Saturday, October 14, 2017

While You Were Sleeping | Episode 11

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000015933_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000028530_thumb

Kang Dae Hee, chef yang adiknya meninggal dalam kecelakan, mengambil banyak uang dari ATM. Dia mengabaikan telepon dari adik Cho Hee. Cho Hee diminta menghubungi Dae Hee oleh polisi, tapi Dae Hee tidak menjawab. Polisi merasa Dae Hee sudah tahu kalau mereka sedang mencarinya. Kapten polisi meminta anak buahnya untuk memeriksa catatan panggilan ponsel Dae Hee dan juga kartu kreditnya. Jika dengan itu mereka belum berhasil menemukan Dae Hee, maka Dae Hee akan menjadi tersangka.

Cho Hee berkata pada polisi bahwa kakaknya tidak melakukan kesalahan apapun.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000054258_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000058921_thumb

Yoo Bum diberitahu bahwa ada tamu yang sedang menunggunya. Yoo Bum bingung karena dia tidak janji dengan siapapun hari ini. Asisten menjelaskan bahwa itu adalah tamu yang baru datang untuk pertama kalinya hari ini. Yoo Bum membuka pintu ruangannya dan melihat Kang Dae Hee disana. Yoo Bum meminta waktu sebentar pada tamunya itu.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000068273_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000092295_thumb

Yoo Bum bertanya pada asistennya, apakah tamu itu pro bono (bantuan hukum yang diberikan pengacara pada klien yang tidak mampu secara financial/gratis)? Bukan. Lalu Yoo Bum memastikan apakah dia turun kelas karena kalah dalam kasus Park Jun Mo? Tidak mungkin. Lalu kenapa dia mendapat klien seperti itu? Asisten meminta Yoo Bum bicara lebih dulu dengan Kang Dae Hee, karena pasti ada alasan mengapa dia disini untuk bertemu Yoo Bum. Yoo Bum setuju.

Yoo Bum masuk ke ruangan dan memperkenalkan diri. Dae Hee pun mengenalkan diri. Dae Hee menjelaskan bahwa dia meminta untuk bertemu dengan pengacara yang adalah mantan jaksa, dan dia diarahkan pada Yoo Bum. Yoo Bum mempersilahkan Dae Hee duduk.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000112646_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000131960_thumb

Yoo Bum bilang dia tidak sembarangan menangani kasus. Dia harus mendengar dulu kasus itu apa, lalu memutuskan untuk menanganinya atau tidak. Dae Hee lalu menunjukkan uang yang dia bawa di dalam tas. Dia bisa membayar sebanyak yang Yoo Bum mau. Tapi Yoo Bum ternyata tidak bertaruh (menangani kasus) dengan uang, dia bertaruh dengan kesempatan (kesempatan untuk memenangkan kasus). Yoo Bum meminta Dae Hee menjelaskan kasusnya.

(Disini Yoo Bum kembali membuka jam dan menaruhnya di meja. Sekarang aku pikir, tepatnya menebak, ada perekam suara atau kamera tersembunyi di jam tangannya. XD)

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000160836_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000190034_thumb

“Aku dituduh. Belum lama ini, aku mengalami kecelakaan. Dan aku kehilangan adikku. Polisi menuduhku memalsukan itu semua karena asuransinya. Mereka bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan.”

“Apakah surat perintah itu menyatakan bahwa kamu sengaja membunuhnya?”

Dae Hee tidak melihat surat perintah itu karena dia pergi saat polisi datang. Jadi Dae Hee tidak tahu isi dari surat perintah itu. Yoo Bum tertawa. Jika dia masih jadi jaksa, maka Dae Hee baru saja melakukan kesalahan besar. Jae Bum menutup pintu ruangannya. Jae Bum bilang karena dia sekarang adalah pengacara maka berdasarkan kode etik dia tidak bisa membocorkan apa yang dikatakan klien. Jika ingin hidup Dae Hee boleh berbohong pada jaksa, tapi Dae Hee harus mengatakan apa yang dia inginkan pada Yoo Bum. Karena yang Dae Hee lakukan sekarang adalah menyekop pasir sambil melawan ombak (hal yang sia-sia). Yoo Bum meminta Dae Hee mengatakan semua padanya, agar dia bisa memperbaiki yang salah.

“Apa kamu membunuh adikmu?”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000208344_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000232300_thumb

Dae Hee menggelengkan kepala dan tampak sedih. Tapi kemudian raut mukanya berubah, dan mengangguk. “Ya. Apa yang aku inginkan darimu adalah…buat aku tidak bersalah di pengadilan.”

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000279346_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000291716_thumb

Jae Chan bermimpi. Di mimpinya, itu adalah bulan September. Dia dan Hong Joo sedang menonton berita di televisi. Mereka melihat berita tentang seorang penjahat yang membunuh adiknya sendiri untuk mendapatkan asuransi. Hong Joo melaporkan dari depan kantor kejaksaan.

“Kantor Kejaksaan Distrik Hangang Seoul penjara seumur hidup untuk Kang, terdakwa berusia 37 untuk pembunuhan dan penipuan dalam sidang terakhir. Terdakwa Kang sengaja membunuh kedua adiknya untuk manfaat kecelakaan dari asuransi yang didaftarkan sejak Juni 2015. Terdakwa Kang dipenjara dan diadili atas pembunuhan tersebut. SBC News, Nam Hong Joo.”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000305781_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000334286_thumb

Jae Chan protes pada Hong Joo karena Hong Joo menyebutkan kantor kejaksaan Hangang bukan namanya padahal dialah yang mengadili terdakwa. Lalu, apa Jae Chan merasa tidak adil? Tanya Hong Joo. Jae Chan menyangkal, dia hanya merasa sangat disayangkan bukan tidak adil.

“Oh, begitu?” Hong Joo duduk menjauh. “Aku tadinya hendak menghiburmu jika kamu merasa itu tidak adil.”

Jae Chan menarik Hong Joo mendekat dan menyandarkan kepalanya, “Oh, aku pikir lagi dua kali, ini sedikit tidak adil.”

Hong Joo bertanya apanya yang tidak adil? Tapi Jae Chan tak menjawab. Dia tiduran di bahu Hong Joo sambil tersenyum.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000345739_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000356392_thumb

Dan kenyataannya, yang bertanya tadi adalah Seung Won. Dan Jae Chan tidur memeluk Seung Won. Jae Chan terbangun dan berteriak kesal. Kenapa Seung Won ada di kasurnya? Seung Won datang ke kamar Jae Chan untuk membangunkannya seperti biasa, tapi Jae Chan menariknya.

“Hyung menarik tanganku begitu keras, dan mengatakan bahwa itu tidak adil.” Seung Won mencoba menjelaskan.

Jae Chan tak terima, kenapa Seung Won tidak pergi saja, kenapa Seung Won gampangan, dan Jae Chan merasa jijik. Tapi kemudian dia sadar, kekonyolan yang baru saja dia katakan. Seung Won bilang itu karena Jae Chan yang salah dan merasa malu. Seung Won lalu menanyakan sarapan yang Jae Chan inginkan, cereal atau mie?

Jae Chan pun teringat dengan tawaran ibu Hong Joo untuk sarapan bersama di rumahnya setiap hari. Dan sebagai gantinya ibu ingin Jae Chan melindungi Hong Joo jika terjadi sesuatu. Jae Chan memberitahu Seung Won kalau mulai sekarang dia akan sarapan di rumah sebelah.

“Mulai sekarang? Setiap hari?” Seung Won terkejut.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000417366_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000424809_thumb

Jae Chan membenarkan, ibu Hong Joo ingin membuatkan sarapan untuk mereka. Seung Won sangat senang, karena sarapan di rumah Hong Joo sangat enak. Jae Cha mengejek Seung Won yang bicara seperti pernah mencoba makanannya. Seung Won bilang dia pernah, saat Jae Chan tidak ada. Jae Chan kesal, sudah berkali-kali Seung Won membuatnya kesal. Jae Chan menggunakan jarinya sebagai senjata untuk menyerang Seung Won. Seung Won menghindar, tapi sia-sia.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000435976_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000452322_thumb

Hong Joo mendengarkan musik di kamar mandi. Dia bahkan bernyanyi serta dan menari sambil mengeringkan rambutnya. Hong Joo mematikan speaker dan keluar kamar mandi sambil menanyakan pisau cukup pada ibu. Hong Joo bingung kenapa kakinya punya banyak rambut, padahal dia baru mencukurnya kemarin tapi tumbuh lagi. Bahkan ketiaknya lebih parah.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000476454_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000479307_thumb

Hong Joo berhenti bicara begitu menoleh ke arah ibu. Karena ternyata disana bukan hanya ada ibu, tapi juga Jae Chan dan Seung Won. Hong Joo terkejut (campur malu) pastinya. Ibu, Jae Chan dan Seung Won juga dalam posisi awkward. Untuk memecah ke-awkward-an, ibu menyuruh Hong Joo menyapa kakak beradik itu dan memberitahu bahwa mereka memutuskan untuk sarapan bersama mulai sekarang. Ibu juga memberitahu pisau cukurnya ada di dekat shampoo.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000505336_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000525841_thumb

“Hm, baik.” Hong Joo berkata dengan kalem lalu menyelipkan rambut di kuping, “Selamat datang.” Ujarnya pada Jae Chan.

Hong Joo lalu berbalik dan kembali ke kamar mandi dengan cool. Di dalam kamar mandi Hong Joo merasa malu dengan wajah ‘polos’nya, apalagi alisnya setengah hilang XD.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000553312_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000558291_thumb

Sambil memberikan sentuhan terakhir pada sarapan mereka, ibu memberitahu bahwa Hong Joo adalah gadis yang sangat bersih dan rapi. Dia tidak akan membiarkan satu rambut pun tersisa di kakinya. Jae Chan menepak leher Seung Woon yang sedang menertawakan Hong Joo.

Jae Chan mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, apakah ibu sarapan besar setiap hari? Belum sempat ibu menjawab, Seung Woon menjelaskan kalau sarapan hari ini termasuk yang biasa, karena sebelumnya ibu membuat daging kukus dan shabu-shabu yang dibuat ibu sebelumnya juga benar-benar enak. Ibu senang mendengar pujian Seung Won dan akan memasaknya lagi lain kali.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000574667_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000588794_thumb

Hong Joo kemudian bergabung setelah berdandan rapi. Hong Joo bilang ibu seharusnya memberitahu dia bahwa tamu akan datang. Ibu sudah memberitahu, tapi lagu yang sedang didengarkan Hong Joo terlalu keras jadi Hong Joo tidak mendengarnya.

“Tidak apa-apa. Semua orang menjadi diri sendiri seperti Hong Joo, kan?”

Jae Chan bilang dia tidak sampai seperti Hong Joo. Hong Joo mendelik. Kemudian Seung Won juga meminta Jae Chan untuk tidak berbohong, karena kakaknya itu tidak terlihat seperti manusia saat di rumah. Jae Chan menginjak kaki Seung Won, sehingga Seung Won yang kesakitan pun berhenti bicara.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000594824_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000596357_thumb

“Aku tahu. Seperti apa kakakmu terlihat di rumah.” Ujar Hong Joo.

Seung Won terkejut, Hong Joo melihatnya? Ibu pun terkejut, bagaimana Hong Joo tahu? Jae Chan juga ingin tahu.

Hong Joo bilang dia melihat rumah mereka di mimpinya beberapa kali. Jae Chan tidak mencuci rambut selama beberapa hari tapi tetap pergi kerja. Disaat Jae Chan mencoba menyangkal, Seung Won membenarkan. Dia bahkan takut Jae Chan punya kutu rambut.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000618096_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000624198_thumb

Hong Joo menambahkan bahwa Jae Chan melepas kaus kaki dan celana semaunya dan tidak pernah memasukkannya ke mesin cucu sendiri. Bahkan Jae Chan membuka pintu kamar mandi saat sedang pup. Seung Won membenarkan. Dan yang paling buruk adalah…dia tidak menyiramnya. Seung Won kagum, bagaimana Hong Joo bisa tahu itu semua dari mimpinya?

“Aku sering memimpikan kakakmu belakangan ini. Aku tidak bermaksud melihat ke dalam rumahmu, tapi aku harus melakukannya.”

Jae Chan terdiam menahan kesal. Kesal campur malu kejelekannya di beberkan di depan calon mertua. XD

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000640379_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000658023_thumb

Dan yang dikatakan Hong Joo memang benar. Seung Won yang kesal pada kejorokan Jae Chan malah dipukuli. Dan Jae Chan memang tidak menutup pintu kamar mandi.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000671397_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000673925_thumb

Hong Joo bilang itu adalah adegan yang tidak boleh dilewatkan. Hong Joo meminta Jae Chan berhenti bersikap begitu malu karena dia belum membeberkan semuanya untuk menjaga harga dirinya. Apa dia harus menyebutkannya lagi?

Jae Chan yang kesal menggebrak meja, “Ya! Nam Hong Joo-sii!”

“Apa?!” balas Hong Joo dengan berteriak.

“Aku mengakui semua itu. Jadi hentikan sekarang juga.”

Jae Chan mengajak ibu dan Seung Won untuk mulai makan. Hong Joo senang, karena dia menang melawan Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000691335_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000696883_thumb

Hong Joo dan Jae Chan di halte bis. Jae Chan yang masih ngambek membelakangi Hong Joo.

“Bagaimanapun, aku sudah pernah melihatmu di rumah. Jadilah dirimu sendiri. Jangan pura-pura rapi. Lagipula adikmu akan mengatakan yang sebenarnya.” Ujar Hong Joo.

Jae Chan diam saja dan masih memasang wajah ngambek.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000704095_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000714748_thumb

“Apa kamu marah?”

Jae Chan masih diam saja. Bis kemudian datang. Hong Joo mengingatkan Jae Chan untuk naik bis itu, karena itu bis tujuan kantornya. Tapi Jae Chan bilang dia tidak naik bis itu. Kenapa? Karena Jae Chan harus mengantar Hong Joo dulu ke kantornya.

Hong Joo pun teringat ucapan Jae Chan kemarin.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000731353_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000764133_thumb

“Mintalah aku untuk melindungimu, datang dan ganggu aku. Mintalah aku untuk mengantarmu pulang, dan mintalah aku untuk mengantarmu pergi bekerja. Aku akan mencobanya. Jika itu membuatmu lega, aku akan mencobanya.”

Hong Joo tersenyum, ucapan Jae Chan ternyata sungguhan. Jae Chan bilang itu memang sungguhan. Hong Joo menatap Jae Chan yang masih membelakanginya. Saat Hong Joo menggapai lengan Jae Chan, hendak menggenggamnya, Jae Chan berjalan pergi karena bis Hong Joo sudah datang. Hong Joo kecewa.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000775250_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000779106_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000780455_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000780798_thumb

Tapi kemudian Jae Chan kembali dan menggandeng tangan Hong Joo.

“Kamu sedang apa? Kita akan terlambat.”

Hong Joo pun tersenyum lebar dan berlari kecil bersama Jae Chan.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000810236_thumb

Di dalam bis, Hong Joo masih terus tersenyum. Begitupun Jae Chan.

***

Episode 11 ~ A City of Blinds

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000849865_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000860939_thumb

Reporter Bong memberikan dua kotak kartu nama pada Hong Joo. Karena semua orang di kantor kejaksaan berubah saat Hong Joo cuti, jadi Hong Joo harus pergi menemui mereka satu persatu. Bahkan dua kotak mungkin tidak cukup. Hong Joo mengerti dan bersiap pergi. Reporter Bong bilang dia akan mengawasi berita apa yang dibawa Hong Joo.

“Polisi, jaksa, petugas pemadam kebakaran, dan patroli. Apa yang mereka selidiki dan apa daftar teratas mereka, kamu harus mengawasi setiap detail kecil, oke?”

“Bahkan patroli?”

“Tidak mau?”

“Tidak, aku menyukainya. Aku merasa jauh lebih muda seperti orang baru.” Sindir Hong Joo. “Haruskah aku melapor setiap dua jam?”

Reporter Bong mengiyakan. Hong Joo tak mengira reaksi Reporter Bong itu. Dia menyalahkan mulutnya yang asal bicara.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000881141_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000906321_thumb

Ibu kurang senang melihat kedatangan Woo Tak dan Kyung Han. Tapi melihat Woo Tak yang celingukan, ibu tetap memberitahu bahwa Hong Joo tidak ada di restoran. Woo Tak bilang mereka datang bukan untuk menemui Hong Joo, tapi untuk makan. Dia tidak sarapan, jadi dia harus makan siang dengan makanan berat agar bisa melewati hari.

“Dan kami tidak akan meminta nota. Seorang pria tangguh tidak akan meminta nota atau kupon. Kami tidak akan meminta hal-hal seperti itu. Kami sudah selesai dengan itu.” Tambah Kyung Han. (sebelumnya kan mereka kira ibu marah karena Kyung Han minta nota.)

“Apa yang salah dengan meminta nota? Itu adalah sistem perdagangan yang harus diketahui polisi. Seorang polisi tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu.” Ujar ibu dengan nada kesal.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000925550_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000930595_thumb

Woo Tak dan Kyung Han pun kembali merasa bersalah.

“Woo Tak-ah.. apa yang harus aku lakukan? Aku baru saja melakukan kesalhan lagi.” Bisik Kyung Han.

Woo Tak kesal pada Kyung Han. Lalu Woo Tak menoleh ke arah pintu yang terbuka. Ibu tersenyum melihatnya, karena sepertinya Woo Tak berharap bertemu Hong Joo disana.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000942274_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000956658_thumb

Woo Tak dan Kyung Han kembali ke kantor. Hong Joo ternyata ada disana sedang bicara dengan rekan Woo Tak yang perempuan, Petugas Cha (mau baca namanya dijaket gak kebaca, kekecilan hangul-nya XD). Hong Joo menyapa Woo Tak. Dari raut wajahnya Woo Tak tampak senang. Dia bertanya apa yang dilakukan Hong Joo disana? Apa Hong mendapat pekerjaan baru?

“Tidak, aku kembali bekerja. Aku tidak bisa cantik sepanjang hidupku.” Hong Joo mengibaskan rambut. “Aku harus bekerja keras.”

Woo Tak membaca kartu nama yang diberikan Hong Joo, “Reporter SBC? Kamu seorang reporter?”

Hong Joo mengangguk. Wah, Woo Tak meminta maaf karena tidak tahu. Hong Joo tak masalah.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000961885_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000966458_thumb

Petugas Cha bertanya pada Kyung Han, apa hubungan Hong Joo dan Woo Tak. Sebelumnya dia bertanya pada Hong Joo, tapi Hong Joo tak menjawab. Kyung Han bilang mereka tidak ada hubungan apa-apa, tapi begitu melihat Hong Joo yang tampak sangat akrab dengan Woo Tak, Kyung Han pun bingung apa mereka punya hubungan atau tidak. Petugas Cha nampak sedikit kecewa. Petugas Cha ini sepertinya menyukai Woo Tak.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_000980615_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001013669_thumb

Woo Tak lalu mengikuti Hong Joo keluar. Hong Joo bertanya apakah Woo Tak tidak punya daftar kasus teratas di kantor? Hong Joo harus melapor ke Reporter Bong, tapi dia tidak punya apapun untuk dilaporkan. Dan Reporter Bong pun menelepon Hong Joo. Hong Joo yang panik berlari di tempat. Seperti anak kecil.

Hong Joo menjawab telepon dari Repoter Bong. Dengan bantuan Woo Tak, Hong Joo melaporkan bahwa ada kasus dimana kucing jalanan terbunuh. Sebuah kasus pembunuhan berantai. Jumlah kucing yang terbunuh sejauh ini adalah sekitar 100 kucing. Hong Joo berterima kasih pada Woo Tak dengan tanda OK. Woo Tak tersenyum menatap Hong Joo.

(Duh…bakal ada yang patah hati ini mah…..XD)

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001057567_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001066774_thumb

Para jaksa berkumpul di ruangan Ass Kepala, kecuali Hee Min. Ji Gwang bilang Hee Min sedang memantau kasus penipuan asuransi kematian. Dan kasus itu berhubungan dengan Jae Chan. Ji Gwang mengingatkan bahwa dia di kantor saat tugas malam Jae Chan. Ada kecelakaan mobil dan malam itu dan dia pergi untuk memeriksan jenazahnya. Itu bukan kecelakaan mobil sederhana. Kakak dari korban menolak otopsi. Jadi Ji Gwang memberikan perintah untuk menyerahkan jenazah pada keluarganya. Tapi saat dia menyelidikinya, kakak laki-laki korban membuat asuransi atas nama korban sebesar 2.7 milyar won.

“Saya merinding. Karena kakaknya menangis sangat keras. Tapi ternyata dia membunuh adiknya dan berpura-pura menangis.”

Woo Joo bilang dia menangis untuk uang itu.

“Bagaimana dia bisa membunuh seseorang untuk uang? Dan itu adik laki-lakinya.” Ujar Ass Kepala tak percaya.

Jae Chan kemudian menyadari kasus ini mirip dengan kasus yang ada dalam mimpinya semalam. Jae Chan pun bertanya apakah nama terdakwa adalah Kang? Ass Kepala membenarkan, namanya Kang Dae Hee.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001092680_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001117472_thumb

Jae Chan kembali bertanya, apakah kasus itu dimana Kang membunuh kedua adik laki-laki dan perempuannya? Tidak. Ji Gwang menjelaskan bahwa Kang membunuh adik laki-lakinya, dan adik perempuannya masih hidup. Jae Chan memastikan kembali kalau adik perempuannya masih hidup. Ji Gwang membenarkan. Tapi kemudian dia penasaran darimana Jae Chan tahu kalau Kang memiliki adik perempuan? Apa Jae Chan membaca laporannya? Jae Chan yang tak tenang bilang kalau dia bingung dengan kasus lain.

“Apakah ada kemungkinan di kasus ini dia menjadi tidak bersalah?”

“Tidak mungkin! Dia mengaku bahwa dia membunuhnya saat kami sedang melakukan penyelidikan.” Ujar Ji Gwang.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001122907_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001126289_thumb

“Bukan penyangkalan melainkan sebuah pengakuan. Tapi kenapa kamu melakukan penyelidikan langsung lagi?” tanya Woo Joo.

“Pengacaranya adalah Lee Yu Bum.”

Jae Chan terkejut mendengarnya.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001167457_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001179987_thumb[1]

Yoo Bum membeli minuman dan menyapa Hee Min yang kebetulan lewat. Yoo Bum melihat Hee Min membawa banyak berkas. Yoo Bum pun berkata bahwa Hee Min banyak persiapan untuk persidangan. Tentu saja, Hee Min bilang dia harus mempersiapkan banyak hal ketika dia harus bekerja melawan Yoo Bum. Yoo Bum bilang persidangan kali ini agak unik. Hee Min membenarkan, unik karena hakimnya perempuan dan semua panel juga perempuan. Pil Soon bilang ini pertama kalinya dua hakim perempuan dalam persidangan.

“Ini agak tidak nyaman, tapi seharusnya semuanya adil kan?” tanya Yoo Bum.

“Apa yang membuatmu tidak nyaman?” tanya seorang perempuan yang berdiri di belakang Yoo Bum.

Yoo Bum tak mengerti. Perempuan itu bertanya lagi, apa yang salah dengan hakim perempuan? Hee Min mengenali perempuan itu sebagai Kim Joo Young Ass Kepala Hakim. Perempuan itu membenarkan.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001193839_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001212182_thumb

Yoo Bum kemudian melemparkan pembelaan diri, “Tidak, bukan tidak nyaman. Ini agak unik. Biasanya, semua hakimnya adalah laki-laki.”

“Itu dia. Ketika semua hakim adalah laki-laki, anda tidak pernah mengatakan sesuatu tentang bersikap adil. Sekarang anda menyebutkan tentang bersikap adil terhadap hakim yang semuanya wanita. Bukankah hakim laki-laki lebih cenderung tidak adil ... daripada hakim perempuan? Aku benar-benar tidak mengerti.”

Hakim itu kemudian pergi. Hee Min bilang jika semua hakim adalah laki-laki maka bersikap adil seharusnya tidak hanya berlaku untuk perempuan. Menyindir Yoo Bum yang sudah tidak disukai oleh hakim. Yoo Bum balik menyindir, kalau dia akan kalah melawan Hee Min hari ini.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001248859_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001276091_thumb

Persidangan dimulai. Kang Dae Hee mengingatkan Yoo Bum yang berkata bahwa dia bertaruh dengan kesempatan, seberapa besar kesempatannya? Yoo Bum bilang sekitar 99%. Dae Hee tampak kesal, apa mereka yang 1%?

Hakim masuk ruangan, hadirin diminta berdiri.

“Tegakkan bahumu. Kita adalah 99%.” Ujar Yoo Bum pada Dae Hee.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001288717_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001305814_thumb

Tapi menurut Ji Gwang yang sedang mengobrol dengan Jae Chan, 99% kemungkinan Dae Hee bersalah. Dia mengurangi 1% karena pengacaranya adalah Yoo Bum. Tapi faktanya, 100% dia bersalah. Jae Chan memastikan, tidak ada kemungkinan dia tidak bersalah?

“Kenapa kamu menghendaki dia bersalah? Apakah ada yang kamu tahu?”

Jae Chan hanya mengingatkan kalau mereka harus berhati-hati dalam setiap hal. Ji Gwang kesal dan menyuruh Jae Chan berhati-hati sendiri. Jika Kang tidak bersalah, dia akan dalam masalah. Karena dia bahkan tidak melakukan otopsi pada korban.

Jae Chan menghela nafas panjang. Ji Gwang semakin kesal. Jae Chan lalu menyemangati diri.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001373309_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001375985_thumb

Di dalam ruang sidang, hakim mempersilahkan jaksa untuk memberikan pernyataan terhadap dakwaannya. Hee Min kemudian menjelaskan bahwa Kang Dae Hee mendaftarkan adik-adiknya pada asuransi sejak Juni 2015 dan dia menjadikan dirinya sendiri sebagai ahli waris untuk lebih dari 31 asuransi. Dia membayar 4 juta won setiap bulan untuk semua asuransi itu. Pendapatannya berkurang ketika investasi sahamnya gagal dan untuk mendapatkan manfaat kematian dari asuransi, dia memutuskan untuk memalsukan sebuah kecelakaan mobil di mana adiknya akhirnya terbunuh.

“Pada tanggal 28 Maret pukul 9 malam, terdakwa sedang dalam perjalanan mengantar adiknya ke rumah dan dia sengaja menabrak gerbang. Hal ini akhirnya membunuh adiknya. Selain itu, terdakwa telah melaporkan informasi palsu tentang kasus kecelakaan mobil palsu ke tujuh perusahaan asuransi dan total mendapatkan 2.7 milyar won. Untuk ini, terdakwa Kang Dae Hee, berdasarkan Hukum Pidana Pasal 250, dituduh melakukan pembunuhan. Dan menambahkan penipuan berdasarkan Hukum Pidana Pasal 347-1 atas kejahatannya dan akan diadili berdasarkan ini.”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001404726_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001415950_thumb

Hee Min mengakhiri penjelasan tuntutannya. Hakim lalu bertanya pada pengacara terdakwa, apakah dia mengakui tuduhan tersebut? Yoo Bum kemudian berdiri.

“Tidak. Saya mengaku tidak bersalah atas seluruh tuduhan tersebut. Terdakwa, menyatakan tidak bersalah.”

Hee Min tak percaya mendengarnya.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001434629_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001445870_thumb

Para jaksa makan bersama di kantin. Ass Kepala bertanya pada Hee Min apakah benar terdakwa mengaku tidak bersalah atas tuntutannya? Hee Min membenarkan. Awalnya dia khawatir terdakwa akan menangis minta ampun. Lebih baik begini, jadi lebih mudah untuk diadili. Ji Gwang bilang Yoo Bum nekat, karena itu kasus pengakuan, mengapa repot-repot menyangkalnya.

“Tidakkah menurutmu Pengacara Lee membuatnya mengaku karena suatu alasan?” Jae Chan bertanya pada Ji Gwang. “Ketika ada pengakuan, mereka akan menyelidiki lebih sedikit.”

Ji Gwang kesal karena Jae Chan juga mengatkan hal yang serupa sebelumnya. Tapi Woo Jo kali ini setuju dengan Jae Chan. Apa yang dikatakan Jae Chan cukup masuk akal. Pengakuan bisa menjadi strategi cerdas. Mereka menyelidiki lebih sedikit dan bisa terbukti lebih baik (terbukti tidak bersalah) dalam persidangan. Jae Chan memberikan hati pada Woo Joo.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001463565_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001474301_thumb

Ji Gwang kesal karena Woo Joo membela Jae Chan, dan menyuruh Jae Chan menurunkan hatinya. Lalu Ji Gwang terkejut melihat Ass Kepala berdoa sendirian disaat mereka sibuk berdebat dan bergiliran mengambil botol lada (kayaknya sih lada…).

Selesai berdoa, Ass Kepala bilang mulai sekarang mereka berdoa secara terpisah. Ass Kepala juga meminta Hee Min untuk tidak mengabaikan saran dari Jae Chan. Hee Min bilang dia mengerti. Tapi sebenarnya dia kesal pada Jae Chan. Dia mengambil botol lada yang hendak diambil Jae Chan. Ji Gwang heran melihat Hee Min menambahkan banyak lada pada makanannya.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001508139_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001516310_thumb[1]

“Jaksa Jung, terima kasih banyak atas saranmu. Aku pikir saran itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman. Tapi kamu baru beberapa bulan saja. Bagaimana mungkin Anda memberiku nasihat berpengalaman seperti itu? Aku juga ingin belajar.” Ujar Hee Min dengan nada kesal.

Ji Gwang berbisik pada Woo Joo, apakah itu pujian? Woo Joo membalas dengan tatapan tak percaya. Jae Chan kesal dengan komentar Hee Min.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001532883_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001544131_thumb

Di rumah Jae Chan curhat pada Seung Won. Yang dikatakan Hee Min bukanlah pujian, tapi mempermalukan dirinya. Tapi Seung Won bilang mungkin Hee Min benar-benar ingin belajar. Jae Chan kesal pada Seung Won yang membela Hee Min. Jae Chan tahu maksud Hee Min, bahwa dia telah melewati batas dan harus berhenti.

“Tidak bisakah kamu membedakan sarkasme? Berapa nilai bahasamu?” Jae Chan menggerakkan vakum yang sedang dia gunakan pada Seung Won.

Seung Won kesal kenapa Jae Chan melampiaskan kekesalannya padanya. Jae Chan kemudian teringat pada pernyataan Hong Joo yang bisa melihat apa yang terjadi di rumah mereka. Jae Chan merubah sikapnya. Dia menjadi sangat manis pada Seung Won.

“Oh, benar, adik kecilku. Aku seharusnya tidak melampiaskannya padamu.”

“Apa yang salah denganmu? Apakah ada orang disini?”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001550461_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001565020_thumb

Seung Won clingak-clinguk kebingungan dengan perubahan sikap Jae Chan. Jae Chan bahkan meminta Seung Won mengangkat kakinya dengan sopan karena dia akan membersihkan lantai. Seung Won kemudian juga menyadari perubahan dandanan Jae Chan.

“Ada apa dengan rambutmu? Rambutmu biasanya berantakan di rumah. Heh? Kamu juga memakai krim BB?”

“Aku tidak memakainya.” Ujar Jae Chan pelan.

“Benar, kau memakainya. Mengapa kamu memakai BB cream di dalam rumah? Apakah karena Hong Joo Noona bisa melihatmu dalam mimpinya?”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001578444_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001585046_thumb

“Tidak, tutup mulutmu sekarang, anak nakal kecil.” Pinta Jae Chan pelan dengan kesal.

Bukannya diam, Seung Won makin menjadi. “Ternyata benar. Kamu melakukan pekerjaan rumah dan memakai baju bagus di dalam rumah karena dia bisa melihatmu. Wah, Hyung, kamu membuat sebuah pertunjukan.”

Jae Chan yang kesal mengangkat vakum dan mengarahkannya pada Seung Won. Jae Chan kemudian ingat perkataan Hong Joo tadi pagi bahwa dia sudah melihat Jae Chan di dalam rumah jadi Jae Chan tidak perlu pura-pura rapi karena Seung Won menceritakan semuanya. Jae Chan sadar, Hong Joo sudah memimpikan kejadian saat itu.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001601424_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001605847_thumb

“Ah, dia juga memimpikan ini. Dia seperti CCTV manusia. Aku kesal.” Jae Chan merajuk sambil menggerakan kaki. “Aku benar-benar pusing.”

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001607649_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001618607_thumb

Sementara itu Hong Joo masih di kantor. Dia sedang rapat bersama tim. Reporter Bong menanyakan kelanjutan kasus pembunuhan berantai kucing yang terjadi di Sangbudong. Hong Joo melaporkan bahwa setelah dia memeriksanya, hanya ada 1 atau 2 kucing beberapa bulan yang lalu, tapi sekarang skala pembunuhannya semakin besar. Lebih dari 100 kucing meninggal sejauh ini. Semua kucing mati karena racun. Tak satu pun dari mereka mengalami memar di luar. Menurut polisi, yang melakukannya satu orang.

Reporter Bong meminta Hong Joo untuk terus melaporkan kasus itu hingga tersangkanya tertangkap. Hong Joo keberatan, kenapa dia harus mengikuti kasus itu. Hong Joo pikir kasus itu lebih cocok dengan acara khusus binatang.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001649914_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001663951_thumb

“Kenapa? Aku pikir ada kisah dibalik kasus itu. Ini seperti peringatan sebelum pembunuhan berantai. Salah satu tanda khasnya adalah kekerasan pada hewan. Ini seperti sebuah latihan sebelum pembunuhan berantai yang sebenarnya terjadi pada seseorang. Dia membunuh lebih dari 100 kucing. Siapa tersangkanya? Seperti apa sifatnya? Apakah aku satu-satunya yang peduli?”

Tidak ada yang berani membantah pendapat Reporter Bong, semuanya setuju. Hong Joo protes, kenapa mereka semua seperti itu…Hong Joo juga ingin meliput berita tentang manusia, bukan kucing.

***

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001671908_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001675452_thumb

Dua pasang kaki, yang satu pasang hanya mengenakan sebelah sepatu, tampak cemas. Kim Dae Hae menaiki tangga dengan tangan berlumuran darah. Pemilik sepasang kaki tadi adalah Hong Joo, bersama seseorang.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001681835_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001686904_thumb

Hong Joo berkata, “Jae Chan-ssi. Jika kamu melihat saat ini dalam mimpimu….”

Kang Dae Hee menarik sesuatu yang menutupi Hong Joo dan satu orang lainnya. Hong Joo berteriak.

While.You.Were.Sleeping.E11.mkv_001713283_thumb

Dan Jae Chan terbangun dari tidurnya. Tadi adalah mimpi Jae Chan. Jae Chan bingung kenapa ada Kang Dae Hee dalam mimpinya.

***

Bersambung ke episode 12~

Komentar:

Ternyata benar ya.. Yoo Bum memang jadi pengacara karena ingin pendapatan lebih. Buktinya dia ragu saat pertama kali melihat penampilan Kang Dae Hee. Dia tidak mau menangani kasus gratisan. Meskipun kemudian dia bilang pada Dae Hee kalau dia memutuskan mengambil kasus bukan dari uang.. tapi dia melanjutkan pembicaraan dengan Dae Hee ketika melihat uang banyak di dalam tas.

Gak nyangka si chef alias Kang Dae Hee ini akan jadi penjahat. Awalnya sedikit curiga waktu Hong Joo protes ayamnya kurang satu di episode sebelumnya. Kecurigaan menghilang ketika dia membeirikan daging ayam pada para kucing jalanan, dan berpikir Dae Hee memang penyayang binatang. Mungkin Hong Joo juga berpikir seperti itu waktu melihatnya. Lalu bingung lagi saat diperlihatkan kucing-kucing itu mati. Pasti ada hubungannya dengan kematian adiknya Dae Hee.

Oya, ini Hong Joo sama Jae Chan belum resmi pacaran kan yah? Jangan-jangan mereka dalam ‘friendzone’ juga nih sama kayak Song dan Min. Bedanya Hong Joo sama Jae Chan sama-sama menyadari perasaan suka mereka, tapi belum diungkapkan saja. XD

2 comments:

  1. Ahahahaha satunya nyebut jae wook, satunya nyebut song min. Walhasil reader tahu dua orang ini nonton drama apa aja^^
    Btw jae bum di atas siapa mbak?
    Penulis emang deh...saya jg merasa dibolak balik habis curiga trus ga trus curiga lg dan makin ga suka lol
    Oh ya mbak, berarti kalau di kdramatized jaksa lee itu ji gwang ya? Jaksa son itu woo joo? Baru ngeh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibagian mana ada jae bum? Brti akhirnya ada salah nulis juga.. haha.. dri kmrn nulis tuh, yg kpikiran di kepala tuh klo mau nulis jae chan jadi jae ha ama mau nulis yoo bum jadi jae bum.. XD

      Iya betul nama jaksa2 itu.. aq pake nama blkag nyebutnya, mba fan pake nama depan.. hehe..

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD