Sunday, November 05, 2017

While You Were Sleeping | Episode 20

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000027645_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000048731_thumb

Jae Chan memeluk wanita yang diyakininya sebagai Hong Joo dari belakang, “Kenapa kamu terlambat? Aku sangat merindukanmu.”

Wanita itu menjatuhkan syal yang dia pegang karena terkejut. Jae Chan memeluknya dengan erat. Namun kemudian dari arah depan muncul Hong Joo dan melihatnya dengan sedikit kesal. Dam Dong juga muncul. Melihat Jae Chan memeluk wanita, Dam Dong bilang semua pria sama saja, seperti kucing ketemu ikan XD. Dam Dong kemudian terkejut melihat ada Hong Joo disana.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000067217_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000069752_thumb

Tak lama kemudian Jae Chan pun melihat Hong Joo. Lalu siapa yang dia peluk?

“Itu Hyang Mi, bukan dia! Kamu memeluk Hyang Mi!” Dam Dong berusaha memberitahu Jae Chan.

Jae Chan tersadar dan segera melepas pelukannya. Hyang Min yang salah sangka meminta ijin untuk memanggil Jae Chan dengan nama dan memeluknya. Jae Chan yang hendak menjelaskan kesalahpahaman pun makin salah tingkah. Sementara Hong Joo berjalan semakin mendekat.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000097883_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000104606_thumb

Sambil memeluk Jae Chan, Hyang Mi meminta maaf karena datang terlambat. Dia tidak tahu Jae Chan menunggunya. Hyang Mi memeluk Jae Chan dengan erat. Jae Chan mencoba menjelaskan kalau Hyang Mi salah paham. Dam Dong membantu Jae Chan melepaskan Hyang Min. Dam Dong menarik Hyang Min, tapi Hyang Min tidak mau meskipun Jae Chan bilang dia kesakitan.

“Hong Joo! Ini salah paham. Kamu tahu kan?” ujar Jae Chan pada Hong Joo dengan terbata.

Hong Joo menghembuskan nafas, “Salah paham?”

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000123677_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000134439_thumb

Hong Joo lalu berkata pada Hyang Mi, bahwa ibunya bilang kesalahpahaman terjadi saat seseorang kurang pengertian. Dan kesalahpahaman hari ini terjadi karena Jae Chan dan dirinya kurang pengertian. Hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. Hyang Mi meminta Hyang Mi untuk melepaskan semua dendam dan juga tangannya dari Jae Chan.

Hyang Mi akhirnya melepaskan tangannya dengan tarikan pelan Dam Dong. Jae Chan meminta maaf pada Hyang Mi. Hyang Mi kesal, kenapa Jae Chan melakukan sesuatu yang membuatnya merasa bersalah. Dam Dong mengajak Hyang Mi pergi meninggalkan mereka berdua, tapi Hyang Min tidak mau. Dia malah bertanya, apakah Hong Joo adalah Nam Hong Joo dari restoran Hong Joo Samgyeopsal?

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000181097_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000201326_thumb

Hong Joo membenarkan. Hong Joo kemudian mengambilkan syal milik Hyang Mi yang jatuh di lantai dengan gerakan yang tak biasa. Hyang Mi pun ingat temannya bilang kalau Hong Joo benar-benar cantik dan sangat cerdas. Femme fatale. Dan Hyang Mi pun terpesona.

Dam Dong kembali mengajak Hyang Mi pergi. Dam Dong berharap Jae Chan cepat pulih. Hyang Mi yang kesal pada Jae Chan bilang kalau dia tidak peduli Jae Chan cepat pulih atau tidak. Dam Dong dan Hyang Mi pun segera pergi.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000227000_thumb

Jae Chan dan Hong Joo berjalan di taman rumah sakit. Jae Chan bilang Hong Joo dan Hyang Mi mirip dari belakang. Atau mungkin dia masih belum pulih dari operasi sehingga dia masih melihat dan mendengar hal-hal aneh. Hong Joo meminta Jae Chan berhenti. Semakin banyak Jae Chan memberikan alasan, semakin terdengar aneh. Jae Chan lalu melihat jari Hong Joo yang polos.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000240790_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000244191_thumb

“Apa kamu sudah mendapatkan cincinnya? Aku juga memasukan memo yang kamu tulis. Apa kamu membacanya?”

“Aku yang menulisnya?”

“Kamu menulisnya untukku 13 tahun yang lalu. Apa kamu tidak ingat?”

“Kita pernah bertemu sebelumnya? 13 tahun yang lalu?”

Jae Chan pun menjelaskan saat ayah Hong Joo meninggak karena seorang tentara yang melarikan diri, dia juga kehilangan ayahnya karena tentara itu. Dan mereka bertemu di tempat pemakaman yang sama. Apa Hong Joo tidak mengingatnya? Hong Joo bilang dia tidak ingat.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000299970_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000304593_thumb

Jae Chan lalu teringat Hong Joo yang berkata kalau dia ingat, saat Jae Chan bangun setelah operasi.

Tapi Hong Joo bilang dia bahkan tidak ingat sesuatu dari sebulan yang lalu, jadi bagaimana dia bisa ingat sesuatu dari 13 tahun yang lalu. Akan terasa aneh jika dia mengingatnya. Jae Chan menghentikan langkah Hong Joo yang mendahuluinya, dan memastikan bahwa Hong Joo bilang dia mengingatnya saat di ruang ICU.

Hong Joo bilang dia tidak pernah datang ke ICU. Jae Chan tak percaya, karena dia melihat Hong Joo. Hong Joo masih mengelak, mungkin Jae Chan hanya merasa melihatnya karena seseorang yang habis operasi sering melihat hal-hal seperti itu. Hong Joo meminta maaf karena dia tidak ingat. Jae Chan tampak sedikit kecewa.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000337861_thumb

Malam harinya, Jae Chan memberitahu Seung Won bahwa Pamturi adalah Hong Joo. Seung Won terkejut, karena yang dia tahu dari Jae Chan, Pamturi adalah anak laki-laki. Jae Chan bilang waktu itu dia memang mengira Pamturi adalah anak laki-laki.

Seung Won lalu bertanya, apakah Hong Joo juga tahu bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya?

“Iya, dia tahu. Tapi dia tidak tahu.”

Seung Won bingung dengan perkataan Jae Chan. Jae Chan menghela nafas, Hong Joo bilang padanya kalau dia tidak ingat karena sudah begitu lama. Jae Chan sendiri merasa heran, bagaimana bisa Hong Joo melupakannya. Apa itu mungkin? Menurut Seung Won, itu bisa saja karena waktu itu mereka hanya bertemu dalam satu hari saja.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000342790_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000378115_thumb

“Tapi aku ingat setiap menit dan detik dari hari itu. Mungkin itu tidak berarti apa-apa baginya.”

Seung Won menghibur kakaknya, “Itu bukan tidak berarti apa-apa. Tapi mungkin saja ingatan Hong Joo Noona jelek.”

Jae Chan kemudian meminta Seung Won mematikan lampunya karena dia akan tidur. Tapi setelah berbaring pun Jae Chan masih memikirkan hal itu.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000422185_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000426391_thumb

Jae Chan membawa buku catatannya dan mendatangi kamar dimana Tuan Yoo di rawat. Jae Chan memperkenalkan dirinya sebagai jaksa pada polisi yang berjaga di depan kamar. Jae Chan juga bilang kalau ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Tuan Yoo. Tapi polisi bilang Jaksa yang menangani Tuan Yoo adalah Jaksa Shin Hee Min. Jae Chan bilang dia satu bagian dengan Hee Min dan alumni sekolah yang sama.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000448541_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000462213_thumb

Chan Ho kemudian datang dan berkata Jae Chan harus menunjukkan kartu identitasnya. Tidak akan ada yang percaya pada Jae Chan jika hanya Jae Chan mengatakannya saja. Dan polisi pun menatap Jae Chan dengan curiga. Chan Woo melanjutkan, berpura-pura sebagai jaksa bisa membuat Jae Chan dipenjara 3 tahun atau dikenakan denda 7 juta won. Apa Jae Chan tidak tahu?

Jae Chan bilang dia tahu, tapi dia salah menyebutkan Pasalnya. Chan Ho mengoreksi. Jae Chan membenarkan Pasal yang disebutkan Chan Ho dengan tergagap. Chan Ho pun yakin Jae Chan memang pura-pura, karena seorang jaksa tidak mungkin tidak tahu Pasal itu.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000478488_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000500103_thumb

Jae Chan lalu bertanya pada polisi, apakah dia bisa menemui Tuan Yoo jika Hee Min datang? Polisi mengiyakan. Jae Chan langsung menghubungi Hee Min dan menunjukkan nama Hee Min yang ada di layar ponsel pada polisi. Jae Chan bahkan menyebutkan namanya pada Hee Min dengan kencang, agar polisi dan mendengarnya, dan membuktikan bahwa dia jaksa sungguhan.

Jae Chan mengingatkan Hee Min bahwa dia ingin menemui Tuan Yoo. Hee Min kesal pada Jae Chan karena bersuara keras. Hee Min berkata dengan ketus bahwa dia tahu itu dan akan mengunjungi Jae Chan setelah selesai bekerja. Jae Chan berjalan menjauh sambil memohon pada Hee Min dan meminta maaf.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000510387_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000516732_thumb

Hee Min kesal, Jae Chan seharusnya tidak melakukannya jika merasa bersalah. Hyang Mi yang ada di ruangan Hee Min langsung menimpali dengan kesal.

“Itulah yang aku maksud. Mengapa dia melakukan hal yang akan membuatnya merasa bersalah? Mengapa? Mengapa? Mengapa?” Hyang Mi menstempel berkas dengan kesal.

Perkataan rekan Hyang Mi waktu itu pun ternyata benar. Hyang Mi kembali tidak menyukai Jae Chan. Tapi lihat saja, Hyang Mi pasti akan menyukai Jae Chan lagi. XD

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000531161_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000534483_thumb

Hyang Mi lalu mendapat telepon dari Ji Gwang. Ji Gwang menanyakan nomor kamar perawatan Jae Chan. Hyang Mi menjawab dengan ketus kalau dia tidak tahu dan dia tidak bekerja untuk Jae Chan lagi.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000551554_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000564381_thumb

Ji Gwang heran kenapa Hyang Mi begitu jahat padanya. Saat dia kebingungan bagaimana caranya mencari kamar Jae Chan, dia melihat Woo Joo. Ji Gwang memanggilnya. Tapi Woo Joo pura-pura tak mendengar dan berjalan pergi. Ji Gwang berlari menyusul dan memanggilnya dengan keras.

Woo Joo pun akhirnya dengan terpaksa berbalik. Dia pura-pura baru melihat Ji Gwang dan tidak mendengar panggilan Ji Gwang. Woo Joo menanyakan maksud Ji Gwang ada disana. Tentu saja untuk menjenguk Jae Chan, bukankah Woo Joo juga hendak menjenguknya?

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000592397_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000594148_thumb

Woo Joo terbata dan ingin mengatakan sesuatu, tapi terhenti karena Chan Ho datang dan memanggilnya. Ji Gwang baru pertama kali bertemu dengan putranya Woo Joo. Ji Gwang pun memperkenalkan Chan Ho. Chan Woo mengucapkan salamnya. Dia ternyata pernah mendengar banyak tentang Ji Gwang. Ji Gwang merasa senang pada Chan Ho yang pintar. Ji Gwang lalu bertanya, apakah Chan Ho sakit?

“Dia mengalami gagal ginjal kronis.” Jawab Woo Joo.

Ji Gwang kehabisan kata-kata.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000612399_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000650194_thumb

Woo Joo lalu menjelaskan pada Ji Gwang, Chan Ho pingsan karena anemia saat berumur delapan tahun jadi mereka memeriksanya. Dan dokter bilang Chan Ho mengalami gagal ginjal. Chan Ho menjalani dialisis (cuci darah) selama 3 sampai 4 kali seminggu. Keadaannya memburuk akhir-akhir ini, jadi dia harus melakukannya setiap hari. Mereka sedang menunggu transplantasi, karena itulah satu-satunya jalan. Ji Gwang merasa tak enak, dia tidak tahu mengenai itu karena Woo Joo tidak pernah cerita padanya.

Woo Joo bilang sebelumnya saat hujan turun dia mengkhawatirkan mobilnya baru saja di cuci atau apakah dia membawa payung. Tapi setelah anaknya sakit, yang Woo Joo pikirkan saat hujan adalah pasti banyak kecelakaan mobil karena hujan lebat dan bertanya-tanya akankah ada seseorang yang meninggal bisa memberikan ginjalnya untuk Chan Ho.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000661235_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000729126_thumb

“Suara ambulan berarti seseorang terluka. Ini bisa menjadi tragedi yang mengerikan untuk orang lain. Tapi bagi orang seperti kami, itu membuat kami memiliki harapan bahkan jika hanya harapan semu. Aku tahu, aku mengerikan.” Woo Joo menangis.

“Tidak. Kau tidak seperti itu.” Ji Gwang mencoba menghibur Woo Joo dan menepuk pundaknya.

Woo Joo meminta Ji Gwang untuk berpura-pura tidak pernah mendengarnya. Woo Joo tidak mau memikirkan hal seperti itu di tempat kerja. Ji Gwang berjanji dia tidak akan mengatakan apapun tentang itu.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000740912_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000753529_thumb

Seorang perawat menghampiri Jae Chan yang sedang membaca sambil berjalan. Perawat itu memastikan Jae Chan adalah pasien yang ada di ICU karena penembakan. Jae Chan membenarkan. Perawat itu lalu memberikan sesuatu yang terjatuh di lantai dekat kasur Jae Chan di ruang ICU. Sebuah anting. Jae Chan pun ingat, itu adalah anting yang dipakai Hong Joo.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000788150_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000801996_thumb

Jae Chan bertemu dengan Hong Joo. Jae Chan kesal pada Hong Joo yang makan burger di depannya. Apa Hong Joo sedang menggodanya? Karena dia makan makanan tidak enak. Hong Joo baru ingat, apakah dia harus makan diluar? Jae Chan melarang, setidaknya dia bisa mencium aromanya jika Hong Joo makan disana. Hong Joo menggoda Jae Chan dengan menyodorkan makanannya ke depan wajah Jae Chan. Jae Chan kesal.

Jae Chan lalu mengeluarkan anting yang tadi dia terima. Apakah itu milik Hong Joo? Hong Joo membenarkan. Dia kehilangan anting itu dan sudah mencarinya dimana-mana. Dimana Jae Chan menemukannya? Jae Chan bilang kalau anting itu jatuh di lantai ICU.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000816578_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000829188_thumb

“Kenapa kamu berbohong padaku? Kamu datang menemuiku di ICU ketika operasi selesai, kan?”

Hong Joo merasa tak enak, apa Jae Chan sedang menyelidikinya?

“Kamu ingat semuanya 13 tahun yang lalu kan? Kamu ingat semuanya termasuk Pamturi dan sungainya, kan?”

Hong Joo mengalihkan pembicaraan. Hong Joo bilang dia haus dan akan mengambil air. Padahal di meja ada air. Jae Chan memegang tangan Hong Joo yang hendak pergi. Jae Chan meminta Hong Joo mengatakan semua padanya sekarang karena Hong Joo telah membuatnya berpikir hal-hal aneh.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000848482_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000885291_thumb

“Aku ingat semuanya dengan sangat jelas. Kamu mengatakannya sendiri bahwa kamu ingat hari itu. Kenapa kamu menghindarinya? Kenapa kamu bersikap seperti kamu tidak mengingat apapun?” Jae Chan bertanya dengan serius.

Setelah terdiam beberapa saat, Hong Joo kembali duduk.

“Aku ingat. Bagaimana aku bisa melupakanmu? Kamu adalah orang yang bersama denganku pada hari yang paling menyedihkan dalam hidupku. Kamu adalah orang yang menciptakan hari yang paling ingin aku lupakan.”

“Kenapa kamu ingin melupakan hari itu?”

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000946971_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001022953_thumb

“Aku… Aku hampir membunuhmu hari itu.”

“Apa yang kamu katakan? Kamu menyelamatkanku hari itu.”

“Aku ragu-ragu. Aku punya pikiran yang mengerikan dalam waktu yang sangat singkat. Aku sangat marah pada pria itu. Aku pikir...tidak akan masalah jika kamu mati bersamanya. Terasa mengerikan bagiku saat kamu keluar dari air. Aku pikir.. aku membunuh seseorang. Tanganku masih gemetar jika memikirkan apa yang terjadi hari itu. Aku tahu alasanku tidak bisa diterima. Tapi aku kehilangan seseorang yang sangat aku cintai. Ketiadaannya terlalu besar untukku. Aku tidak tahan. Jadi aku mengisi ketiadaannya dengan kemarahanku. Penyesalan itu tetap ada seperti bekas luka. Kamu 13 tahun yang lalu...adalah bekas luka bagiku. Luka yang sangat dalam. Maafkan aku. Aku pikir tidak apa-apa jika aku berpura-pura tidak ingat. Tapi melihat betapa sakitnya aku, aku rasa aku salah.”

Jae Chan pun tak bisa mengatakan apapun. Hanya bisa menghela nafas dan menatap Hong Joo.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001033948_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001048940_thumb

Jae Chan berjalan kembali ke ruangannya dengan gontai, memikirkan perkataan Hong Joo. Di depan ruangan Hee Min sudah menunggu. Jae Chan bertanya kenapa Hee Min kesana. Hee Min kesal, karena Jae Chan yang memintanya datang, karena Jae Chan ingin bertemu Tuan Yoo. Ah, Jae Chan lupa. Jae Chan meminta Hee Min menunggunya mengambil catatan.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001065971_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001082577_thumb

Di ruangan Tuan Yoo, Jae Chan membuka catatannya. Hee Min yang melihatnya berkata bahwa Jae Chan menulis begitu banyak. Apa Jae Chan akan mengatakan semuanya pada Tuan Yoo? Jae Chan membenarkan. Hee Min mengingatkan Jae Chan untuk tidak terlalu berlebihan karena Tuan Yoo sedang sekarat.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001097196_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001115614_thumb

Jae Chan lalu memperkenalkan dirinya sebagai jaksa yang menangani kasus kematian Yoo Soo Kyung. Jae Chan juga bilang kalau dia disana untuk mengklarifikasi yang disalah pahami Tuan Yoo tentang penyelidikannya. Tuan Yoo dan Nyonya tidak menanggapi.

Jae Chan tiba-tiba teringat pada perkataan Hong Joo sebelumnya, bahwa Hong Joo kehilangan seseorang yang dia cintai, dan ketiadaan orang itu begitu besar untuk ditahan olehnya sehingga dia mengisinya dengan kemarahan. Dan sekarang penyesalan itu tetap ada seperti bekas luka. Jae Chan menutup mata, lalu menutup buku catatannya.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001166553_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001197079_thumb

“Abonim. Saya tahu mengapa Abonim sangat marah. Seseorang membunuh putri anda yang cantik dan berharga karena kemarahan. Anda tidak bisa mengerti itu. Jadi anda pasti membenci Do Hak Young. Anda pasti juga membenci saya yang membebaskan orang itu. Saya mengerti mengapa Anda marah. Saya sudah bertemu banyak orang disekeliling Yoo Soo Kyung untuk kasus ini. Semua orang di sekelilingnya memuji, menghormati, dan mencintainya. Bahkan tersangka utama, Do Hak Young, mengatakan bahwa putri anda adalah orang yang baik. Inilah bukti paling penting bahwa dia tidak dibunuh.”

Tuan Yoo menangis mendengar penjelasan Jae Chan.

“Saya harus memberitahu hal ini. Saya harap anda tidak salah paham pada putri anda yang sangat baik. Dia bukan seseorang yang akan membuat orang lain kesal.”

Tuan Yoo semakin terisak. Begitupun dengan Nyonya Yoo.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001287178_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001303436_thumb

Jae Chan lalu undur diri. Nyonya Yoo menyusul Jae Chan keluar. Nyonya Yoo meminta maaf pada Jae Chan, meskipun permintaan maafnya tidak akan cukup. Nyonya Yoo bahkan membungkukkan badan pada Jae Chan. Nyonya Yoo lalu meminta ijin untuk membaca buku catatan Jae Chan. Nyonya Yoo ingin membaca semuanya perlahan-lahan. Selama ini dia hanya mendengar banyak dari Lee Yoo Bum, sekarang dia juga ingin tahu pemikiran Jae Chan. Jae Chan tersenyum dan memberikan bukunya.

“Terima kasih banyak telah mengatakan bahwa putriku orang yang baik.”

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001330338_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001343646_thumb

Jae Chan berterima kasih pada Hee Min yang telah datang hari ini. Hee Min lalu bertanya, kenapa Jae Chan mengubah sikapnya pada mereka? Hee Min tahu Jae Chan ingin menuntutnya dan menanyakan banyak hal. Tapi kenapa Jae Chan tiba-tiba melunak?

Jae Chan menghentikan langkahnya, “Aku hanya berpikir... Aku tidak lebih baik dari siapapun.”

Hee Min bingung melihat Jae Chan terdiam. Bahkan kemudian Hee Min panik karena Jae Chan menarik jarum infusnya dan berlari pergi.

***

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001366171_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001383644_thumb

Hong Joo tertidur di dalam taksi. Hong Joo kemudian terbangun dan melihat jam di tangannya. Hong Joo meminta sopir untuk mengantarnya ke rumah sakit. Sepertinya Hong Joo memimpikan sesuatu.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001399323_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001425545_thumb

Di rumah sakit, Jae Chan berganti pakaian dan berlari keluar. Meskipun perutnya terasa sakit dan diluar turun hujan, tapi tak menghentikan niatnya untuk keluar. Di bawah hujan, Jae Chan mencoba menghubungi Hong Joo. Tapi tiba-tiba Hong Joo muncul dan memayungi Jae Chan. Jae Chan terkejut melihat Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001449685_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001452589_thumb

Hong Joo menyebut Jae Chan gila. Kenapa Jae Chan keluar seperti itu? Hong Joo meminta Jae Chan untuk kembali ke dalam. Jae Chan justru bingung, jam besuk sudah berakhir, apakah Hong Joo kesana untuk menemuinya? Hong Joo bilang Jae Chan sekarang disana sedang mencarinya. Di hari hujan. Bahkan Jae Chan tidak tahu dimana dia berada.

“Apakah kamu melihatku dalam mimpimu?”

“Ya, aku melihatmu dalam mimpiku. Kamu basah karena hujan disaat kesakitan. Kamu tersesat. Kamu bukan dirimu dalam mimpiku. Kamu demam, dan lukamu infeksi. Tapi dengan bodohnya kamu terus mencariku dalam hujan.”

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001492815_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001495431_thumb

Jae Chan mendekat, agar payung yang dipegang Hong Joo juga memayungi Hong Joo. “Jadi? Apakah aku akhirnya menemukanmu mimpimu?”

“Ya. Kamu menemukanku. Tapi kamu setengah mati.”

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001519662_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001524746_thumb

Dalam mimpi Hong Joo, Jae Chan yang kesakitan tersenyum melihat Hong Joo turun dari bis. Hong Joo terkejut melihat darah dari perut Jae Chan dan segera menghampirinya.

“Apa yang aku katakan saat aku menemukanmu? Apa kamu juga mendengarnya?”

“Kamu juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan 13 tahun yang lalu.”

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001591905_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001603121_thumb

Dalam mimpi, Jae Chan berkata bahwa dia sama seperti Hong Joo, tapi dia tidak jujur. Jae Chan juga merasa ragu. Saat dia berlari ke air untuk menyelamatkan ahjussi, dia juga ragu-ragu untuk waktu yang sangat singkat. Dia juga merasa sangat marah, sama seperti Hong Joo waktu itu.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001616819_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001658984_thumb

“Kamu bilang dalam mimpiku bahwa kamu marah sepertiku. Kamu bertengkar dengan dirimu sendiri. Itu sangat-“

“Sangat sulit.” Jae Chan melanjutkan perkataannya. “Aku juga sama sepertimu. Itu juga bekas luka untukku. Jadi aku mencoba melupakannya, tapi aku teringat kembali karena kamu. Tapi pada akhirnya, kita membuat keputusan. Bahwa kita seharusnya tidak melewati batas apapun. Aku berlari ke air, dan kamu menarik tali itu. Aku menyelamatkan ahjussi polisi, dan kamu menyelamatkanku. Bagaimana? Apakah aku mengatakan seperti ini di mimpimu?”

Hong Joo mengangguk, “Lalu kamu memintaku untuk tidak menghindari apapun. Kamu memintaku untuk tidak melarikan diri. Kamu juga memintaku untuk tidak menghilang saat kamu mencariku.”

Jae Chan tersenyum dan menanyakan jawaban Hong Joo di dalam mimpinya.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001683942_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001689403_thumb

Sama seperti di dalam mimpi, Hong Joo meraih wajah Jae Chan dan kiss kiss.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001702446_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001713228_thumb

Dan sama seperti dalam mimpi, Jae Chan membuka hoodie-nya dan balas kiss kiss Hong Joo. Lebih lama. XD

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001770926_thumb

“Senang bertemu denganmu lagi, Nam Hong Joo.” Ujar Jae Chan di dalam mimpi.

While.You.Were.Sleeping.E20.171026.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001776587_thumb

“Senang bertemu denganmu lagi. Jung Jae Chan.” Ujar Hong Joo di dalam kenyataan.

***

Bersambung ke episode 21~

Komentar:

Berkat Hong Joo, Jae Chan bisa memahami perasaan Tuan Yoo dan tidak menyalahkannya atas penembakan itu. Meskipun sebenarnya keluarga Yoo juga salah karena terlalu percaya pada Yoo Bum. Tepatnya hanya mendengarkan pendapat dari Yoo Bum saja, dan tidak berusaha mencari tahu sendiri tentang penyelidikan itu dari Jaksa. Keluarga Yoo secara tidak langsung diyakinkan Yoo Bum bahwa putri mereka adalah seseorang yang bisa membuat orang lain membunuhnya. Padahal sebenarnya putri mereka disukai banyak orang.

Dan Jae Chan pun akhirnya menyadari perasaannya sendiri yang tidak jauh berbeda dengan Hong Joo.

Btw, di episode ini gak ada Woo Tak lho… mungkin karena dia sedang jaga jarak dengan Jae Chan ya.. Hehe..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD