Saturday, September 30, 2017

Lucky Romance | Episode 16–2 (END)

Lucky.Romance.E16.END.mkv_001865921_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_001877693_thumb

Soo Ho sedang bingung memikirkan apa yang diinginkan investor. Rupanya investor tidak puas dengan game yang telah dibuat Soo Ho. Mereka tidak suka bagian ‘goa’ dan merasa karakter utamanya kurang menarik. Mereka ingin Daebak untuk memperbaiki semuanya. Soo Ho lalu memutuskan untuk tidak menerima investor itu.

Dae Hae protes karena Soo Ho kan perlu uang untuk membayar sewa, gaji, dan lain-lain. Jadi Dae Hae ingin mereka memperbaiki kembali game itu sesuai dengan yang diinginkan investor. Tapi Soo Ho bilang jika mereka memperbaikinya, maka investor akan menunjuk masalah yang lain lagi dan begitu seterusnya. Young Il setuju, karena setiap orang punya sudut pandang yang berbeda pada sebuah game. Tapi Young Il juga bilang bahwa tanpa uang mereka tidak bisa membuat apa-apa. Soo Ho berkata bahwa mereka harus bisa mengusahakannya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_001925808_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002016433_thumb

Ryang Ha juga kesal karena menurutnya berucap itu mudah, tapi bagaimana Soo Ho mendapatkan uang tanpa investor. Soo Ho beralasan bahwa investor bukan hanya orang itu. Ryang Ha bilang memang hanya ada satu, hanya investor itu yang mau berinvestasi pada game Soo Ho.

“Jika dia tidak menyukai game kami, aku juga tidak menyukainya.” Ujar Soo Ho.

Ryang Ha merayu Soo Ho untuk mengubahnya sedikit saja. Soo Ho tidak mau. Ryang Ha lalu meminta Soo Ho untuk pura-pura memperbaikinya hanya untuk mendapatkan uang. Soo Ho juga tidak mau. Ryang Ha lalu memaksa Soo Ho untuk datang ke tempat janjian dengan investor itu. Tapi Soo Ho pura-pura tak mendengar.

Ryang Ha lalu memberikan undangan pernikahannya dan meminta maaf karena dia menikah duluan. Ryang Ha meminta Soo Ho membelikan kulkas 2 pintu sebagai hadiah pernikahannya.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002025096_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002055981_thumb

Soo Ho dan Bo Nui sama-sama bekerja membuat game di tempat masing-masing. Siang dan malam.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002134283_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002193859_thumb

Bo Nui memegang tangan Bo Ra yang ketakutan karena bermimpi buruk. Bo Ra merasa senang bisa menggengam tangan Bo Nui.

“Unni.. aku selalu menunggumu di rumah sakit. Aku menunggumu datang dan menggenggam tanganku. Perawat bilang padaku, kau selalu berdiri di luar kamar. Jadi aku menunggu. Aku bertanya-tanya kapan kau akan datang dan menggenggam tanganku. Aku bertanya-tanya kapan aku mendengar suaramu. Aku menunggu setiap hari.”

Bo Nui hanya tidak ingin hal buruk terjadi pada Bo Ra. Karena itulah dia tidak bisa masuk ke dalam. Bo Ra heran kenapa hal buruk akan terjadi, dia malah merasa sangat lebih baik setelah mendengar suara Bo Nui. Dia mulai membaik setelah Bo Nui datang bersama dengan pria itu (Soo Ho). Bo Nui tidak ingat wajah pria itu, tapi Bo Ra terus mengingat suaranya. Pria itu meminta Bo Ra mengatakan pada Bo Nui agar Bo Nui bahagia.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002216868_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002220508_thumb

“Dia bilang padaku untuk mencintai orang yang aku cintai dengan sepenuh hati dan memegang erat tangan yang aku inginkan.”

Bo Nui membenarkan bahwa pria itu memang berkata seperti itu. Bo Ra ingin berterima kasih pada pria itu. Bo Ra harus berterima kasih padanya karena telah membawa Bo Nui untuknya. Bo Ra lalu berterima kasih pada Bo Nui, karena tidak menyerah dan selalu melindunginya.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002281058_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002315415_thumb

Dal Nim memberikan semangat pada Bo Nui yang akan melakukan presentasi tentang gamenya di putaran kedua lomba. Dal Nim terkejut begitu mendengar Bo Nui tidak membawa garam dan juga kacang merah. Dia juga senang, karena Bo Ra sekarang sudah sehat jadi Bo Nui tidak memerlukan hal-hal seperti itu lagi. Dal Nim lalu memeluk Bo Nui yang merasa gugup.

“Terima kasih telah menjadi temanku.” Ujar Bo Nui pada Dal Nim.

Dal Nim juga berterima kasih. Tapi kemudian dia pamit tidak bisa melihat Bo Nui presentasi karena harus pergi bekerja. Dal Nim meminta maaf. Bo Nui tak masalah, melihat Dal Nim saja sudah memberinya kekuatan. Dal Nim berharap Bo Nui bisa menang dan membelikan hadiah pernikahan dengan uang hadiahnya. Bo Nui setuju.

Bo Nui mempelajari kembali bahan presentasinya dan tersenyum melihat para peserta lain yang juga sedang mempersiapkan diri untuk presentasi.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002376633_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002404827_thumb

Ryang Ha panik karena Soo Ho tidak bisa dihubungi. Young Il yang tadi melihat Soo Ho keluar pikir kalua Soo Ho pergi untuk menemui investor. Ryang Ha kesal, bagaimana mungkin Soo Ho menemui investor sedangkan dia sendiri ada disana dan betapa banyaknya rintangan yang dia lalui untuk bisa mengadakan pertemuan dengan investor itu.

Dae Hae mengusulkan Ryang Ha saja yang pergi menemui investor itu dengan membawa proposalnya. Mereka kemudian mencari proposalnya di komputer, tapi tidak ada.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002467970_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002475767_thumb

Dan Soo Ho ternyata juga pergi ke acara lomba game yang dihadiri Bo Nui. Soo Ho memasang penutup telinga di toilet sebelum masuk ke ruangan.

Soo Ho menyaksikan presentasi Bo Nui, dan Bo Nui yang sedikit terkejut melihat Soo Ho juga menyaksikan presentasi Soo Ho.

***

Bo Nui: Apakah anda percaya dengan keajaiban?

Soo Ho: Apakah anda percaya dengan takdir?

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002518173_thumb

Bo Nui memperkenalkan gamenya, yaitu tentang seorang gadis paling tidak beruntung sedunia yang diberikan sebuah pisau sebagai takdir dalam hidupnya. Gadis yang terlahir dengan takdir membuat semua orang yang dia cintai terluka. Game itu bermula setelah gadis itu menerima sebuah surat satu tahun yang lalu setelah dia kehilangan segalanya. Game itu adalah perjalanan si gadis untuk membalas surat itu.

Flashback

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002534834_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002536969_thumb

Dipertemuan terakhirnya dengan Soo Ho, ternyata Bo Nui menerima sepucuk surat dari Soo Ho.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002552039_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002614283_thumb

“Bagiku Shin Bo Nui adalah seberkas cahaya, bukan sebuah pisau. Dia menggenggam tanganku saat aku kesulitan. Dia membuatku tersenyum disaat aku merasa malu. Dia berada disisiku saat aku sakit. Saat aku kehilangan segalanya, dia membuatku percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja selama aku bersamanya. Cahaya itu menuntunku keluar dari gua. Shim Bo Nui menyelamatkan hidup Je Soo Ho. Terima kasih, cintaku.”

Bo Nui menangis haru saat membaca surat itu.

Flashback end

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002626874_thumb

Soo Ho juga memperkenalkan gamenya, yaitu sebuah game tentang seorang anak laki-laki yang berusaha keluar dari gua tempatnya bersembunyi. Gua itu begitu gelap dan dia merasa sanga kesepian berada sendirian disana. Tapi dunia luar terasa asing dan berbahaya baginya, sehingga dia tidak bisa keluar. Anak laki-laki itu butuh cahaya untuk keluar dari gua.

Intinya, Soo Ho menjadi inspirasi bagi game buatan Bo Nui. Dan Bo Nui sendiri menjadi inspirasi bagi game yang dibuat oleh Soo Ho. Soo Ho yang selalu ada untuk Bo Nui, membuatnya percaya bahwa dia bukanlah “pisau”. Dan Bo Nui yang menjadi cahaya bagi Soo Ho untuknya keluar dari “gua”.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002753726_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002755040_thumb

Soo Ho dan Bo Nui saling bertemu pandang saat melakukan presentasi dan sepertinya mereka berdua sadar menjadi inspirasi satu sama lain.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002813539_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002828580_thumb

Selesai acara, Soo Ho dan Bo Nui sama-sama berlari keluar dengan semangat. Mereka akhirnya bertemu. Mereka kemudian bicara dalam hati masing-masing.

“Maaf, aku terlalu lama.”

“Kau sangat lambat.”

“Persiapkan diri. Sekarang aku tidak akan mengkhawatirkan apapun dan hanya akan memikirkan diriku sendiri. Aku hanya akan memikirkan kebahagiannku sendiri.”

“Itu jawaban yang benar.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002841959_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002855543_thumb

Mereka kemudian berpelukan.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002889509_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002939040_thumb

Ryang Ha membuat kesal para para pegawai karena sering datang ke ruangan mereka. Dua belas kali dalam sehari. Ryang Ha kesana untuk menemui Dal Nim. Mereka ber-lovey-dovey tanpa memikirkan yang lain. Ryang Ha bahkan ditarik paksa keluar. Yoon Bal kesal, karena bahkan Hyun Bin dan Seung Hyun pun pacaran.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_002980895_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_002993784_thumb

Bo Nui dikantor Daebak menyambut Soo Ho yang baru tiba, sepertinya sehabis menemui investor. Soo Ho tampak lemas, membuat Bo Nui mengira bahwa pertemuan tidak berjalan lancar. Bo Nui paham, bahwa meluncurkan Will dan Miracle bersamaan akan sulit. Oleh karena itu Bo Nui mengusulkan Miracle yang duluan.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003014112_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003017673_thumb

Tapi ternyata investor setuju untuk meluncurkan game itu secara bersamaan. Soo Ho tadi hanya berpura-pura. Bo Nui pun merasa senang, karena Bo Ra juga bilang kalau mereka akan berhasil. Soo Ho segera mengajak Bo Nui menemui Bo Ra.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003110062_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003156202_thumb

Soo Ho membantu Bo Nui dan Bo Ra pindah rumah kembali. Bo Ra merasa senang bisa kembali ke rumah mereka yang lama. Soo Ho mempersilahkan Bo Nui dan Bo Ra sendirian masuk ke dalam rumah, karena sudah 3 tahun lamanya mereka tidak bersama dalam rumah itu.

Bo Ra sangat bahagia karena tidak ada yang berubah di dalam rumah itu, bahkan gambar yang dia buat. Bo Ra mengingatkan apa yang dikatakan Bo Nui saat orang tua mereka meninggal bahwa mereka tidak sendirian karena ayah dan ibu mengawasi mereka. Dan sekarang mereka tidak lagi berempat, tapi berlima dengan Soo Ho.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003169319_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003194647_thumb

Bo Nui lalu menyusul Soo Ho yang menunggunya di atap. Bo Nui memeluk Soo Ho dari belakang.

“Terima kasih.” Ujar Bo Nui. “Mulai sekarang, aku akan sangat baik padamu. Bahkan itu saja tidak cukup.”

“Benar juga. Apa kau tahu berapa banyak debuh yang aku hirup saat membersihkannya selama satu minggu?”

Bo Nui menekan pipi Soo Ho, “Karena aku sangat berterima kasih, maka kita harus…” Soo Ho memajukan bibir. Tapi Bo Nui ternyata hanya mengajaknya makan.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003223782_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003263878_thumb

Saat Bo Nui menyiapkan makanan. Bo Ra protes pada Soo Ho karena merapikan rumah tanpa memberitahu Bo Nui, dan Soo Ho juga pura-pura tidak mengenalinya saat itu. Soo Ho membela diri, bahwa Bo Ra lah yang tidak mengenalinya. Bo Ra juga membela diri, kan ingatannya kadang bisa buruk jadi seharunya Soo Ho mengerti. Soo Ho yang kesal mengajak Bo Ra menghapal perkalian 19. Itu adalah cara yang terbaik untuk melatih otak. Bo Ra tidak mau, dia tidak suka matematika.

Soo Ho menatap Bo Ra tak percaya, “Bagaimana bisa kau benci matematika? Matematika adalah pelajaran yang indah.”

“Itu adalah pelajaran yang harus musnah dari planet ini.”

Soo Ho menutup mulut, saking tak percaya dengan apa yang diucapkan Bo Ra, “Batalkan ucapanmu.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003273199_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003277979_thumb

Bo Ra tidak mau. Tapi Soo Ho tetap meminta Bo Ra membatalkan ucapannya dan menarik tangannya. Bo Nui datang dan bertanya apakah mereka bertengkar? Mereka kemudian mengelak. Soo Ho bahkan mengeluskan tangan Bo Ra di wajahnya. Bo Ra bahkan memanggil Soo Ho dengan ‘hyeongbu’ yang membuat Soo Ho terpana. (kalau tidak salah hyeongbu adalah kakak ipar)

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003289262_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003291299_thumb

Bel pintu kemudian berbunyi. Soo Ho bergegas membuka pintu. Soo Ho terkejut melihat Gary dan Amy. Mereka datang untuk memberikan selamat pada Bo Nui yang pindah rumah. Bo Nui yang juga terkejut bertanya pada Soo Ho, apakah Soo Ho yang mengundang mereka? Tidak. Soo Ho lebih suka menghabiskan waktu bertiga saja. Dan yang mengundang mereka ternyata adalah Bo Ra.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003320190_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003321590_thumb

Saat Soo Ho yang tampak kurang senang hendak menutup pintu, Ryang Ha dan Dal Nim muncul. Soo Ho langsung menutup pintu, tapi berhasil dihalangi Ryang Ha. Soo Ho kesal, dia kan sudah bilang pada Ryang Ha agar tidak udah datang. Ryang Ha tidak bisa, mereka harus datang untuk merayakan hidup baru Soo Ho. Dal Nim menarik pintu, dan mereka pun masuk.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003346861_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003363426_thumb

Sekarang mereka bertujuh makan bersama. Tentu saja dengan wajah Soo Ho yang ditekuk. Tapi kemudian Soo Ho sumringah karena Bo Nui menggenggam tangannya.

***

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003388419_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003433588_thumb

Soo Ho janjian pergi piknik dengan Bo Nui. Cuaca hari itu cerah, dan mood Soo Ho juga sedang baik. Hari itu adalah hari yang sempurna, apalagi Bo Nui membuat kimbap tuna kesukaan Soo Ho. Mereka janjian di taman.

Baru saja mereka jalan sebentar, terdengar suara petir. Soo Ho tersenyum dan berusaha menenangkan Bo Nui. Tapi hujan benar-benar turun. Soo Ho membatalkan piknik dan mengajak Bo Nui pulang. Bo Nui menolak.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003463127_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003465320_thumb

“Lakukan saja. Memangnya kenapa kalau kehujanan? Yang penting kita bersama.”

Soo Ho pun tersenyum. Mereka kemudian berlari bersama.

Bo Nui: “Tidak ada yang berubah. Kami tidak tahu yang dimiliki masa depan untuk kami, dan takdir kami juga terkadang kejam.”

Soo Ho: “Jadi kami memutuskan untuk hidup pada saat ini.”

Bo Nui: “Kami tidak akan melewatkan kebahagiaan hari ini.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003488857_thumb

***

Epilog

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003502354_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003516946_thumb

Peramal memutuskan menutup tempatnya.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003545974_thumb

Sementara itu hujan sudah berhenti. Soo Ho dan Bo Nui berjalan bersama. Soo Ho merasa senang karena mereka melanjutkan pikniknya. Soo Juga merasa senang hujan-hujanan.

“Apa kau mau hujan-hujanan lagi denganku?” tanya Bo Nui.

“Kau tahu kan kalau aku suka kata ‘yes’? Tentu saja aku mau.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003572580_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003574620_thumb

Bo Nui tersenyum dan menghentikan langkah mereka. Bo Nui lalu mengeluarkan sebuah kotak dari tas dan membukanya. Ada dua buah cincin disana. Soo Ho menjatuhkan tas yang dia bawa saking terkejutnya dan menatap Bo Nui.

“Maukah kau menikah denganku?” tanya Bo Nui. “Aku sudah memikirkannya dengan keras dan menyadari bahwa itu harus kamu.”

Soo Ho masih terdiam.

“Aku bilang, itu harus kamu.”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003603605_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003611151_thumb

Soo Ho pun tersenyum, lalu mengacungkan tangannya. “Yes! Yes! Semuanya, aku akan menikah!”

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003616096_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003625724_thumb

Saking senangnya, Soo Ho berlarian. Lalu kembali dan memangku Bo Nui.

Lucky.Romance.E16.END.mkv_003630644_thumbLucky.Romance.E16.END.mkv_003637174_thumb

Setelah memasangkan cincin di jari masing-masing. Mereka pun kiss.

***

T.A.M.A.T

***

Komentar:

Waaahhh… setelah setahun lebih ngendap di draft. Ketunda-tunda terus. Dan akhirnya selesai juga sinopsisnya. XD

So, semuanya, percayalah pada dirimu sendiri. Jangan hanya memikirkan orang lain, tapi pikirkan juga diri sendiri. Bersikap atau berbuat sesuatu agar orang lain bahagia itu bagus, tapi alangkah bagusnya jika kita bisa membahagiakan diri kita sendiri dulu. Dan jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Apa yang kita pikir menakutkan bisa saja sebaliknya. Tetap jalani hidup dengan semangat dan tanpa mengkhawatirkan apa yang belum terjadi. Jalani hari ini dengan baik, karena hari esok kita tidak tahu apa yang akan terjadi.

Akhir kata, terima kasih pada pembaca yang masih setia membaca tulisanku. Terima kasih juga pada Hazuki Clover Blossom yang bersedia menulis sinopsis bareng denganku. Dan maaf aku membutuhkan waktu terlalu lama (jadi kayak Bo Nui nih.. hehe..)

2 comments:

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD