Dia adalah pihak yang menentang ratu. Young Shil bahkan berkata bahwa dia dan Tuan Ahn Ji punya dendam yang besar pada ratu. Young Shil bilang jika dia tahu wajah raja, maka dia bisa membayar hutang (balas dendam).

Sun Woo berusaha menenangkan diri. Sun Woo lalu berkata bahwa Young Shil telah salah orang karena dia tidak tahu apapun. Sun Woo kemudian pergi. Young Shil memanggilnya dengan dog-bird, tapi Sun Woo tetap berlalu.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[34]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[27]

Di luar Sun Woo berkata dalam hati. Jika penyebab kematian Mak Moon adalah karena melihat wajah raja, maka Sun Woo tidak akan memaafkan raja. Jika dia bertahan disana dan bertemu raja suatu hari, Sun Woo akan membalas dendam untuk Mak Moon.

Ji Dwi datang menyapa Sun Woo. Dia menduga Sun Woo orang yang lebih hebat dari yang dia pikir karena pejabat tinggi datang menemuinya. Sun Woo tak peduli dengan ucapan Ji Dwi dan berlalu pergi. Ji Dwi kesal karena Sun Woo mengabaikannya. Dia bukanlah orang yang bisa diperlakukan seperti itu.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[91]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[69]

Para Hwarang yang sedang tidur dibangunkan oleh suara tabuhan drum. Sun Woo yang mendengarnya teringat sesuatu. Itu adalah suara drum yang dia kenal. Woo Reuk.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[1]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[68]

Setelah para hwarang berkumpul di aula, Wi Hwa mengumumkan bahwa istana akan mengadakan festival Thanksgiving, dan Hwarang akan mempersembahkan hadiah berupa musik dan tarian untuk ratu dan rakyat. Ban Ryu protes karena mereka harus berdandan, menari dan bermain musik untuk ratu.

“Aku tidak menyuruh kalian tampil untuk ratu, tapi untuk memberikan hadiah pada rakyat berupa musik dan tarian sehingga mereka bisa menikmatinya dan merasa bahagia. Ini adalah tugas kedua kalian. Harus membawa kegembiraan.”

Para Hwarang termasuk Sun Woo dan Ji Dwi tampak tidak senang. Wi Hwa lalu memperkenalkan Woo Reuk yang akan mengajarkan musik dan tarian pada mereka semua. Woo Reuk ternyata orang yang terkenal sebagai ahli alat musik. Tidak ada alat musik yang tidak bisa dia mainkan, khususnya gayageum (alat musik pukul tradisional korea).

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[70]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[5]

Woo Reuk bertemu dengan Moo Myung. Moo Myung bertanya kenapa pamannya itu ada disana. Woo Reuk meluruskan, bukan paman, dia disana adalah pelatih Moo Myung.

Moo Myung terkejut, “Apa kau memanjat dinding? Apa kau gila? Di usiamu itu?”

“Kenapa aku harus menyelinap lewat dinding? Aku bukan petani.” Ujar Woo Reuk.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[42]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[96]

Moo Myung mengingatkan bahwa Woo Reuk hidup seperti petani. Tapi Woo Reuk tidak akan melakukannya lagi. Jadi jika Moo Myung tidak bermain dengan benar, dia akan memanah Moo Myung. Moo Myung lalu bertanya bagaimana Woo Reuk mengenal Wi Hwa. Woo Reuk bilang bahwa orang yang menyukai musik cenderung melintasi jalan yang sama dalam kehidupan.

Woo Reuk menyuruh Moo Myung untuk berusaha dengan baik, karena dia dengar Moo Myung peserta teratas yang akan gagal.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[40]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[44]

Woo Reuk pun memulai pelajaran dengan menunjukkan kehebatannya bermain gayageum. Woo Reuk bilang bahwa dasar dari semua alat musik adalah irama. Dan irama adalah aturan dari alat musik. Jika mereka tidak bisa merasakan irama, bahkan melodi yang paling indah pun hanya akan menjadi suara bising. Woo Reuk mencontohkan beberapa irama dari air, mangkuk yang berisi air, dan juga kecapi.

“Irama tidak menekan kebebasan melodi, tapi memberikan kekuatan untuk terus lanjut tanpa kelelahan.”

Woo Reuk lalu menyuruh para Hwarang untuk merasakan irama dengan bermain alat musik. Juga membuat suara dengan anggota badan dan juga sepatu. Selain itu juga tarian yang diiringi alat musik. Tentu saja ada yang bagus dan ada yang aneh. Termasuk Sun Woo.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[89]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[13]

Wi Hwa sedang di klinik A Ro. Wi Hwa minum ramuan penghilang mabuk dari A Ro. A Ro tidak suka dengan bunyi-bunyian yang dia dengar. A Ro bertanya darimana pelatih itu berasal. Wi Hwa bingung, dia kira A Ro sudah mengenal pelatih itu. Tapi A Ro bingung, bagaiman dia mengenalnya? Wi Hwa memberitahu bahwa pelatih itu adalah orang yang membesarkan Sun Woo, jadi bagaimana A Ro tidak tahu.

“Orang itu adalah orang yang membesarkan kakakku?”

“Ya.”

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[86]

Hwarang berlatih menari. Tarian pedang. Karena tidak biasa menari, kebanyakan bergerak dengan kaku dan saling memukul satu sama lain.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[56]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[58]

Para pejabat mengadakan rapat. Tarian dan musik yang akan ditampilkan Hwarang disebut sebagai penghinaan. Ratu bilang kalau dia ingin membangun Silla, tapi ternyata sekarang ratu menunjukkan dirinya yang asli. Ratu ingin membuat Hwarang menjadi mainannya dan menunjukkannya pada rakyat. Seorang pejabat bertanya apakah Park Young Shil akan menerima penghinaan itu begitu saja? Young Shil bilang ratu sepertinya merasa cemas. Pasti ada alasan untuk itu, alasan ratu dengan ceroboh begitu cepat membangun kekuatan keluarga kerajaan.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[67]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[57]

Pa Oh mencuci baju yang seharusnya dikerjakan Maek Jong. Maek Jong sendiri sedang latihan menari. Pa Oh sebenarnya tidak setuju, haruskah Maek Jong diingat sejarah sebagai raja memalukan karena menari.

“Siapa bilang aku memalukan? Aku tampan dan pintar menari. Aku akan menjadi raja legendaris.”

Tapi Pa Oh meragukannya. Maek Jong yang kesal bertanya, apa Pa Oh pernah berpikir mengapa dia tidak bisa menikah? Gantian Pa Oh yang kesal, dia tidak menikah karena kesetiaannya pada Maek Jong, dan dia juga terkenal diantara para wanita. Maek Jong yakin itu yang ingin dipercayai Pa Oh, tapi Pa Oh bukanlah tipe yang akan disukai wanita, karena Pa Oh tida mengerti wanita sama sekali. Maek Jong tersenyum berhasil mengerjai Pa Oh.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[62]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[37]

A Ro melihat Sun Woo latihan dengan tongkat. A Ro berdecak karena tubuh Sun Woo kaku.

“Itu badan atau stik kayu?” A Ro menghampiri Sun Woo. “Aku dengar ini tugas kedua. Jika kau gagal, kau mungkin akan benar-benar diusir.”

Sun Woo membela diri, dia sudah ada peningkatan. Tapi menurut A Ro, Sun Woo semakin memburuk. Sun Woo meminta A Ro untuk tidak ikut campur, bagaimanapun dia akan lulus. A Ro bilang badan Sun Woo itu sudah cukup buruk, tapi Sun Woo juga tidak punya irama. A Ro mengambil tongkat Sun Woo dan mencontohkan gerakan yang menurutnya lentur.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[39]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[31]

A Ro menyuruh Sun Woo melakukannya lagi. Dan Sun Woo menyuruh A Ro pergi, karena dia mengacaukan latihannya. Sun Woo kemudian tertawa melihat A Ro yang terus memberi contoh. Sun Woo bilang gerakan A Ro aneh. A Ro senang melihat Sun Woo tersenyum.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[38]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[97]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[19]

A Ro kemudian keluar dari rumah Hwarang. A Ro teringat ucapan Joo Ki yang meragukan Sun Woo sebagai kakak A Ro karena Sun Woo pernah bilang padanya bahwa kalung itu milik temannya. A Ro juga teringat bahwa Sun Woo lupa ibu mereka tidak bisa bicara. Sepertinya A Ro mulai ragu.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[16]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[52]

Hwarang yang bertugas memainkan alat musik masih berlatih sampai malam hari. Suaranya mengganggu hwarang lain yang akan tidur, termasuk Hwarang kita. Hehe..

Soo Ho bilang Ban Ryu mengeluh saat latihan, tapi Ban Ryu berlatih cukup keras. Ban Ryu mengelak. Tetap saja menurut Soo Ho, Ban Ryu lebih baik daripada Sun Woo. Sun Woo kesal di ejek Soo Ho. Soo Ho tertawa.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[79]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_002[98]

Tiba-tiba Han Sung masuk ke kamar mereka. Soo Ho bertanya apa yang dilakukan Han Sung disana. Han Sung bilang dia tidak bisa tidur karena suara berisik dari luar, dia juga harus belajar. Jadi dia akan tidur disana mulai sekarang. Han Sung naik ke ranjang atas dan tiduran di samping Yeo Wool.

Yeo Wool bertanya benarkah itu pilihan Han Sung? Benarkah kembali berlatih menari? Yeo Wool sedikit membelai pipi Han Sung dan menyentuh rambutnya. Han Sung terkejut.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[9]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[16]

Dia lalu turun dan pindah ke ranjang Sun Woo. Han Sung menggulingkan Sun Woo ke pinggir. Sun Woo kesal dan menyuruh Han Sung pergi.

“Tau ah. Aku ingin tidur dengan seseorang yang paling terasa seperti manusia.”

Han Sung melingkarkan kakinya ke kaki Sun Woo. Sun Woo pun tak bisa berkata apa-apa lagi dan meminta bantalnya.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[30]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[19]

Hwarang kembali berlatih menari. Wi Hwa dan Joo Ki melihat mereka. Wi Hwa mencela, bagaimana bisa mereka memegang pedang seperti itu dan menari. Joo Ki bilang tarian itu terkenal di Barat. Itu adalah tarian pedang. Wi Hwa tak bisa protes lagi, paling tidak mereka sudah berusaha keras.

Refleks, saat sedang membaca buku Ban Ryu menggerakan kakinya sesuati irama tarian. Dan bersama teman sekamar mereka berlatih di kamar mandi.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[10]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[40]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[55]

Ban Ryu mendapatkan dua surat dari Joo Ki. Satu surat cinta, satunya lagi surat dari ayah untuk anaknya. Ban Ryu kemudian membaca surat-surat itu dimulai dari surat cinta. Itu adalah dari Soo Yeon. Soo Yeon berjanji akan memberitahu kebenaran tentang kesalahpahaman sebelumnya dengan sangat jelas pada Soo Ho saat festival nanti. Soo Yeon juga ingin bertemu langsung dengan Ban Ryu untuk meminta maaf. Soo Yeon meminta Ban Ryu untuk melindungi diri dari Soo Ho sampai hari itu. Soo Yeon juga memberitahu bahwa berita Ban Ryu yang akan mencari sudah menyebar di ibukota, dan dia juga menantikannya.

Ban Ryu tertawa kecil membaca surat Soo Yeon itu. Dia menyimpan surat itu dibalik baju. Ban Ryu lalu membuka surat dari ayahnya dan tampak terkejut.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[20]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[35]

Young Shil menduga ratu pasti punya harapan tinggi. Dengan Hwarang akan menari dan bermain musik, ketenaran mereka akan meningkat. Ho Gong bertanya apakah Young Shil punya cara untuk menghentikannya? Young Shil bilang mereka juga harus membuat ratu sangat kecewa sebesar harapan ratu. Mereka harus membuat ratu melihat Hwarang menjadi orang bodoh di depan rakyat. Dan siapa yang akan melakukan itu?

“Ini adalah permintaan pertama ayahnya, jadi dia akan melakukannya.”

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[46]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[6]

Ternyata yang mengirim surat pada Ban Ryu bukan Ho Gong, melainkan Young Shil. Young Shil sepertinya meminta Ban Ryu mengacaukan penampilan Hwarang. Ban Ryu menyobek kertas itu dan membuangnya di sungai. Ban Ryu tampak marah.

***

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[15]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[61]

A Ro menemui Woo Reuk. Woo Reuk merasakan kesakitan di dada. Woo Reuk menanyakan identitas A Ro, karena dia pikir hanya ada pria di rumah Hwarang. A Ro memperkenalkan diri sebagai putri dari Ahn Ji Gong. Jadi A Ro adalah adiknya Mak Moon? A Ro pun tahu nama Sun Woo sebelumnya adalah Mak Moon.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[25]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[2]

Mereka kemudian bicara di klinik. A Ro memberikan teh raspberry pada Woo Reuk yang akan membantu rasa sesaknya. Woo Reuk bilang Ro tidak mirip dengan Mak Moon. Woo Reuk juga bilang kalau Mak Moon adalah anak yang baik.

“Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan saat bertemu dengan orang yang membesarkan kakak saya. Apakah kakak saya merindukan saya?” tanya A Ro sambil menahan tangisnya.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[42]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[1]

Sementara itu Sun Woo melihat bunga berwarna kuning. Dia teringat pada A Ro yang memberinya teh bunga kuning waktu itu. Sun Woo tersenyum.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[32]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[64]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[29]

Sun Woo memetik dan mengumpulkan bunga itu, lalu menemui A Ro. Mereka bertemu di jalan. A Ro tersenyum melihat Sun Woo. Sun Woo memberikan bunga tadi. Sun Woo bilang dia memetik bunga karena A Ro bilang itu obat yang akan mengurangi sakit kepala dan menenangkan. A Ro bilang itu bunga krisan. Sun Woo mengelak, itu bukan bunga tapi obat.

Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[4]Hwarang.E08.170110.540p-NEXT.mkv_003[59]

“Orabeoni.. Aku senang bahwa kau adalah kakakku.” A Ro menatap Sun Woo dengan sedih. “Tapi kau bukan kakakku. Kau siapa?”

***

Bersambung ke episide 9~

Komentar:

Wah, apa yang dikatakan Woo Reuk? Apa yang dikatakan Woo Reuk hingga membuat A Ro yakin bahwa Sun Woo bukanlah kakak kandungnya? Apakah Woo Reuk mengatakan kebenarannya?

Comments

Popular Posts