Thursday, November 16, 2017

While You Were Sleeping | Episode 24

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000014149_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000038907_thumb

Seung Won masuk ke sebuah minimarket dimana ada Dae Gu yang bekerja paruh waktu disana. Seung Won membeli plastik sampah. Dae Gu menyangka Seung Won membeli plastik sampah untuk ibunya. Tapi Seung Won pun memberitahu bahwa dia sudah tidak punya orang tuan, dan sekarang dialah yang berperan sebagai ibu karena kakaknya sangat buruk mengurus rumah. Dae Gu bertanya apakah Jae Chan juga sering datang ke minimarket?

“Jika seorang pria tinggi dengan muka pas-pasan dan bersikap seperti anak kecil datang, itulah kakakku. Kamu harus hati-hati padanya.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000051732_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000064727_thumb

Dae Gu lalu meminta tolong tolong Seung Won untuk meminta Jae Chan menemui ayahnya. Seung Won pun teringat perkataan teman-temannya di sekolah yang menyindir Dae Gu agar dekat-dekat dengan Seung Won karena siapa tahu Jae Chan kaan membebaskan ayahnya Dae Gu. Seung Won tampak tak nyaman. Seung Won menolak permintaan Dae Gu dengan mengatakan bahwa Jae Chan sedang sibuk menangani kasus penting. Dae Gu pun meminta Seung Won melupakan permintaannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000101970_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000105380_thumb

Hong Joo pulang ke rumah dan melihat ibu membawa bangku. Ibu akan menaruhnya di atas karena tidak memerlukannya lagi. Jika demikian Hong Joo bilang mereka tidak akan punya cukup kursi untuk besok sarapan pagi. Ibu bilang biarkan saja mereka sarapan di rumah mereka masing-masing. Kenapa? Ibu mengaku lelah. Tapi sebenarnya ibu merasa tidak nyaman berada di sekitar Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000120746_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000157827_thumb

Chan Ho sudah pulih dari operasi dan bisa buang air sendiri dengan lancar. Chan Ho merasa sangat senang. Begitupun Woo Joo.

“Chan Ho-ya. Kita perlu berterimakasih pada orang banyak. Ada banyak orang yang harus Ibu balas atas kemurahan hati mereka.”

“Ya. Cepat balas mereka. Aku sekarang baik-baik saja.”

Woo Joo tersenyum bahagia.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000174602_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000175941_thumb

Hong Joo menghubungi Woo Tak yang sedang dijalan menuju rumahnya. Hong Joo memberitahu bahwa mereka hari ini harus melewatkan sarapan, karena ibu sedikit sibuk dengan restoran. Woo Tak mengerti. Woo Tak jua memberitahu bahwa dia telah menemukan power bank warna merah yang Hong Joo jatuhkan di mobilnya. Hong Joo sedikit terkejut tapi tetap mengiyakan. Karena ternyata power bank punya Hong Joo berwarna hijau. Woo Tak bilang akan memberikan pada Hong Joo nanti dan mengingatkan Hong Joo untuk membawa payung.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000219365_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000222238_thumb

Jae Chan dan Seung Won keluar dari rumah dan terkejut melihat Hong Joo diluar. Hong Joo mengajak mereka untuk makan diluar. Seung Won tidak mau dan ingin tetap ke rumah Hong Joo. Jae Chan yang paham dengan situasi mencegahnya.

Hong Joo menanyakan jadwal sidang Jae Chan. Jam 2 siang. Apa Hong Joo akan datang? Hong Joo bilang tentu saja dia harus datang, hari ini adalah sidang terakhir.

“Aku harus melihat apakah kura-kura lambat bisa mengejar si kelinci.”

Jae Chan tersenyum dan mengajak mereka untuk segera berangkat. Seperti Woo Tak, Jae Chan juga mengingatkan Hong Joo untuk membawa payung. (ada apakah dengan per-payungan ini? XD)

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000238834_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000243917_thumb

Asisten Kepala mendengar Yoo Bum tidak setuju dengan bukti hasil otopsi. Karena itu Jae Chan harus menanyai dokter yang melakukan otopsi di persidangan. Hee Min merasa heran karena sebelumnya tidak pernah ada yang tidak setuju dengan hasil otopsi. Menurut Ji Gwang, Yoo Bum akan mengincar kesalahan otopsi setelah transplantasi organ.

“Pengacara Lee Yoo Bum bermain licik.” Ujar Asisten Kepala.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000276382_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000277483_thumb

Woo Joo menawarkan diri untuk ikut dalam persidangan. Woo Joo akan menanyai dokter otopsi. Asisten Kepala bertanya kenapa Woo Joo ingin melakukannya. Woo Joo beralasan kalau dia tidak bisa diam saja melihat Yoo Bum bermain licik. Tidak apa-apa kan? Jae Chan tak keberatan. Dia malah berterima kasih jika Woo Joo akan ikut bersamanya. Ji Gwang tersenyum.

“Tidak. Aku yang lebih berterima kasih padamu.”

“Kenapa?” Jae Chan bingung.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000280791_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000284355_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000284903_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000285805_thumb

Ji Gwang langsung menyela. “Aku juga berterima kasih padamu belakangan ini.” Ji Gwang memberikan kiss dari tangannya pada Jae Chan. “Oh, rekanku tersayang.”

Semuanya menatap aneh pada Ji Gwang.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000291824_thumb

Hari hujan. Yoo Bum datang ke persidangan dengan menggunakan payung hijau.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000302820_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000307194_thumb

Persidangan dimulai. Dan seperti yang dikatakan sebelumnya, Woo Joo menanyai dokter yang melakukan otopsi. Woo Joo memastikan jika dokter itu yang menulis hasil otopsi korban dan menanyakan penyebab kematian korban berdasarkan hasil otopsi. Dokter menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah adanya serangan dari luar pada otak korban yang menyebabkan pendarahan di salah satu membran.

Woo Jo lalu menanyakan kemungkinan otopsi dilakukan setelah operasi transplantasi organ. Dokter menjelaskan bahwa saat korban dibawa pertama kali ke rumah sakit, korban tidak mengalami luka lain selain di dalam otaknya. Saat tim dokter melakukan CT scan dan MRI sebelum tranplantasi, semua organ lain tampak baik-baik saja. Karena kerusakan organ bukan salah satu penyebab kematian.

“Apakah ada kemungkinan hasil otopsi berubah karena transplantasi organ?”

“Tidak. Itu tidak bisa terjadi.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000355385_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000372400_thumb

Di kursi hadirin, Ji Gwang mencoret no.1 dalam catatannya yaitu otopsi setelah operasi. Ji Gwang bilang Woo Joo punya strategi bagus. Woo Joo mengajukan pertanyaan yang sama sebelum pengacara mengajukannya.

Kemudian dalam hasil otopsi disebutkan ada kerusakan di sekitar leher, yang menurut dokter bagian itu hanya akan rusak ketika ada seseorang yang mencekiknya dengan keras. Dan kerusakan itu tidak mungkin terjadi sendiri misalnya seperti orang mabuk yang jatuh. Dan jika memang kerusakan disebabkan karena terjatuh, maka yang rusak bukan hanya bagian itu saja tapi juga pasti termasuk rahang dan tulang leher bagian belakang. Tapi itu tidak ditemukan. Dan dokter menemukan gumpalan darah disekitar tulang rawan. Gumpalan darah itu hanya akan muncul saat tertekan oleh dua tangan.

Woo Joo pun menyimpulkan hasil otopsi bahwa korban meninggal karena seseorang mencekiknya, dan korban jatuh dalam kondisi demikian. Hal ini menyebabkan kematian korban dari guncangan dan pendarahan. Dokter membenarkan.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000437726_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000439643_thumb

Woo Joo kembali ke tempatnya dan tersenyum pada ayah Hwan Hee. Dia juga berbagi jempol dengan Jae Chan. Oya, di kursi hadirin tampak ada Dae Gu. Dae Gu terkejut melihat Yoo Bum sebagai pengacara tersangka.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000483510_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000485203_thumb

Yoo Bum menanyakan kapan pastinya Hwan Hee dinyatakan mati otak, yaitu tanggal 2 Juni 2016 pukul 8.30 pagi. Dan tepatnya jantung Hwang Hee berhenti (kematian) adalah tanggal 2 Juni 2016 pukul 5.17 sore. Perbedaan waktunya sekitar 9 jam. Lalu bagaimana waktu kematian korban ditentukan? Yaitu saat tim dokter sedang melakukan transplantasi organ. Dan waktu kematian itu yang tercatat dalam dakwaan jaksa. Dokter membenarkan. Yoo Bum selesai menanyai dokter.

Ji Gwang heran, kenapa Yoo Bum tidak setuju dengan bukti hasil otopsi hanya untuk menanyakan hal itu? Hee Min juga heran, apa yang sebenarnya akan dilakukan Yoo Bum. Di meja jaksa, Jae Chan juga tampak heran dan bertanya-tanya.

Saat Jae Chan berbicara di depan, Hong Joo masuk ke ruang sidang. Hong Joo duduk disamping ayahnya Hwan Hee.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000536289_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000540411_thumb

Jae Chan menyebutkan bahwa kehidupan Hwan Hee yang berharga direnggut oleh dosen yang pernah dia kagumi. Tapi sejak kejadian itu terjadi dan persidangan hari ini, tersangka Moon Tae Min mencoba menutupi kejahatannya. Dia menyangkal tuduhan dan sering mengubah pernyataan. Dia bahkan tidak pernah menyesali perbuatannya. Karena itu berdasarkan Hukum Pidana Pasal 250 ayat 1, Jae Chan sebagai Jaksa menuntut hukuman 10 tahun penjara untuk tersangka atas pembunuhan berencana.

Sebelum kembali ke mejanya, Jae Chan menatap Hong Joo dengan tatapan cemas.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000590681_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000617472_thumb

Giliran Yoo Bum. Yoo Bum berkata bahwa persidangan hampir usai. Saksi berusia 5 tahun, otopsi setelah transplantasi organ, Yoo Bum bilang itu semua tidak sepenuhnya membuktikan pembunuhan telah terjadi. Dengan alasan yang tidak stabil itu, Yoo Bim punya pertanyaan yang terus ingin dia tanyakan.

“Apakah kita bisa menuntut tersangka dengan pembunuhan?”

Yoo Bum menyebutkan bahwa berdasarkan hasil otopsi mati otak yaitu tanggal 2 Juni 2016 pukul 8.30 pagi dan 9 jam kemudian tanggal 2 Juni 2016 pukul 5.17 sore, jantungnya berhenti berdetak setelah mentransfer organ. Yoo Bum mengingatkan bahwa mati otak tidak disebut kematian berdasarkan hukum pidana. Hukum pidana hanya mengenali kematian saat jantung berhenti berdetak, dan itupun berlaku untuk transplantasi organ. Yoo Bum bilang mereka menyebut keluarga pendonor sebagai keluarga mediang setelah tranplantasi organ selesai.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000639018_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000655130_thumb

Jae Chan terkejut menyadari apa yang sebenarnya ingin dilakukan Yoo Bum. Mungkinkah?

Yoo Bum melanjutkan, “Jika korban, Lee Hwan Hee, otaknya terluka dan meninggal hanya setelah beberapa waktu berlalu, kita bisa menuntut tersangka dengan pembunuhan. Tapi saat korban mati otak, jantungnya tidak berhenti berdetak. Setelah korban menjalani operasi transplantasi organ, jantungnya berhenti berdetak.”

Woo Joo juga menyadari apa yang akan dilakukan Yoo Bum, dan berkata pelan kalau Yoo Bum tidak boleh melakukannya.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000690795_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000692691_thumb

Yang ingin dikatakan Yoo Bum adalah, “Tersangka tidak membuat jantung korban berhenti berdetak. Tapi dokter yang menghentikan detak jantungnya saat melakukan operasi. Sehingga kematian yang diakui hukum pidana bukan disebabkan oleh tersangka, tapi dokter yang melakukan operasi.”

Semua orang terkejut dengan pernyataan Yoo Bum. Tapi Yoo um kembali menegaskan bahwa korban tidak meninggal karena tersangka, tapi meninggal karena transplantasi organ.

Hee Min yang merasa kesal menyebut lidah Yoo Bum jahat. Jae Chan melihat pada hakim yang tampak sedikit terpengaruh.

Sementara itu Yoo Bum terus melanjutkan pembelaannya. Bahwa mereka tidak bisa menuntut tersangka atas kematian korban. Dan tersangka menyatakan tidak bersalah atas pembunuhan.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000729179_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000747625_thumb

Ayah Hwan Hee yang kebingungan berteriak di ruang sidang. Siapa yang membunuh putranya? Hong Joo yang berada disampingnya mencoba menenangkan. Tapi ayah Hwan Hee tak tenang, kenapa bukan pria itu yang membunuh putranya?

“Tidak. Itu semua omong kosong. Jangan khawatir Abonim.” Ujar Hong Joo sambil melihat ke arah Yoo Bum.

Hong Joo mengajak ayah Hwan Hee keluar sambil berkata dengan keras bahwa jaksa akan membuktikan semua omong kosong itu. Petugas di ruang sidang meminta Hong Joo untuk tidak berisik. Hong Joo pun semakin tersulut.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000760263_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000771047_thumb

“Saya sedang mencoba membuatnya mengerti, jadi kami bisa keluar dari sini. Bayangkan bgaimana perasaan ayahnya. Kenapa kita tidak bisa menuntutnya? Jika dia tidak memukul putranya, dia pasti masih hidup sekarang ini. Dokter juga tidak akan melakukan operasi transplantasi organ. Bukankah begitu?”

Hong Joo sengaja bicara dengan keras memberikan tanda pada Jae Chan. Ji Gwang yang bersama Hee Min memuji keberanian Hong Joo yang mengatakan apapun yang dia pikir benar. Hee Min dengan kasar menyingkirkan tangan Ji Gwang dari bahunya.

Hakim lalu mempersilahkan Jaksa membuat pernyataan akhir. Woo Joo menawarkan diri pada Jae Chan. Tapi Jae Chan akan melakukannya sendiri.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000805892_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000820637_thumb

Diluar ayah Hwan Hee bicara dengan Hong Joo. Apakah hukum benar-benar tidak masuk akal? Bagaimana mungkin transplantasi organ membuat tersangka tidak bersalah? Hong Joo menenangkan. Hukum tidak sebebas itu. Hukum akan mengadili siapapun yang berbuat salah.

Ayah Hwan Hee menyalahkan dirinya sendiri yang setuju dengan transplantasi organ. Ayah Hwan Hee tampak frustasi. Hong Joo kembali menenangkan, bahwa itu sungguh bukan kesalahannya sama sekali.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000837353_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000851956_thumb

Di ruang sidang, Jae Chan mengatakan bahwa sekarang ini ayah korban pasti sedang menyalahkan dirinya sendiri setelah mendengar pernyataan pengacara. Ayah korban pasti berpikir bahwa dia tidak bisa menghukum orang yang membunuh putranya karena memberikan persetujuan transplantasi organ. Dia berbuat baik, tapi berubah menjadi buruk. Hukum membela pelaku kejahatan.

“Hukum tidak seharusnya melakukan itu.”

Ji Gwang membenarkan perkataan Jae Chan itu dengan berkata sambil batuk yang jadi ciri khasnya.

“Korban mengalami mati otak karena tersangka. Dan seperti yang dikatakan pengacara, setelah mati otak, jika hari berlalu tanpa transplantasi organ, jantungnya akan berhenti berdetak dan dia akan meninggal. Semua pasien mati otak seperti itu. Tapi hanya karena transplantasi organ muncul di tengah kematiannya, bisakah tersangka menjadi tidak bersalah?”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000878580_thumb

Apa yang dikatakan Jae Chan barusan, adalah apa yang dikatakan Hong Joo pada ayah Hwan Hee. Bahwa Hwang Hee akan meninggal tanpa transplantasi organ dalam beberapa hari. Dia akan meninggal tanpa dokter yang mengoperasi. Tapi bayangkan jika Moon Cakka tidak memukul Hwan Hee.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000906242_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000916765_thumb

“Jika Tuan Moon tidak pernah memukul korban, akankah korban meninggal? Agak mudah mengetahui siapa penyebab kematiannya. Anda bisa dengan mudah menghilangkan penyebab kematian. Bahkan jika kita menghilangkan faktor dokter, bagaimanapun korban akan meninggal. Akan tetapi, akan lain cerita jika kita menghilangkan tersangka disini. Jika tersangka tidak melakukan apa yang telah dia lakukan, korban tidak akan meninggal dan melanjutkan kehidupannya.”

Yoo Bum tampak sedikit cemas dengan pernyataan Jae Chan. Sementara itu Dae Gu terlihat kagum.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000923857_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000928113_thumb

Hong Joo kembali mengatakan pada ayah Hwan Hee bahwa transplantasi organ tidak membunuh Hwan Hee. Begitupun ayah Hwan Hee. Orang yang mengambil hidup Hwan Hee adalah Moon Cakka. Hong Joo meminta ayah Hwan Hee untuk tidak bingung.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000939508_thumb

Jae Chan bilang hukum tidak bisa membingungkan fakta. Hukum harus dengan jelas dan adil mengadili orang yang bertanggung jawab atas sebuah kejahatan. Hanya karena waktu kematian, mereka tidak bisa mengatakan tersangka tidak bersalah atas kejahatannya.

“Jika tidak, kita bisa katakan bahwa tidak ada keadilan.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000957163_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_000996430_thumb

Jae Chan kemudian menghadap ayah Hwan Hee yang masuk kembali ke ruang sidang bersama Hong Joo. Jae Chan berkata bahwa bagi korban yang memberikan kehidupan bagi tujuh orang lainnya dan bagi keluarga korban yang menyetujui tranplantasi organ, mereka tidak bisa membuat persidangan itu menguntungkan tersangka. Karena itu tidak bisa dibenarkan. Jae Chan meminta pada hakim agar keadilan mengalir seperti sungai di dalam persidangan itu.

“Biarkan terjadi di persidangan ini. Saya berharap itu akan terjadi.”

Jae Chan mengakhiri pernyataannya. Yoo Bum pun tampak tak bisa mengatakan apapun lagi. Jae Chan berbalas pandang dengan Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001072055_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001079158_thumb

Sidang telah usai. Di luar ruang sidang, Jae Chan berterimakasih pada Woo Joo yang telah menemaninya hari ini. Woo Joo bilang dialah yang berterima kasih. Karena berkat Jae Chan, dia bisa tidur tanpa perasaan bersalah dihatinya.

“Terima kasih.” Woo Joo merentangkan tangan dan memeluk Jae Chan. “Terima kasih banyak.”

Jae Chan yang tak paham hanya balas mengucapkan terima kasih.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001089987_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001099030_thumb

Seperti sebelumnya, Yoo Bum mencuci tangannya dengan sabun, membasuh rasa jijiknya. Yoo Bum lalu kesal karena tidak ada tisu. Yoo Bum memukul kotak tisu hingga penyok. Dae Gu yang ada disana menawarkan sapu tangan miliknya. Yoo Bum menolak tanpa menoleh pada Dae Gu dan bergegas keluar. Dae Gu kemudian mengambil payung hijau yang ditinggalkan Yoo Bum.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001140026_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001166230_thumb

Hong Joo pulang ke rumah, dan ibu sedang membuka sarung selimut dari kamar Hong Joo. Hong Joo bilang selimut itu tidak akan masuk ke mesin cuci mereka. Tapi ibu akan mencucinya di laundry. Hong Joo lalu bertanya apakah ibu tetap tidak akan memanggil yang lain untuk sarapan besok? Ibu membenarkan.

“Ibu. Aku pergi ke persidangan Jae Chan-ssi hari ini. Saat aku menyaksikan persidangan itu, aku menyadari bahwa aku selama ini salah mengira.”

“Tentang apa?” tanya Ibu.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001208299_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001211400_thumb

“Seperti apa kata ibu, aku berpikir ayah meninggal karena aku. Aku berpikir Jae Chan tertembak karena aku. Pemikiran ini membuatku menderita. Aku menyadari bahwa aku salah setelah menyaksikan persidangan tadi. Aku selama ini telah salah mengira. Ayah meninggal karena tentara yang melarikan diri, dan Jae Chan-ssi tertembak karena ayahnya Yoo Soo Kyung. Semua itu akan tetap terjadi meskipun aku tidak ada disemua tempat kejadian itu. Aku benar, kan?”

Ibu mengangguk. Hong Joo bilang ada orang lain yang mestinya disalahkan, tapi dia tidak tahu itu. Dia telah salah mengira selama ini. Ibu lalu bertanya apakah Hong Joo sekarang merasa lebih baik dan tidak menyalahkan diri sendiri lagi? Hong Joo mengangguk. Tidak lagi.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001228488_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001240142_thumb

Jae Chan bertemu ibunya Hong Joo di tempat laundry. Jae Chan refleks menyapa ibu dengan ‘Omonim’, tapi kemudian mengubahnya kembali dengan ‘Ahjumonim’. Ibu bertanya apakah Jae Chan datang untuk mencuci baju? Jae Chan membenarkan.

Jae Chan teringat dengan perkataan kekhawatiran ibu pada Hong Joo yang menyalahkan dirinya sendiri untuk apa yang terjadi pada ayah dan Jae Chan, dan kekhawatiran ibu bahwa Hong Joo akan terus seperti itu. Jae Chan lalu memberanikan diri bicara pada ibu.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001265658_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001273109_thumb

“Hong Joo tidak ada hubungannya dengan saya yang terluka. Pria yang menembak saya adalah orang lain, bukan Hong Joo. Hong Joo mengetahui itu semua. Dia tidak akan-“

“Dia tidak akan salah kira tentang itu.” Ibu menyela. “Dan dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri.”

Jae Chan bingung darimana ibu tahu apa yang akan dia katakan. Ibu menuduh Jae Chan dan Hong Joo latihan menggunakan kalimat yang sama. Jae Chan tahu dari Hong Joo kalau ibu ada di tempat laundry, karena itu Jae Chan mengikutinya.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001286334_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001297808_thumb

“Tidak. Tidak. Ini kebetulan. Saya datang untuk mencuci.” Elak Jae Chan.

Ibu meminta Jae Chan untuk tidak berbohong. Jae Chan tidak melakukan pekerjaan rumah apapun, tapi dia membawa cucian kesana. Tidak biasanya Jae Chan pergi ke tempat laundry.

“Saya melakukan banyak pekerjaan, Omonim.” Jae Chan kesal sendiri karena salah lagi. “Maksudku, Ahjumonim.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001322640_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001335754_thumb

“Aku minta maaf telah membuatmu bingung, tapi kamu boleh memanggilku Omonim.”

Ibu meminta maaf atas sikapnya pada Jae Chan belakangan ini. Ibu tahu dia tidak boleh melakukan hal itu. Tapi ibu cukup licik seperti manusia lainnya.

“Aku melukai anak orang lain untuk melindungi anakku sendiri. Aku minta maaf telah bersikap seperti itu sebagai orang tua. Aku benar-benar minta maaf.”

Jae Chan tersenyum. Tidak apa-apa. Kalau begitu, Jae Chan sudah memaafkan ibu?

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001352203_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001356828_thumb

“Ya, Ibu.”

“Terima kasih telah menyayangi dan mencintai Hong Joo.”

Jae Chan bilang dialah yang berterima kasih. Setelah berulang kali salah menyebut ibu, Jae Chan akhirnya memeluk Ibu. Ibu dan Jae Chan baikaaaannnnn….

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001411244_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001412544_thumb

Jae Chan melihat mobil merah incarannya di dekat kantor. Jae Chan tak melewatkan kesempatan untuk selfie. Dan ternyata itu adalah mobil milik Ji Gwang. Jae Chan bilang kalau mobil merah itu adalah mobil impiannya. Ji Gwang mempersilahkan Jae Chan untuk mengatakan padanya kapanpun dia butuh mobil itu, Ji Gwang akan meminjamkannya. Benarkah? Ya. Kenapa?

Ji Gwang baru saja memeriksa kelanjutan kasus Moon Cakka. Moon Cakka dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Jae Chan merasa senang, meskipun agak kecewa karena hukumannya tidak full seperti tuntutannya 10 tahun penjara.

“Good job. And thank you.” Ujar Ji Gwang.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001431795_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001444079_thumb

Jae Chan heran karena Ji Gwang mengatakan hal yang sama dengan Woo Joo, “Kenapa semua orang berterima kasih? Apakah jaksa melakukan pekerjaannya untuk menerima ucapan terima kasih?”

Tidak. Ji Gwang bilang dia hanya merasa bersyukur. Jae Chan lalu menanyakan kembali, benarkah Ji Gwang memberi tawaran meminjamkan mobil kapan saja dia mau? Ji Gwang membenarkan. Kalau begitu, Jae Chan ingin meminjam mobil Ji Gwang sekarang juga. Dengan sedikit terpaksa, Ji Gwang memberikan kunci mobilnya.

***

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001468743_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001512727_thumb

Jae Chan menjemput Hong Joo di kantor untuk pergi ke pantai dengan mobil merah. Hong Joo merasa senang akhirnya bisa melihat laut.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001534459_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001536214_thumb

Setibanya di pantai, Hong Joo merasa takjub karena laut yang dia lihat sama persis dengan gambar yang dia ambil di halte bus. Bagaimana Jae Chan menemukan tempat itu? Jae Chan bilang dia banyak mencarinya. Bagaimana, apakah lautnya sama dengan yang ada di mimpi Hong Joo?

“Iya, sama.”

“Bohong.”

“Tidak, aku tidak bohong. Ini sebenarnya lebih indah daripada yang ada dalam mimpiku.”

“Kamu tidak memimpikannya. Aku tahu kamu bohong.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001540704_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001571344_thumb

Hong Joo bertanya bagaimana Jae Chan bisa tahu? Seperti yang pernah dia katakan sebelumnya, Jae Chan mengaku bisa mendeteksi setiap kebohongan. Jae Chan tahu Hong Joo berbohong karena Hong Joo terus memintanya untuk tetap waspada, dan Hong Joo juga datang ke persidangan. Wajah Hong Joo itu kelihatan kalau sedang berbohong.

Lalu mengapa Jae Chan tidak mengatakan apapun, dan tetap pergi ke pantai? Jae Chan juga tidak tahu. Hanya saja Hong Joo terlihat ingin sekali melihat laut. Hong Joo ingin melihatnya menang di persidangan dan juga ingin melihat laut. Jae Chan berpikir Hong Joo ingin melihat keduanya.

“Aku bekerja keras untuk itu. Aku benar-benar bekerja keras.”

“Terima kasih telah bekerja keras.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001609347_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001611570_thumb

Jae Chan yang selesai melepas perlengkapannya mengajak Hong Joo berjalan ke air. Tapi Hong Joo tidak mau, dia hanya ingin melihat laut.

Jae Chan pun berjalan ke air sendiri. Jae Chan mengambil gambar laut, dan mengambil gambar Hong Joo. Jae Chan mengajak Hong Joo ke air karena sama sekali tidak dingin. Tapi Hong Joo tahu Jae Chan bohong, karena bibirnya membiru akibat dingin.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001627347_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001638495_thumb

Jae Chan lalu berkata bahwa foto Hong Joo yang baru saja dia ambil bagus untuk profile picture. Hong Joo meminta Jae Chan mengirimkan foto itu padanya. Tapi Jae Chan terus mengatakan betapa bagusnya foto itu membuat Hong Joo mendekat padanya. Dan Jae Chan memang berbohong untuk menarik perhatian Hong Joo. Begitu Hong Joo mendekat, Jae Chan mengangkat Hong Joo dan berjalan menuju air. Hong Joo berteriak akan Jae Chan tidak melakukannya.

“Sebuah keberkahan mengetahui apa yang akan terjadi. Aku berpikir seperti itu. Tapi keberkahan ini mengambil perasaan berdebar.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001658109_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001664364_thumb

Ibu mengembalikan kotak cincin ke kamar Hong Joo. Lalu ibu menatap memo tentang hari kematian Hong Joo yang dimimpikannya sendiri.

“Itu membunuh keinginan untuk menantang. Mengeluarkan bara harapan.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001686927_thumb

Diberitakan bahwa seorang narapidana melakukan aksi bunuh diri di sel tahanan.

“Sebuah masa depan yang tidak bisa aku ubah. Masa depan yang telah ditetapkan.”

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001704637_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001708851_thumb

Narapidana tadi adalah ayah dari Dae Gu yang pada tahun 2015 lalu di dakwa untuk pembunuhan berantai menggunakan obat injeksi seumur hidup.

“Itu adalah bentuk lain dari keputus asaan. Itu membuatku kehilangan segalanya..dengan menyerah dan mengulangi hari yang sama dalam kesia-siaan.”

Narapidana yang bernama Tuan Myung meninggalkan surat yang menyatakan bahwa dia merasa dituduh dengan tidak adil, dan juga menginginkan kebenaran terungkap.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001738365_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001750370_thumb

Petugas Choi bertanya pada Woo Tak, apakah walkie-talkie nya sudah terisi baterai dengan penuh? Woo Tak melihat walkie-talkie yang ada di sampingnya. Indikator berwarna hijau, tapi Woo Tak masih kelihatan bingung dan balik bertanya kapan Petugas Choi mulai mengisi baterainya.

Kyung Han kemudian datang dan mengatakan bahwa sudah lampu hijau yang artinya baterai sudah terisi penuh. Kyung Han kemudian pergi. Woo Tak pun menatap Kyung Han.

While.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001774156_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E24.171102.HDTV.H264.720p-SS.mkv_001784680_thumb

Hong Joo dan Jae Chan duduk di tepi pantai.

“Aku berharap aku memberinya waktu sesaat untuk beristirahat dengan membawanya ke laut. Aku berharap ini bisa menjadi sebuah tempat berlindung dari hari-hari dalam kesia-siaan.”

Jae Chan menatap Hong Joo dan tersenyum.

“Aku harap dia punya hari yang berdebar hari ini.”

***

Bersambung ke episode 25~

Komentar:

Bagaimanapun caranya, kebenaran akan selalu muncul ke permukaan. Dan yang bersalah, pada akhirnyapun akan dihukum. Mungkin ada beberapa yang lolos berkat kelihaian pengacara seperti Yoo Bum, tapi diluar sama masih ada juga Jaksa seperti Jae Chan yang memperjuangkan kebenaran. Dan yang lolos tadi mungkin tidak mendapatkan hukuman di dunia, tapi Tuhan tidak menutup mata, di Akhirat pasti yang lolos tadi mendapat hukumannya bahkan lebih berat.

2 comments:

  1. Berharap bisa baca episode 25 di web mbak Fanny,, tp kok ditautkan ke halaman iklan ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. link yang mana? saya tidak pernah bikin link ke halaman iklan.. dan saya coba klik link ke kdramatized juga lancar koq, memang masuk kesana, tidak masuk ke halaman iklan..

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD