Wednesday, November 15, 2017

While You Were Sleeping | Episode 23

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000033030_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000036203_thumb

Jae Chan meminta ijin pada Assisten Kepala untuk melakukan otopsi dan transplantasi organ secara bersamaan. Berita itu menyebar hingga sampai ke telinga Hee Min. Hee Min bilang itu terlalu gegabah, karena itu adalah kasus yang langka.

Jae Chan yang juga tahu tentang hal itu menunjukkan beberapa kasus langka lainnya yang mirip dengan kasus itu pada Assisten Kepala. Semua korban dari kasus itu terluka otaknya, bukan organnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan darah di sekitar leher korban. Tanpa otopsi organ, mereka tetap bisa memeriksa leher dan otak untuk menemukan penyebab kematian.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000058945_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000064822_thumb

Hyang Mi juga mengetahui keputusan Jae Chan yang akan mengungkapkan kebenaran dengan sekuat tenaga. Hyang Mi heran kenapa Jae Chan begitu percaya diri. Dam Dong bilang Jae Chan tidak punya siapapun yang akan mendukungnya. Role modelnya adalah lalat. Gayanya adalah memulai sesuatu tanpa memikirkan langkah berikutnya.

Tapi Hyang Mi bilang kali ini terlalu berlebihan.

“Aku yakin dia pasti ada di suatu tempat menjambak-jambak rambut menyesali kata-katanya sendiri.” Tebak Dam Dong.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000082034_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000107866_thumb

Dan benar saja. Jae Chan sembunyi di balik pepohonan, menjambak rambut dan memukul mulutnya sendiri yang menyebabkan tubuhnya menderita. Jae Chan mempertanyakan alasannya sendiri begitu yakin mengatakan sesuatu disaat dia sendiri tidak punya rencana. Jae Chan bingung, dia tidak punya nomor lotre sekarang (jaga-jaga dia dikeluarkan dari kejaksaan), apa yang harus dia lakukan? Kemudian dia mendapatkan panggilan seseorang. Padahal dia sedang tidak nyaman untuk bicara. Dan yang menghubunginya adalah Hong Joo.

Hong Joo menelepon untuk menanyakan pilihan yang diambil Jae Chan. Dan Jae Chan membuat pilihan yang sama dengan Hong Joo. Itu adalah pilihan yang menyentuh, apakah Jae Chan yakin? Tentu saja! Karena itulah dia memilihnya. Hong Joo tak percaya, apakah Jae Chan sekarang ada di suatu tempat sendirian menjambak rambut?

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000118782_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000130290_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000133400_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000139724_thumb

Jae Chan yang memang menjawab telepon sambil menjambak rambut pun celingukan mencari Hong Joo. Karena tak menemukan Hong Joo, Jae Chan mengira Hong Joo melihatnya dalam mimpi. Tapi kemudian Hong Joo datang mendekatinya. Hong Joo bilang dia mengikuti suara dering ponsel Jae Chan. Jae Chan terkejut melihat Hong Joo.

“Tikus! Ada tikus!” ujar Jae Chan tiba-tiba.

Giliran Hong Joo yang terjekut dan reflkes merangkul Jae Chan. Jae Chan lalu menjelaskan bahwa maksud dia adalah kakinya kram. Hong Joo langsung melepaskan rangkulannya. (tikus dan kram punya pelafalan yang hampir sama)

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000158917_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000187212_thumb

Jae Chan merapikan rambutnya dengan bercermin pada kacamata Hong Joo. Hong Joo bertanya apakah Jae Chan tidak yakin dengan kasus itu? Benar. Jae Chan tidak yakin. Dia merasa seperti dia baru saja belajar berjalan, tapi sekarang dia harus berlari. Dan rasanya seperti kura-kura yang lambat harus mengejar dua kelinci yang cepat.

“Jangan khawatir.” Ujar Hong Joo sambil membetulkan dasi Jae Chan. “Kamu akan menderita karena kamu lambat. Tapi meskipun begitu, kamu akan bisa mengejar keduanya.”

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000199567_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000202399_thumb

“Apa?”

“Aku memimpikannya. Transplantasi organ akan sukses dilakukan. Kamu akan memenangkan persidangan, membuat tersangka masuk penjara.”

“Benarkah?”

Hong Joo mengangguk. “Setelah mengejar kedua kelinci, kita akan melihat pantai. Pantai di dekat halte bus.”

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000205216_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000217863_thumb

Jae Chan merasa lega mendengarnya. Tapi mengapa Hong Joo baru memberitahu mimpinya sekarang? Hong Joo bilang dia tidak mau Jae Chan bersikap sembrono. Jae Chan meminta Hong Joo untuk tidak khawatir. Dia tidak akan melakukannya. Hong Joo lalu menyuruh Jae Chan kembali bekerja. Jae Chan pun pergi dengan semangat. Tapi kemudian kembali karena dia melupakan jas dan berkas miliknya. Hong Joo menyindir. Jae Chan lalu mengecup pipi Hong Joo. Jae Chan berterima kasih karena Hong Joo memberitahu tentang mimpinya. Jae Chan kembali pergi dengan semangat. Hong Joo bergumam kalau Jae Chan bahkan tidak bisa mendeteksi kebohongannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000257585_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000271138_thumb

Woo Joo hendak kembali ke ruangannya dengan lemas. Ji Gwang kemudian datang untuk memberitahu bahwa Jae Chan sudah memberikan persetujuan untuk transplantasi organ itu.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000300435_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000334410_thumb

Hwan Hee pun masuk ruang operasi. Ayah Hwan Hee menunggu di depan bersama Jae Chan dan Dam Dong. Ayah Hwan Hee bilang dia menggenggamkan sesuatu pada Hwan Hee sebelum masuk ruang operasi. Sesuatu itu dia berikan pada Hwan Hee saat dia berusia 6 tahun sebagai hadiah ulang tahunnya. Saat Hwan Hee mendapatkannya, dia memutuskan untuk menjadi penulis. Ayah tidak bisa memaafkan orang yang mematahkah mimpi Hwan Hee.

Jae Chan menggenggam tangan ayah Hwan Hee, “Jangan khawatir, Abonim. Saya pasti akan membuatnya bersalah di persidangan.”

Ayah Hwan Hee mengangguk.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000373132_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000430923_thumb

Di ruang operasi, dokter memutus arteri yang menuju jantung. Detak jantung Hwan Hee pun berhenti. Dalam genggaman tangannya ada sesuatu yang diberikan ayahnya, yaitu pena. Hwan Hee pun dinyatakan meninggal pada tanggal 2 Juni pukul 5.17 sore. Dokter pun segera memulai mentranfer organ Hwan Hee pada penerima, termasuk Chan Ho.

Melihat putranya terbujur kaku ditutupi kain, ayah Hwan Hee pun menangis.

***

Episode 23 ~ Mengetuk pintu surga.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000479031_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000490772_thumb

Hong Joo mengambil gambar laut yang tertempel di halte bis. Kemudian muncul Woo Tak menawarkan tumpangan. Hong Joo menolak, sebentar lagi bisnya datang. Tapi Woo Tak bilang dia akan mengantarkan Hong Joo lebih cepat. Hong Joo senang, karena dia tadi hanya basa-basi dan berharap Woo Tak tidak membatalkan tawarannya. Hong Joo pun masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, Hong Joo meminta ijin untuk mengisi daya power bank miliknya.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000503970_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000506055_thumb

Hong Joo bertanya apakah Woo Tak tidak memimpikan persidangan Jae Chan kali ini? Benar, Woo Tak tidak memimpikannya, tapi dia dengar Hong Joo memimpikan Jae Chan memenangkan kasus itu. Hong Joo bilang dia tidak bermimpi, itu bohong. Woo Tak terkejut.

“Kenapa kamu berbohong soal itu?”

“Jae Chan sangat tertekan. Aku hanya ingin menyemangatinya.”

Woo Tak berhenti di lampu merah. Hong Joo menyesali kebohongannya, Jae Chan pasti akan marah jika dia mengetahuinya. Woo Tak mengingatkan ucapannya waktu itu, jika Hong Joo bisa menutupinya sampai akhir maka itu bukan kebohongan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000552442_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000554161_thumb

Hong Joo menatap Woo Tak dan teringat dengan mimpinya waktu itu tentang Woo Tak dan Do Hak Young bahwa Hak Young akan membocorkan rahasia Woo Tak pada polisi. Lalu dengan hati-hati Hong Joo bertanya, apakah Woo Tak juga pernah berbohong seperti itu? Bohong yang ditutupi sampai akhir.

“Tidak. Tidak pernah.” Jawab Woo Tak sambil celingukan keluar.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000567149_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000579502_thumb

Yoo Bum menemui Moon Cakka di penjara. Yoo bum memberitahu Moon Cakka tidak perlu mengenakan pakaian tahanan di persidangan besok. Moon Cakka yang merasa lega lalu mengumpat Hwan Hee. Yoo Bum menyindir, bagaimana bisa Moon Cakka sebagai penulis wakil Korea mengatakan hal seperti itu. Moon Cakka berkata bahwa gara-gara Hwan Hee sekarang dia dituduh sebagai pembunuh.

Yoo Bum tampak kesal. Menurutnya Moon Cakka pantas disebut sebagai pembunuh. Moon Cakka lebih dulu mencekik Hwan Hee hingga dia pingsan. Lalu Moon Cakka mendorong Hwan Hee ke lift. Cakkim punya maksud untuk membunuh Hwan Hee. Dan karena itulah Moon Cakka dituntut pembunuhan, dan Moon Cakka memang seorang pembunuh.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000617114_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000631031_thumb

“Kamu bilang kamu akan membuatku tidak bersalah.”

“Aku akan melakukannya.” Yoo Bum lalu membuka jam tangannya. “Tapi jangan lupakan apa yang telah kamu lakukan sebenarnya. Sehingga akan sepadan dengan biaya mahal mempekerjakanku.”

Moon Cakka kembali bertanya, apakah mungkin membuatnya tidak bersalah? Akan sulit jika Moon Cakka dituntut pembunuhan (homicide). Tapi berkat jaksa, Moon Cakka dituntut dengan pembunuhan berencana (murder). Menurut Yoo Bum lebih mudah membebaskan Moon Cakka dengan tuntutan pembunuhan berencana.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000651897_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000659324_thumb

Hee Min bilang pelaku akan bebas jika Jae Chan menuntutnya dengan pembunuhan berencana. Menurut Jae Chan pelaku memang telah membunuh, jadi dengan apa lagi dia harus menuntutnya? Dan bukankah Asisten Kepala sudah setuju? Tapi Asisten Kepala bilang sulit untuk membuktikan pembunuhan berencana di persidangan dan juga persiapan mereka belum cukup. Jika pelaku dinyatakan tidak bersalah, maka akan menjadi masalah besar. Jadi menurutnya lebih aman untuk mengubah tuntutan dari sekarang dengan penyerangan atau kekerasan.

“Tidak bisa. Ini jelas pembunuhan.” Tolak Jae Chan.

Hee Min kesal, kenapa Jae Chan begitu sembrono? Apa Jae Chan punya sesuatu untuk mendukungnya?

“Ya, aku punya!” jawab Jae Chan tak kalah kesal.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000688486_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000697180_thumb

Sementara itu, Hong Joo berharap Jae Chan tidak bersikap sembrono dengan bergantung pada mimpinya. Jae Chan tak boleh berkeras tanpa alasan. Woo Tak yakin Jae Chan tidak akan sembrono. Woo Tak lalu akan mencarikan power bank Hong Joo yang terjatuh. Tapi Hong Joo bilang tidak usah, dia masih ada yang lain dan meminta Woo Tak memberikan padanya nanti. Hong Joo bilang power banknya berwarna merah. Hong Joo kemudian pamit.

Woo Tak meminta Hong Joo untuk tidak khawatir pada Jae Chan, “Aku pernah dalam penyelidikannya. Dia sangat bisa dipercaya dan berhati-hati.”

“Aku tahu. Dia berhati-hati.”

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000710337_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000721425_thumb

Ji Gwang bilang Jae Chan terlalu sembrono, seperti sedang di jalan tol tanpa menggunakan sabuk pengaman. Ji Gwang menyarankan Jae Chan untuk menggunakan sabuk pengaman dulu. Menuntut pelaku dengan pembunuhan, tapi menambahkan penyerangan di pra peradilan. Woo Joo tak setuju. Pra peradilan dikenal sebagai tuntutan pengakuan jaksa pada hakim bahwa mereka tidak yakin dengan kasus itu.

“Saya akan menuntutnya untuk pembunuhan berencana, apapun yang terjadi.” Ujar Jae Chan dengan mantap.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000734213_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000747703_thumb

Ucapan Jae Chan itu sesuai dengan keyakinan Yoo Bum bahwa Jae Chan akan menuntut Moon Cakka dengan pembunuhan berencana. Moon Cakka bertanya mengapa pembunuhan berencana memudahkannya untuk meloloskan diri?

Yoo Bum menjelaskan, ada perbedaan sederharan antara pembunuhan berencana dan pembunuhan. Itu adalah pembunuhan berencana jika Moon Cakka mendorongnya dengan berpikir dia akan mati. Tapi jika Moon Cakka berpikir dia tidak akan mati, maka itu bukan pembunuhan berencana (tapi pembunuhan biasa). Lebih sulit untuk membuktikan pembunuhan berencana daripada pembunuhan biasa. Jika jaksa tidak bisa membuktikan pembunuhan berencana, maka Moon Cakka akan bebas. Yoo Bum pun penasaran apakah Jae Chan bisa membuktikan pembunuhan berencana itu.

(note: aku tuh sebenarnya bingung dengan arti kata dari ‘homicide’ dan ‘murder’. Jadi Jae Chan menuntut Moon Cakka dengan murder, dan menurut Yoo Bum kalau murder itu mudah dibantah karena murder itu pembunuhan dimana pelaku memang ada niat membunuh (yang mana sulit dibuktikan), sedangkan homicide adalah pembunuhan yang tidak ada niat sebelumnya. Makanya agar tidak bingung aku sebut pembunuhan ‘murder’ yang Jae Chan maksud adalah pembunuhan berencana, supaya aku gak bingung terjemahinnya. Hehe.. maklum masih pas-pas-an Bahasa Inggris-nya.)

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000764040_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000800504_thumb

Hari persidangan. Jae Chan menjelaskan hubungan tersangka Moon Tae Min yang seorang dosen, dengan Lee Hwan Hee korban yang merupakan asistennya. Tersangka membuat pada asistennya termasuk korban melakukan pekerjaan pribadi seperti mengajar putranya, mencuci mobil, atau membantunya pindahan rumah. Moon Cakka bahkan melakukan kekerasan pada asistennya karena dia tidak suka sikap mereka. Pada tanggal 30 Mei pukul 4 sore, tersangka menyerang korban di acara publikasi karena tersangka mendendam pada korban yang melaporkan tersangka untuk penyerangan dan eksploitasi pekerjaan. Moon Cakka memanggil Hwan Hee secara terpisah dan menyerangnya.

Yoo Bum menyatakan bahwa Hwan Hee menunjukkan foto-foto tanpa persetujuan Moon Cakka hari itu. Tersangka menyatakan bahwa aksi penyerangan yang dilakukannya adalah tindakan yang dapat dibenarkan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000815352_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000818808_thumb

Dalam proses penyerangan, tersangka mencekik korban membuatnya pingsan. Fakta ini mendorong tersangka untuk membunuh korban dengan berpikir saat orang lain mengetahui apa yang terjadi maka dia akan kehilangan segalanya. Jae Chan menunjukkan foto leher korban.

Yoo Bum mengakui bahwa ada pertengkaran dan perkelahian kecil. Tapi korban terlalu mabuk hari itu untuk melakukan percakapan dengan benar. Dan itulah sebabnya tersangka pergi dari tempat kejadian setelah itu.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000846012_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000857153_thumb

Jae Chan menyatakan bahwa tersangka mendorong korban yang pingsan melalui rongga dibawahlift, sehingga korban jatuh setinggi 20 meter. Pada tanggal 2 Juni 2016, tiga hari setelah kejadian pada pukul 5.17, tersangka pada akhirnya menyebabkan korban meninggal.

Tapi menurut Yoo Bum, pada saat tersangka meninggalkan tempat kejadian, korban tidak bisa menahan kemarahannya dan menendang pintu lift dan membuat keributan. Hal ini membuat korban terjatuh sendiri melalui rongga pintu lift.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000868373_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000879700_thumb

Jae Chan menuntut tersangka dengan pembunuhan berencana berdasarkan Hukum Pidana Pasal 250 ayat 1. Dan Yoo Bum menyatakan bahwa tersangka tidak punya motif apapun untuk membunuh korban, dan juga tidak ada bukti langsung yang membuktikan bahwa tersangka membunuh korban. Sehingga Yoo Bum menolak tuntutan jaksa.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000905592_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000917200_thumb

Hakim kemudian meminta Yoo Bum sebagai pengacara tersangka untuk memeriksa daftar bukti yang diajukan Jaksa. Yoo Bum tidak setuju dengan bukti no 34 dan no 43 yang merupakan pernyataan saksi. Saksi yang diajukan jaksa adalah saksi satu-satunya dan merupakan seorang anak kecil berusia 4 tahun 9 bulan. Yoo Bum meragukan anak sekecil itu bisa memberikan kesaksian dengan logis, karena itu mereka perlu mendengarkan langsung dari saksi tersebut. Yoo Bum tersenyum sinis pada Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000929991_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000952116_thumb

Woo Joo sedang mengumpulkan artikel, sepertinya tentang transplantasi ginjal. Asisten Kepala mengetuk pintu ruangan. Asisten Kepala heran Woo Joo belum pulang kerja. Woo Joo mempersilahkan Asisten Kepala untuk pulang duluan karena ada sesuatu yang harus dia selesaikan lebih dulu.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000964703_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000980396_thumb

Pagi hari di rumah Hong Joo. Mereka sudah mendengar tentang anak kecil yang harus bersaksi di persidangan. Seung Won pun penasaran, apakah anak 5 tahun itu bisa memberikan kesaksian? Itulah yang Jae Chan khawatirkan. Dia pasti akan ketakutan bicara di depan semua orang. Woo Tak menambahkan bahwa anak itu mudah takut. Bahkan saat dia menyelamatkannya, anak itu menangis dan mengompol.

“Tapi anak itu satu-satunya saksi kan? Jika tidak ada pernyataan dari saksi, akankah tersangka di bebaskan?” tanya Hong Joo.

“Aku harus mendapatkan pernyataannya dengan cara apapun yang memungkinkan.” Jawab Jae Chan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001011126_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001014845_thumb

Jae Chan mendengar Woo Tak mendapatkan pernyataan dari anak itu di kantor polisi. Woo Tak membenarkan. Ibu Hong Joo pun penasaran bagaimana caranya, karena sepertinya anak itu juga ketakuan di kantor polisi. Woo Tak menjelaskan bahwa dia mencoba menatapnya sejajar mata dengan anak itu dan bicara padanya dengan bahasa anak-anak, berkomunikasi dengan emosi mereka. Setelah itu anak itu pelan-pelan menyatakan kesaksiannya.

Berkomunikasi dengan emosi…Jae Chan meminta Woo Tak mengajarinya. Woo Tak menunjukkannya. Woo Tak berbicara dengan cute seperti anak kecil. Hong Joo pun bertanya apakah Jae Chan bisa bertanya pada saksi di persidangan dengan seperti itu? Jae Chan bilang dia tidak perlu melakukannya sendiri. Dia akan memanggil walinya atau psikolog anak.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001030970_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001032119_thumb

“Omonim, dimana aku harus meletakkannya?” tanya Jae Chan pada ibu sambil membawa sepiring tauge yang sudah dibersihkan.

“Omonim? Panggil saja aku seperti biasanya.”

Ibu lalu menyuruh semuanya berhenti dan berangkat bekerja. Jae Chan pun mengangguk dan permisi pergi. Sementara Hong Joo menyuruh yang lainnya berangkat duluan karena dia hendak menjahit kancing lengan kemejanya yang terlepas.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001056300_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001075782_thumb

Hong Joo masuk ke kamar ibu dan membuka laci satu-persatu mencari kotak jahit. Begitu membuka laci kedua, Hong Joo menemukan kotak cincin yang diberikan Jae Chan. Hong Joo heran kenapa kotak itu ada disana. Ibu kemudian masuk sambil membawa ponsel Jae Chan yang tertinggal. Hong Joo pun bertanya kenapa kotak cincin itu ada disana. Apakah ibu sengaja menyembunyikannya? Ibu membenarkan. Hong Joo menanyakan alasannya.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001088230_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001106229_thumb

Di luar Woo Tak memberitahu Jae Chan bahwa anak itu suka dengan Santa Claus. Anak itu membuat pernyataan dengan baik saat Woo Tak mengaku sebagai temannya Santa. Bukan Santa Claus, tapi Santa Haraboji. Jae Chan bilang kalau gayanya bicara itu seperti pembaca berita, dia tidak bisa membuat suara imut seperti itu.

“Kenapa tidak bisa?” tanya Seung Won kemudian memperagakan Jae Chan yang bicara imut pada Robin waktu itu.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001108536_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001132846_thumb

Jae Chan mencubit pinggang Seung Won. Woo Tak tahu Seung Won sedang menyindir Jae Chan, tapi dia memuji Seung Won saja. Woo Tak bertanya apakah Jae Chan tidak bisa melakukannya? Jae Chan membenarkan. Jae Chan lalu menyadari ponselnya tertinggal dan kembali ke dalam sambil berkata “Ribet banget sih..” dengan nada imut XD.

Seung Won bilang Jae Chan bisa bicara imut. Peu-pek (perpecft!).

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001139726_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001156866_thumb

Jae Chan masuk ke dalam rumah dan mendengar perkataan Hong Joo yang meminta penjelasan ibu atas sikap dinginnya pada Jae Chan beberapa hari ini. Kesalahan apa yang dilakukan Jae Chan sehingga ibu bersikap dingin padanya? Ibu mendengar Hong Joo dan Jae Chan bertemu 13 tahun yang lalu di pemakaman. Apa Hong Joo baik-baik saja bertemu dengan Jae Chan? Karena ibu merasa tidak baik-baik saja.

“Aku masih mencoba untuk melupakan ayahmu. Saat aku melihat Jae Chan, dia hanya mengingatkanku pada kecelakaan ayahmu. Apa kamu baik-baik saja tentang itu? Ibu tidak.”

“Ya. Aku baik-baik saja.”

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001161174_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001169245_thumb

“Tidak. Kamu tidak baik-baik saja. Apa yang kamu katakan saat Jae Chan tak sadarkan diri kemarin? Kamu bilang kamu tidak bisa mengubah apapun yang ada di dalam mimpi seperti kamu tidak bisa mengubahnya dengan kejadian ayahmu. Kamu sangat khawatir. Kamu menangis kencang, dan kamu juga tidak waras saat itu.”

Jae Chan terdiam mendengarkan semuanya dari depan pintu.

Ibu mengajak Hong Joo duduk.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001184894_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001228467_thumb

“Aku tidak tahu tentang orang lain. Tapi aku, sebagai ibumu, tahu. Aku bisa melihat apa yang kamu pikirkan sekarang. Kematian ayah, kejadian Jae Chan dan semuanya. Kamu menyalahkan dirimu sendiri dan menderita karena itu. Kamu terus menyalahkan dirimu sendiri, dan terluka. Dan kamu mungkin akan terus melakukannya.”

“Ibu…” Hong Joo menangis.

“Saat kamu bertemu Jae Chan, ibu takut itu akan melukaimu. Dan membuatku sangat khawatir. Karena itu…”

“Ibu. Aku sungguh baik-baik saja. Aku punya waktu yang baik karena dia. Itu benar-benar membuatku bahagia. Jadi jangan bersikap dingin padanya. Tolong sukai dia seperti aku, hm? Baik-baiklah padanya..”

Jae Chan pura-pura baru masuk sambil menutup pintu dan memanggil Hong Joo. Jae Chan menanyakan ponselnya. Hong Joo buru-buru menghapus air matanya dan membawakan ponsel Jae Chan. Ibu menghela nafas panjang sambil memikirkan sesuatu.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001283956_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001300441_thumb

Di halte bus, Hong Joo menatap kembali gambar laut dan tersenyum. Jae Chan menatap Hong Joo dan memikirkan perkataan Hong Joo saat itu bahwa dia 13 tahun yang lalu adalah lukanya, dan juga mengingat Hong Joo yang begitu panik saat dia terluka.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001317953_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001332451_thumb

Hong Joo berkata laut yang dia lihat begitu cantik. Apakah hasilnya akan sama dengan kameranya? Hong Joo lalu melihat Jae Chan yang tampak lesu. Ada apa? Apakah Jae Chan khawatir tentang persidangan hari ini? Jae Chan menggeleng. Dia punya saksi dan juga hasil otopsi. Tapi Hong Joo bilang saksinya adalah anak kecil, dan hasil otopsinya tidak jelas karena transplantasi organ.

“Itu benar. tapi aku punya mimpimu yang bisa aku andalkan.” Ujar Jae Chan.

Mengingat bahwa dia berbohong, Hong Joo meminta Jae Chan untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Jae Chan bilang dia tidak akan melakukannya.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001345796_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001349800_thumb

“Jika kamu melakukannya..” Hong Joo lalu bicara dengan gaya imut. “Aku akan menendangmu. Engm..”

Tapi Jae Chan tak menanggapi, sehingga Hong Joo pun berhenti.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001373189_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001376046_thumb

Tibalah saatnya mendengarkan pernyataan saksi di persidangan. Saksi Lim Se Young tidak berada di ruang sidang. Dia berada di ruang lain bersama ibunya. Jadi Jae Chan bicara padanya melalui layar. Jae Chan dengan gaya bicara formal meminta Se Young untuk mengataka kembali apa yang dia katakan waktu itu pada ahjussi polisi. Tapi Se Young tidak mau. Yoo Bum tersenyum dan para hadirin pun ribut. Bagaimana bisa anak kecil memberikan pernyataan.

Jae Chan kembali meminta Se Young untuk mengatakannya. Tapi Se Young tetap tidak mau. Hakim pikir akan sulit mendapatkan keterangan dari Se Young. Hakim meminta Jae Chan mencobanya lagi nanti setelah saksi tenang dan menunda pemeriksaan silang dengan pengacara. Tapi Yoo Bum bilang dia bisa melakukannya sekarang karena yang akan dia tanyakan bukan tentang kejadian.

Hakim meminta persetujuan Jae Chan sebagai jaksa. Jae Chan mempersilahkan. Yoo Bum maju untuk mengambil mikrofon dari tangan Jae Chan sambil menatapnya dengan sinis.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001440866_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001482259_thumb

Yoo Bum mulai mengajukan pertanyaannya pada Se Young. Intinya Yoo Bum menunjukkan bahwa Se Young tidak ingat nomor bus yang dia naiki tadi pagi. Jadi logikanya, mungkinkah dia ingat kejadian yang sudah lama?

Yoo Bum mengembalikan mikrofon kemeja Jae Chan sambil tersenyum penuh kemenangan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001494364_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001506724_thumb

Di kursi hadirin, Ji Gwang merasa kesal karena Yoo Bum dalam sekejap membuat anak kecil itu menjadi seorang pembohong. Hee Min bilang anak itu adalah satu-satunya saksi mereka. Persidangan akan berakhir jika pernyataan dibiarkan begitu saja.

Hakim bertanya pada Jae Chan, apakah jaksa akan mencoba mengajukan pertanyaan lagi? Jae Chan membenarkan, dia akan melakukannya. Jae Chan lalu meminta ijin pada hakim untuk tidak menggunakan bahasa hukum saat bertanya pada saksi untuk bisa berkomunikasi secara emosi dengannya. Hakim mengijinkan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001518145_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001527647_thumb

Jae Chan menghela nafas panjang dan mengepalkan tangannya dengan erat. Jae Chan memejamkan mata sesaat dan menghembuskan nafas. Lalu mulai bicara dengan gaya imut..seperti anak kecil.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001532900_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001535660_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001556147_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001558255_thumb

Jae Chan memanggil nama Se Young dan mengaku sebagai teman Santa Haraboji. Se Young bertanya apakah Jae Chan benar-benar teman Santa Haraboji?

Jae Chan menjelaskan bahwa jubah yang dia kenakan adalah seragam temannya Santa. Dia bahkan bisa terbang dengan jubah itu di hari Natal. Jae Chan bahkan memperagakan caranya terbang yang membuat Ji Gwang dan Hee Min makin tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi hal itu berhasil menarik perhatian Se Young. Se Young bilang dia tidak akan berbohong pada Santa dan pada Jae Chan yang adalah temannya Santa.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001575850_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001576952_thumb

Jae Chan lalu menunjukkan gambar yang dibuat Se Young untuk ahjussi polisi waktu itu. Itu adalah gambar dua orang pria di depan lift. Jae Chan bertanya apakah Se Young ingat apa yang dikatakan ahjussi kacamata pada pria satunya lagi. Se Young bilang dia ingat.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001600392_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001602016_thumb

Jae Chan meminta ijin pada hakim untuk mendengarkan lebih dulu bukti no 67 yang berisi rekaman suara dari ponsel korban dan membandingkannya dengan kesaksian Se Young. Yoo Bum menginterupsi. Jika mereka mendengarkan rekaman suara lebih dulu, anak itu mungkin saja mengulang apa yang dia dengar. Bahkan mungkin anak itu mendengarnya lebih dulu. Yoo Bum menuduh Jae Chan.

Jae Chan memutuskan mereka akan mendengar pernyataan Se Young lebih dulu lalu mendengarkan rekaman. Dan rekaman itu ditemukan saat penyelidikan jaksa, dan akan menjadi yang pertama kalinya Se Young mendengarnya. Jae Chan mematahkan tuduhan Yoo Bum. Hakim mempersilahkan Jae Chan untuk melanjutkan.

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001646462_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001673432_thumb

Jae Chan pun kembali bertanya pada Se Young. Intinya pernyataan Se Young sama dengan apa yang terdengar dari rekaman. Bahkan Se Young ingat Moon Cakka mencekik dan mendorong Hwan Hee hingga Hwan Hee tak sadarkan diri dan Moon Cakka mendorongnya ke dalam lift.

***

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001716472_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001728835_thumb

Selesai sidang. Yoo Bum memanggil Jae Chan dengan sebutan teman Santa Haraboji. Jae Chan yang merasa malu berjalan cepat.

“Jalan pelan-pelan. Kamu mungkin benar-benar terbang.” Sindir Yoo Bum lagi dan berhasil memperlambat langkah Jae Chan.

Jae Chan menanyakan alasan Yoo Bum memanggilnya. Yoo Bum menyindir usaha keras Jae Chan hingga sanggup bertindak seperti tadi dihadapan semua orang. Jae Chan menghentikan langkahnya dan berubah serius.

“Tentu saja aku harus melakukannya. Tersangka mencoba lepas tangan dihadapanku. Aku bisa melakukan yang lebih dari menjadi teman Santa. Aku bisa melakukan sesuatu yang lebih aneh.”

“Aneh? Bisakah aku melihatnya nanti?”

“Tentu saja.”

While.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001741269_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E23.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001752640_thumb

Yoo Bum lalu bilang bahwa melakukan otopsi dan transplantasi organ secara bersamaan adalah kasus langka. Jae Chan bilang itu tidak terlalu langka. Lalu apakah Jae Chan sudah melihat semua kasusnya? Jae Chan bilang dia sudah melihatnya.

“Aku akan menantikannya.”

“Ya. Nantikan saja.”

Jae Chan berkata dengan ketus. Dia lalu berjalan pergi meninggalkan Yoo Bum.

***

Bersambung ke episode 24~

Komentar:

Benar dugaanku dengan alasan ibu menjadi dingin pada Hong Joo dan tak ingin Hong Joo dekat dengan Jae Chan. Sebagai seorang ibu, ibu tidak ingin melihat anaknya terluka untuk kedua kalinya dan menyalahkan dirinya sendiri untuk kejadian yang menimpa orang-orang yang dikasihinya. Ingat kan di episode awal saat di mimpi Jae Chan ibu meninggal, Hong Joo begitu menyalahkan dirinya sendiri hingga sanggup terjun dari atas gedung RS. Ibu tidak ingin Hong Joo mengalami hal demikian, sedih dan putus asa hingga tidak sanggup untuk menjalankan hidup.

Salut dengan Jae Chan yang mengesampingkan ego dan rasa malunya untuk bersikap imut di depan semua orang. Ini menunjukkan bahwa Jae Chan benar-benar seorang Jaksa yang bertanggung jawab. XD

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD