Saturday, November 04, 2017

While You Were Sleeping | Episode 19

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[226]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[178]

Yoo Bum memberikan foto Jae Chan, Woo Tak dan Hak Young pada Tuan Yoo. Yoo Bum juga mengatakan seolah Jae Chan membebaskan Hak Young, karena Hak Young adalah teman dari Woo Tak, dan Woo Tak adalah teman dekat Jae Chan.

Tuan Yoo menghentikan mobilnya di depan Jae Chan. Jae Chan yang tak menyadari keadaan akhirnya di tembak oleh Tuan Yoo. Tuan Yoo segera melajukan mobilnya setelah itu. Hong Joo berlari menyeberang. Di tempat lain, Woo Tak sedang berjalan dengan Hak Young yang mengajaknya minum kembali.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[174]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[221]

Jae Chan dibawa masuk ke dalam ambulance. Polisi juga sudah datang. Hong Joo memberitahukan Kyung Han nomor plat mobil Tuan Yoo. 65 C 4390. Mereka harus menemukannya, karena pengemudinya punya senapan.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[114]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[70]

Woo Tak dan Hak Young hendak menyeberang jalan. Woo Tak kemudian menyadari ada mobil yang melaju kencang ke arah mereka. Woo Tak berhasil menarik Hak Young dan menghindari mobil itu. Tapi kemudian mobil itu berputar arah kembali ke arah mereka dan melaju dengan kencang. Namun polisi datang menghadang.

Kyung Han turun dari mobil patroli dan menanyakan keadaan Woo Tak. Woo Tak baik-baik saja. Tapi Tuan Yoo yang berada dalam mobil tak sadarkan diri.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[95]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[28]

Hong Joo berlari mengiringi Jae Chan menuju ruang UGD. Jae Chan menatap Hong Joo sebelum akhirnya menutup mata.

Hong Joo kemudian menyaksikan Jae Chan yang mendapatkan pertolongan di ruangan. Jae Chan mengalami pendarahan sangat hebat dan tekanan darahnya tidak terdeteksi. Hong Joo terus menangis sambil berdoa penuh harap. Jae Chan kembali menatap Hong Joo. (Baru sadar topinya sama…)

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[169]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[118]

“Jadi kamu adalah Pamturi. Kenapa aku tidak mengenalimu? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Daripada aku bilang aku tidak bisa melupakan hari di 13 tahun yang lalu.. daripada aku bilang aku senang bertemu denganmu lagi… ada sesuatu yang lebih inign aku katakan padamu. Maafkan aku.”

Setelah mengatakan itu dalam hatinya, Jae Chan menutup mata dan detak jantungnya tak terekam lagi di monitor. Dokter berusaha mengembalikan detak jantung Jae Chan.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[33]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[185]

“Seharusnya aku tidak mengatakan kata-kata itu.”

Kata-kata yang dimaksud Jae Chan adalah kata-katanya pada di stasiun. Bahwa dia tak percaya pada Hong Joo, dan dia tidak mau menyalahkan dirinya sendiri jika dia tidak bisa menyelamatkan Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[151]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[142]

Kata-kataku pasti menyakitkan bagimu. Kamu pasti menyalahkan dirimu sendiri untuk hal-hal yang bahkan tidak bisa kamu tangani. Aku mengatakan hal-hal yang sangat menyakitkan bagimu. Aku sangat menyesal. Jika ini adalah saat terakhir, kamu pasti akan menyalahkan dirimu sendiri karena aku. Aku mengkhawatirkanmu.”

Di luar ruangan, Hong Joo menangis, sambil berkali-kali meminta Jae Chan untuk tidak meninggal.

“Saat itu, seharusnya aku tidak mengatakan apapun dan mengambil payungmu. Aku tidak tahan. Aku harus bilang maaf padamu.”

Detak jantung Jae Chan akhirnya kembali, dan dokter memerintahkan untuk segera dibawa ke ruang operasi.

***

Episode 19 ~ A boy meets a girl.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[211]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[145]

Berita tentang penembakan Jae Chan di tayangkan di televisi. Ibu Hong Joo yang melihat berita itu terkejut dan mencemaskan Hong Joo. Ibu segera keluar dari restoran.

Yoo Bum juga menyaksikan berita itu dari dalam mobil, dan sepertinya dia pun terkejut dengan berita itu.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[113]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[88]

Seung Won dan Woo Tak sekarang sudah ada di rumah sakit menemani Hong Joo yang menunggu operasi Jae Chan. Tidak seperti sebelumnya, Hong Joo tampak tenang. Sekarang Seung Won yang mengkhawatirkan Jae Chan, karena sudah empat jam Jae Chan di operasit tapi belum juga selesai. Woo Tak meminta Seung Woo tetap menunggu karena dokter sebelumnya juga mengatakan bahwa operasi akan memakan waktu yang lama.

Hong Joo mengandeng Seung Won, mengajaknya duduk. Hong Joo bilang Jae Chan akan khawatir jika melihat wajah Seung Won. Hong Joo meminta Seung Won duduk dan menunggu disana. Dia akan mencari plester.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[155]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[24]

Setelah mendapatkan plester, Hong Joo kembali berjalan menuju ruang tunggu operasi. Kemudian langkah Hong Joo terhenti dan menatap tangannya. Hong Joo teringat ucapannya pada ibu, bahwa dia juga bisa mengubah masa depan sama seperti Jae Chan. Tapi saat itu ibu bilang Hong Joo tidak pernah bisa mengubah masa depan.

Ibu kemudian datang dan memanggil Hong Joo. Ibu menanyakan keadaan Hong Joo. Hong Joo mulai menangis.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[170]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[39]

“Ibu.. Ibu benar. Aku tidak bisa mengubah masa depan. Tidak, maksudku, aku mencoba mengubahnya, tapi aku mengubahnya menjadi lebih buruk. Bagaimana jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada Jae Chan? Apa yang harus aku lakukan? Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya seperti yang terjadi pada Ayah, aku tidak bisa...”

Ibu memotong ucapan Hong Joo dan menariknya dalam pelukan. Ibu mengingatkan Hong Joo untuk tidak mengatakan hal seperti itu. Tidak akan ada yang terjadi. Hong Joo bilang operasi Jae Chan belum juga selesai, padahal sudah empat jam.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[127]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[194]

Woo Tak datang memberi kabar bahwa operasi sudah selesai dan berjalan lancar, serta hasilnya juga baik. Hong Joo memastikan Woo Tak tidak berbohong. Woo Tak bilang dia mendengarnya sendiri dari dokter. Jae Chan baik-baik saja sekarang. Hong Joo merasa lega, lalu pingsan.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[210]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[138]

Hyang Mi membagikan berkas-berkas kasus Jae Chan pada asisten jaksa yang lain. Mereka tak percaya kalau Jae Chan ditembak. Hyang Mi menangis. Dia bilang dia menangis karena senang tidak ada lagi kasus yang belum selesai dan tidak ada lagi lembur. Dia senang karena tidak perlu melihat Jae Chan lagi. Tapi asisten jaksa yang lain (tidak tahu namanya) melihat kalau Hyang Mi memang benar-benar sedih karena dia sangat suka pada Jae Chan. Asisten Ass Kepala Jaksa bilang suka-nya Hyang Mi dangkal, dia akan segera berbalik tak menyukai Jae Chan lagi.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[92]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[200]

Hong Joo terbaring di rumah. Ibu bilang Hong Joo juga menangis seperti tadi saat ayahnya meninggal. Hong Joo kemudian bangun dan menanyakan Jae Chan. Ibu memberitahu bahwa Jae Chan sekarang di ruang ICU. Seung Won tadi menelepon.

Hong Joo cepat-cepat bangun, tapi ibu menghentikannya. Hong Joo tidak bisa menemui Jae Chan sekarang, karena ICU punya jam kunjungan terbatas. Ibu meminta Hong Joo untuk makan dulu, Hong Joo tidak akan terlambat meskipun pergi setelah makan.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[11]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[131]

Saat makan, Ibu mengeluarkan sebuah kotak. Seung Won memintanya memberikan kotak itu pada Hong Joo. Jae Chan hendak bertemu Hong Joo semalam untuk memberikan kotak itu. Ibu lalu bertanya bagaimana Jae Chan bisa tahu Hong Joo dipanggil Pamturi? Ibu bilang Jae Chan menemui ibu dan tiba-tiba bertanya tentang hal itu. Apa Hong Joo yang memberitahu Jae Chan? Tidak. Hong Joo juga bingung kenapa Jae Chan mengetahui, padahal itu sudah 10 tahun yang lalu.

Hong Joo lalu membuka kotak itu dan menemukan sebuah kertas memo yang terlipat. Hong Joo membacanya. Dan menyadari bahwa itu adalah memo yang dia berikan pada seseorang waktu itu.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[160]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[199]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[5]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[223]

Jae Chan bangun dan melihat Pamturi di sampingnya. Jae Chan mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Hong Joo. Hong Joo balas memegang tangan Jae Chan. Jae Chan bertanya apakah Hong Joo mengingatnya? Hong Joo membenarkan.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[135]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[9]

“Aku merindukanmu. Untuk waktu yang sangat lama.”

“Aku mengkhawatirkanmu. Aku takut kau tidak akan bangun selamanya.”

“Aku khawatir kamu akan menyalahkan dirimu sendiri untuk apa yang aku katakan di subway. Maafkan aku.”

Hong Joo kemudian menyentuh rambut Jae Chan, “Kamu tidak perlu meminta maaf.”

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[193]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[159]

Kali ini Jae Chan mengulurkan tangan pada Asisten Kepala Jaksa yang dia pikir adalah Hong Joo. Jae Chan bilang dia tidak tahu kalau Hong Joo adalah perempuan. Asisten Kepala Jaksa bingung disebut perempuan. Seung Won yang ada disana juga bingung dengan sikap Jae Chan. Woo Joo bilang Jae Chan menunjukkan gejala kurang kesadaran setelah operasi, Jae Chan akan kembali normal setelah satu atau dua hari.

Woo Joo meminta Asisten Kepala Jaksa untuk tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan Jae Chan, karena apa yang dikatakan tak berarti apa-apa bahkan Jae Chan tidak akan ingat saat sudah sadar. Asisten Kepala Jaksa hendak pergi, tapi Jae Chan menghentikannya. Woo Joo meminta Asisten Kepala Jaksa untuk mengatakan ‘ya’ pada setiap apa yang dikatakan Jae Chan. Asisten Kepala Jaksa pun menyerah.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[62]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[31]

Setelah keluar dari ruang ICU, Asisten Kepala Jaksa memberitahu Hee Min dan Ji Gwang yang menunggu di lobi bahwa Jae Chan sudah sadar, tapi belum sepenuhnya sadar. Dia masih belum bisa membedakan jenis kelamin seseorang dan bahkan menyebutkanya perempuan. Hee Min terkejut, apakah kepalanya juga terluka?

Ji Gwang bilang itu hanya efek samping kecil dari anestesi saat operasi. Dia pernah di operasi waktu sekolah dan mengajak ayahnya merokok bersama. Saat sudah sadar, ayahnya hampir membunuhnya. Hee Min menanggapinya dengan datar. Asisten Kepala Jaksa kemudian menambahkan bahwa perlu waktu sebulan untuk Jae Chan pulih total.

(Aku pernah dioperasi, dan efek anestesi memang bikin ‘melayang’. Antara sadar dan gak sadar. Tapi tidak sampai berhari-hari sih, hanya beberapa jam setelah operasi…)

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[182]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[149]

Sementara itu, Tuan Yoo masih tak sadarkan diri sehingga polisi tidak bisa meminta keterangan darinya. Tuan Yoo yang menderita kanker pankreas tingkat akhir mungkin akan meninggal sebelum diadili. Mungkin karena itulah dia ingin membalas dendam.

Kemudian ada seorang pasien anak kecil yang menyapa mereka. Polisi laki-laki heran darimana anak itu bisa mengenali mereka sebagai polisi? Anak kecil itu bilang dia tahu semua polisi dan jaksa di Korea. Anak itu lalu bertanya kenapa mereka berjaga disana, apakah ada orang jahat di dalam?

“Iya. Ada orang yang benar-benar jahat, tapi dia benar-benar sakit.”

“Jadi, dia sedang diselidiki tanpa penahanan fisik?”

Anak itu lalu menyemangati mereka, dan permisi pergi. Polisi kagum, bagaimana bisa anak kecil bisa tahu tentang hal demikian.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[206]

Anak itu masuk ke dalam lift dan bertemu dengan seorang pemuda yang tangannya terluka. Anak itu menanyakan penyebab luka itu, kecelakaan atau jatuh? Pemuda itu bilang dia dipukuli oleh dosennya. Anak itu kemudian bilang pemuda itu bisa menuntut dosennya, bahkan menawarkan diri untuk melaporkannya. Pemuda itu tersenyum, dia akan melakukannya sendiri.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[168]

Anak itu keluar dari lift dan berkali-kali berkata bahwa pemuda itu harus melaporkan dosennya. Kemudian ada seseorang yang memanggil anak itu, Chan Ho. Itu adalah Woo Joo yang ternyata adalah ibu dari Chan Ho.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[8]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[198]

Saat sedang makan, Seung Won dihampiri teman-teman yang terakhir kali membuli dan berkelahi dengannya. Mereka mendengar Jae Chan ditembak dan mengumpat Tuan Yoo. Seung Won merasa muak. Dia pindah duduk ke meja Dae Gu. Teman-teman Seung Won yang tadi merasa kesal karena permintaan maaf secara tidak langsung mereka diabaikan Seung Won.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[4]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[136]

Woo Tak kembali hadir di kantor kejaksaan. Dia disapa Yoo Bum yang juga hadir untuk penyelidikan Jaksa Shin Hee Min. Yoo Bum bilang Hee Mn ingin melakukan penyelidikan gabungan. Woo Tak tampak tak suka dengan Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[154]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[158]

Di ruang interogasi Yoo Bum menanyakan keadaan Jae Chan pada Hee Min. hee Min bilang Jae Chan sudah keluar dari ICU dan Yoo Bum bisa mengunjunginya hari ini. Jae Chan pulih dengan cepat. Yoo Bum bilang itu melegakan (Tapi nada bicaranya menyebalkan).

Hee Min lalu memulai penyelidikan bersama Dam Dong. Dam Dong menunjukkan foto-foto yang menurut istri Tuan Yoo dikirimkan Yoo Bum pada Tuan Yoo. Apakah benar? Dam Dong juga menunjukkan amplop paket dengan nama Yoo Bum. Yoo Bum lalu membenarkan bahwa dia yang mengirimnya.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[146]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[139]

Hee Min menjelaskan bahwa foto-foto itu membuat Tuan Yoo marah dan menembah Jae Chan. Dia salah paham bahwa Jae Chan dan Woo Tak terhubung dengan Do Hak Young.

Yoo Bum tertawa, “Salah paham? Apakah itu salah paham? Han Woo Tak-ssi, bukankah kamu dekat dengan Jaksa Jang?”

“Ya.” Jawab Woo Tak pendek.

“Lihat? Itu bukan kesalahpahaman, tapi kecurigaan. Karena mereka dekat, dia bisa saja meminta sesuatu pada jaksa. Sebuah kecurigaan yang sangat wajar jika dia bisa saja meminta pada Jaksa Jang untuk membantu teman dekatnya.”

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[126]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[2]

Hee Min lalu bertanya apakah Woo Tak meminta sesuatu pada Jae Chan. Woo Tak bilang dia mengatakan pada Jae Chan bahwa Hak Young bukan orang yang akan membunuh seseorang. Mendengar jawab Woo Tak, Yoo Bum merasa dirinya benar, Woo Tak memang meminta sesuatu. Tapi kemudian Woo Tak memberitahu apa yang dikatakan Jae Chan saat itu.

Jae Chan bilang Woo Tak tidak bisa memastikan sesuatu sampai penyelidikan berakhir, apakah Hak Young bersalah atau tidak. Apa yang dikatakan Jae Chan itu membuatnya sedikit merasa sakit hati. Woo Tak mengatakan itu sambil menatap Yoo Bum.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[179]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[72]

Yoo Bum membela diri. Dia mengaku mengenal baik Jae Chan. Kadang dia agak kasar, tapi dia sangat hangat. Jadi kalaupun dia bilang seperti itu, itu pasti mengganggunya. Jadi Yoo Bum yakin Jae Chan membebaskan Hak Young karena Woo Tak.

Yoo Bum lalu meminta Hee Min melihat kejadian itu dari sudut pandang Tuan Yoo yang putrinya tiba-tiba meninggla tapi jaksa tidak melakukan apapun. Do Hak Young satu-satunya tersangka yang tampak jelas, tapi jaksa membebaskannya. Dan ternyata teman jaksa itu dan tersangka adalah teman dekat. Teman tersangka meminta jaksa untuk membantu temannya. Yoo Bum bilang hal itu akan membuat Tuan Yoo marah dan kehilangan akal sehat.

Dam Dong meluruskan pernyataan Yoo Bum. Hak Young tidak dibebasan begitu saja, tapi memang bukti menunjukkan bahwa yang membuat pola di lantai adalah robot vakum, dan darah Soo Kyung juga ditemukan di robot vakum itu.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[90]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[91]

“Seseorang bisa saja mengarangnya. Sangat mudah untuk membebaskan seseorang jika jaksa membantu memalsukan beberapa dokumen dengan polisi. Bukankah begitu?”

“Apakah mungkin memalsukan dokumen?” tanya Woo Tak.

Yoo Bum mengangguk pelan, “Jika seorang jaksa ingin melakukannya, dia bisa.”

“Benarkah? Seorang jaksa bisa memalsukan dokumen jika dia ingin melakukannya?” tanya Woo Tak pada Hee Min.

“Tidak. Itu tidak terbayangkan.” Hee Min lalu bertanya pada Yoo Bum. “Apakah sunbae memalsukan dokumen saat masih jadi jaksa?”

Yoo Bum terdiam sesaat, lalu tertawa. (Waahh…belangnya Yoo Bum akhirnya terbuka sedikit demi sedikit.)

“Itukah sebabnya anda mengirim foto?” tanya Woo Tak kembali pada Yoo Bum. “Anda pikir Jaksa Jung Jae Chan memalsukan dokumen dan bukti seperti anda saat anda menjadi jaksa?”

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[233]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[234]

Yoo Bum tak punya jawaban. Dia malah mengatakan hal lain. Dia bilang musuhnya banyak (jadi Yoo Bum merasa dimusuhi semua orang). Yoo Bum protes pada Hee Min, apakah ini benar-benar penyelidikan saksi? Dia merasa semua orang menyelidiki dirinya untuk kejahatan Tuan Yoo. Apakah dia yang menembak Jae Chan? Apakah dia paham dan membantu pembunuhan itu? Hee Min hendak menuntutnya dengan apa? Yoo Bum menyindir Hee Min. Hee Min bilang dia tidak akan menuntut Yoo Bum, karena dia tidak bersalah di mata hukum.

“Lalu mengapa aku diselidiki seperti ini? Orang yang menembaknya akan segera mati. Hak penuntutan tidak sah. Kemudian penyelidikan akan dihentikan. Kenapa, aku?!” Yoo Bum meninggikan suaranya. “Kenapa kamu sangat menggangguku. Jaksa?”

“Seseorang bisa saja meninggal karena penembakan. Seorang jaksa tidak bisa hanya duduk diam dan tidak melakukan apapun. Mengapa Yoo Man Ho menembaknya? Saya perlu mencatat pengacara seperti apa anda. Itulah mengapa saya menyelidiki anda.” Hee Min menjawab dengan tegas.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[3]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[140]

Di balik ruang interogasi, ada Asisten Kepala Jaksa, Woo Joo dan Ji Gwang. Ji Gwang berkata bahwa Yoo Bum adalah pria yang menakutkan. Menurut Woo Joo, Yoo Bum merasa bersalah meskipun Tuan Yoo yang menembak Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[48]

Dam Dong berlari ke parkiran sambil memanggil Yoo Bum. Dam Dong membawakan ponsel Yoo Bum yang ketinggalan di dalam. Yoo Bum lalu menawarkan pekerjaan sebagai manajer di kantornya pada Dam Dong. Dam Dong menolak, apakah Yoo Bum ingin dia merekomendasikan orang lain? Tidak, Yoo Bum hanya ingin Dam Dong. Yoo Bum merasa jadi orang jahat setiap kali bertemu Dam Dong di kantor kejaksaan. Padahal Dam Dong selalu berada dipihaknya saat dulu bekerja bersama. Yoo Bum ingat Dam Dong bilang dia tidak pernah melakukan kesalahan dalam setiap kasus.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[237]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[103]

“Kamu benar. Itulah sebabnya sekarang aku takut. Aku bertanya-tanya apakah aku memalsukan sesuatu saat itu. Aku takut, aku mungkin pernah melakukannya.”

Yoo Bum terdiam. Dari kejauhan Woo Tak memperhatikannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[78]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[85]

Hong Joo membuka pintu kamar Jae Chan, tapi kasurnya kosong. Perawat bilang mungkin Jae Chan sedang latihan berjalan. Hong Joo bertanya apakah dia bisa menunggu di dalam? Perawat mempersilahkan.

Setelah di dalam Hong Joo langsung berdandan, karena dia datang tanpa make up. Sebelum selesai, dia mendengar suara Jae Chan mendekat. Hong Joo panik, make up-nya belum selesai. Hong Joo kemudian sembunyi di balik tirai.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[137]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[97]

Jae Chan masuk ke kamar bersama Seung Won dan Hee Min. Hee Min memberitahu Jae Chan bahwa waktu itu Jae Chan membelai wajah Asisten Kepala Jaksa dan meminta maaf padanya. Jae Chan tak percaya, bagaimana bisa dia mengatakan hal itu. Tapi Seung Won membenarkan, Jae Chan memang melakukannya bahkan dia pikir Jae Chan sedang jatuh cinta pada Asisten Kepala.

Hee Min lalu menyarankan Jae Chan untuk pindah rumah sakit. Kenapa? Jae Chan suka disana. Hee Min bilang Tuan Yoo yang menembak Jae Chan juga dirawat di rumah sakit itu. Seung Won heran, kenapa Tuan Yoo ada di rumah sakit itu padahal banyak rumah sakit lain. Hee Min menjelaskan bahwa saat kejadian semuanya sibuk, dan mereka berdua dibawa ke rumah sakit yang sama. Seung Won pun mengajak Jae Chan pindah.

Jae Chan tidak mau, lebih baik seperti itu. Jae Chan lalu bertanya di kamar yang mana Tuan Yoo dirawat, karena dia harus menemuinya dan menanyakan sesuatu.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[50]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[164]

Hee Min bilang Tuan Yoo tidak bisa bicara sekarang. Apa yang akan Jae Chan tanyakan kepadanya? Yoo Man Ho dalam keadaan serius dimana dia bisa meninggal kapan saja. Kalau begitu Jae Chan bilang dia harus pergi menemuinya hari ini atau besok. Jae Chan harus bertanya mengapa Tuan Yoo menembaknya.

Hee Min bilang Jae Chan sudah tahu penyebabnya, itu karena Jae Chan membebaskan Hak Young. Jae Chan bilang Hak Young bukan pembunuhnya. Tapi Hee Min bilang Tuan Yoo tidak tahu itu dan dia marah.

“Apakah itu membenarkan penembakannya? Kamu bisa membunuh orang jika kamu marah? Aku harus bertemu dengan Yoo Man Ho. Aku harus memberitahunya bahwa kemarahan tidak bisa membenarkan pembunuhan sebelum dia meninggal.”

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[132]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[141]

Hong Joo yang sembunyi mendengarkan semuanya. Dia teringat pada 10 tahun yang lalu. Saat itu Hong Joo ingin membiarkan ahjussi polisi mati tenggelam karena dia membencinya.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H

Hong Joo merenung sambil naik-turun eskalator. Dia bahkan tidak melihat Woo Tak yang melambaikan tangan padanya, hingga akhirnya Woo Tak menyusul dan berdiri di sampingnya.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[238]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[68]

Hong Joo akhirnya menyadari kehadiran Woo Tak. Apakah Woo Tak juga hendak mengunjungi Jae Chan? Woo Tak membenarkan, dan balik bertanya kenapa Hong Joo tidak masuk ke kamar Jae Chan? Hong Joo tak punya alasan. Hong Joo lalu meminta pendapat Woo Tak.

“Orang bilang.. ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Jika ketidaktahuan benar-benar sebuah kebahagiaan, haruskah aku berpura-pura tidak tahu apapun dan berbohong?”

“Apa kamu pikir kamu bisa melakukannya sampai akhir?”

“Aku tidak yakin. Mungkin bisa.”

“Jika kamu bisa melakukannya sampai akhir, maka itu bukan bohong. Jadi berpura-pura saja tidak tahu apapun.”

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[66]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[212]

Hong Joo terkejut dengan pernyataan Woo Tak. Dia pikir Woo Tak akan menyarankan sebaliknya. Kenapa? Karena menurut Hong Joo, Woo Tak punya image anak baik. Baik dan benar. Itu benar, ujar Woo Tak.

“Terima kasih untuk selalu mengatakan hal yang ingin aku dengar.”

“Benarkah?”

Hong Joo mengajak Woo Tak pergi bersama, Jae Chan pasti sudah menunggu mereka. Woo Tak menolak, dia pikir lebih baik dia tidak menemui Jae Chan. Orang-orang mengira mereka dekat dan berasumsi bahwa Jae Chan melepaskan Hak Young dengan mudah karena hal itu. Dia pikir dia seharusnya tidak menemui Jae Chan untuk sementara. Woo Tak menitipkan salamnya untuk Jae Chan.

While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[52]While.You.Were.Sleeping.E19.171026.H[152]

Hong Joo berjalan menuju kamar Jae Chan. Dia menatap cincin yang dipakai di jarinya. Hong Joo kemudian melepaskan cincin itu dan menyimpannya di tas.

***

Bersambung ke episode 20~

Komentar:

Suka dengan sikap Seung Won yang tidak menanggapi temannya. Dan memilih makan bersama Dae Gu. Teman seperti teman Seung Won itu memang bukan teman. Teman sejati bukanlah teman yang mengejek temannya yang lain karena suatu hal, apalagi belum tahu kebenarannya. Dan teman sejati adalah teman yang berani meminta maaf dengan jantan. Bukannya meminta maaf dengan menjelekkan orang lain lagi.

Dan seperti kata Woo Joo, Yoo Bum tampaknya memang merasa bersalah dengan kejadian itu. Mungkin dia tidak berpikir sampai sejauh itu. Tidak sampai sejauh Tuan Yoo akan menembak Jae Chan. Entah apa yang diinginkannya, tapi tidak sampai sejauh itu.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD