Wednesday, October 04, 2017

While You Were Sleeping | Episode 4

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000023320_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000025366_thumb

So Yoon yang baru kembali ke sekolah berteduh di pos satpam. Dia heran kenapa tiba-tiba hujan. Seung Won kemudian datang. Dia bertanya apakah So Yoon pulang dari rumah sakit dan menanyakan keadaan ibunya So Yoon. So Yoon mengingatkan, dia sudah meminta Seung Won untuk tidak sok tahu.

“Aku bertanya karena aku khawatir.” Seung Won memakaikan jaketnya pada So Yoon. “Aku tidak akan pernah memberitahu siapapun. Aku janji.”

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000039911_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000071400_thumb

So Yoon menanyakan nama Seung Won. Seung Won terkejut So Yoon tidak tahu namanya padahal tahun mereka satu kelas. So Yoon membela diri, apa dia harus tahu nama semua orang yang sekelas dengannya? Tentu saja. Seong Won bilang itulah tugas dan cara sebagai teman sekelas. So Yoon kembali berdalih, dia tidak tahu akalu ada tugas sepeti itu. Tapi sepertinya So Yoon hanya menggoda Seung Won, karena saat berlari menjauh So Yoon tersenyum.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000083767_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000092432_thumb

Hyang Mi masuk ke ruangan dengan membawa banyak berkas. Jae Chan terkejut karena semua kasus di berkas itu ditugaskan padanya. Jae Chan kemudian bingung dimana harus meletakkan berkas baru itu karena semua tempat penyimpanan sudah penuh. Hyang Mi menyarankan Jae Chan untuk meminjam kabinet milik Hee Min, karena Hee Min mengerjakan kasusnya dengan cepat sehingga tidak ada kasus tidak ada kasus yang belum terpecahkan dan banyak ruang di kabinetnya. Jae Chan bilang kalau dia juga cepat.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000129334_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000130644_thumb

Kemudian Dam Dong mengingatkan Jae Chan yang kebagian tugas memesan restoran untuk makan siang. Dam Dong bilang review kinerja yunior bergantung pada seberapa baik dia memesan restoran daripada memecahkan kasus. Jadi Jae Chan harus sangat berhati-hati dalam memilih restoran. Jae Chan bilang dia akan meminta pendapat Hee Min.

“Apakah dia akan memberitahumu?” sindir Dam Dong.

“Tentu saja, kami sangat dekat karena kami pergi ke perguruan tinggi yang sama.” Jawab Jae Chan yakin.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000141611_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000146728_thumb

Tapi ternyata Hee Min mengacuhkan Jae Chan memanggilnya dengan santai. Hee Min bahkan menutup pintu di depan muka Jae Chan. Jae Chan yang tak paham malah mengira ada masalah dengan pendengaran Hee Min. Yoo Bum kemudian datang dan menjelaskan bahwa seharunya Jae Chan memanggil Hee Min dengan formal, bukan dengan namanya saja karena Hee Min lebih dulu menjadi jaksa. Jae Chan tidak menanggapi Yoo Bum dan memberi salam pada Kepala Jaksa yang datang bersama Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000192859_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000195434_thumb

Kepala Jaksa pun bertanya alasan Jae Chan memanggil Hee Min. Jae Chan bilang bahwa dia ingin meminta saran pada Hee Min karena Hee Min yang sebelumnya mendapat tugas memesan restoran. Yoo Bum menyebutkan saran yang diinginkan Jae Chan, yaitu makanan kesukaan dan yang tidak disuka juga kebiasaan beberapa Jaksa yang akan makan bersama. Tampak jelas Yoo Bum sedang pamer. Dan Jae Chan tidak suka. Dia bahkan menahan tangan Yoo Bum yang hendak menyentuhnya. Jae Chan langsung pamit pada Kepala Jaksa, tanpa menghiraukan Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000209888_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000215370_thumb

Kepala Jaksa heran melihat sikap Jae Chan pada Yoo Bum yang kelihatan sekali Jae Chan tidak suka padanya. Yoo Bum pun mengeluarkan kalimat andalan, bahwa dia pernah menjadi tutor Jae Chan. Jadi mungkin Jae Chan mengira dia memperlakukannya seperti murid. Kepala Jaksa bilang pasti Yoo Bum merasa malu dibuatnya.

“Tidak, saya baik-baik saja. Seharusnya saya lebih berhati-hati. Ini adalah kesalahan saya.” Ujar Yoo Bum penuh senyuman. Tapi itu hanya senyum palsu karena tampak Yoo Bum juga kesal pada Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000261116_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000274033_thumb

Hari hujan. Di dalam bis, si anak perempuan bilang pada ayah bahwa dia pikir prajurit yang naik bis adalah prajurti yang ada di dalam berita. Anak itu panik, bagaimana jika mereka meninggal seperti dalam mimpinya. Ayah menenangkan, tidak akan ada yang meninggal hari itu. Ayah akan mengatakan pada semua penumpang untuk turun karena bisnya rusak. Ayah meminta sesuatu untuk dilakukan anak itu.

Ayah kemudian menghentikan bis dan memberitahu para penumpang untuk turun dan naik bis lain karena ayah akan memperbaiki mobil yang rusak. Para penumpang turun meskipun merasa kesal kecuali prajurit itu. Anak perempuan turun dan berteriak pada para penumpang lain untuk segera menjauh. Anak itu menangis.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000286553_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000323196_thumb

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000359665_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000381558_thumb

Di dalam bis, ayah meminta bantuan pada prajurit tadi untuk membantunya. Ayah menoleh ke luar dan tersenyum. Kemudian tiba-tiba prajurit tadi menyerang ayah dan ledakan pun terjadi. Anak tadi menoleh ke arah bis dan menangis sejadi-jadinya memanggil ayah.

Tampak bola bisbol yang telah terbakar milik ayah yang ada di dalam bis terlempar keluar.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000427993_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000438889_thumb

Hong Joo terbangun dari tidurnya sambil menangis. Rupanya Hong Joo mimpi buruk lagi. Hong Joo segera menuliskan mimpinya.

(18 Februari 2016. Seung Won...akan menjadi pembunuh karena kakaknya.)

Hong Joo pun bertanya-tanya, siapa Seung Won? Siapa yang akan dia bunuh? Siapa kakaknya? Hong Joo menempelkan kertas memo tadi di kaca, dimana memo-memo lain ada disana. Hong Joo kemudian teringat perkataan Jae Chan, bahwa Hong Joo harus mengabaikan mimpinya jika tidak bisa mengatasinya seakan mimpi itu tidak pernah ada. Hong Joo mencabut kembali memo itu dan membuangnya ke tempat sampah.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000472557_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000474184_thumb

Seung Won mencegat So Yoon yang sedang bersama temannya dan mengajak bicara. So Yoon yang tampak kesal meminta Seung Won mengikutinya. Mereka kemudian masuk ke gymnasium. So Yoon memukul Seung Won dengan buku yang dibawanya karena mengira Seung Won akan menyingung kejadian malam itu. Tapi bukan. Seung Won melihat histori pencarian yang dilakukan So Yoon di laboratorium komputer. So Yoon menggunakan kata pencarian patricide, cara membeli potassium sianida dan berapa jumlah yang cukup membunuh dengan itu.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000513025_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000536770_thumb

“Apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu...akan membunuh ayahmu?”

“Aku akan menyelamatkan ibuku. Ayahku harus tidak ada, sehingga ibuku bisa hidup.”

Seung Won berteriak kesal. Kenapa So Yoon harus melakukan itu padahal So Yoon sudah melaporkan kejadian itu pada polisi dan jaksa seharusnya sudah memproses kasus itu. Jadi ayah So Yoon akan diadili dan dipenjara.

“Tapi bagaimana jika dia tidak bisa diadili?”

“Kenapa dia tidak? Dia melakukan kejahatan.”

“Tidak bisa. Ayahku tidak akan pernah diadili karena jaksa yang bodoh dan pengacara yang licik.”

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000573643_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000587605_thumb

Yoo Bum datang ke kantor Jae Chan sebagai pengacara Park Jun Mo, ayahnya So Yoon. Yoo Bum mengambil berkas di meja Jae Chan dan bertanya apakah Jae Chan sudah selesai meninjau kasusnya. Jae Chan mengambil kembali berkas itu dan membenarkan. Dia sudah selesai meninjaunya, Park Ju Mo menendang istrinya dengan sepatunya dan mematahkan enam rusuknya. Itu adalah kasus cedera. Tapi Yoo Bum bilang itu adalah penyerangan.

Ini seperti dugaan Soo Yoon. Pengacara licik akan membuat kasus itu sebagai penyerangan, bukan cedera. Seung Won bingung apa beda keduanya. Jika dia tidak terluka, itu adalah serangan. Jika dia terluka, maka itu adalah kasus cedera. Tapi Seung Won bilang kalau ibu So Yoon terluka, pasti itu kasus cedera.

Kenyataannya, si pengacara licik memberikan laporan medis ibunya So Yoon yang menyebutkan dia punya cedera, tapi tanggalnya berbeda. Insiden terjadi pada 14 Februari 2016 sedangkan laporan medis tersebut ditulis pada 10 Februari 2016. Itu artinya Park Jun Mo tidak menyebabkan tulang rusuk yang patah itu. Yoo Bum juga menyerahkan laporan kartu kredit milik ibunya So Yoon. Disana tercantum bahwa ibunya So Yoon menggunakan gondola dan ski pada tanggal 10 Februari. Yang artinya ibunya So Yoon terluka saat bermain ski.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000690927_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000713757_thumb

Kecuali ada hal lain, So Yoon yakin pengacara licik itu akan berhasil membuat kasus cedera menjadi kasus penyerangan. Seung Won bingung lagi, memangnya kenapa dengan kasus penyerangan? Menurutnya itu juga adalah kejahatan yang harus diadili.

“Kamu benar. Itu memang sebuah kejahatan, tapi itu kejahatan yang aneh. Itu adalah kejahatan yang bisa dihukum jika korban menyetujuinya. Jadi jika korban tidak mau penyerangnya dihukum, Tidak ada yang bisa dilakukan si jaksa bodoh itu. Kejahatan itu akan hilang.”

“Kalau begitu kamu harus meminta ibumu untuk menyetujuinya.”

Tapi ibunya So Yoon bicara pada Jae Chan bahwa dia tidak suaminya dihukum dan menjelaskan bahwa dia terluka karena bermain ski. Hal ini sama persis seperti yang diduga So Yoon, sepertinya yang selalu dilakukan ibunya. Tentu saja dengan tekanan dari suaminya. Karena ibunya lebih takut pada ayahnya daripada pada hukum.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000761898_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000763694_thumb

Menghadapi situasi itu, Jae Chan pun mengerti apa yang sejak tadi dia ingin tahu. Bagaimana bisa Direktur Lembaga Pendidikan menjadi langganan Yoo Bum? Apa yang dilakukan Park Jung Mo untuk menjadikan Yoo Bum pengacaranya dimana Yoo Bum masih kurang dari setahun menjadi pengacara. Jae Chan menyindir Yoo Bum yang memakai pakaian mahal. Jae Chan penasaran mengapa Yoo Bum mengambil tipe kasus seperti itu. Tapi sekarang Jae Chan paham. Yoo Bum tak mengerti, atau pura-pura tak mengerti apa yang dikatakan Jae Chan.

“Apa kau terus melakukan ini? Mengubah kasus cedera menjadi penyerangan dengan beberapa dokumen yang dimanipulasi, mengancam korban agar tidak mengajukan tuntutan, dan membuat mereka menandatangani formulir persetujuan? Kamu menghapus kejahatannya, sehingga dia bisa menjadi langgananmu. Berapa kali dia harus mengunjungimu untuk menjadi langganan?” Jae Chan menyerang Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000781245_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000788927_thumb

Hyang Mi dan Dam Dong melihat ketegangan diantara mereka. Hyang Min meminta Dam Dong menghentikan mereka. Dam Dong pun mengingatkan Jae Chan yang dia pikir telah melewati batas. Yoo Bum menghentikan Dam Dong bicara lebih lanjut.

Yoo Bum kemudian berkata bahwa dia mengerti Jae Chan dendam padanya karena sesuatu yang terjadi 13 tahun yang lalu. Tapi seharusnya Jae Chan hanya dendam padanya, kenapa Jae Chan jadi dendam pada kliennya? Yoo Bum bilang dia tidak mengerti sikap Jae Chan selama beberapa hari ini padanya kecuali balas dendam.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000842157_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000842936_thumb

“Pertama. Kenapa kamu main mata dengan pacarku dan mengatakan padanya untuk tidak lagi bertemu denganku (putus)? Kedua. Kenapa kamu menabrak mobilku? Ketiga. Kenapa kamu menggangguku dengan kasus yang begitu jelas? Kenapa kau mencoba memulai pertengkaran?”

“Jangan konyol. Itu semua urusan yang berbeda.” Ujar Jae Chan.

Tapi Yoo Bum pikir ketiga kejadian itu mengarah pada satu alasan. Balas dendam. Jae Chan hanya menghela napas dan tak menanggapi.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000866289_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000877478_thumb

Kemudian gosip menyebar dari satu ruangan jaksa ke ruang jaksa lainnya. Gosip beredar dari ruangan Jae Chan yang tentu saja disebarkan Hyang Mi. Bahwa Jae Chan sengaja menabrak mobil Yoo Bum. Mereka membicarakan balas dendam. Mereka pasti punya alasan yang tidak diketahui. Dan alasan yang menyebar adalah Jae Chan merebut pacar Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000906184_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000919622_thumb

Yoo Bum bilang dia tidak meminta Jae Chan untuk tidak menghukum Park Jun Mo. Dia hanya meminta Jae Chan untuk mengikuti prinsip dan hukum yang mereka pelajari. Jae Chan masih tak memberikan tanggapan. Yoo Bum meminta Jae Chan untuk mendapatkan persetujuan Kepala Jaksa untuk kasus itu dan jangan dendam pada kliennya. Yoo Bum mengetuk berkas di atas meja dan meminta Jae Chan mengikuti hukum. Sebelum pergi Yoo Bum dengan sinisnya meminta Jae Chan untuk berhenti bertingkah seperti anak kecil, karena perilaku Jae Chan terlalu kekanak-kanakan baginya. Jae Chan membersihkan mejanya dari gulungan kertas yang dibuat Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000957384_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000971633_thumb

Kembali pada So Yoon dan Seung Won. So Yoon yakin aksa bodoh itu tidak akan pernah menyelamatkan ibunya. Seung Won bilang bahwa pasti ada jalan lain. So Yoon menyebutkan sebuat kalimat lama yang tak pernah salah. Saat drum berbunyi nyaring, tapi hukum senyap. Begitulah adanya.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000995796_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_000999231_thumb

Saat makan siang. Hee Min masuk ke restoran dan mencari-cari yang lain. Jae Chan memanggilnya dengan santai, tapi Hee Min tak mendengar. Kemudian jaksa Lee Ji Gwang bilang Hee Min bukannya tidak mendengar, Jae Chan harus memanggilnya Jaksa Shin. Tapi Jae Chan tidak mau. Kemudian jaksa yang lebih senior Jaksa Son Woo Joo memanggil Hee Min dengan nama, dan voila, Hee Min mendengarnya (Karena Woo Joo lebih senior jadi Hee Min mau dipanggil nama). Jae Chan melongo dan tak percaya. Hee Min beralasan tandanya sangat kecil jadi dia tersesat.

Kepala Jaksa lalu menanyakan agama Jae Chan. Tapi Jae Chan tidak punya. Semuanya menatap tak percaya. Memangnya kenapa? Rupanya yang lainnya punya agama yang sama jadi mereka bergiliran berdoa sebelum makan. Kepala Jaksa mempersilahkan Jae Chan untuk makan duluan dan mengajak yang lain untuk berdoa bersama.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001054962_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001113541_thumb

Lucunya, mereka berdoa bergiliran sambil menyindir Jae Chan yang membuat Jae Chan tak nyaman. Ji Gwang menyindir Jae Chan yang tidak percaya pada Tuhan. Hee Min menyindir Jae Chan yang memanggilnya dengan nama, bahwa sopan santun dan jabatan lebih penting daripada umur. Woo Joo menyindir banyaknya kasus tak terpecahkan yang menumpuk di ruangan Jae Chan, dan juga pakaian yang dikenakan Jae Chan. Terakhir yang paling membuat Jae Chan tak nyaman adalah doa Kepala Jaksa yang menyindir Jae Chan yang tidak bisa melepaskan masa lalu dan menyimpan dendam sehingga tidak menangani kasus dengan adil.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001142707_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001161099_thumb

Begitu tiba di ruangan, Jae Chan langsung mengambil setumpuk berkas dari kabinet. Jae Chan akan menyelesaikan semuanya hari ini. Dam Dong pikir tumpukan berkas itu terlalu banyak untuk diselesaikan hari ini. Tapi Jae Chan bilang dia akan begadang semalaman jika perlu. Bahka dia bisa mengosongkan kabinet dalam sehari jika dia mencobanya.

Jae Chan mengambil berkas teratas yang ternyata adalah kasus Park Jung Mo. Karena ada laporan medis dan form persetujuan maka dia bisa menyelesaikannya tanpa proses pengadilan. Hanya akan butuh waktu lima menit. Jae Chan mulai menulis laporannya. Dan dia senang karena ternyata bisa selesai kurang dari lima menit. Jika begini dia tidak perlu begadang. Jae Chan mengambil berkas lain. Jae Chan terlihat tidak serius melakukan semuanya. Dia bicara sendiri.

Hyung Min heran apa yang terjadi pada Jae Chan. Dia tidak biasa melihatnya. Dam Dong bilang kalau Jae Chan sedang mabuk.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001210910_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001246508_thumb

Ayah dan prajurit itu meninggal dunia dan menjadi perhatian publik. Para politisi datang ke rumah duka dan diminta untuk memberikan penghargaan kepada ayah karena telah menyelamatkan para penumpang. Wartawan pun banyak yang meliput. Para wartawan mencari keberadaan anak itu untuk diwawancara karena mereka mendengar bahwa anak itu mengevakuasi setiap penumpang. Bahkan anggota kongres pun mencarinya untuk menghiburnya. Mereka semua berpikir anak itu adalah anak laki-laki. Anak itu berdiri di lorong yang penuh dengan banyak orang. Dia kemudian berbalik pergi.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001280933_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001281711_thumb

Jae Chan ketiduran di mejanya. Hyang Mi memberitahu Dam Dong. Dam Dong bilang dia tahu berkas-berkas itu terlalu berat baginya.

“Tidak!” Jae Chan tiba-tiba bangun dari tidurnya sambil berteriak.

Hyang Mi dan Dam Dong terkejut. Jae Chan bernafas cepat dan menitikkan air mata. Dam Dong bertanya, apakah bermimpi buruk? Jae Chan menyangkal, dia tidak tidur. Tapi Hyang Mi melihat Jae Chan menangis. Jae Chan kembali menyangkal, lalu keluar ruangan.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001299183_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001305045_thumb

Di toilet Jae Chan mengingat kembali mimpinya. Dia berlari menghampiri mobil polisi yang membawa Seung Won. Tangan Seung Won di borgol dan dia berteriak minta tolong pada Jae Chan bahwa dia tidak melakukannya.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001317346_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001318745_thumb

Jae Chan langsung menghubungi Seung Won dan menanyakan keberadaannya. Seung Won ada di sekolah. Jae Chan bertanya apakah ada terjadi pada Seung Woon seperti sakit atau terluka? Tidak. Jae Chan lalu bertanya kapan Seung Won akan pulang ke rumah. Sekitar pukul 10 malam. Jae Chan meminta Seung Won untuk tidak pergi kemanapun dan langsung pulang. Tentu saja, Seung Won bilang dia tidak punya tempat lain untuk dia datangi.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001346970_thumb

Setelah menutup telepon, Seung Won melihat So Yoon berjalan pulang. Seung Won teringat ucapan So Yoon yang akan menyelamatkan ibunya (dengan membunuh ayahnya). Seung Won bergegas pergi.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001369105_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001381589_thumb

Sementara itu Jae Chan mencoba menenangkan diri. Itu hanya mimpi dan bukan apa-apa. Tapi kemudian dia teringat kembali mimpi itu. Disana ada Hong Joo yang menangis dan berkata jika Jae Chan percaya padanya Jae Chan bisa menghentikannya (menghentikan Seung Won ditangkap polisi). Jae Chan pun kesal sendiri.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001420635_thumb

Anak perempuan itu pergi ke sebuah ruangan yang sepi. Dia berjongkok dan menangis. Dia mengeluarkan bola dari dalam saku jaketnya. Dia teringat yang diminta ayah terakhir kalinya.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001463622_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001469205_thumb

Ayah memintanya untuk memeriksa semua penumpang turun dan membawa mereka sejauh mungkin. Anak itu mengajak ayahnya melarikan diri bersama karena sejauh ini yang terjadi sama seperti mimpinya. tapi ayah tidak bisa meninggalkan semua orang karena dialah kapten bis itu. Anak itu merengek.

“Ya! Jika penangkap bola menghindari bola, wasit akan terkena pukulan dan permainan akan berantakan total.” Ujar ayah.

Anak itu menangis. Dia membuka topinya dan berjanji akan memanjangkan rambutnya seperti keinginan ayah. Anak itu meminta ayah pergi bersamanya.

“Sungguh? Baiklah. Ayah akan memastikan untuk melihatmu memanjangkan rambut. Jadi turun dulu saja, oke?”

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001478517_thumb

Anak itu semakin terisak dan melemparkan bola yang di pegangnya.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001515481_thumb

Hong Joo merasa tak tenang dan melihat ke tong sampah. Dia kemudian mengambil kembali memo yang tadi pagi dia buang dan menempelkannya kembali di kaca.

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001537810_thumb

Para wartawan akhirnya mengetahui bahwa anak itu adalah anak perempuan bukan anak laki-laki. Dan ternyata itu adalah Nam Hong Joo.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001567985_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001581004_thumb

Hong Joo membuka pintu gerbang dan terkejut melihat Jae Chan. Dia menanyakan maksud kedatangan Jae Chan.

Jae Chan bilang disana disana bukan karena berubah pikiran. Tapi dia datang untuk menjelaskan mengapa dia tidak percaya kata-kata Hong Joo. Hong Joo mempersilahkan Jae Chan bicara.

“Aku seorang jaksa. Yang aku lakukan adalah mengadili orang saat terjadi kejahatan. Aku tidak mencegah kejahatan. Maksudku, tidak ada yang bisa aku lakukan bahkan jika kamu menceritakan mimpimu. Aku tidak peduli siapa yang meninggal dalam mimpimu. Aku tidak harus menderita karenanya. Tapi, tapi...” Jae Chan tak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Kau merasa seperti penangkap bola, bukan?” Hong Joo terdiam sejenak. “Bola dilemparkan pada kecepatan 160 km/jam. Kamu terlalu takut untuk menangkapnya. Tapi kamu tidak bisa menghindarinya karena kamu akan merusak permainan saat itu. Benar kan?”

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001611336_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001614020_thumb

Jae Chan membenarkan. Dia tidak bisa mengabaikannya bahkan disaat dia tidak mau mempercayainya. Itu karena dia juga punya mimpi itu. Jae Chan bertanya, kenapa Hong Joo mengirimkan mimpi itu padanya?

“Kenapa aku?”

“Aku juga tidak tahu, kenapa itu kamu. Aku bahkan tidak tahu mengapa aku mulai memiliki mimpi seperti itu.” Hong Joo kesal.

“Tapi pasti ada alasan mengapa harus kamu dan aku.”

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001694173_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001720008_thumb[1]

Hong Joo kecil masih menangis. Lalu seseorang muncul mengambil bola yang dilempar Hong Joo dan memberikannya kembali pada Hong Joo. Hong Joo melihat orang itu. Dan dia adalah Jae Chan kecil.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001694173_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001720008_thumb

“Aku tidak tahu! Bagaimana jika ada? Mau apa? Kamu tidak bisa mencegahnya karena kamu adalah seorang jaksa, dan kamu tidak ingin mempercayai kata-kataku. Dan kamu menyalahkan semua itu padaku? Itukah sebabnya kamu disini?” suara Hong Joo meninggi.

“Tolong aku.”

Jae Chan menjelaskan bahwa Hong Joo muncul dalam mimpinya dan membencinya karena dia tidak mendengarkan kata-kata Hong Joo. Lalu Seung Woon naik mobil polisi dan menghilang. Jae Chan bertanya, mimpi macam apa itu? Hong Joo terkejut mendengar Jae Chan menyebut nama Seung Won, dan akhirnya dia tahu siapa Seung Won yang muncul dalam mimpinya.

Hong Joo menjelaskan pada Jae Chan bahwa dalam mimpinya Seung Won membunuh seseorang. Jae Chan terkejut.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001749891_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001752554_thumb[1]

So Yoon berada di supermarket dan berdiri di depan rak bahan kimia (entah pembersih atau apa). Saat So Yoon hendak meraih botol itu, tangan seseorang menghentikannya. Seung Won. So Yoon menyebut nama Seung Won. Seung Won sedikit terkejut ternyata So Yoon mengingat namanya.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001763865_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001766199_thumb

Hong Joo melanjutkan penjelasannya, bahwa dalam mimpinya Seung Won kemudian menyalahkan kakaknya untuk pembunuhan itu. Dan kakaknya adalah Jae Chan?

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001778883_thumb

Seung Won mengaku mengikuti So Yoon dan mengajaknya pulang bersama. Dia akan mengantar So Yoon.

***

While.You.Were.Sleeping.E04.mkv_001795621_thumb

Jae Chan dan Hong Joo sama-sama berusaha mencerna mimpi mereka.

Dan bola itu, tersimpan di rumah abu ayahnya Hong Joo.

***

Bersambung ke episode 5~

Komentar:

Jadi anak perempuan tadi adalah Hong Joo kecil. Di episode sebelumnya Hong Joo pernah bilang bahwa ayahnya meninggal karena mimpinya. Awalnya aku pikir anak itu adalah orang ke 3 atau ke 4 sepertinya dikatakan Jae Chan. Ternyata bukan. Agak kurang jelas karena tidak ada tanda-tanda kalau itu adalah flashback. XD

Semakin jelas kalau Yoo Bum ini orientasinya adalah uang, sama seperti 13 tahun sebelumnya. Dia memanfaatkan kepintarannya untuk mendapatkan uang di jalan yang salah. Wajar saja Jae Chan dendam padanya. Siapa yang tidak dendam jika Yoo Bum membanggakan diri ke orang lain bahwa dia pernah menjadi tutor Jae Chan dan membelikan motor, padahal yang terjadi tidak sesederhana itu. Tapi Yoo Bum menipu orang tuanya, juga membuatnya menjadi anak nakal. Mungkin ada kaitannya juga dengan kematian ayahnya. Karena dia bertemu di rumah duka dengan Hong Joo.

Jadi apa alasan mereka berbagi mimpi yang sama? Sepertinya pemicu awalnya adalah saat Jae Chan bertemu Hong Joo kembali sebagai tetangga. Karena Jae Chan ada di dekat Hong Joo, maka dia jadi bermimpi yang sama. Alasannya pasti ada di pertemuan Hong Joo kecil dan Jae Chan kecil di rumah duka.

Lalu Jae Chan yang tidak percaya dengan Hong Joo, kali ini mencoba untuk percaya karena Seung Won yang terlibat di dalam mimpinya. Dia ingin mengacuhkan mimpi itu, tapi Hong Joo juga ada disana. Jadi mau tidak mau sekarang dia mencoba percaya karena di mimpi sebelumnya yang melibatkan Hong Joo, mimpi itu jadi kenyataan.

6 comments:

  1. Rekan jae chan jg ngomongin stylenya jaechan ga sih mbak waktu doa itu. Saya ga mudeng sih soalnya ttp keren tuh jongsuknya haha. Udah 3 kali ya duet mbak mumu mbak fanny dg drama swnim. Awet bener^^

    Saya awalnya ngira hong joo nyalahin ayahnya yg meninggal krn ga percaya sama mimpinya. Rupanya bukan. Justru krn percaya sama mimpi hong joo dia jadi berusaha mencegahnya tak terjadi. Meski akhirnya sama.

    Saya paling suka sama pepatah lama yg dibilang so yoon. Genderang bertabuh tp hukum senyap. Isu sensitif banget. Di mana mana lah ya ada aja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hee Min? Dia nyindir Jae Chan yang gak manggil formal ke dia gitu.. Pokoknya pas doa itu semuanya nyindir Jae Chan. Mohon Tuhan buat membimbing Jae Chan jadi Jae Channya berubah gitu.. Tentunya berubah sesuai keinginan mereka. Hehe.. Jae Chan nya jadi gak nyaman, mau nyuap makanan gak jadi2.. XD

      Iya, ayah sama kayak Jae Chan, mencoba merubah mimpi Hong Joo, tapi ternyata gak bisa. Dan sekarang hanya Jae Chan yang bisa.

      Sekarang was-was sama Seung Won.. Kayaknya dia bakal dituduh ngebunuh.. tapi koq aku ngerasa dia bakal dituduhnya ngebunuh So Yoon deh bukan ayahnya So Yoon. (Ini aku komen belum nonton episode 5 nya.. jadi belum tahu..)

      Delete
    2. Bukan hee min kayaknya mbak. Ada siapa gitu ngomongin dasi sama bajunya. Hehe gatau jg sih

      Delete
    3. Woo Joo ternyata,jaksa yang lebih senior lagi dari Hee Min..

      Delete
  2. Ayah hong joo kenapa ga ikut keluar juga sih, malah ngedeketin tentara yg bawa granat itu .. Kalo keluar dari bis kan trus tlp polisi dia bisa selamat .. Heu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga drama... XD

      Ayah Hong Joo lebih mengutamakan penumpangnya keluar dari bis dulu, supaya tidak terluka. Dan sebenarnya ayah juga mencoba bicara baik-baik pada tentara itu kan, minta tolong bantuin benerin mobil. Jadi sepertinya rencananya adalah membuat tentara itu 'menjauh' kan tas yang ada senjatanya itu.. tapi tentaranya (yang sepertinya depresi) malah melawan ayah.. j

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD