Sunday, December 03, 2017

While You Were Sleeping | Episode 27

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[37]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[108]

Dam Dong memberikan minuman pada Jae Chan dan Hong Joo sambil menanyakan keadaan mereka. Dam Dong bilang ambulance akan datang sebentar lagi. Jae Chan balik menanyakan keadaan Dam Dong, karena tangannya tampak terluka. Dam Dong malah berteriak pada Jae Chan.

“Apa itu penting?! Kenapa kamu datang ke tempat seperti ini sendirian?! Kenapa kamu tidak menghubungiku?!”

Jae Chan merasa tak enak jika menghubungi Dam Dong di luar jam kerja. Tapi Dam Dong bilang Jae Chan tetap harus menghubunginya meskipun merasa tak enak. Apa yang akan terjadi jika Jae Chan pergi sendirian dan terluka karena mengabaikan prosedur. Dam Dong mengingatkan kembali perkataannya, bahwa saat menjalankan perintah penahan dan yang paling penting di lokasi kejadian adalah keselamatan Jae Chan. Jae Chan masih ingat hal itu, tapi kenapa datang sendirian?

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[150]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[102]

“Jika aku tidak datang hari ini, kamu mungkin sudah terbunuh.” Ujar Dam Dong kemudian dengan suara lebih rendah.

Hong Joo mencoba membela Jae Chan dengan mengatakan bahwa Jae Chan tidak tahu tempat itu berbahaya. Tapi Hong Joo juga mendapat omelan Dam Dong, membela Jae Chan tidak akan membantunya sama sekali. Dam Dong gantian memarahi Hong Joo.

“Kenapa kamu datang kesini malam-malam, disaat kamu tidak tahu ada siapa disana?!”

Jae Chan membenarkan perkataan Dam Dong.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[191]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[135]

Ambulance kemudian datang, dan Dam Dong bingung harus mendampingi siapa karena dia hanya punya satu tubuh. Hong Joo meminta Dam Dong untuk menemani Jae Chan saja karena Jae Chan banyak menghirup asap saat mencoba menyelamatkannya. Tapi Jae Chan malah meminta Dam Dong menemani Hong Joo karena tangan Hong Joo sangat gemetaran. Hong Joo menolak, dan mereka berdua pun saling mengkhatirkan satu sama lain di depan Dam Dong.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[176]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[87]

Akhirnya Dam Dong menemani Jae Chan. Dam Dong berkata bahwa saat Jae Chan mengabaikan perintah Asisten Kepala Jaksa dan pergi ke tempat penyelidikan tanpa inspektur, Jae Chan bisa menjadi korban. Jae Chan menghancurkan kenetralan seluruh penyelidikan. Apa Jae Chan mengerti? Jae Chan mengiyakan. Jae Chan lalu bertanya darimana Dam Dong tahu dia akan ada disana. Dam Dong mengelak menjawab. Itu tidak penting sekarang dan meminta Jae Chan untuk diam saja menghirup oksigennya. Masker itu bukan hanya untuk mengalirkan oksigen, tapi juga agar Jae Chan tidak bicara.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[56]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[32]

Jae Chan teringat pada saat Dam Dong menangis setelah menyelamatkan mereka. Jae Chan menggenggam tangan Dam Dong dan berterima kasih padanya.

“Tolong dengarkan aku sekarang jika kamu merasa bersyukur. Jangan membuatku mengkhawatirkanmu lagi.”

Dam Dong menyelimuti Jae Chan dan menepuk-nepuk tangannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[80]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[11]

Hong Joo datang ke rumah Jae Chan. Seung Won bilang mereka akan ke rumah Hong Joo untuk sarapan sebentar lagi. Hong Joo tahu, dia kesana untuk meminta tolong. Kemudian mereka mendengar Jae Chan membuang ingus di kamar mandi. Jae Chan keluar dari kamar mandi sambil membicarakan asap dan ingus tanpa tahu ada Hong Joo. Perkataannya pun terhenti begitu dia sadar ada Hong Joo disana.

Seung Won memberitahu kalau Hong Joo hendak meminta tolong sesuatu. Dengan gaya cool, Jae Chan meminta Hong Joo menunggu dan segera menuju kamar. Begitu sampai di kamar, Jae Chan menyesali perkatannya setelah keluar dari kamar mandi.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[156]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[244]

Sambil menyiapkan minuman untuk Hong Joo, Seung Won memberitahu bahwa suara dengkuran Jae Chan seperti terompet, sehingga dia tidak perlu alarm untuk bangun pagi setiap hari. Seung Won harap Hong Joo tidak terkejut, lagipula Hong Joo selalu melihat sisi jorok Jae Chan di mimpinya. Hong Joo tak masalah. Baginya Jae Chan tampak sangat seksi saat selesai mandi. Apapun yang dilakukan Jae Chan membuat jantungnya berdebar. Jae Chan yang berdiri di belakang mereka merasa senang mendengarnya.

“Kamu dibutakan cinta dalam tingkat yang serius.” Komen Seung Won.

Jae Chan berjalan dan menginjak kaki Seung Won dengan sengaja. Jae Chan menyuruh Seung Won untuk segera mandi sebelum terlambat. Jae Chan lalu bertanya pada Hong Joo, apa yang ingin dia mintai tolong.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[189]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[39]

Hong Joo bilang dia menjelaskan secara kasar pada Ibu tentang kejadian semalam karena tidak mau Ibu khawatir. Hong Joo menjelaskan pada Ibu bahwa dia menghubungi 911 saat melihat api di jalan. Jadi Hong Joo meminta Jae Chan untuk tidak mengatakan apapun saat sarapan. Jae Chan mengiyakan. Tapi kemudian dia menghentikan langkah Hong Joo yang mengajaknya sarapan di rumah.

“Jangan lakukan hal itu padaku. Jangan katakan kamu baik-baik saja saat kamu tidak baik-baik saja. Hal buruk, mimpi buruk. Kamu harus mengatakan semuanya padaku. Jangan berbohong padaku.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[155]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[38]

Hong Joo mengangguk. Jae Chan lalu menanyakan tentang mimpi buruk Hong Joo, apa Hong Joo masih memimpikannya? Mimpi tentang hujan dan payung hijau. Tidak. Hong Joo bilang dia sudah lama tidak memimpikannya. Jae Chan menatap wajah Hong Joo lekat-lekat. Hong Joo tidak berbohong padanya kan?

“Jika aku memimpikannya lagi, kamu akan yang pertama tahu. Jangan khawatir.”

Jae Chan pun tersenyum, “Oke..”

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[106]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[186]

Seseorang memperhatikan Yoo Bum yang berjalan masuk ke dalam gedung dari parkiran.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[4]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[128]

Dalam rapat di kantor Hong Joo memeberitahukan tentang adanya foto korban kasus pembunuhan infus di dalam ponsel curian. Reporter Bong bertanya apakah pemilik ponsel ada hubungannya dengan Myung Yi Suk, misalnya sebagai komplotan? Mungkin saja. Hong Joo bilang dia akan tahu lebih banyak setelah meliput lebih dekat. Mungkin saja pemilik ponsel adalah pelaku sesungguhnya karena di dalam ponsel selain 11 korban, ada 8 foto lain. Lalu apa yang terjadi pada 8 orang itu?

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[27]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[239]

Semuanya meninggal. Jae Chan menjelaskan hal itu di dalam rapat bersama para jaksa dan Asisten Kepala. Asisten Kepala heran kenapa delapan korban itu tidak ada dalam list korban di kasus itu. Jae Chan bilang bahwa ke-8 orang itu berbeda kamar rumah sakit dengan 11 korban lainnya. Mereka tidak dimasukan dalam daftar korban karena meninggal setelah Myung Yi Suk ditahan. Kalau begitu menurut Ji Gwang pemilik ponsel itu bisa jadi pembunuh sesungguhnya atau komplotannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[116]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[93]

Ini artinya pembunuh berantai sesungguhnya masih ada di luaran sana. Hong Joo bilang ada kemungkinan dia akan melakukan kejahatan lagi. Pimpinan redaksi bertanya, apakah Hong Joo yakin pria yang meninggal dalam kebakaran itu bukan pembunuhnya?

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[216]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[157]

Jae Chan bilang pria yang meninggal dalam kebakaran itu bukan pemilik ponselnya. Dia hanya seseorang yang menerima ponsel itu untuk orang lain. Ji Gwang menyimpulkan, saat polisi mendekati orang yang mencari ponselnya, seseorang membunuh pria itu. Menurut Hee Min, besar kemungkinan ponsel itu milik pelaku kebakaran. Dan menurut Woo Joo, besar kemungkinan pelaku itu juga adalah pembunuh berantai yang sesungguhnya.

Asisten kepala meminta semuanya tenang. Mereka tidak bisa membuat asumsi begitu saja. Itu adalah investigasi ulang, jadi mereka harus hati-hati. Asisten Kepala menanyakan identitas pemilik ponsel. Tapi Jae Chan bilang tidak mudah menemukan pemiliknya karena itu adalah ponsel ilegal.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[243]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[48]

Hong Joo ternyata adalah yang bertugas meliput kasus pembunuhan infus itu tahun lalu. Pimred ingin Hong Joo dan Reporter Bong untuk fokus pada kasus itu. Reporter Bong ditugaskan pergi ke RS untuk mencari tahu tentang 8 pasien tersebut, dan Hong Joo ditugaskan ke kepolisian dan kejaksaan untuk mencari tahu tentang pemilik ponsel itu dan juga mencari tahu apakah ada masalah dengan pengelidikan sebelumnya.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[261]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[146]

Asisten Kepala memastikan Jae Chan sudah memberikan salinan isi ponsel itu pada tim forensik digital. Kemudian Asisten Kepala heran kenapa Jae Chan begitu paham dengan kasus itu padahal Jae Chan bukan jaksa yang menanganinya. Jae Chan bilang kalau dia yang pertama kali menyadari kasus itu. Tapi Asisten Kepala bilang Jae Chan adalah korban dari kasus pembakaran, jadi bagaimana bisa Jae Chan menjadi orang yang melakukan penyelidikan. Jae Chan pasti dikeluarkan oleh hakim. Jae Chan sadar akan hal itu.

Asisten Kepala lalu menugaskan Hee Min dan Woo Joo untuk menangani kasus pembakaran itu. Sedangkan Jae Chan dan Ji Gwang akan bekerja melakukan investigasi ulang pada kasus pembunuhan berantai infus. Dan Asisten Kepala mengingatkan, jika Jae Chan tidak mengikuti perintahnya serta pergi ke tempat kejadian lagi, dia akan mengeluarkan Jae Chan dari tim. Jae Chan mengerti. Tapi Ji Gwang tampak tak tenang.

“Kita punya dua kasus, tapi hanya ada 1 tersangka. Kita akan bekerja dengan dua jalur. Kedua tim harus melakukan pertemuan setiap hari dan bekerjasama.”

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[6]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[250]

Selesai rapat, Jae Chan bilang pada Ji Gwang kalau dia akan menghungi kantor Yeonju untuk mendapatkan berkas kasus itu dan mengajukan penyelidikan berdasarkan barang sitaan. Ji Gwang lalu bertanya, apakah Jae Chan akan baik-baik saja? Melakukan penyelidikan ulang sebuah kasus yang telah selesai berarti ada sesuatu yang slaah dengan penyelidikan sebelumnya. Jae Chan menyadari hal itu.

“Kamu harus menyelidiki Lee Yoo Bum yang adalah jaksa dari penyelidikan sebelumnya. Kamu juga harus menyelidiki Pak Choi, yang adalah inspektur saat itu. Aku yakin tidak ada yang salah, tapi jika kita menemukan masalah dalam penyelidikan sebelumnya, Pak Choi mungkin akan menghadapi tindakan disipliner. Bagusnya adalah kelalaian tugas. Dan jeleknya, dia mungkin harus menjalani persidangan.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[154]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[169]

Hyang Mi membantu Dam Dong mengganti perban tangannya. Hyang Mi bilang kalau dia adalah gadis yang baik sehingga dia berharap bisa bertemu orang sebaik Woo Tak. Dam Dong bilang Woo Tak juga menjalani hidupnya sebagai orang baik, jadi maksudnya dia berhak bertemu orang yang lebih baik dari Hyang Mi. Hyang Mi kesal dan menarik kuat perban Dam Dong hingga Dam Dong kesakitan. Dam Dong kemudian tertawa dan meminta maaf.

Jae Chan menyaksikan tawa Dam Dong. Dia teringat dengan pertanyaan terakhir Ji Gwang, apakah dia bisa melakukan penyelidikan ulang itu disaat Pak Choi mungkin akan terkena masalah. Jae Chan menatap Dam Dong dengan khawatir.

***

Episode 27 ~ Tangkap Aku jika Kamu bisa.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.HWhile.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[19]

Jae Chan dan Ji Gwang mengambil berkas kasus pembunuhan infus dari kantor Yeonju dengan menggunakan si merah. Berkasnya sangat banyak, jadi sepertinya mereka harus bergadang untuk mempelajarinya. Tentu saja berkasnya banyak karena korbannya ada 11 orang. Ji Gwang lalu berteriak kesal pada soenbae-nya yang membantu mereka membawa berkas karena menutup pintu bagasi dengan keras. Ji Gwang juga mengingatkan Jae Chan untuk tidak menggores kulit kursi mobil itu.

Jae Chan tak mengerankan Ji Gwang dan menyuruhnya beserta seonbae tadi masuk ke dalam mobil. Soenbae tadi bingung, mobil siapa sebenarnya si merah? Ji Gwang menjawab sambil bernyanyi.

“Sepertinya mobilku, tapi sepertinya bukan. Sepertinya mobilku.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[13]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[75]

Di dalam mobil, Ji Gwang mengirim pesan pada pacarnya. Dia berharap berada di kasus yang sama dengan dengan pacarnya itu, di kasus pembakaran. Ji Gwang bahkan bilang dia merindukannya.

Jae Chan ingin membagi penyimpanan berkas-berkas penyelidikan sebelumnya di ruangan Ji Gwang dan di ruangannya. Tapi Ji Gwang bilang Jae Chan tidak bisa melakukannya karena Dam Dong ada disana. Jae Chan bingung, apa Dam Dong tidak akan diikut sertakan dalam penyelidikan ulang ini? Tentu saja. Ji Gwang meminta Jae Chan mengirim Dam Dong ke kasus pembakaran.

Tapi Jae Chan ingin melakukan penyelidikan bersama Dam Dong karena dia tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang terlibat. Menurut Jae Chan mereka tidak bisa mengeluarkan Dam Dong dari penyelidikan hanya karena asumsi mereka. Ji Gwang kesal.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[82]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[172]

Dan mereka pun akhirnya rebutan berkas di depan ruangan Jae Chan. Ji Gwang sudah bilang mereka harus menaruh semua berkas itu diruangannya. Dam Dong menyelidiki kasus itu bersama dengan Lee Yoo Bum. jika mereka menemukan catatan yang salah, Dam Dong bisa menjadi tersangka. Jae Chan melihat Dam Dong dari kejauhan. Dia meminta Ji Gwang untuk membicarakan hal itu nanti saja. Tapi Ji Gwang tidak tahu ada Dam Dong di belakangnya. Ji Gwang berkata bagaimana jika ternyata Dam Dong ingin penghargaan dan memanipulasi kasusnya?

“Seonbae-nim!” Jae Chan berteriak.

“Apa? Kenapa? Apa yang aku katakan salah?! Aku juga tidak mau mencurigai Pak Choi. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Pekerjaanku sebagai jaksa adalah untuk mencurigai semuanya. Tugas kita adalah untuk mencurigai bahkan seseorang yang tidak ingin kita curigai.”

“Dia benar.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[238]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[178]

Dam Dong kemudian mendekat, membuat Ji Gwang terkejut hingga terlonjak dari tempatnya berdiri. Ji Gwang berusaha menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud mengatakan Dam Dong melakukan kesalahan dalam penyelidikan. Dam Dong mengerti. Dam Dong berkata pada Jae Chan bahwa dia harus dikeluarkan dari kasus itu dan Jae Chan harus menaruh berkas penyelidikan di ruangan Ji Gwang. Dam Dong bahkan ikut menarik berkas-berkas itu ke ruangan Ji Gwang.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[151]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[42]

Jae Chan mengadukan sikap Ji Gwang yang keterlaluan saat sarapan pagi. Ibu setuju, bagaimana Ji Gwang melakukannya pada rekan kerja. Menurut Hong Joo, itu bisa saja menyakiti perasaan Dam Dong, tapi itu adalah sebuah penyelidikan. Jae Chan kesal karena Hong Joo membela Ji Gwang.

Seung Won bilang Hong Joo tidak membela siapapun, dia hanya mengatakan apa yang bisa saja terjadi. Mungkin penjahat sesunggunya bisa ditemukan dimana saja. Itu artinya penyelidikan sebelumnya salah dan Pak Choi….Jae Chan menyumpal mulut Seung Won dengan makanan.

“Aku mengenal Pak Choi lebih baik dari siapapun. Dia tidak akan pernah..-“

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[249]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[91]

“..Melakukan hal seperti itu.” Woo Tak menyambung kalimat Jae Chan. “Bagaimana kamu bisa yakin?”

Woo Tak mengingatkan, Jae Chan pernah mengatakan hal yang sama padanya saat kasus Do Hak Young. Jae Chan tak setuju, apa Woo Tak pikir ini kasus yang sama? Woo Tak bilang itu tidak begitu berbeda. Woo Tak pikir apa yang dikatakan Jae Chan padanya saat itu adalah jawaban yang benar. Jae Chan terdiam. Dan dia nampak kesal.

“Aku tahu Pak Choi adalah orang yang baik. Ada banyak kecurigaan tentang kasus itu, juga benar. Dan juga..-“

Jae Chan menyela, meminta Woo Tak untuk membicarakannya nanti saja. Jae Chan tidak ingin mendengarnya disana dan membuatnya kehilangan nafsu makan. Suasana makan pun berubah dingin.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[98]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[242]

Selesai makan, Jae Chan dan Woo Tak kembali bicara. Woo Tak bertanya apa Dam Dong menjelaskan bagaimana dia tahu tentang kebakaran itu? Tidak. Tapi menurut Jae Chan ada banyak cara untuk mengetahuinya. Seperti apa? Tanya Woo Tak lagi.

Jae Chan pikir mungkin saja Dam Dong mengikutinya. Tapi menurut Woo Tak, jika dia mengikutinya, Dam Dong seharusnya menghentikan Jae Chan sebelum kebarakan. Jae Chan bilang mungkin saja Dam Dong sedang lewat disana secara kebetulan. Tapi menurut Woo Tak tempat itu jauh dari jalan biasa yang dilalui Dam Dong.

Jae Chan masih tak kehabisan ide, “Dia mungkin melihat api dari kejauhan dan berlari ke arahku.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[194]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[149]

“Dia datang sebelum kebakaran.” Ujar Hong Joo yang kemudian datang.

Hong Joo mengingatkan Jae Chan pada perkataan Dam Dong malam itu padanya. Dam Dong tahu mereka pergi ke tempat itu secara terpisah. Dan menurut Woo Tak, jika Dam Dong datang sebelum kebakaran, kenapa dia menunggu kebakaran terjadi untuk menyelamatkan Jae Chan? Bukankah itu aneh?

“Jadi apa yang ingin kamu katakan? Apa kamu mencoba berkata bahwa Pak Choi adalah komplotan pelaku pembakaran?” Jae Chan masih kesal.

“Bukan itu yang kami maksud.” Hong Joo akhirnya juga kesal pada Jae Chan yang keras kepala. “Jangan curiga, dan tanyakan padanya.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[84]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[219]

“Pak Choi mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kita. Bagaimana bisa kamu bertanya padanya, bagaimana anda tahu aku ada disana? Apa itu benar untuk bertanya padanya, mengapa anda menunggu kebakaran terjadi untuk menyelamatkan kami?” Jae Chan meninggikan suaranya.

“Tapi kamu tetap harus bertanya padanya. Kamu tidak bisa hanya berasumsi karena kamu tidak ingin bersikap kasar dan bertanya. Itu lebih buruk.” Ujar Woo Tak.

Jae Chan menghela nafas panjang. Menatap Woo Tak dan Hong Joo yang berbeda pendapat dengannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[17]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[247]

Di halte bis, Jae Chan memunggungi Hong Joo. Hong Joo bertanya apakah Jae Chan marah? Hong Joo hendak menjelaskan maksud perkataan Woo Tak, tapi Jae Chan menyela. Dia tahu. Dia tahu Woo Tak benar dan dia salah. Dia merubah perkataannya dan dia tahu dia bukan jaksa yang baik. Dia juga tahu kenapa Hong Joo dan Woo Tak mencurigai Dam Dong.

“Aku mengetahuinya dalam kepalaku, tapi hatiku tidak bisa mempercayainya. Aku benci diriku sendiri sekarang ini. Aku sangat memalukan. Aku malu kamu melihat sisiku yang seperti ini.”

Hong Joo pun bertanya, “Apakah kita baru saja bertengkar? Kamu ingin sendirian?”

Jae Chan tak menjawab. Hong Joo menganggap Jae Chan memang sedang ingin sendirian, jadi lebih baik dia pergi sendirian ke kantor hari ini. Hong Joo masuk ke dalam bis sendirian. Tapi kemudian Jae Chan menyusul.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[1]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[74]

“Kenapa? Aku ingin pergi kerja sendirian.”

“Aku juga. Karena itu kita pergi kerja sendirian bersama.”

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[188]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[251]

Di kantor, Jae Chan masih kesal pada Ji Gwang. Dia memberikan berkas yang dicari Ji Gwang dan bicara padanya tanpa menatap langsung wajahnya, tapi menatap orang lain. Dia bingung kenapa Jae Chan bicara padanya tapi ditujukan pada Ji Gwang. Ji Gwang bilang kalau Jae Chan sedang marah padanya, jadi hiraukan saja dia.

“Aku tidak berpikir Pak Choi akan memanipulasi kasus hanya untuk mendapatkan promosi kerja.” Ujar Jae Chan dengan tegas pada inspektur wanita itu, yang sebenarnya ditujukan pada Ji Gwang.

Ji Gwang kemudian dipanggil Woo Joo ke ruang investigasi untuk menjadi pemeran tambahan bersama dengan para terduga tersangka pelaku pembakaran.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[173]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[171]

Woo Joo bersama dengan seorang bapak tua di ruangan sebelah. Woo Joo menjelaskan pada Asisten Kepala bahwa bapak tua itu melihat seorang pria melarikan diri dari tempat kejadian dengan sepeda. Woo Joo memanggil semua yang bicara dengan Jo Yoon Pyo (yang meninggal dalam kebakaran) pada hari itu dan yang punya ukuran kaki yang mirip dengan yang ada di tempat kejadian.

Pak tua tadi menunjuk Ji Gwang sebagai orang yang dia lihat malam itu karena giginya tampak jelas. Woo Joo mengingatkan bahwa Pak tua sebelumnya bilang bahwa pelakunya mengenakan masker, jadi tidak mungkin Pak tua melihat giginya. Pak tua kebingungan dan menunjuk beberapa orang lainnya. Asisten Kepala pun kesal, karena ternyata saksinya tidak bisa diandalkan.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[266]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[64]

Hee Min mencari pom bensin yang menjual bensin pada pelaku di sekitar lokasi kejadian. Hee Min hendak mendatangi 40 pom bensin yang ada disana.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[236]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[193]

Yoo Bum yang baru saja masuk ke lobi gedung kantornya mendapatkan pesan dari seseorang. Dalam pesannya orang itu tahu Yoo Bum sedang menikmati kopi panas, meskipun di musim panas. Hal itu mungkin saja karena AC di gedung itu begitu dingin. Yoo Bum pun melihat ke sekeliling lobi, mencari kira-kira siapa yang mengirim pesan padanya karena sepertinya orang itu ada di ruangan yang sama dengannya.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[76]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[85]

Hong Joo masuk ke swalayan dimana Dae Gu bekerja untuk membeli sesuatu. Dae Gu mengenali Hong Joo sebagai reporter yang saat itu bersuara paling keras dan terdepan saat mencoba mewawancarai ayahnya.

Saat Hong Joo hendak membayar, Dae Gu memastikan jika dia adalah Nam Hong Joo dari SBC. Hong Joo membenarkan, dari mana Dae Gu mengenalnya? Apa dia melihatnya di TV?

“Tidak, saya melihat anda langsung. Bagaimana perasaan anda sekarang? Apa ada yang ingin anda katakan pada keluarga dari 11 korban? Apakah ada yang ingin anda katakan pada putra anda?” Dae Gu mengulang pertanyaan Hong Joo saat itu pada ayahnya.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[269]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[18]

Hong Joo terkejut. Dia lalu melihat payung hijau yang ada di belakang Dae Gu. Da Dae Gu pun memperkenalkan dirinya sebagai putra dari Myung Yi Suk. Hong Joo ketakutan dan mundur perlahan. Apalagi dilihatnya Dae Gu penuh dengan kemarahan.

Dae Gu bilang kalau Hong Joo adalah satu-satunya reporter yang dia lihat diantara reporter lainnya karena Hong Joo begitu gigih. Hong Joo ingin mengatakan sesuatu, tapi Dae Gu tidak memberi kesempatan.

“Apa anda tahu ayahku meninggal?”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[25]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[201]

Hong Joo tak bisa menjawab dan terus berjalan mundur perlahan. Tiba-tiba dari belakang muncul Jae Chan dan memberikan jawaban untuk Dae Gu. Jae Chan bilang Hong Joo tahu ayah Dae Gu meninggal dan merasa tak adil dengan penahanan dirinya. Jae Chan menunjukkan kartu pengenalnya pada Dae Gu yang adalah teman Seung Won.

“Aku sedang melakukan penyelidikan ulang pada kasus ayahmu.”

“Penyelidikan ulang?”

“Kamu memeriksa apakah ada yang salah dengan penyelidikan sebelumnya. Aku juga akan memeriksa semua barang bukti. Jika ada ketidakadilan terjadi di penyelidikan sebelumnya, atau kamu punya bukti yang bisa membuktikan ayahmu tidak bersalah, hubungi aku di nomor ini. Aku akan mendengarkan semuanya.” Jae Chan menuliskan nomor ponselnya di buku milik Dae Gu.

Dae Gu menangis haru dan berterima kasih pada Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[126]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[230]

Hong Joo dan Jae Chan berjalan pulang bersama. Hong Joo menarik lengan Jae Chan agar berjalan dekat disampingnya. Hong Joo bertanya apakah Jae Chan masih marah padanya, dan kapan Jae Chan akan berhenti marah padanya.

“Aku akan segera membaik. Masuklah.” Ujar Jae Chan sambil mengulurkan belanjaan Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[231]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[77]

Hong Joo memeluk Jae Chan dan berterima kasih. Jae Chan bingung. Hong Joo bilang dia takut pada Dae Gu. Kenapa harus takut, Dae Gu kan hanya anak sekolahan.

“Aku sangat takut, tapi aku merasa baikan karena seseorang. Kamu sangat keren. Kamu tidak perlu merasa malu. Sudahi saja. Ini tidak nyaman.”

“Baiklah. Aku akan menyudahinya. Sudah selesai. Aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak apa-apa.” Jae Chan akhirnya menepuk punggung Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[118]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[31]

Hong Joo kemudian meminta maaf karena mencurigai Dam Dong. Dia juga tidak ingin mencurigainya. Oleh karena itu dia meminta Jae Chan untuk bertanya padanya.

“Asumsi akan tidak terkendali jika kita tidak menanyakan apapun. Jika kamu mendengar langsung darinya, kau tidak perlu mencurigainya lagi. Aku melakukannya karena aku benar-benar ingin percaya pada Pak Choi.”

“Aku tahu.” Ujar Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[95]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[33]

Yoo Bum keluar dari mobilnya dan mendapatkan pesan dari orang yang sama dengan yang sebelumnya. Orang itu bilang dia iri karena Yoo Bum punya sopir, padahal usia mereka sama. Dan bukankah Yoo Bum mendapatkan semua berkat dirinya? Yoo Bum menjadi kesal dan mencari-cari orang itu ke sekeliling. Kemudian masuk sebuah pesan lagi.

“Kamu memanipulasi barang bukti kasus Myung Yi Suk, kan? kamu melakukannya, kan?”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[113]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[162]

Yoo Bum menuju ruangannya dan diberi tahu ada tamu sedang menunggunya. Yoo Bum tampak gugup. Begitu pintu dibuka, tamu itu adalah Hong Joo. Yoo Bum merasa lega karena sebelumnya dia takut. Yoo Bum menanyakan maksud kedatangan Hong Joo. Hong Joo ingin konsultasi sebentar dengan Yoo Bum. Yoo Bum bilang dia harus menghitung waktunya, karena biaya konsultasinya cukup mahal. Hong Joo pun meminta waktu 3 menit saja.

Sementara itu Dae Gu pergi ke kantor Yoo Bum untuk mengembalikan payung. Dae Gu pun tanpa sengaja mendengarkan percakapan Yoo Bum dan Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[202]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[214]

Hong Joo bilang dia kenal seorang tersangka yang sedang diselidiki oleh jaksa. Dan jaksa itu terus memberikan informasi tentang hasil penyelidikan pada media. Menurut Yoo Bum, jaksa itu tidak boleh melakukannya. Jaksa seperti apa yang melakukannya? Hasil penyelidikan bersifat sangat rahasia. Bahkan tersangka punya hak untuk itu dan hak perlindungan penuh. Bukankah tersangka itu punya pengacara sendiri yang membelanya.

“Kenapa jaksa membocorkan informasi tentang kasus itu?” tanya Hong Joo.

“Itu sangat jelas. Antara mereka tidak punya cukup bukti atau mereka tidak yakin tentang sesuatu. Jika mereka menuntut tersangka, tersangka mungkin dibebaskan. Jadi mereka meminta bantuan media.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[153]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[259]

Hong Joo menjentikkan jari, “Aahh.. seperti gelembung cola?”

Yoo Bum membenarkan.

“Kamu pasti membocorkan informasi saat kasus Myung Yi Suk dengan alasan yang sama. Apa aku benar?” Hong Joo menembak Yoo Bum dengan pertanyaan itu. “Aku pikir kamu memberikannya padaku karena kamu menyukaiku. Tapi kamu punya semua kalkulasi ini di kepalamu. Kamu pasti kekurangan bukti atau merasa tidak yakin tentang sesuatu.”

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[68]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[124]

Yoo Bum tampak menyembunyikan kegugupannya, “Kenapa kamu tiba-tiba membicakan sebuah kasus yang sudah ditutup sejak lama.”

“Aku diberitahu bahwa pelaku sesungguhnya dalam kasus itu bukanlah Myung Yi Suk. Departemen penyiaran kami telah membuat tim untuk mulai meliputnya.”

Hong Joo melihat jam di tangannya. Waktu tiga menitnya sudah berakhir. Terakhir Hong Joo bilang dia akan mendengarkan pihak pengacara dan jaksa dari kasus Myung Yi Suk secara asil. Jadi Yoo Bum bisa menghubunginya jika igin menambahkan sesuatu. Dia akan datang kapanpun Yoo Bum menghubunginya. Hong Joo kemudian pamit pergi.

While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[132]While.You.Were.Sleeping.E27.171109.H[254]

Saat Hong Joo keluar dari ruangan Yoo Bum, Dae Gu berbalik badan. Dae Gu lalu tersenyum melihat Hong Joo, karena ternyata Hong Joo hanya menjalankan tugas dan dia diperalat oleh Lee Yoo Bum. Dae Gu lalu memberikan payung hijau yang dibawanya pada asisten Yoo Bum.

Di dalam ruangan, Yoo Bum tampak frustasi.

***

Bersambung ke episode 28~

Komentar:

Jae Chan tahu kalau dia harus bertanya pada Dam Dong. Dan sebenarnya Jae Chan juga sudah menanyakan hal itu pada Dam Dong saat di ambulance, bagaimana Dam Dong tahu dia ada disana. Tapi Dam Dong tidak menjawab dengan mengalihkan pembicaraan. Aku yakin Jae Chan memang tahu maksud Woo Tak dan Hong Joo. Mereka harus memastikan sendiri pada Dam Dong jika memang tidak ingin mencurigainya. Tapi Jae Chan ragu. Dia tidak ingin melukai perasaan Dam Dong yang menyelamatkannya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri dengan pertanyaan yang menunjukkan kecurigaannya pada Dam Dong. Dan Jae Chan juga tahu sepak terjang Dam Dong yang tidak mungkin memanipulasi kasus. Jae Chan tahu persis bagaimana Dam Dong bekerja dengan teliti.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Tapi mohon maaf komentar akan dimoderasi ya.. jadi gak akan langsung muncul di halaman post.. Dan pasti akan saya baca semua, walau tidak saya balas. XD