Introducing: Falling For Innocence

Image
Sinopsis (by Referense FFI Baidu, Chi-Eng trans by JadeCloud. Eng-Ina trans by mumuzizi):Ada seorang pria dengan masalah hati, hati yang dingin. Suatu hari, terjadi musibah yang mengerikan. Seperti sebuah keajaiban, dan dengan banyak keberuntungan dia menerima jantung baru. Dengan pengalaman masa lalu tentang cinta yang murni, polos dan sempurna. Dia menjadi seorang pria dengan hati yang hangat. Dan juga, percintaan yang tak pernah terbayangkan, ajaib dan seperti mimpi dimulai!

While You Were Sleeping | Episode 32 (End)

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000024854_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000124004_thumb

Peristiwa kemarin sore di beritakan di televisi, bahwa Lee Yoo Bum yang sedang dalam persidangan kasus Mogok-dong dimana ada korban terjatuh dari atap membunuh Pak Choi yang datang kepersidangan sebagai saksi di tempat parkir kantor kejaksaan.

Kembali disebutkan dalam berita bahwa Yoo Bum yang pada mulanya menolak semua tuduhan, kini telah mengakui semua kejahatannya setelah ditahan. Yoo Bum dituntut untuk memanipulasi kasus pembunuhan berantai infus, membunuh Ha Ju Won pelaku sebenarnya kasus pembunuhan tersebut, dan percobaan pembunuhan terhadap Hong Joo. Penyelidikan oleh kejaksaan akan segera membuat kemajuan.

Selama beberapa hari ibu mendengarkan berita tentang Yoo Bum setiap pagi sambil memasak. Bahkan suatu hari Hong Joo sendiri yang menyampaikan berita tentang Yoo Bum itu di televisi sebagai reporter.

Sedangkan Hong Joo dalam beberapa hari itu menempelkan tiga buah memo di kaca jendelanya.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000148549_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000152433_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000159669_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000165316_thumb

Saat sarapan bersama, Jae Chan menjelaskan pada ibu yang bertanya bahwa penyelidikan terhadap Yoo Bum telah selesai, tapi sekarang Yoo Bum minta bertemu untuk mengatakan sesuatu. Ibu kesal mendengarnya, Yoo Bum seharusnya menutup mulut karena menurut ibu dia tidak punya apapun untuk dikatakan.

Seung Won lalu menanyakan Woo Tak yang tidak ikut sarapan bersama bersama mereka. Hong Joo bilang sepertinya Woo Tak tidak ikut sarapan karena dia tidak menjawab telepon darinya. Dan diam-diam Hong Joo memperhatikan Jae Chan yang terus menggerakan tangan kirinya. Sepertinya tangan Jae Chan masih gemetaran setelah persidangan terakhir bersama dengan Woo Tak sebagai saksi.

Isi memo pertama Hong Joo: “Jangan takut, aku akan di sini untukmu setiap hari sampai akhir.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000180500_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000192086_thumb

Hong Joo dan Jae Chan berjalan bersama pergi bekerja. Hong Joo menanyakan keadaan tangan Jae Chan, apakah masih gemetaran? Jae Chan membenarkan, bahkan dokter mengatakan tidak ada yang salah dengan tangannya, tapi dia tidak tahu mengapa tangannya terus gemetaran.

“Aku tahu kenapa tangan itu gemetaran. Tanganku dulu juga sering gemetaran.”

“Benarkah? Lalu apa yang harus aku lakukan dengan tanganku?”

“Butuh sedikit waktu. Tapi kamu bisa mengatasinya. Aku akan membantumu.”

“Kamu?”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000197289_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000200296_thumb

Hong Joo meraih tangan kiri Jae Chan dan menggenggamnya, “Iya. Jadi jangan takut. Aku akan berada di sini untukmu. Setiap hari, sampai akhir.”

Jae Chan kemudian memikirkan sesuatu. Sepertinya dia pikir dialah yang seharusnya mengatakan kata-kata itu. Hong Joo pun membenarkan, itulah yang dikatakan Jae Chan. Hong Joo tidak tahu kapan Jae Chan mengatakannya, mungkin satu tahun kedepan. Jae Chan bertanya, apakah Hong Joo mendengarnya dalam mimpi? Hong Joo membenarkan.

“Dan kamu bilang kamu ingin mengatakan sesuatu pada dirimu yang sekarang.”

“Apa yang aku katakan?”

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000260966_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000264102_thumb

Yoo Bum berhadapan dengan Jae Chan di ruang interogasi. Yoo Bum tertawa, karena hal itu mengingatkan dirinya pada masa lalu. Sekarang Jae Chan adalah jaksa yang menyelidikinya, dan dia sendiri adalah terdakwa. Yoo Bum lalu meminta petugas yang ada disana untuk tidak mencatat apa yang terjadi di ruangan itu, karena bagaimanapun dia sudah mengakui kejahatannya. Jae Chan memberikan ijinnya.

“Aku tahu apa yang kamu pikirkan.” Ujar Yoo Bum kemudian. “Aku tahu apa yang semua orang pikirkan.” Yoo Bum menatap ke arah cermin, dimana di ruangan sebelah para jaksa sedang menyaksikan mereka. “Lee Yoo Bum, si jahat itu, akhirnya membayar apa yang telah dia lakukan. Sekarang keadilan...mengalir dengan baik seperti sungai.”

Woo Joo yang ada di ruangan sebelah berkata bahwa Yoo Bum telah meninggalkan segalanya dan menjadi jahat. Asisten kepala Jaksa pikir Yoo Bum seharusnya minta ampunan.

“Jangan konyol. Aku yang berada disini hari ini bisa menjadi masa depanmu juga.”

“Apa maksudmu?” tanya Jae Chan.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000338186_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000364734_thumb

“Poin penting untuk semuanya adalah kasus pembunuhan berantai infus. Aku, seorang jaksa, membiarkan Ha Ju Won pergi, dan aku salah menyimpulkan salah bahwa Myung Yi Suk adalah pelakunya. Benar kan?”

“Benar, kamu melakukannya.”

“Semua orang menangani 200 kasus sebulan dalam sebulan dan beberapa ribu dalam setahun. Apakah kamu pikir kamu semua menangani setiap kasus dengan cara yang benar? Sulit mendapatkan 100 persen benar bahkan dalam sebuah tes. Di antara kasus-kasus itu bisa dengan mudah merusak kehidupan seseorang, di antara ribuan kasus, apa kamu yakin kamu tidak pernah membuat satu kesalahan pun?”

Jae Chan mengela nafas.

“Ayolah. Jujurlah dengan dirimu sendiri. Kamu pasti punya beberapa kesalahan dalam kasus.” Yoo Bum kembali menatap cermin dan bicara pada para jaksa di ruangan sebelah. “Jaksa Lee, kamu tidak melakukan otopsi dan membuat klaim palsu. Dan kamu, Jaksa Shin. Kamu salah menuntut dan melepaskan Kang Dae Hee. Ada cukup banyak kasus yang aku tahu. Berapa lama kalian akan bertahan? Kalian semua berdiri disana hanya karena kaalian beruntung kesalahan penilaian kalian tidak ditemukan. Alasan mengapa aku ada disini adalah karena kesalahan penilaianku ditemukan karena nasib buruk. Kupikir…aku tidak beruntung.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000387402_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000423265_thumb

“Tidak.” Ujar Jae Chan. “Kamu jahat. Saat penyelidikan kasus infus, kamu menetapkan Myung Yi Suk sebagai target dan membuat potongan puzzle yang pas. Kamu bahkan memalsukan bukti untuk menyelesaikan puzzlemu, tapi kamu tahu selama ini kamu salah. Itu sebabnya kamu sangat marah pada kami.”

Jae Chan mengingatkan Yoo Bum pada saat Yoo Bum marah pada mereka yang tidak menemukan bukti di kasus Kang Dae Hee. Jae Chan bilang mungkin waktu itu Yoo Bum marah pada mereka karena teringat dengan apa yang telah dia lakukan sendiri.

“Kamu tidak marah pada kamu. Kamu marah pada dirimu sendiri. Apa aku benar?”

“Tidak.” Yoo Bum mengelak.

“Kamu benci dirimu sendiri.”

“Aku bilang tidak!” Yoo Bum berteriak kesal.

“Kamu pikir kesalahanmu akan hilang jika kamu mencuci diri atau menyalahkan orang lain. Kamu takut.”

“Tutup mulutmu.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000467300_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000489321_thumb

“Kamu terus bersembunyi dan menutupi kebenaran dan merasa semakin bersalah seiring berjalannya waktu. Kamu tidak sampai disini karena jawabanmu salah, tapi kamu sampa kesini karena kamu berkeras bahwa jawaban salah itu adalah benar. Kamu bahkan membunuh Ha Ju Won dan Pak Choi untuk mendukung pernyataanmu. Kamu terus bersikeras jawaban yang salah itu adalah benar. Itulah alasan kamu ada di sini.”

Yoo Bum sudah tidak bisa membantah lagi.

“Kamu bukan tidak beruntung. Kamu jahat.”

Yoo Bum tertawa getir sambil berkaca-kaca.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000522714_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000549634_thumb

“Terdakwa, Lee Yoo Bum, sebagai seorang jaksa yang seharusnya mencari kebenaran malah mencari ketenaran dan uang. Akibatnya, dia membiarkan pelakunya sebenarnya bebas dan menyebabkan kematian banyak orang. Terdakwa dulu adalah seorang jaksa yang menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan Namun, terdakwa melanjutkan jalan yang dia jalani meski tahu apa yang sedang dilakukan itu salah. Sementara dalam perjalanannya itu, dia membunuh dan menyakiti banyak orang. Saya harap... bahwa di negeri ini, mereka yang melindungi hukum akan bertanggung jawab ketika mereka menegakkan hukum. Kepada banyak orang tak bersalah yang kehilangan hidup karena terdakwa, saya, dengan ini, mohon maaf atas nama dia sebagai jaksa.”

Jae Chan memberikan pernyataan terakhir sebagai jaksa penuntut dalam persidangan Yoo Bum. Jae Chan mengajukan tuntutan hukuman seumur hidup untuk Yoo Bum pada hakim.

Ji Gwang menatap kursi kosong di samping Hong Joo dan bergumam seharusnya Dam Dong menyaksikan persidangan itu.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000626982_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000639375_thumb

Jae Chan terbangun dari tidurnya karena suara Hong Joo. Hong Joo ada dikamarnya sedang melihat-lihat buku yang tidak bisa Jae Chan dan tidak akan dibaca Jae Chan tiga tahun ke depan. Jae Chan yang tidak mengenakan kaos menutupi badannya dengan selimut. Hong Joo bilang ingin memberikan buku-buku itu pada Woo Tak karena Woo Tak sedang mendaftar ke sekolah hukum.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000640250_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000658778_thumb

“Benarkah? Dia tidak pernah mengatakan itu. Kapan dia mengatakan itu?”

“Dia mengatakan itu dalam mimpiku. Dia harus belajar bertahun-tahun tanpa penghasilan apapun. Jadi mari bantu dia menghemat uang untuk buku.”

Jae Chan mengiyakan. Dia harus membantu Woo Tak. Hong Joo kemudian tertawa melihat Jae Chan meloncat-loncat dengan selimut hendak keluar kamar.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000698518_thumb[2]While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000709779_thumb[2]

Hong Joo dan Jae Chan mendatangi rumah Woo Tak. Woo Tak terkejut melihat mereka dan segera membereskan seadanya rumahnya yang sangat berantakan.

Begitu masuk, Hong Joo membuka tirai jendela rumah Woo Tak. Hong Joo bilang Woo Tak sama saja dengan Jae Chan saat dia tidak bekerja. Woo Tak lalu bertanya untuk apa buku-buku yang dibawa Hong Joo.

“Aku bermimpi sekitar setahun lagi. Kamu pergi ke sekolah hukum.”

“Aku? Di usia ini?”

“Iya, kamu, pada usia itu, mendengarkan pelajaran dengan gadis muda.”

“Wooo..aku sangat cemburu! Sungguh.” Timpal Jae Chan menggoda Woo Tak dan mendapat cubitan pedas di pinggang dari Hong Joo.

Woo Tak masih tak percaya dengan mimpi Hong Joo bahwa dia masuk sekolah hukum. Tapi menurut Jae Chan itu masuk akal, karena saat dia melihat Woo Tak membela Do Hak Young waktu itu, Woo Tak tampak lebih berpengalaman dalam hukum dibandingkan dirinya. Woo Tak bahkan pernah bilang kalau dia hebat dalam bidang hukum saat di akademi kepolisian.

“Aku bukan hanya hebat, tapi aku yang teratas.” Woo Tak menyombongkan diri. Jae Chan pun kesal.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000744078_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000759982_thumb

Hong Joo lalu memberikan makanan yang dibuat ibu untuk Woo Tak. Ibu juga akan mengurus makanan Woo Tak selama Woo Tak belajar di sekolah hukum. Woo Tak merasa tak enak hati, mereka tak perlu melakukan itu semua untuknya. Tapi Jae Chan bilang semua orang melakukannya untuk Woo Tak, karena itu Woo Tak seharusnya membersihkan rumah dan bercukur. Apakah Woo Tak bahkan memberi makan Robin? Dia pasti lapar.

“Robin, kamu sudah makan? Robin!” Jae Chan mendekati Robin dengan gaya anak kecil. “Robin, apa kamu sudah pergi jalan-jalan?”

Woo Tak menahan tawa. Woo Tak kemudian bertanya bagaimana Hong Joo membawa begitu banyak barang tanpa mobil? Hong Joo bilang mereka punya mobil. Woo Tak heran, punya mobil?

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000767251_thumb

Dan mobil yang dimaksud tentu saja mobilnya Ji Gwang. Ji Gwang menelepon kekasihnya dari dalam bus karena Jae Chan meminjam mobilnya untuk membawa barang. Ji Gwang bilang pada kekasihnya bahwa bus lebih baik daripada mobilnya. Padahal nyatanya Ji Gwang merasa tidak nyaman karena pria yang duduk disampingnya tidur bersandar padanya.

***

Disamping memo pertama Hong Joo terdapat memo : “Itu adalah Woo Tak.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000808330_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000808649_thumb

Pulang dari rumah Woo Tak, Hong Joo meminta kunci mobil pada Jae Chan karena dia yang akan menyetir. Setelah menyerahkan kunci pada Hong Joo, Jae Chan menyadari tangannya tidak lagi gemetaran.

Hong Joo tersenyum dan bergumam, “Itu adalah Woo Tak.”

“Apa?” Jae Chan tak mengerti.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000818022_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000819414_thumb

“Aku sudah bilang bahwa aku bisa membantumu untuk mengatasi masalah tanganmu.” Hong Joo mengembalikan kuncinya. “Kamu yang menyetir.”

Jae Chan masih tak paham dengan maksud Hong Joo, “Kamu membantuku? Kapan?”

“Sekarang. Baru saja.”

“Baru saja?” Jae Chan masih tak paham.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000831719_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000840468_thumb

Woo Tak pun mulai belajar hukum dari buku-buku yang dibawa Hong Joo dan Jae Chan.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000850006_thumb

Memo ketiga Hong Joo: “Katakan terima kasih pada kakakku.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000860622_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000889846_thumb

Seung Won berlarian masuk ke minimart tempat Dae Gu bekerja. Seung Won datang untuk menyampaikan kabar dari Jae Chan bahwa Lee Yoo Bum di hukum seumur hidup sesuai dengan tuntutan jaksa. Dae Gu terduduk mendengarnya dan menangis. Seung Won pun ikut duduk disamping Dae Gu.

“Sampaikan terima kasih pada kakakmu.” Ujar Dae Gu kemudian.

Seung Won mengiyakan.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000912778_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000914926_thumb

Seung Won lalu menerima telepon dari So Yoon dan berkata padanya kalau dia akan menelepon balik kemudian. Dae Gu terkejut mendengarnya, kenapa So Yoon menelepon Seung Won? Seung Won dengan malu-malu bilang bahwa mereka pacaran. Dae Gu tak percaya. Seung Won lalu menunjukkan fotonya bersama So Yoon yang ada di ponsel. Dae Gu tertawa dan menuduh Seung Won menggunakan photoshop. Seung Won mengelak.

“Bagaimana mungkin So Yoon pacaran denganmu?” Dae Gu tetap tak percaya.

“Apa kamu pikir aku orang aneh? Mem-photoshop wajahnya?” Seung Won tak terima.

“Oke, oke, angap saja kalian berdua pacaran.” Dae Gu tak mau berdebat lagi. “Sana, aku harus membereskan barang-barang.”

Dae Gu kemudian berdiri. Dan Seung Won yang masih tak terima berusaha meyakinkan Dae Gu kalau foto itu sungguhan.

***

Satu tahun kemudian…

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000961756_thumb[1]While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000963802_thumb[1]

Sambil mempersiapkan sarapan, Ibu, Hong Joo, Jae Chan dan Seung Won membahas tentang pernikahan teman dari Jae Chan yang berlangsung hari ini. Mempelai wanita dan pria adalah rekan kerja. Jika seperti itu Ibu bertanya bagaimana Jae Chan akan memberikan uang sumbangannya. Jae Chan juga bingung, dia tidak tahu bagaimana harus memberikannya.

Seung Won ikut bertanya apakah harus memberikan dua kali lipat, atau membagi 2? Menurut ibu karena diberikan secara terpisah jadi harus memberi dua kali lipat. Tapi menurut Hong Joo berikan saja pada yang terdekat. Toh Jae Chan juga akan menjadi pembawa acara.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000986908_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_000988084_thumb

Jae Chan kemudian membuka laci untuk mencari sesuatu dan menemukan catatan milik ibu. Jae Chan langsung menunjukkannya pada ibu.

“Ibu, sebentar. Apa ini? Jaksa adalah aku, dan polisi adalah Woo Tak?”

“Itu.. itu.. itu…” Ibu terbata-bata tak bisa menjelaskan.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001004086_thumb

Jae Chan, Seung Won dan Hong Joo lalu memperhatikan kembali catatan itu. Dan mereka yakin itu adalah skoring antara Jae Chan dan Woo Tak. Dan Jae Chan mendapatkan skor paling sedikit. Ibu membela diri, itu sudah lama sekali dan memitna Jae Chan membuangnya. Jae Chan cemberut. Ibu buru-buru pamit pergi sambil membawa kotak makanan. Jae Chan mengikuti ibu meminta penjelasan sambil merajuk.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001021787_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001025730_thumb

Ibu rupanya pergi ke rumah Woo Tak membawakan makanan-makanan tadi. Woo Tak juga memasak japchae dan meminta ibu mencicipinya. Ibu memuji japchae buatan Woo Tak. Ibu bilang jika dia menguasai japchae maka bisa dikatakan dia menguasai makanan korea. Woo Tak merendah, membuat japchae itu mudah.

“Tidak, tidak. Kita tidak akan makan japcha di hari spesial jika mudah dibuat.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001041237_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001054749_thumb

Ibu meminta Woo Tak untuk tidak perlu belajar memasak lagi. Ibu yang masih memanggil Woo Tak dengan sebuatan polisi pun sadar bahwa sekarang ibu harus mengganti panggilannya pada Woo Tak.

“Sudahkah kamu memutuskan jalur karirmu? Aku harus memanggilmu apa? Hakim Han? Jaksa Han? Pengacara Han?”

“Pengacara Han.” Woo Tak tersenyum. “Aku pikir aku lebih cocok untuk memberikan nasihat hukum daripada menghakimi.”

“Pengacara Han. Pengacara Han. Aku menyukainya. Itu benar-benar cocok.”

Ibu dan Woo Tak tertawa bersama.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001066596_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001071033_thumb

Ibu keluar dari binatu sambil membawa pakaian. Dari belakang pengendara motor hampir menabrak ibu, beruntung Dae Gu yang ada disana menariknya. Ibu pun berterima kasih. Tak jauh ada ahjussi (ayahnya mahasiswa yang dibunuh dosen itu lho, lupa namanya) di dalam taksi tersenyum melihat mereka.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001103128_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001104552_thumb

Ass kepala jaksa tak sengaja menabrak taksi yang sedang parkir. Ass kepala jaksa bingung mencari pemilik taksi karena dia akan terlambat datang ke pesta pernikahan. Kemudian ahjussi tadi, pemilik taksi keluar. Ass kepala jaksa memberitahu bahwa dia tidak sengaja menabrak taksinya. Ahjussi mempersilahkan Ass Kepala Jaksa untuk pergi saja, tidak apa-apa. Ass Kepala Jaksa bingung.

“Bumper disini memang untuk ditabrak. Jika anda merasa besalah, anda bisa melakukan hal yang sama jika seseorang menabrak mobil anda.”

Ass Kepala Jaksa pun berterima kasih. Dari kejauhan adik dari Kang Dae Hee tersenyum melihat mereka.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001127759_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001132382_thumb

Hyang Mi keluar dari toko bunga dengan membawa buket bunga dan sambil menelepon seseorang. Saat membuat pintu, buket bunganya hampir saja terjepit. Beruntung adiknya Kang Dae Hee menahan pintu itu. Hyang Mi berterima kasih.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001139896_thumb

Dan disana juga ada So Yoon yang tersenyum pada seseorang.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001151506_thumb

Hong Joo dan Jae Chan berjalan bersama sambil berbincang ke tempat resepsi pernikahan.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001159333_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001186630_thumb

Sementara itu Dae Gu protes pada Seung Won yang memintanya menggunakan dasi. Dae Gu bahkan bingung kenapa dia harus hadir disana. Seung Won bilang Dae Gu harus hadir untuk rekan terdekat Jae Chan dan dia juga ingin menunjukkan seseorang pada Dae Gu. Dae Gu bertanya siapa orang itu. Dae Gu kemudian tak sengaja menjatuhkan dasi yang tadi dipegangnya.

Kemudian seseorang gadis mendekat dan mengambil dasi itu dari tanah dengan gaya yang sama persis dengan Hong Joo waktu itu (waktu mengambil syal milik Hyang Mi). Gadis itu adalah So Yoon. So Yoon mendekati Seung Won dan menggandeng tangannya. So Yoon bertanya apakah Seung Won merindukannya? Seung Won mengiyakan dengan semangat.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001211838_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001218294_thumb

Dae Gu pun tercengang, “Jadi kalian benar-benar pacaran?”

“Apa kamu pikir kami berbohong padamu? Apa kamu masih berpikit ini adalah photoshop?” So Yoon menunjukkan fotonya dengan Seung Won yang ada di ponsel.

“Tidak. Itu tampak nyata.” Dae Gu pun akhirnya mengakuinya.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001244065_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001252932_thumb

Jae Chan dan Hong Joo mendekati mereka. Hong Joo memastikan jika So Yoon terbang ke korea hanya untuk bermain piano. So Yoon bilang dia melakukannya karena ada seseorang yang memintanya, dan dia juga punya alasan lain. Hong Joo dan So Yoon kemudian bertengkar kembali masalah air dan kamar mandi.

Jae Chan dan Seung Won berjalan menjauhi mereka. Seung Won lalu bertanya tentang pasangan pengantin yang akan menikah hari ini. Bagaimana mereka menyembunyikan hubungan mereka selama ini dari pada rekan kerja? Mereka pasti berkencan diam-diam. Jae Chan bilang mereka ketahuan dengan menggelikan.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001291141_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001296997_thumb

Flashback.

Ji Gwang sedang melakukan interogasi di ruangan, dan seperti biasanya di ruangan sebelah para jaksa menyaksikan jalannya interogasi. Ji Gwang kemudian berdiri dan menggunakan lipbalm di bibirnya. Tapi…..ketika berbalik bibirnya menjad merah. Bukan lipbalm yang dikenakan Ji Gwang, tapi lipstik. Semua terkejut.

Di ruangan sebelah, Woo Joo memeriksa saku dan mengeluarkan sesuatu, “Aaah, dia mengambil milikku bukan lipbalm miliknya.”

Dan mereka pun ketahuan. Hee Min bahkan sampai ternganga karena terkejut.

Flashback end.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001323665_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001353797_thumb

Prosesi pernikahan berjalan dengan lancar, hingga akhirnya tiba saatnya pelemparan buket bunga. Hee Min sudah bersiap di posisinya untuk menangkap bunga itu. Tapi begitu Woo Joo melemparnya, bunga itu mengarah ke Jae Chan dan refleks Jae Chan menangkapnya. Hee Min kesal dan menuduh Jae Chan sengaja melakukannya. Jae Chan menyangkal dan memberikan kembali bunganya pada Woo Joo.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001430663_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001433092_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001442880_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001447272_thumb

Pelemparan bunga pun diulang. Kali ini bunga mengarah pada Hong Joo dan refleks Hong Joo menangkapnya. Padahal dia dan Jae Chan tidak sedang dalam posisi untuk menangkap bunga itu. Jae Chan yang inginn bertepuk tangan untuk Hong Joo. Tapi kemudian Ji Gwang memberikan selamat pada Hoo Joo, hinga akhirnya Hee Min yang tampak kesal pun ikut bertepuk tangan dan tersenyum seperti yang lain. Hong Joo juga tampak senang. Dia dan Jae Chan berfoto bersama dengan buket bunga itu.

***

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001455801_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001473090_thumb

Hong Joo terbangun dari tidurnya dan menghela nafas panjang. Seseorang memeluknya dari belakang. Jae Chan. Jae Chan bertanya apakah Hong Joo bermimpi buruk lagi? Hong Joo membenarkan. Dia lalu berbalik dan menyembunyikan wajahnya di depan Jae Chan. Jae Chan menenangkan Hong Joo.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001499279_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001497770_thumb

“Tidak apa-apa semua udah berakhir. Jangan takut. Aku akan di sini untukmu setiap hari sampai akhir. Aku akan ada disini……”

Jae Chan kemudian teringat sesuatu. Itu adalah apa yang dikatakan Hong Joo setahun yang lalu padanya. Hong Joo membenarkan. Dia sudah memimpikan saat ini setahun yang lalu. Jae Chan pun teringat saat itu dia berada dalam kondisi yang buruk menyalahkan dirinya sendiri untuk Woo Tak dan Dam Dong.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001513304_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001580516_thumb

Hong Joo pun bertanya, apakah ada yang ingin Jae Chan sampaikan pada dirinya saat itu? Jae Chan memikirkan sesuatu dan meminta Hong Joo mengatakan hal ini padanya:

“Ini semua akan berlalu. Ini mungkin terlihat seperti sesuatu yang besar. Saat semuanya berlalu, itu semua bukanlah apa-apa. Kamu mungkin tidak akan percaya, tapi kamu akan membicarakan banyak hal itu seolah hal itu seperti lelucon. Jadi katakan pada diriku untuk tidak terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Aku akan membuat banyak pilihan sulit, dan akan sulit bagiku. Tapi.. setelah satu tahun, pagi hari seperti hari ini juga akan datang.”

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001591609_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001592454_thumb

Flashback.

“Pagi hari seperti hari ini akan datang. Percayalah pada hari-hari itu dan bertahanlah. Kamu memintaku mengatakan padamu sendiri bahwa semua pilihanmu benar. Bagaimana? Apakah itu bisa menghiburmu?”

Jae Chan tersenyum dan mengecup Hong Joo.

Flashback end. (ini adalah lanjutan dari percakapan pagi itu, jadi Hong Joo waktu itu mengatakan pada Jae Chan kata-kata dari Jae Chan sendiri. Puyeng yah? XD)

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001628574_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001630580_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001638345_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001643115_thumb

Ternyata setelah setahun berlalu, Jae Chan dan Hong Joo sudah menikah.

Hong Joo meminta Jae Chan mengatakan padanya, apakah semua pilihan Jae Chan memang benar? Jae Chan mengangguk.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001664160_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001665827_thumb

Hong Joo kembali bertanya, “Pilihan apa yang tidak kamu sesali sama sekali?”

“Hmmm..pilihan yang tidak disesali? Ah, halte bus saat itu.”

“Halte bus?”

Hong Joo tampak bingung, tapi Jae Chan tersenyum.

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001673949_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001678236_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001701012_thumbWhile.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001716000_thumb

Ya, halte bus saat Jae Chan pertama kali bertemu Hong Joo. Ternyata Jae Chan saat itu sudah menyetop taksi dan sudah membuka pintu. Tapi Jae Chan melihat Hong Joo sedang duduk sambil memakai topi. Jae Chan mengenali topinya sebagai milik anak laki-laki yang waktu itu. Tapi Jae Chan tidak yakin karena Hong Joo adalah perempuan. Tapi akhirnya Jae Chan tidak jadi naik taksi dan duduk di halte bus menatap Hong Joo sambil tersenyum tanpa Hong Joo sadari.

***

TAMAT.

***

Komentar:

Happy ending.

Siapa yang gak ngeuh juga sama topinya Hong Joo? Beneran gak ngeuh. Dan writer-nim keren banget, ternyata Jae Chan sudah kenal topinya, tapi belum yakin sama orangnya. Hehe..

Semua cerita dalam drama ini berkaitan dengan mimpi. Mimpi Hong Joo. Hong Joo melihat ayahnya akan meninggal dalam kebakaran bus. Jae Chan melihat Hong Joo dalam mimpinya. Woo Tak melihat Jae Chan dalam mimpinya. Dan Pak Choi Dam Dong melihat Hong Joo dan Jae Chan dalam mimpinya.

Drama ini juga jadinya mirip dengan time travel, kejadian di masa depan bisa diubah setelah melihat mimpi. Seperti di adegan terakhir. Hong Joo bisa mengatakan apa yang dikatakan Jae Chan di satu tahun yang akan datang karena dari mimpinya.

Sedikit kurang puas dengan endingnya Yoo Bum. Jadi tidak ada latar belakang kenapa sifatnya jahat ya, dia orang jahat aja gitu jadinya.. sifat dari lahir kali ya? Tapi kalau aku rasa dia penuh dengan dirinya sendiri sih. Apapun dia lakukan untuk kepuasan dirinya sendiri meskipun ternyata di akhir-akhir diperlihatkan kalau dia masih punya sisi manusia, dia tahu dia salah, tapi karena dia sudah jahat dia tidak mau mengakui kesalahannya dan mencari pembenaran dengan alasan lain. (Koq ini jadi sama ama kata-kata Jae Chan ya, XD)

Kaget melihat memo punya ibu yang memberi nilai untuk Jae Chan dan Woo Tak. Sudah lama kan tidak diperlihatkan. Dan lihatlah… nilai Woo Tak lebih banyak dari Jae Chan. Memang ya, Woo Tak ini idaman banget, hehe.. Tapi hebatnya seorang ibu, dia mengijinkan putrinya bersama dengan orang yang dia cintai. Aku tidak bilang ibu tidak suka dengan Jae Chan ya.. tapi melihat dari memo itu ibu memang lebih suka dengan Woo Tak, buktinya sekarang pun ibu tetap menyiapkan makanan untuk Woo Tak dan pergi ke rumahnya.

Sepertinya setelah sekian lama pun Hong Joo tetap bermimpi ya.. tapi dia benar-benar sudah tidak perlu takut lagi karena ada Jae Chan disisinya.

Karena drama ini sudah lama selesai, aku jadi lupa apa saja yang mau aku tulis.. hehe.. Maafkan ya,, terutama untuk Mba Fanny yang sudah sabar menunggu berbulan-bulan. >,<

Terima kasih buat Mba Fanny yang bersedia reunian duet nulis, serta untuk reader yang masih setia menunggu dan membaca tulisan saya. ^^

While.You.Were.Sleeping.E32.END.171116.HDTV.H264.540p-SS.mkv_001748652_thumb[1]

Comments

Popular posts from this blog

Pinocchio Episode 20 – 2 (END)

Pinocchio Episode 2 - 1

Sinopsis MASTER’S SUN Episode 17 – 2 (end)